27 Maret 2009

Indonesia AirAsia Boeing 737-300 Yogyakarta-Jakarta

Indonesia Air Asia Boeing 737-300 Yogyakarta-Jakarta

Hallo.. Ini adalah postingan pertama saya di blog ini. Kebetulan ini adalah trip report penerbangan saya untuk pulang kampung ke Lampung. Biasanya saya tidak pernah naik pesawat jika pulang ke Lampung lantaran ribet karena harus transit dulu di Jakarta. Saya biasanya hanya mengandalkan bus malam yang banyak melayani perjalanan Jogja-Lampung. Tapi kali ini saya ingin mencoba ke Lampung naik pesawat karena waktu tempuh yang jauh lebih singkat, apalagi harga tiket pesawat juga sudah semakin terjangkau.

Flight Detail:
Date: March 20, 2009
Airlines: Indonesia AirAsia
Flight No: QZ-7341
Route: Yogyakarta (JOG)-Jakarta (CGK)
Departure Time: 07.25 (scheduled), 07.30 (actual)
Arrival Time: 08.25 (scheduled), 08.30 (actual)
Aircraft: Boeing 737-300 (737-3Y0)
Registration: PK-AWP
Class: Economy
Seat: 19F
Site: http://www.airasia.com/

Untuk perjalanan ke Lampung kali ini terdapat dua leg yaitu Yogyakarta-Jakarta dengan Indonesia AirAsia dan Jakarta-Lampung dengan Batavia Air. Untuk rute Yogyakarta-Jakarta saya menggunakan jasa dari maskapai Indonesia AirAsia. Ini juga merupakan penerbangan pertama saya dengan AirAsia. Sebelumnya saya lebih sering naik Lion Air ataupun Mandala sebagai maskapai pilihan saya. Alasan menggunakan AirAsia adalah saat saya cek di website-nya, harga tiketnya sangat murah jika dibandingkan dengan maskapai lain yang melayani rute Yogyakarta-Jakarta. Bayangkan saja, untuk satu kali jalan rute tersebut saya cukup membayar 199.000. Ini adalah tiket pesawat termurah yang pernah saya dapatkan sampai dengan saat ini. Sedangkan untuk penerbangan dari Jakarta ke Lampung saya sudah mempunyai tiket Batavia Air.

Indonesia Air Asia Boeing 737-300 Yogyakarta-Jakarta
Ruang tunggu Bandara Adisucipto

Penerbangan Indonesia AirAsia dari Yogyakarta ke Jakarta setiap harinya terdapat dua kali penerbangan. Satu penerbangan di pagi hari dan satu penerbangan pada sore hari. Saya memilih penerbangan yang pagi hari agar waktu connecting dengan Batavia Air di rute Jakarta-Lampung cukup longgar.Dengan begitu saya berangkat ke bandara pagi-pagi jam 06.15. Kebetulan jarak antara kost dengan bandara nggak terlalu jauh, hanya membutuhkan waktu 15 menit naik taksi.

Sesampainya di bandara tentu saja langsung check in. Counter check in masih sepi karena saya termasuk penumpang yang datang check in lebih awal. Saya meminta tempat duduk dekat jendela. Oh ya, saat ini AirAsia sudah tidak menerapkan free seat lagi. Sekarang maskapai ini sudah memberikan nomor tempat duduk kepada penumpangnya. Tapi nomor tempat duduk diberikan secara acak. Untuk mendapatkan tempat duduk sesuai dengan keinginan, penumpang harus membayar 15.000 untuk tempat duduk biasa dan 75.000 untuk hot seat. Saat saya check in ini sistemnya sedang error jadi saya bisa request tempat duduk yang saya juga tapi gratis alias nggak perlu dikenai biaya tambahan.

Indonesia Air Asia Boeing 737-300 Yogyakarta-Jakarta
FIDS

Selesai check in, langsung saja ke ruang tunggu. Ternyata ruang tunggu pagi itu masih cukup sepi. Hanya ada beberapa penerbangan yang berangkat dengan waktu berdekatan yaitu Batavia, Lion, AirAsia, dan Garuda yang semuanya dengan tujuan Jakarta. Memang cukup banyak maskapai yang melayani rute Yogyakarta-Jakarta dengan frekuensi penerbangan yang tidak sedikit juga.

Yang menarik di ruang tunggu Bandara Adisucipto ini adalah penumpang bisa melihat luas ke apron karena dinding yang mengarah ke apron terbuat dari kaca yang bening. Penumpang bisa melihat langsung kegiatan yang terjadi di apron. Penumpang juga bisa melihat apakah pesawat yang akan dinaiki sudah ada atau belum. Pada pagi hari itu pesawat yang ada hanyalah Wings Air dengan tipe McDonnell Douglas MD82 yang mengangkut penumpang Lion Air tujuan Jakarta. Hayoo beli tiketnya Lion atau Wings? Kok terbangnya pake Wings? Hehehe..

Saya juga pernah mengalami hal serupa, belinya tiket Lion Air tapi pesawatnya Wings Air. Apalagi pesawatnya sudah terlihat kusam, kumal, dan tua. Itu adalah kesan pertama saya saat naik Lion Air beberapa waktu yang lalu. Apalagi waktu itu penerbangan ditunda selama 1,5 jam. Sungguh bukan suatu kenangan pertama yang indah. Mudah-mudahan kesan pertama saya dengan AirAsia kali ini tidak seperti itu.

Indonesia Air Asia Boeing 737-300 Yogyakarta-Jakarta
Wings Air McDonnell Douglas MD82

aya tinggal sebentar ke toilet, saat kembali pesawat AirAsia dari Jakarta sudah landing. Wah paling nggak pesawat yang akan membawa saya ke Jakarta sudah ada di depan mata dan tidak ada tanda-tanda penerbangan bakal delay. Sebuah pertanda yang bagus. Benar saja, setelah semua penumpang pesawat turun, penumpang tujuan Jakarta sudah dipersilakan untuk boarding. Pada penerbangan ini pesawat yang digunakan adalah Boeing 737-300 dengan registrasi PK-AWP.

Saya boarding melalui pintu belakang karena nomor tempat duduk saya agak di belakang. Pada mesin pesawat ini bertuliskan "Go Holiday", sepertinya AirAsia memang menargetkan marketnya kepada para turis dengan menawarkan tiket berharga murah dan pelayanan minimal.

Indonesia Air Asia Boeing 737-300 Yogyakarta-Jakarta
Indonesia AirAsia Boeing 737-300 PK-AWP

Indonesia Air Asia Boeing 737-300 Yogyakarta-Jakarta
Indonesia AirAsia Boeing 737-300 PK-AWP

Sebelum masuk ke pesawat tiba-tiba muncul sesosok pesawat yang suaranya cukup halus. Dengan cepat saya mengarahkan kamera ke pesawat tersebut. Ternyata pesawat itu adalah Mandala Air dengan jenis Airbus A319 PK-RMD. Sepertinya baru landing dari Denpasar atau Jakarta, nggak tau pastinya. Setelah pesawat Mandala lewat langsung masuk ke pesawat dan mencari tempat duduk karena udah nggak ada penumpang lagi yang di bawah. Saya adalah penumpang yang terakhir naik.

Bagian dalam pesawat Boeing 737-300 milik AirAsia ini sudah cukup kusam tapi terawat. Terlihat pesawat ini sudah berusia lanjut. Mungkin seiring dengan datangnya pesawat baru Airbus A320 mereka, pesawat Boeing 737-300 ini akan segera dipensiunkan. Yang kurang mengenakkan bagi saya adalah tempat duduknya sangat sempit. Serasa dijepit kaki saya ini, bener-bener mentok dan nggak ada ruang tersisa untuk kaki saya.

Proses boarding berlangsung cukup cepat. Di dalam pesawat terdapat dua orang pramugari dan seorang pramugara. Mbak mugarinya cantik-cantik dan ramah. Saat pintu pesawat sudah ditutup dan pesawat mulai push back, dua orang mbak mugari memperagakan safety demo. Sedangkan mas mugara yang memberikan announcement. Pesawat kemudian berjalan menuju ke runway 09 untuk bersiap take off. Pagi itu hanya ada Mandala dan Garuda saja yang berada di apron.

Indonesia Air Asia Boeing 737-300 Yogyakarta-Jakarta
Taxi to runway zero nine

Setelah sampai di 09 pesawat langsung take off menuju Jakarta. Take off berlangsung mulus. Begitu terbang langsung belok kiri dan terlihat pemandangan yang luar biasa indah di pagi hari itu. Gunung Merapi terlihat sangat cantik dan Gunung Merbabu di sisi timur sedang mengeluarkan asapnya.

Setelah tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan, mbak mugari segera melaksanakan tugasnya yaitu berjualan. Kalau dari katalognya sih makanan yang dijual cukup menarik karena menawarkan berbagai macam hot meals, nggak seperti Lion yang hanya berjualan biskuit dan minuman saja. Apalagi harga makanannya kalau saya bilang sih nggak terlalu mahal.

Indonesia Air Asia Boeing 737-300 Yogyakarta-Jakarta
Gunung Merapi dan Merbabu

Indonesia Air Asia Boeing 737-300 Yogyakarta-Jakarta
Gunung Merapi

Indonesia Air Asia Boeing 737-300 Yogyakarta-Jakarta
Kabin pesawat AirAsia Boeing 737-300 PK-AWP

Nah ada hal lain lagi yang menarik di pesawat AirAsia ini. Di setiap tempat duduk penumpang terdapat tempelan-tempelan stiker iklan salah satu produk oli asal USA yang ada di tanah air. Mungkin ini adalah salah satu pendapatan lain AirAsia sehingga tetap bisa menawarkan harga murah kepada penumpangnya. Oh ya, iklan-iklan ini nggak cuma tertempel di kursi masing-masing penumpang, tapi ada juga di tempat penyimpanan bagasi di kabin. Cukup kreatif ide mereka menawarkan pesawatnya untuk jadi tempat beriklan, meskipun kalau dilihat agak kurang enak di mata. Hehehe..

Indonesia Air Asia Boeing 737-300 Yogyakarta-Jakarta
Petunjuk kesemalatan AirAsia Boeing 737-300 PK-AWP

Indonesia Air Asia Boeing 737-300 Yogyakarta-Jakarta
Iklan oli dalam pesawat

Penerbangan dari Yogyakarta ke Jakarta yang hanya memakan waktu kurang lebih 50 menit sangat tidak terasa. Pesawat sudah mengurangi ketinggian dan berada di atas Kota Jakarta. Pesawat sudah bersiap untuk landing. Tidak lama kemudian pesawat benar-benar landing di Bandara Soekarno-Hatta dengan mulus. Pesawat kemudian taxi menuju ke Terminal 1C dengan melewati beberapa pesawat yang sedang parkir seperti Batavia Air Boeing 737-200, Lion Air MD90, dan Express Air Boeing 737-500.

Indonesia Air Asia Boeing 737-300 Yogyakarta-Jakarta
Express Air, Lion Air, dan Batavia Air

Indonesia Air Asia Boeing 737-300 Yogyakarta-Jakarta
Batavia Air Boeing 737-200 PK-YTR

Seperti yang sudah biasa terjadi dan saya amati, sebelum pesawat berhenti dengan sempurna HP para penumpang sudah pada berdering. Mereka sudah asyik bertelponan ataupun ber-sms ria. Pesawat belum juga berhenti dengan sempurna, mereka juga sudah berdiri untuk mengambil barang bawaan mereka. Sepertinya mereka sangat terburu-buru dan ingin segera keluar dari pesawat. Mereka terlihat sangat senang berdesak-desakan. Saya sendiri lebih baik duduk dan keluar paling akhir. Sambil menunggu penumpang lain turun, iseng-iseng liat beberapa pesawat lain yang ada di apron. Baru setelah semua penumpang turun, saya baru turun dari pesawat.

Sayangnya untuk kali ini pesawat menggunakan garbarata alias belalai dan pintu belakang tidak dibuka. Padahal lebih asyik kalau turun dari pesawat tidak menggunakan garbarata walaupun agak panas karena bisa melihat pesawat-pesawat yang ada di apron dengan bebas.

Indonesia Air Asia Boeing 737-300 Yogyakarta-Jakarta
Disembarking

Indonesia Air Asia Boeing 737-300 Yogyakarta-Jakarta
Sriwijaya Air Boeing 737-200 PK-CJD

Sebelum keluar dari terminal saya menyempatkan untuk mengambil foto pesawat yang baru saja saya naiki. Penerbangan pertama yang cukup nyaman dan tepat waktu dengan AirAsia membuat saya sedikit jatuh hati kepada AirAsia. Kali ini pesawat yang saya naiki memang pesawat tua, semoga penerbangan pulangnya bisa naik pesawat Airbus A320 terbarunya AirAsia.

Penerbangan saya ke Lampung dengan Batavia Air masih cukup lama sekitar 5 jam lagi. Sepertinya saya bakal luntang-lantung di Bandara Soekarno-Hatta selama 5 jam tersebut. Inilah nggak enaknya, dapet tiket harga murah tapi connecting-nya lama buaangeett..

Indonesia Air Asia Boeing 737-300 Yogyakarta-Jakarta
Indonesia AirAsia Boeing 737-300 PK-AWP



4 komentar:

  1. better than MERPATI (merana tapi pasti) he..he.

    BalasHapus
  2. betul sekali mas wahab. walaupun harga murah, tapi kualitas jauh di atas merpati..

    BalasHapus