16 Mar 2010

Amazing Kraton Ratu Boko

Kraton Ratu Boko
Dari Candi Ijo saya melanjutkan menuju Kraton Ratu Boko atau juga biasa disebut Petilasan Ratu Boko. Kraton Ratu Boko terletak di atas perbukitan Boko dengan ketinggian 195 meter dpl. Situs ini terletak di dua desa yaitu Desa Sambirejo dan Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan.

Untuk masuk ke Situs Ratu Boko saya mengeluarkan uang sebesar 10.000 untuk tiket masuk, dan 2.000 untuk parkir motor. Setelah masuk saya baru tau kalo situs ini memiliki area yang sangat luas. Meskipun  sebelumnya saya sudah lama tinggal di Jogja, saya baru kali ini masuk ke tempat ini. Hehe.. Saya cukup terpukau karena tempat ini memang terlihat seperti Kraton yang megah daripada sebuah candi.

15 Mar 2010

Green Temple alias Candi Ijo

Candi Ijo
Di sela-sela kesibukan membuat SIM C yang baru selama tiga hari berturut-turut, selama di Jogja saya menyempatkan diri buat jalan-jalan ke beberapa lokasi yang tentunya tidak jauh dari rumah kakak saya. Yang pertama saya kunjungi kali ini adalah Candi Ijo yang terletak di Dusun Groyokan, Desa Sambisari, Kecamatan Prambanan, Sleman.

Jalan menuju Candi Ijo searah dengan jalan menuju Kraton Ratu Boko dan juga Candi Banyunibo. Pada persimpangan menuju ketiga tiga candi tersebut terdapat papan penunjuk arah, belok kiri ke Kraton Ratu Boko, lurus ke Candi Banyunibo, dan yang ke kanan adalah yang menuju Candi Ijo.

Candi Ijo ini katanya merupakan candi letaknya paling tinggi diantara candi-candi lain yang ada di Jogja. Situs ini berada pada ketinggian 375 meter dpl. Sewaktu saya kesana memang jalanannya cukup sempit dan menanjak yang cukup curam, dengan sekelilingnya ditumbuhi pepohonan yang menghijau. Sepanjang perjalanan juga terlihat para penambang batu kapur yang selanjutnya batu ini digunakan untuk bahan bangunan.

7 Mar 2010

Tahu Campur Lamongan

Satu lagi neh makanan khas Jawa Timur yang udah bikin saya penasaran, dia adalah Tahu Campur. Katanya sih tahu campur ini asalnya dari Lamongan, tapi di Surabaya banyak juga kok yang jual. Tadi sewaktu mau makan malem kebetulan di deket kost nyonya di Jalan Kutai ada yang jualan tahu campur ini, jadi nggak ada salahnya dong buat nyobain.

Ekspektasi saya sebelumnya sih tahu campur ini bakal mirip sama kupat tahu. Eh ternyata beda banget... Dalam tahu campur ada beberapa iris tahu putih goreng, mie, lentho, sayuran berupa sawi hijau, tauge, dan juga kikil yang disajikan dengan kerupuk.

Tahu Tek Tek

Malem minggu, tengah malem gini perut keroncongan tapi cuaca di luar nggak mendukung buat makan di luar. Ya udah deh nungguin penjual tahu tek tek yang banyak lewat di depan kost. Pas denger suara tek tek tek langsung deh dicegat, pesen tahu tek satu porsi. Hehe..

Tahu tek ini juga merupakan makanan khas Surabaya yang cukup cocok dilidah saya. Sebenernya banyak sih tempat-tempat yang jual tahu tek, tapi saya biasanya beli dari penjual tahu tek keliling aja karena biasanya belinya tengah malem dan males keluar.

1 Mar 2010

Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya

Masjid Cheng Hoo
Tadi siang setelah makan siang saya menyempatkan untuk shalat dzhuhur di salah satu masjid yang cukup unik, namanya Masjid Muhammad Cheng Hoo atau biasa disebut dengan Masjid Cheng Hoo saja. Bagi yang belum tahu tentang Cheng Hoo silahkan baca disini. Saya bilang unik karena masjid ini tidak seperti masjid biasanya, masjid ini memiliki desain bergaya China yang didominasi warna merah, hijau, dan kuning sehingga lebih mirip sebuah klenteng atau tempat peribadatan orang Tionghoa.

Ada satu lagi yang menjadi keistimewaan dari Masjid Muhammad Cheng Hoo, konon masjid ini merupakan masjid pertama di Indonesia yang menggunakan nama muslim Tionghoa.

26 Feb 2010

Lontong Balap Jalan Kepanjen

Lontong Balap? Agak aneh kan namanya? Saya juga nggak ngerti kenapa makanan yang satu ini diberi nama lontong balap. Katanya sih dulu yang jualan pake gentong besar yang dipikul. Karena gentongnya memang berat jadi jalannya harus cepat, seperti orang balapan. Kalo sekarang sih sepertinya udah nggak ada yang jualan pake gentong, rata-rata jualannya sekarang dah pake gerobak.

Lontong balap memang makanan asli Surabaya. Penjual lontong balap dapat ditemui diberbagai tempat di Surabaya. Meskipun begitu, saya belum pernah mencoba sama sekali makanan khas Surabaya yang satu ini.

Kali ini saya mencoba lontong balap yang berada di depan Gereja Kepanjen. Di depan Gereja Kepanjen memang banyak warung-warung berjejer yang menjajakan lontong balap.

Gereja Kepanjen

Karena hari ini libur jadi acaranya adalah keliling kota Surabaya plus hunting makanan khas Surabaya. Denger-denger ada makanan yang khas Surabaya yaitu "Lontong Balap" yang berada di Jalan Kepanjen, tepatnya di depan Gereja Kepanjen. Tapi nanti dulu bahas makan-makannya, sekarang kita bahas gerejanya dulu.

Gereja Kelahiran Santa Maria atau yang lebih dikenal dengan nama Gereja Kepanjen ini berada di Jalan Kepanjen, dekat dengan Kantor Pos Pusat Surabaya. Katanya ini merupakan gereja tertua di Surabaya dengan bentuk bangunan yang sangat menarik, seperti bangunan-bangunan yang ada di Eropa dan bahan bangunannya didominasi oleh bata merah.

Konon, gereja ini dibuat pada tahun 1900, dengan pondasinya terbuat dari 790 tiang kayu jati dengan kedalaman 15 meter. Pada pertengahan tahun 1945 saat arek-arek Suroboyo berjuang mempertahankan kemerdekaan, gereja ini terbakar dan hanya menyisakan dindingnya. Baru pada tahun 1950-1960 gereja ini direnovasi kembali.