31 Agu 2010

Rumah Panggung Dari Lampung

Rumah Panggung Dari Lampung

Jika berjalan 10 Km dari rumah saya ke arah Sribhawono atau lebih tepatnya di Desa Adat Wana akan banyak ditemui deretan rumah-rumah yang berbentuk panggung, ya inilah rumah asli penduduk Lampung. Jika ditemukan rumah-rumah seperti itu sudah dapat dipastikan daerah tersebut adalah daerah perkampungan warga pribumi. Di Kecamatan Jabung juga dapat dengan mudah ditemui rumah-rumah seperti ini karena hampir sebagian besar warga masih menggunakan rumah panggung.

Rumah panggung biasanya cukup besar, memiliki tiang, dan sebagian besar bahan bangunannya terbuat dari kayu. Karena sudah terpengaruh oleh perkembangan jaman, banyak juga rumah panggung yang sudah tidak menggunakan kayu sebagai bahan bangunan utamanya, melainkan menggunakan batu bata seperti rumah-rumah modern yang ada saat ini tapi bentuknya tetap rumah panggung.

30 Agu 2010

Ke Pelosok Metro Kibang

Ke Pelosok Metro Kibang

Baru semalam saya berada di rumah, keesokan harinya saya diajak om saya ke Metro Kibang untuk menghadiri undangan launching produk traktor terbaru dari sebuah distributor. Nggak pake mikir lama, saya terima ajakan tersebut. Walaupun bukan ke tempat wisata tapi paling nggak saya nggak akan merasa bosan di rumah. Nah meskipun Metro Kibang adalah termasuk daerah Metro tapi bukan Metro kota melainkan berada di pelosok yang bisa dikatakan lebih pelosok dari kampung saya. Dari rumah kami menuju ke arah Sukadana dengan jalanan yang relatif bagus, setelah itu menuju arah Metro, dan sebelum sampai di Metro kami belok kiri menuju daerah tersebut dengan jalanan yang sangat parah seperti layaknya off road. Saya baru sekali ini ke daerah ini dan sepertinya kalau saya sendiri kesini bakal nggak bisa keluar karena nyasar. Hehe..

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam dengan tanya sana-sini, kami tiba di lokasi. Ternyata lokasi launching produknya adalah di sebuah ladang milik warga, padahal tadinya yang ada dibayangan saya adalah di sebuah gedung ataupun hotel berbintang seperti undangan salah satu produk lain yang menjadi saingan dari produk yang di-launching ini. Ternyata saat launching ini sekalian bisa ngetest, pantes aja di ladang.

29 Agu 2010

Sweet Home Mumbang Jaya

Sweet Home Mumbang Jaya

Setelah menempuh perjalanan selama seharian dari Surabaya, akhirnya saya sampai di rumah yang ada di kampung halaman saya. Di rumah sederhana milik orang tua saya ini hanya ditempati oleh ibu dan ayah saya saja karena kakak pertama saya sudah mempunyai rumah sendiri yang juga berada di kampung ini, sedangkan kakak kedua saya ikut suaminya tinggal di Jogja.

Saya sendiri tinggal di rumah ini hanya sampai SD saja karena saya sudah meninggalkan kampung ini setelah masuk SMP. Saat SMP saya tinggal bersama om dan bulek saya di tempat yang juga termasuk pedalaman yaitu di kebun tebu PT Gula Putih Mataram atau sekarang lebih dikenal dengan Sugar Group Company, sebuah perusahaan yang memproduksi produk "Gulaku" yang banyak terdapat di pasar swalayan atau super market. Saat SMA saya sekolah di Jogja sebagai anak kost, dan sekarang kuliah di Surabaya. Sejak menjadi anak kost itulah saya jadi jarang pulang ke rumah karena memang jaraknya yang cukup jauh. Paling cepat pulang setahun sekali, itu kalo nggak males. Hehe..

28 Agu 2010

Dari Bandara Ke Rumah Masih 3 Jam Lagi!!

Dari Bandara Ke Rumah Masih 3 Jam Lagi!!

Waktu sudah semakin sore, saya dijemput oleh Om dan Ibu saya di bandara. Saya masih akan melanjutkan perjalanan menuju rumah di kampung halaman saya kurang lebih 2 sampai 3 jam lagi. Karena saya juga sudah merasa lapar jadi kami mampir terlebih dahulu di sebuah Rumah Makan Padang yang ada di jalan raya dari bandara menuju kota. Di sepanjang jalan ini sampai dengan di ujung yaitu di Pelabuhan Bakauheni, hampir 90% rumah makan yang ada adalah Rumah Makan Padang. Sepertinya Padang dengan rumah makannya cukup sukses menjelajah nusantara, karena di setiap kota pasti ada.

Rumah Makan Padang yang ada di Lampung ini hampir semuanya besar-besar dan terlihat mewah dengan tempat parkir yang luas, bahkan untuk puluhan bus sekalipun. Padahal di dalamnya biasa aja dan harganya masih cukup reasonable kok karena memang biasanya tempat-tempat makan ini untuk disinggahi oleh kendaraan-kendaraan lintas Sumatera menuju Palembang, Bengkulu, Jambi, dan kota-kota lainnya.

27 Agu 2010

Selamat Datang Di Bandara Radin Intan II-Bandar Lampung!!

Bandara Radin Intan II-Bandar Lampung

Setelah 30 menit terbang dari Jakarta, sampailah saya di Bandara Radin Intan II Bandar Lampung. Ini adalah satu-satunya bandara yang terdapat di Lampung. Jangan membayangkan Bandara Radin Intan II di Lampung ini seperti Bandara Juanda di Surabaya ataupun Bandara Sultan Hasanudin di Makassar, karena Bandara Radin Intan II adalah bandara yang kecil dan sangat sederhana.

Bandara Radin Intan II tidak terlalu ramai, cukup sepi malahan menurut saya. Hanya ada 8 sampai 9 penerbangan setiap hari yang dilayani oleh 3 maskapai. Sriwijaya Air memiliki penerbangan paling banyak yaitu 4 kali sehari menuju Jakarta, Garuda Indonesia memiliki 3 penerbangan sehari ke Jakarta, sedangkan Batavia Air hanya memiliki 1 penerbangan perhari juga dengan tujuan Jakarta. Kalau saya tidak salah selain menuju Jakarta, Batavia juga membuka penerbangan dari Lampung ke Batam 3 kali seminggu.

26 Agu 2010

Sriwijaya Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung


Flight Detail:
Date: August 04, 2010
Airline: Sriwijaya Air
Flight No: SJ-098
Route: Jakarta (CGK)-Lampung (TKG)
Departure Time: 15.30 (scheduled), 15.50 (actual)
Arrival Time: 16.10 (scheduled), 16.30 (actual)
Aircraft: Boeing 737-284 Adv
Registration: PK-CJF
Class: Economy
Seat: 21F
Site: http://www.sriwijayaair-online.com/

Karena waktu sudah mendekati jadwal penerbangan saya ke Lampung, saya memutuskan untuk masuk ruang check in. Ruang check cukup ramai penumpang tapi kebanyakan penumpang-penumpang tersebut adalah penumpang Batavia Air, sedangkan penumpang Sriwijaya tidak terlalu banyak sehingga antriannya tidak sampai mengular.

Meskipun saat itu di LCD yang ada di depan check in counter belum ada tujuan ke Lampung, yang artinya check in untuk tujuan ke Lampung belum dibuka tapi seorang security Sriwijaya Air memberi info bahwa saya bisa check in di counter mana saja. Check in berjalan dengan lancar karena tidak ada antrian yang berarti. Saat check in ini saya meminta tempat duduk nomor 21F dengan harapan saya nanti bisa mengambil foto Bandara Soekarno-Hatta dari atas.

Sriwijaya Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung
Ruang check in terminal 1B

25 Agu 2010

Kegiatan Selama Transit 7 Jam Di Jakarta

Bagi sebagian orang, transit merupakan hal yang membosankan. Apalagi jika waktu transitnya sangat lama seperti yang harus saya alami ini. Saya harus transit selama kurang lebih 7 jam di Jakarta. Menunggu selama 7 jam bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Padahal kalau jadwal penerbangan saya dengan Mandala sesuai seperti jadwal yang awal, saya hanya perlu menunggu penerbangan saya ke Lampung dengan Sriwijaya 3 jam saja.

Bagi yang mempunyai kartu kredit platinum dan sejenisnya mungkin bisa saja bersantai menghabiskan waktu di lounge dengan segala fasilitasnya yang banyak tersedia di bandara. Lha kalau saya boro-boro kartu kredit gold atau platinum, yang paling rendah aja nggak punya. Nah untuk membuang kejenuhan selama transit tersebut saya gunakan untuk spotting dari waving gallery. Kebetulan di sepanjang terminal 1 (lantai 2) terdapat waving gallery. Disana saya bisa menyaksikan traffic pesawat yang lalu-lalang di terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta ini.

Oke.. Yang pertama saya naik ke waving gallery yang ada di terminal 1A. Traffic pesawat di terminal ini nggak ada matinya, setiap beberapa menit terdapat pesawat yang take off dan landing. Boeing 737-900ER sangat mendominasi traffic di terminal 1A. Beberapa pesawat Boeing 737 Classic juga menghiasi terminal ini. Sayangnya saya tidak melihat pesawat favorit saya yaitu MD-90.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Lion Air Boeing 737-900ER PK-LGS