28 Maret 2009

Batavia Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung

Batavia Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung

Saya udah pegel spotting, lumayan bikin capek juga walaupun menunggu waktu transit jadi tidak membosankan. Lebih baik sekarang saya menuju ke ruang check in meskipun penerbangan saya masih 2,5 jam lagi. Check in counter untuk penerbangan ke Lampung juga sudah dibuka. Karena saya nggak ada barang yang ditaruh di bagasi pesawat jadi check in berlangsung cukup cepat. Kali ini saya request window seat yang di emergency exit agar ruang kakinya lebih luas. Dan beruntung sekali kursi yang yahud tersebut bisa saya dapatkan karena masih kosong.

Flight Detail:
Date: March 20, 2009
Airlines: Batavia Air
Flight No: 7P-507
Route: Jakarta (CGK)-Lampung (TKG)
Departure Time: 13.20 (scheduled), 13.50 (actual)
Arrival Time: 13.55 (scheduled), 14.25 (actual)
Aircraft: Boeing 737-200 (737-281)
Registration: PK-YTR
Class: Economy
Seat: 11F
Site: http://www.batavia-air.co.id/etiket/

Selesai check in saya keluar lagi buat makan siang di salah satu restoran cepat saji di Terminal 1. Selesai makan masuk lagi dan langsung saja ke ruang tunggu. Seperti yang sudah sering saya alami, di Bandara Soekarno-Hatta ini sering terjadi perbedaan gate antara di boarding pass dan di monitor LCD yang ada di gate sehingga cukup membingungkan penumpang.

Batavia Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung
Jadwal penerbangan di Terminal 1B

Waktu sudah menunjukkan pukul 13.20, ini sudah waktunya penerbangan saya diberangkatkan tapi masih belum ada panggilan boarding. Benar saja, pesawat delay 30 menit. Pukul 13.30 para penumpang tujuan Lampung baru dipanggil untuk boarding. Nggak terlalu kecewa sih karena delay-nya juga nggak terlalu lama.

Boarding kali ini cukup menyenangkan karena tidak menggunakan garbarata. Saya bisa mengambil foto pesawat yang akan saya naiki dengan leluasa. Yang cukup mengagetkan, pesawat yang digunakan dalam penerbangan ke Lampung ini adalah pesawat Boeing 737-200 yang tadi pagi saya lihat saat baru saja landing dari Jogja dengan AirAsia. Registrasi pesawatnya adalah PK-YTR.

Batavia Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung
Batavia Air Boeing 737-200 PK-YTR

Batavia Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung
Batavia Air Boeing 737-200 PK-YTR

Pesawat yang akan saya naiki ini adalah pesawat dengan usia yang cukup tua. Pesawat ini buatan tahun 1979, berarti sudah berumur 30 tahun alias 10 tahun lebih tua dari usia saya. Susah sangat sepantasnya pesawat ini dipensiunkan. Kalau melihat body pesawatnya lebih ngeri lagi, banyak goresan dan lecet-lecet di bagian kepala pesawat. Di bagian badan pesawat juga sudah tebal dengan tambalan. Saya sih cuma bisa berharap mudah-mudahan penerbangan ini akan baik-baik saja.

Masuk ke dalam pesawat saya disambut oleh dua orang pramugari yang ramah. Lalu saya mencari tempat duduk saya di nomor 11F. Seperti yang sudah saya bayangkan, ruang kakinya sangat lebar. Serasa duduk di kelas bisnis, tapi harga tiket dan pelayanannya kelas ekonomi lha wong di Batavia juga nggak ada kelas bisnis. Meskipun body pesawat yang sudah sangat meragukan dan seperti tidak terawat, yang cukup membuat saya sedikit terhibur adalah tempat duduknya masih cukup bagus dan terawat. Paling nggak ada sedikit nilai plus lah.

Batavia Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung
Ruang kaki di emergency exit yang luas

Batavia Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung
Safety card Batavia Air Boeing 737-200/300/500

Setelah penumpang komplit, pintu pesawat ditutup dan pesawat push back. Saat pesawat mulai berjalan menuju ke runway, para flight attendant melakukan safety demo. Ada tiga orang flight attendant pada penerbangan ini, dua orang pramugari dan satu orang pramugara. Saat safety demo, mas mugara yang melakukan announcement sedangkan mbak mugari yang melakukan demo.

Sewaktu pesawat menuju ke runway berpapasan dengan pesawat Lion Air MD90. Saya masih ingin naik jenis pesawat MD90 ini sekali lagi sebelum pesawat ini dipensiunkan. Apalagi di Indonesia yang mengoperasikan pesawat MD90 hanya Lion Air saja. Maskapai lagi tidak ada yang mengoperasikan jenis pesawat ini. Sayangnya beberapa kali naik Lion Air masih belum bisa mendapatkan kesempatan untuk naik MD90 lagi.

Batavia Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung
Batavia Air Boeing 737-400 PK-YVT

Batavia Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung
Lion Air McDonnell Douglas MD90 PK-LIP

Sampai di ujung runway, pesawat bersiap untuk take off. Pesawat melaju dengan kencang dan mungkin karena pesawatnya adalah pesawat tua jadi getaran di kabin sangat kuat seakan-akan kabinnya mau rontok. Tapi setelah pesawat take off getaran tadi sudah hilang. Begitu pesawat mengudara langsung belok kanan lewat di atas GMF. Terlihat beberapa pesawat yang sedang di parkir di halaman GMF. Nggak tau itu pesawat yang diparkir masih diopersikan atau sudah menjadi bangkai.

Batavia Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung
Di atas Garuda Maintenance Facility (GMF)

Batavia Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung
Di atas Garuda Maintenance Facility (GMF)

Batavia Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung
Runway yang biasa dipakai Garuda dan penerbangan internasional

Pesawat yang mengantar saya ke Lampung ini hanya terbang pada ketinggian 12.000 kaki di atas permukaan laut. Hal ini karena waktu tempuh perjalanan dari Jakarta ke Lampung yang sangat singkat, hanya 25 menit. Saat pesawat sudah stabil dan tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan, para flight attendant mulai bekerja membagikan roti dan air mineral. Rotinya sangat standar khas Batavia yang nggak ada rasanya. Para FA sangat terburu-buru dalam membagikan roti dan air mineral ini. Bayangkan saja, mereka belum selesai membagikan roti dan air tapi pilot sudah menyuruh untuk mengkondisikan kabin karena pesawat akan landing. Selesai membagikan roti, mereka juga harus langsung membereskan sampah-sampah yang ada. Saya malah belum sempet makan itu roti dan cuma saya taruh di tas beserta air mineralnya. Terlihat FA sangat bekerja keras untuk sektor ini. Padahal kalau roti ini dibagikan saat di ruang tunggu pasti tugas FA ini menjadi lebih ringan.

Nah sewaktu FA membereskan sampah, tiba-tiba pesawat berguncang keras dan sempet ngedrop beberapa kali. Padahal cuaca sangat baik dan cerah. Saya tidak tau apa yang terjadi. Lumayan bikin jantungan juga sedangkan bandara tujuan sudah semakin dekat. Setelah pesawat drop itu tadi di kabin jadi sering terdengar bunyi-bunyi yang agak aneh seperti suara getaran yang kadang datang dan kadang hilang sendiri. FA cowok berusaha mengeceknya tapi suara itu hilang dengan sendirinya tapi kemudian ada lagi.

Batavia Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung
Kabin Batavia Air Boeing 737-200 PK-YTR

Batavia Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung
Air brake

Syukurnya beberapa menit kemudian pesawat landing di Bandara Radin Intan II Bandar Lampung dengan selamat meskipun landingnya cukup keras. Akhirnya saya sampai juga di tanah kelahiran saya. Lumayan kangen juga karena sudah setahun saya tidak pulang. Oh ya, Bandara Radin Intan II di Lampung ini cukup kecil, mungkin sama dengan bandara-bandara yang ada di Indonesia Timur tapi dengan ciri lokal yang cukup kental karena disini banyak terdapat ukiran-ukiran khas Lampung. Bangunannya juga bangunan khas Lampung.

Batavia Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung
Landing gabruk

Batavia Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung
Batavia Air Boeing 737-200 PK-YTR

Batavia Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung
Batavia Air Boeing 737-200 PK-YTR

Batavia Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung
Bandara Radin Intan II Bandar Lampung

Kali ini saya dijemput oleh ayah saya. Tapi ayah saya agak telat menjemputnya karena sedang menjenguk temannya terlebih dahulu di rumah sakit. Karena itu juga saya harus menunggu kurang lebih 1,5 jam di bandara yang kecil dan tidak ada apa-apanya ini. Saya mencoba berkeliling, ternyata disini terdapat sebuah waving gallery. Sayang pesawat Batavia yang baru saja membawa saya ke Lampung tadi sudah berangkat lagi ke Jakarta. Di apron hanya ada sebuah helikopter jenis Eurocopter EC135 dengan registrasi PK-TSS. Helikopter ini milik Indonesia Air Transport. Di badan heli tersebut terdapat logo Bakrie Group, apa sedang disewa oleh perusahaan milik Aburizal Bakrie ya?

Batavia Air Boeing 737-200 Jakarta-Lampung
Eurocopter EC135 PK-TSS


0 komentar:

Posting Komentar