Bebek Sinjay, Nasi Bebek Paling Enak di Madura

Paduan bebek goreng yang gurih dan empuk, serta sambal mangga yang khas membuat siapapun ketagihan Nasi Bebek Sinjay di Bangkalan.

Serabi Notosuman Nyonya Handayani Solo

Jalan-jalan ke Kota Solo rugi banget kalau nggak mencicipi Serabi Notosuman yang bertekstur lembut dan manis. Enak sekali!!

Lontong Balap Garuda Pak Gendut

Makanan khas Surabaya yang masih mudah ditemui adalah lontong balap. Salah satu yang direkomendasikan adalah warung Pak Gendut.

Gudeg Mbarek Bu Hj. Amad Jogja

Jogja adalah kota gudeg dimana di setiap penjuru kota kita dapat menemukan gudeg dengan mudah, salah satunya gudeg Bu Hj. Amad.

Nasi Bakar Rendang Sapi Gotri Resto

Gotri, resto di Surabaya menawarkan berbagai menu yang enak dengan harga terjangkau. Menu andalannya nasi bakar rendang sapi.

Pecel Nyamleng Gayeng Mayjen Sungkono

Nasi pecel adalah makanan khas Jawa Timur yang banyak tersebar di Surabaya umumnya dimakan saat sarapan atau makan siang.

Lezatnya Sop Ayam Pak Min Khas Klaten

Pak Min sepertinya cukup sukses membuka banyak cabang warung sop ayam di Klaten, Solo, dan Jogja. Rasa sop ayamnya memang nikmat.

15 Mei 2013

Wisma Bhakti, Penginapan Murah dan Nyaman di Kota Padang

Wisma Bakti Padang

Selamat datang di Padang!! Perjalanan dari Pekanbaru ke Padang selama sembilan jam dengan travel akhirnya berakhir juga. Karena tiba di Padang pukul 04.30 pagi dan saya juga tidak memesan penginapan, maka saya mengatakan kepada sopir travel untuk diturunkan di KFC yang terletak di Jalan Ahmad Yani. KFC ini merupakan satu-satunya yang buka 24 jam di Kota Padang. Lumayan kan untuk istirahat sejenak sambil menunggu matahari terbit.

Setelah matahari terbit, saya mulai melangkahkan kaki meninggalkan KFC. Meskipun baru saja makan sepotong fish fillet, tapi tidak bisa dipungkiri kalau perut saya meminta sarapan. Akhirnya saya mengisi perut dengan lontong gulai yang lumayan murah. Seporsi lontong gulai dengan telur dan dua bakwan goreng, sudah termasuk minum, hanya Rp 9.000 saja. Perut kenyang, rasanya lontong gulainya juga enak walaupun hanya di warung tenda pinggir jalan.

Wisma Bakti Padang

Perjalanan kemudian saya lanjutkan dengan menelusuri jalanan Kota Padang. Ya cukup dengan berjalan kaki saja karena saya bertujuan mencari penginapan untuk menaruh ransel yang cukup membebani jika terus saya gendong. Sepanjang yang saya tahu, tidak jauh dari KFC di Jalan Ahmad Yani terdapat penginapan murah, namanya Wisma Bhakti. Tidak perlu berlama-lama, saya langsung ke penginapan yang terletak di Jalan Belakang Olo I No. 16, Padang. Meskipun masih sangat pagi, saya nekat saja datang ke sana dengan harapan bisa check-in lebih awal atau paling tidak untuk nitip ransel.

Begitu menemukan Wisma Bhakti, saya langsung disambut dengan resepsionis yang ramah. Sayapun menyanyakan apakah masih ada kamar yang tersisa? Beruntung sekali ternyata masih ada. Lebih beruntung lagi, saya sudah bisa langsung masuk ke kamar meskipun saat itu menunjukkan pukul 07.00. Luar biasa!!

Wisma Bhakti merupakan sebuah penginapan sederhana berlantai tiga. Saya kurang tahu ada berapa kamar yang tersedia di sini, yang pasti lumayan banyak juga kok. Sekedar informasi saja, kalian akan kesulitan mencari penginapan yang benar-benar murah di Padang. Nggak perlu bersusah payah mencari penginapan dengan harga di bawah Rp 100.000, karena harga Rp 150.000 di Padang merupakan best deal. Dengan harga Rp 150.000 kalian bisa mendapatkan kamar dengan kondisi yang sangat baik.

Wisma Bakti Padang

Seperti halnya penginapan murah lainnya, Wisma Bhakti menawarkan harga termurah Rp 150.000 dengan kamar yang berisi twin bed. Tentu saja bisa diisi maksmimal dua orang. Uniknya, kalian bisa memilih antara kamar dengan kipas angin atau AC, tapi dengan harga yang sama. Nggak perlu mikir sih, saya pasti memilih kamar yang dilengkapi AC. Lha wong haganya sama saja kok. Nilai plus lainnya, selain kamarnya yang bersih dan nyaman, juga dilengkapi dengan televisi dan kamar mandi dalam. Tidak cukup sampai di situ, harga Rp 150.000 itu sudah termasuk sarapan lho!! Murah kan? Untuk traveler kere seperti saya, memang agak nampol sih harganya. Kalau ditempati berdua bisa sedikit bernapas lega. Tapi ya mesti gimana lagi, saya solo traveling dan ini merupakan penawaran yang sangat baik jadilah saya ambil.

Wisma Bakti Padang

Meskipun demikian, ada satu hal yang menjadi nilai minus untuk Wisma Bhakti, yaitu lokasinya agak di tengah. Sementara pusat turis di Padang itu biasanya di sekitar Pantai Padang. Dari Wisma Bhakti ke pusat keramaian turis di Pantai Padang perlu beberapa kilometer. Kalau kalian sudah terbiasa jalan kaki sih nggak akan terasa. Mungkin sekitar 1,5-2 kilometer saja, paling jauh juga 3 kilometer dengan waktu tempuh jalan kaki 30 menit :p. Tapi kalau nggak mau jalan kaki, di Padang banyak angkot kok untuk ke berbagai tempat.

Satu hal yang perlu diperhatikan jika menginap di Padang maupun kota lain di Sumatera Barat, pria dan wanita yang bukan muhrim tidak boleh menginap dalam satu kamar. Jika kalian pria dan pergi traveling dengan partner wanita atau sebaliknya, bisa dipastikan kalian nggak bisa share budget untuk penginapan. Kecuali kalau kalian memang muhrim dan bisa menunjukkan surat nikah, itu baru boleh. Peraturan ini berlaku nggak cuma di Padang saja, tapi juga di daerah lain di Sumatera Barat.

Nah, setelah mendapatkan penginapan, saya segera bersih-bersih badan dengan mandi. Tapi, rencana jalan-jalan saya sedikit tertunda karena ngantuk berat. Tidur sepanjang perjalanan dari Pekanbaru ke Padang rupanya belum menuntaskan rasa ngantuk dan lelah, jadilah saya tidur dulu sejenak sebelum berkeliling Kota Padang di siang hari.

Untuk informasi saja, mungkin akan berguna:

Wisma Bhakti
Jalan Belakang Olo I No. 16, Padang
Telp. (0751) 787 5960

12 Mei 2013

Terlelap Saat Melintasi Kelok Sembilan Dalam Perjalanan Pekanbaru-Padang

Travel Pekanbaru-Padang

Setelah seharian berada di Pekanbaru, berkeliling kota sejenak menikmati aneka wisata budaya, sejarah, dan religi, serta menikmati aneka wisata kuliner yang enak-enak, pada malam hari saya sudah harus meninggalkan kota ini. Dari awal memang saya tidak ada rencana untuk mengeksplor Pekanbaru maupun Provinsi Riau secara menyeluruh. Pekanbaru hanya saya gunakan sebagai pijakan untuk ke tujuan utama saya di Sumatera Barat, karena tiket promo yang saya pegang adalah tujuan Pekanbaru. Toh pada prakteknya, lokasi Sumatera Barat hanya bersebelahan dengan Provinsi Riau.

Di Sumatera Barat, kota pertama yang akan saya tuju adalah Padang. Bagaimana cara ke Padang dari Pekanbaru? Banyak orang merekomendasikan travel sebagai kendaraan untuk pergi dari Pekanbaru ke Padang dan sebaliknya. Selain lebih nyaman, tentunya juga lebih cepat sampai. Selain travel sebenarnya ada opsi lain, seperti naik bus. Tapi, saya juga agak heran kenapa sangat jarang bus yang menghubungkan Pekanbaru dengan Padang. Memang ada bus, tapi cukup jarang, sehingga kurang fleksibel dari segi waktu. Apalagi jika ingin pergi di malam hari, dijamin sudah tidak ada bus lagi.

Untuk ke Padang, saya menggunakan jasa CV. Indah Travel yang kantornya berada di Jalan Pangeran Hidayat No. 2, Pekanbaru. Sangat mudah mencarinya kok karena lokasinya berada di tengah kota. Penggunakan travel inipun berkat tulisan Mas Goiq di blognya. Terima kasih ya mas. :D

Tiket travel dari Pekanbaru ke Padang dipatok dengan harga 115.000 per penumpang. Mobil yang digunakan sebagai travel ini berupa mobil Avanza, Xenia, Innova, Panther, APV, dan lain-lain. Satu yang pasti, mobil yang digunakan merupakan mobil plat hitam.

Kalian nggak perlu khawatir berdesak-desakan dalam travel. Travel di sini cukup nyaman kok, sesuailah dengan haganya. Travel yang saya naiki berupa mobil Panther, maksimal hanya diisi dengan limat penumpang. Satu penumpang di depan bersebalahan dengan sopir, dua di tengah, dan dua lagi di belakang. Jadi bisa dibayangkan betapa leganya.

Sekitar pukul 19.30 travel yang akan membawa saya ke Padang mulai berangkat. Saya adalah penumpang yang pertama naik karena naik dari kantornya langsung. Sementara penumpang lainnya mesti dijemput satu per satu. Butuh waktu sekitar 1,5 jam mungkin untuk menjemput seluruh penumpang dan travel baru benar-benar keluar dari Kota Pekanbaru mengarah ke Padang.

Sepanjang perjalanan saya memang ingin tidur, meregangkan otot-otot saya setelah seharian berkeliling Pekanbaru, sehingga keesokan harinya saya sudah fresh saat tiba di Padang. Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, jalan yang dilalui mulai berkelok-kelok, saya terbangun sesaat dan melihat keluar. Ya malam itu yang terlihat hanyalah jalan yang sepi dengan kanan-kiri hanya berupa hutan maupun semak-semak. Tidak lama kemudian sopir membelokkan mobilnya ke sebuah warung untuk istirahat sebentar. Saya sih nggak ikutan makan lagi karena perut sudah seperti akan meledak kekenyangan.

Setelah istirahat kurang lebih 20 menit, kami kembali melanjutkan perjalanan. Saya berusaha membuka mata lebar-lebar karena penasaran dengan yang namanya kelok sembilan, sebuah jalan berliku luar biasa yang dilewati dalam perjalanan dari Pekanbaru ke Padang. Sayang, mata saya tidak bisa diajak kompromi dan malah terpejam lagi. Saya baru terbangun ketika mobil kembali berhenti di sebuah Rumah Makan Minang. Saya nggak begitu paham sudah sampai mana. Apakah kelok sembilan yang tersohor itu sudah terlewat atau belum, saya juga tidak tahu. Yang pasti, saya sudah berada di Tanah Minang!

Saat perjalanan kembali dilanjutkan, lagi-lagi saya tertidur pulas. Saya kembali bangun saat kendaraan ini telah tiba di Padang. Waah.. Berarti saya tidur sangat nyenyak. Dan yang bikin menyesal adalah saya melewatkan kelok sembilan. Kecewa sih pasti, tapi kalau nggak memang susah ditahan. :D

Saya tiba di Padang sekitar pukul 04.30. Jadi perlu waktu kurang lebih 9 untuk sampai ke Padang. Perjalanan panjang yang lumayan melelahkan, tapi saya bisa hemat penginapan satu malam karena bisa tidur di mobil. Hehehe.. Ya beginilah inisiatif traveler kere, perjalanan jauh lewat darat sebisa mungkin berangkat di malam hari. Kepada sopir, saya minta diturunkan di KFC yang berada di Jalan Ahmad Yani. Persis seperti Mas Goiq. Haha.. KFC ini memang buka 24 jam, jadi lumayan kan bisa buat nunggu paling tidak sampai matahari mulai kelihatan. Walaupun pagi-pagi seperti itu sangat nggak enak buat makan, tapi ya paling nggak saya pesan Chicken Fillet dan air mineral.

Sambil menikmati sarapan, saya sempat ngobrol-ngobrol dengan para pelayan di KFC untuk menanyakan perihal hotel atau penginapan di sekitar sana. Tapi rata-rata menunjukkan hotel yang harganya lumayan mahal. Kalaupun murah, mereka menunjukkan yang harganya 200.000. Pastinya untuk traveler kere seperti saya lumayan berat jika harus mengeluarkan uang 200.000 untuk menginap di hotel. Setelah matahari mulai terbit, saya baru berjalan kaki meninggalkan KFC, mencari tempat menginap untuk satu malam saja di Padang sesuai yang ada di catatan saya. Anyway, selamat datang di Tanah Minang!! :D

Info:
CV. Indah Travel Pekanbaru
Jalan Pangeran Hidayat No. 2
Telp. (0761) 37467, (0761) 45881, (0761) 849455

CV. Indah Travel Padang
Jl Pemuda 4, Koto Marapak, Padang Barat
Telp. (0751) 20101,(0751) 21885

10 Mei 2013

Berwisata Kuliner di Pekanbaru

Berada di Pekanbaru tidak lengkap rasanya jika tidak mencicipi aneka macam kuliner di kota yang terkenal dengan pertambangan minyaknya tersebut. Sebagai kota yang mayoritas penduduknya orang Melayu dan lokasinya yang bersebelahan dengan Sumatera Barat sedikit banyak mempengaruhi kuliner-kuliner yang ada di Pekanbaru.

Saat di Pekanbaru memang saya tidak menemukan sesuatu yang otentik Pekanbaru. Tapi saya mencicipi sedikit makanan yang memang lumayan populer di sana. Nah, dari aneka wisata kuliner ini kebanyakan nyontek dari blognya Mas Arie Goiq. Makasih ya Mas.. Hehe..

Yaaak.. Berikut ini daftar aneka kuliner yang saya cicipi selama sehari di Pekanbaru. :D

1. Kedai Kopi Kim Teng

Kedai Kopi Kim Teng memang sudah terkenal sebagai tempat sarapan yang oke di Pekanbaru. Menu makanan di sini juga sangat variatif kok. Misalnya saja sop, soto, dimsum, nasi goreng, atuapun mie goreng. Tapi, apalagi menu otentik di Kedai Kopi Kim Teng kalau bukan kopi dan roti bakar dengan selai srikaya. Menu ini memang sangat cocok untuk sarapan ya. Mau mencicipi sarapan di Kedai Kopi Kim Teng? Datang saja ke Jalan Senapelan No. 22 Pekanbaru.

Kedai Kopi Kim Teng

2. Mie Pangsit Megaria

Kalau kalian pencita mie ayam, sepertinya kalian mesti mampir ke Depot Mie Pangsit Megaria atau dikenal juga dengan nama Kedai Kopi Megaria. Mie pangsit di sini berupa mie keriting yang dicampur dengan daun sawi, ayam casiu, ayam manis, dan taburan bawang goreng. Buat saya sih rasanya biasa saja, nggak terlalu istimewa. Tapi nggak ada salahnya kalau kalian coba. Mie Pangsit Megaria ada di Jalan Ir. H. Juanda, nggak jauh kok dari Kedai Kopi Kim Teng.

Mie Pangsit Megaria

3. Re Caffe - Cappuccino Cincau

Cappuccino Cincau, ini adalah minuman yang lagi ngehits banget di Pekanbaru. Minuman yang disebut juga dengan nama kacau ini disediakan oleh Re Caffe. Minuman ini memang sangat segar dengan rasa yang unik. Sangat cocok diminum dengan kondisi cuaca Pekanbaru yang panas. Selain Cappuccino Cincau, Re Caffe juga menyediakan minuman lain seperti Cappuccino Nutrijel, Cadbury Coklat Cincau, dan Cadbury Coklat Nutrijel. Saat ini Re Caffe memilikitiga cabang di Pekanbaru, antara lain di Binakrida Unri Panam, Jalan Paus, Jalan Ahmad Dahlan (depan Brimob), areal SPBU Jalan Thamrin, dan Jalan Dr. Sutomo.

Re Caffe - Cappuccino Cincau

4. Rumah Makan Kota Buana

Mau menikmati lezatnya masakan khas Minang di Pekanbaru? Banyak sekali rumah makan yang menyediakannya. Salah satunya Rumah Makan Kota Buana yang teletak di Jalan HOS Cokroaminoto No. 16 Pekanbaru. Jika bosan dengan menu masakan Minang yang itu-itu saja, kenapa tidak coba masakan yang lain. Soto Padang misalnya.

Nah soto ayam di Rumah Makan Kota Buana ini disajikan dengan mangkuk berukuran kecil, tapi dengan isi yang sangat lengkap. Satu mangkuk soto berisi dengan bihun, perkedel, suwiran ayam goreng, dan kacang tanah. Bihun dalam soto ayam di sini bukan hanya pelengkap yang sedikit, melainkan cukup banyak. Untuk melengkapi soto ayam, dihidangkan pula kerupuk dan sambal. Lezat untuk sarapan!

Soto Ayam Rumah Makan Kota Buana

5. Soerabi Enhaii Pekanbaru

Ini nih yang agak janggal, jauh-jauh ke Pekanbaru malah makan di Restoran Enhaii. Padahal sebelum ke Pekanbaru, saya berada di Bandung selama satu hari dan saya nggak ke Restoran Enahii yang menyediakan Soerabi.

Soerabi di Restoran Enahii memang terkenal enak. Apalagi jika memilih Soerabi topping durian. Woaaah.. Surgaaa.. Tapi selain Soerabi ada menu lain kok, seperti Nasi Goreng Pattaya dan lain-lain. Restoran Enhaii bisa kalian temui di Jalan Jenderal Sudirman No. 14 G-H,setelah flyover Imam Munandar.

Soerabi Enhaii Pekanbaru

Soerabi Enhaii Pekanbaru

6. Depot Durian Ayah

Mencicipi buah durian sepertinya hal yang wajib saat berada di Pekanbaru. Buah durian selalu ada di kota ini sepanjang tahun. Banyak kok yang menjual buah durian di berbagai penjuru kota. Salah satunya adalah Depot Buah Durian Ayah di Jalan Jenderal Sudirman No. 502. Durian di Pekanbaru terkenal memilik kualitas yang sangat baik. Rasanya manis dan pulen. Uniknya, durian di Pekanbaru biasa dinikmati bersama dengan ketan. Mau coba?

Depot Durian Ayah

7. Sate Padang

Sate Padang memang cukup sering ditemui berbagai kota. Tapi mencicipi Sate Padang di Pekanbaru memiliki sensasi tersendiri. Apalagi lokasi Pekanbaru terletak bersebelahan dengan Padang, tentunya rasa Sate Padang di Pekanbaru lebih mendekati rasa aslinya. Penjual Sate Padang bisa ditemui di berbagai penjuru kota saat malam hari kok.

Sate Padang

Oke.. Sepertinya cukup sekian daftar menu makanan saya selama sehari di Pekanbaru, sebelum berangkat ke Padang untuk melakukan tujuan utama dari trip ini. Perut rasanya mau meledak saat perjalanan ke Padang.. :))