Bebek Sinjay, Nasi Bebek Paling Enak di Madura

Paduan bebek goreng yang gurih dan empuk, serta sambal mangga yang khas membuat siapapun ketagihan Nasi Bebek Sinjay di Bangkalan.

Serabi Notosuman Nyonya Handayani Solo

Jalan-jalan ke Kota Solo rugi banget kalau nggak mencicipi Serabi Notosuman yang bertekstur lembut dan manis. Enak sekali!!

Lontong Balap Garuda Pak Gendut

Makanan khas Surabaya yang masih mudah ditemui adalah lontong balap. Salah satu yang direkomendasikan adalah warung Pak Gendut.

Gudeg Mbarek Bu Hj. Amad Jogja

Jogja adalah kota gudeg dimana di setiap penjuru kota kita dapat menemukan gudeg dengan mudah, salah satunya gudeg Bu Hj. Amad.

Nasi Bakar Rendang Sapi Gotri Resto

Gotri, resto di Surabaya menawarkan berbagai menu yang enak dengan harga terjangkau. Menu andalannya nasi bakar rendang sapi.

Pecel Nyamleng Gayeng Mayjen Sungkono

Nasi pecel adalah makanan khas Jawa Timur yang banyak tersebar di Surabaya umumnya dimakan saat sarapan atau makan siang.

Lezatnya Sop Ayam Pak Min Khas Klaten

Pak Min sepertinya cukup sukses membuka banyak cabang warung sop ayam di Klaten, Solo, dan Jogja. Rasa sop ayamnya memang nikmat.

26 Juli 2016

Menengok Taman Purbakala Pugung Raharjo di Lampung Timur


Sudah sekitar dua bulan terakhir saya belum beranjak dari kampung halaman di Lampung Timur. Saat ada waktu luang, nggak ada salahnya kalau jalan-jalan di objek wisata di sekitar Lampung Timur. Memang benar, Lampung Timur nggak punya objek wisata yang cukup menonjol dan dikenal luas di kalangan traveler. Namun, Lampung Timur setidaknya masih punya peninggalan sejarah bernama Taman Purbakala yang terletak di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik! Seperti apakah penampakan Taman Purbakala Pugung Raharjo? 

Untuk menuju Taman Purbakala Pugung Raharjo bisa ditempuh dari Bandar Lampung dan Metro dengan perjalanan selama kurang lebih 1,5-2 jam. Kok lama? Iya, karena nggak sedikit spot jalan yang rusak lumayan parah, membutuhkan kesabaran ekstra ketika mengendarai motor atau mobil. Saya sendiri dari rumah yang berada di Kecamatan Jabung memilih menggunakan mobil untuk menuju Taman Purbakala. Paling nggak menggunakan mobil lebih aman dibandingkan dengan menggunakan motor. Bukan bermaksud menakut-nakuti, sudah menjadi rahasia umum wilayah Lampung Timur rawan begal!

Nah... Bisa dibilang lokasi Taman Purbakala agak tersembunyi. Dari jalan raya di depan pasar masih masuk ke dalam gang beberapa ratus meter dan berada di tengah area ladang atau perkebunan milik warga. Kalau nggak melihat papan petunjuk jalan, sebaiknya bertanya kepada penduduk sekitar biar nggak nyasar ya... Di Taman Purbakala sudah mempunyai area parkir yang luas dan representatif. Asyiknya lagi, kita nggak perlu mengeluarkan biaya tiket maupun uang parkir karena memang nggak ada yang jaga. Mungkin saking sepinya kali ya... Satu hal lagi, sebelum meninggalkan kendaraan, pastikan mobil atau motor terkunci dengan baik.

Petunjuk arah di dalam komplek Taman Purbakala Pugung Raharjo
Pintu gerbang Taman Purbakala Pugung Raharjo
Benteng tanah timur
Benteng tanah timur
Menurut sejarahnya, Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan peninggalan jaman megalitikum. Ada beberapa spot yang menarik dikunjungi dalam satu kompleks taman. Pertama yang bisa dilihat adalah pintu gerbang yang menyerupai bangunan candi. Kedua, ada gundukan tanah yang dipenuhi oleh rumput yang sangat rapi. Konon dulunya gundukan ini merupakan bekas benteng. Kemudian masuk lebih dalam terdapat komplek yang disebut dengan batu kandang atau batu mayat. Di dalam komplek batu kandang kita bisa melihat sekelompok batu besar yang disusun dalam bentuk empat persegi menghadap ke arah timur dan barat. Di bagian tengahnya ada batu bulat panjang yang di kedua ujungnya dipahatkan phallus alias lambang alat kelamin laki-laki. 

Komplek batu kandang atau batu mayat
Komplek punden berundak atau piramida
Komplek punden berundak atau piramida
Apakah cuma itu saja? Ternyata nggak kok... Masuk ke wilayah yang lebih dalam kita bisa melihat komplek punden berundak yang mirip seperti piramida. Mungkin piramida ini menjadi ikon bagi Taman Purbakala Pugung  Raharjo. Tidak jauh dari komplek punden berundak terdapat kolam megalitik atau kolam bertuah. Air kolam yang sangat jernih berasal dari sumber mata air di bawah pohon besar yang tidak pernah berhenti mengalir hingga sekarang. Suasananya lumayan adem di sekitaran kolam karena pepohonan begitu rimbun.

Komplek kolam megalitik
Komplek kolam megalitik
Komplek kolam megalitik
Komplek kolam megalitik
Komplek kolam megalitik
Overall, Taman Purbalaka Pugung Raharjo sangat rapi dan terawat. Taman ini nggak banyak berubah sejak tearkhir saya ke sini puluhan tahun lalu waktu masih kecil. Hanya saja promosi yang kurang dan faktor keamanan yang jauh dari kata bagus membuat pengunjung yang datang ke Taman Purbakala sangat sepi. Hal itu tentu saja menjadi PR besar bagi Lampung Timur jika ingin menggaet wisatawan yang lebih banyak... 

3 Mei 2016

Kebun Teh Wonosari, Tempat Liburan Asyik Dekat dengan Surabaya



Kali ini saya bakal menceritakan mengenai jalan-jalan yang sebenarnya sudah cukup lama, tepatnya Desember 2015. Mungkin sudah agak basi, tapi nggak apa-apalah daripada foto-fotonya cuma mengendap di hard disk. Iya kan? 

Tujuan sebenarnya jalan-jalan kali ini sih sebenarnya cuma mau mengisi waktu luang aja. Kebetulan libur, sekaligus mau ngetes motor aja. Jadi destinasi yang dipilih nggak terlalu jauh dari Surabaya, yaitu Kebun Teh Wonosari yang berada di Lawang, Kabupaten Malang. Berangkat di pagi hari, saya langsung menggeber motor ke arah luar kota Surabaya menuju ke arah Malang. Karena mesin motor cukup besar, nggak heran kalau kami sudah sampai di Lawang dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Apalagi di pagi hari jalanan juga relatif sepi... 

Di Pasar Lawang kami berhenti sejenak untuk mengisi perut dengan nasi rawon. Setelah itu kami baru naik ke arah Kebun Teh Wonosari. Jalanan dari Pasar Lawang ke arah Kebun Teh Wonosari tergolong bagus meskipun sempit. Semakin mendekat kebun teh, kondisi jalan semakin menanjak berliku, namun nggak sulit... Kalau nggak salah jarak dari Surabaya hingga Kebun Teh Wonosari hanya sekitar 80 km saja... 





Untuk masuk ke kawasan kebun teh, pengunjung harus membayar tiket masuk. Saya lupa berapa harga tiketnya, yang jelas nggak mahal kok. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya ke Kebun Teh Wonosari. Malah sudah berkali-kali... Tapi rasanya nggak pernah bosan main-main ke sini. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Kebun Teh Wonosari, seperti jalan-jalan menghirup udara segar di area kebun teh yang hijau, main ATV, main flying fox, berkuda, berenang, dan masih banyak lagi fasilitas lain yang disediakan. 

Nah... Ke Kebun Teh Wonosari nggak lengkap rasanya kalau nggak mencicipi minuman teh. Banyak juga varian minuman teh yang ada di sana, bisa dinikmati di Rollaas Cafe. Konsep cafe-nya sendiri cukup menarik dengan menonjolkan point of view alam. Enak banget deh icip-icip teh di Rollaas Cafe. Santai sembari menikmati udara khas perkebunan teh yang sejuk. Selain itu, di Rollaas Cafe tersedia aneka makanan yang bisa disantap untuk mengisi perut yang sudah keroncongan... Oh ya, kalau mau bermalam pun di Kebun Teh Wonosari tersedia villa dan hotel lho... Saya pernah bermalam waktu gathering, tapi udah lama banget... Cukup recommended juga!


28 April 2016

Ikutan Kopdar Food Blogger di Rumah Makan Lombok Idjo Kediri... Rame Bangeettt!!


Hari Sabtu lalu (23/04/2016), saya mendapatkan undangan Kopdar Food Blogger di Rumah Makan Lombok Idjo Kediri. Waktu mendapatkan undangan sih agak mengernyitkan dahi. Soalnya kan undangan untuk food blogger... Sedangkan saya apakah masuk ke dalam kategori food blogger? Tapi karena hari Sabtu nggak ada kesibukan yang berarti, nggak ada salahnya ngacir ke Kediri. Apalagi udah lama juga nggak riding dengan motor dalam jarak yang cukup jauh, ditambah dengan beberapa member Jatimotoblog, salah satu komunitas yang saya ikuti, juga mendapatkan undangan serupa. 

Saya sampai di Rumah Makan Lombok Idjo yang berada di Jalan Patiunus No. 16, Kediri, sekitar pukul 14.10, padahal undangannya pukul 14.00. Agak telat dikit nih... Begitu sampai langsung ngisi absensi dan ngambil undian. Maksudnya undian makanan dan minuman... Jadi seluruh tamu undangan mendapatkan menu makanan dan minuman berdasarkan undian. Harapannya biar masing-masing peserta Kopdar Food Blogger mendapatkan menu yang berbeda... Dalam undian menu makanan dan minuman ini saya mendapatkan ikan nila goreng dan es kelon alias es kelapa muda sirup melon. Setelah itu saya digiring ke meja sesuai dengan nomor urut pendaftaran deh kayaknya ya... 




Kebetulan banget siang itu di Rumah Makan Lombok Idjo yang berbentuk joglo sudah ramai banget oleh peserta yang jumlahnya mencapai 50 orang (sesuai undangan). Nggak banyak peserta kopdar yang saya kenal. Kalau yang dari komunitas Jatimotoblog jelas kenal semua. Selain itu paling kenal sama travel blogger ngehits asal Jombang, Mas Alid Abdul, dan food blogger tulen asal Surabaya, Bu Vika. Itupun hanya tau di dunia maya karena dulu sering baca-baca blog mereka... 

Pada dasarnya acara Kopdar Food Blogger yang diselenggarakan oleh Lombok Idjo ini cukup menarik... Lombok Idjo berupaya memperkenalkan brand mereka, beserta menu-menu makanan mereka di kalangan para blogger. Tentu saja harapannya Lombok Idjo bisa memiliki footprint di dunia maya. Kenapa mesti dunia maya? Sekarang ini mencari apa-apa serba pakai internet, termasuk mencari tempat makan. Saya pun demikian, mau jajan atau makan di sebuah kota ya googling dulu... Berbagai informasi mengenai tempat makan, menu makanan, sampai harga makanan bisa saya akses dengan mudah melalui internet. Jadi bukan rahasia lagi kalau internet, khususnya blog, bisa menjadi media marketing yang sangat ampuh. 



Acaranya sendiri dikemas secara santai, tapi tetap seru. Teman-teman yang ikut dalam Kopdar Food Blogger terlihat sumringah mengikuti dari awal acara sampai akhir. Dalam acara tersebut ada sambutan dari Mas Ulil dari Lombok Idjo Kediri yang selalu berbicara menggunakan bahasa kromo. Kemudian ada juga sambutan dari Mbak Septi Sutrisna selaku bagian marketing dari Lombok Idjo Group. Ada pula product knowledge dari Biznet yang merupakan provider internet berkecepatan tinggi, menjamin nonton video berkualitas HD tanpa buffering. Sayangnya jaringan Biznet masih cukup terbatas, namun ke depan sudah memiliki rencana ekspansi untuk memperluas jaringan... 

Terus gimana dengan icip-icip menu makanan di Lombok Idjo? Saya mendapatkan menu berupa ikan nila goreng dan es kelon seperti yang sudah saya sebutkan di atas... Kira-kira gimana rasanya ya? Enak nggak? Langsung cek di foodspotting.wijanarko.net.






26 April 2016

Bermalam di Same Hotel Malang, Murah dan Nyaman


Sekitar tiga minggu yang lalu, tepatnya (9/4/2016), saya memutuskan untuk menghabiskan akhir pekan di Malang. Alasannya sih simple... Malang lokasinya lumayan deket dari Surabaya dan selama ini saya nggak pernah liburan di Kota Malang. Lebih seringnya langsung ke Batu, bukan ke Malang. Sebelum pergi liburan, tentu saya cari hotel melalui Traveloka mobile apps. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya memilih Same Hotel Malang sebagai tempat menginap. Gimana impresi menginap di Same Hotel Malang? Yuk simak!

Pertimbangan pertama saya memilih Same Hotel Malang karena harganya cukup terjangkau untuk standar hotel bintang tiga. Cuma Rp 300.000 saja. Menariknya lagi, lokasi Same Hotel Malang sangat strategis berada di pusat kota, tepatnya di Jalan Pattimura No. 19, Malang. Mau cari tempat makan malam ataupun hanya sekedar nongkrong di cafe, banyak banget tersedia di seputaran hotel. Enak banget deh pokoknya. Mau ke alun-alun balaikota pun nggak terlalu jauh... 



Bangunan Same Hotel Malang ini tergolong baru, jadi nggak heran kalau eksterior maupun interior bangunan masih kinclong. Saat check-in saya dilayani oleh staf resepsionis yang ramah. Walaupun saya beli voucher hotel secara online via Traveloka, tapi Same Hotel Malang nggak meminta dana deposit yang cukup besar. Dana deposit yang diserahkan hanya Rp 50.000 saja. Itu untuk deposit kunci. Dana deposit bakal dikembalikan saat check-out. 

Lalu, gimana kondisi di dalam kamar Same Hotel Malang? Kamar yang ada bisa dibilang nggak terlalu luas, tapi bersih dan rapi. Fasilitas di dalam kamar nggak terlalu banyak. Sesuai dengan standar hotel bintang tiga yang mendekati budget hotel. Ada LCD TV, AC cukup dingin, dan toiletries pun ada meskipun nggak lengkap. Ruangannya menurut saya nyaman lah. Kalaupun ada kekurangan itu karena ruangan kurang kedap suara, sehingga suara dari luar masih bocor ke dalam. 




Oh ya, harga yang saya bayarkan itu sudah termasuk breakfast ya. Sayangnya, walaupun dikatakan memiliki standar bintang tiga, namun menu sarapan di Same Hotel Malang masih kurang bervariasi. Pagi itu menu sarapan yang bisa dipilih antara lain nasi putih atau nasi goreng yang dinikmati dengan ayam dan sayur buncis, ada juga soto ayam, bubur kacang hijau, jajanan pasar, buah, serta kopi, teh, dan orange juice untuk minuman. Kurang lebih variasi makanan kayak budget hotel lah. Nggak ada pastry ataupun omelet. Kekurangan lainnya, pelayanan di restoran tergolong lelet, kurang sigap. Saat minuman atau makanan habis nggak segera diisi ulang. Begitu juga ketika di meja banyak piring dan gelas kotor menumpuk, nggak lekas dibereskan. 



Terlepas dari berbagai kekurangan yang ada, Same Hotel Malang cukup recomended sebagai tempat bermalam di Malang, baik untuk acara liburan maupun business trip. Fasilitas yang disediakan saya rasa cukup sesuai dengan harganya. Satu lagi yang mungkin bisa jadi pertimbangan, Same Hotel Malang nggak memiliki area parkir kendaraan yang cukup luas.