5 April 2009

First Time Flying with Sriwijaya Air

Sriwijaya Air Lampung-Jakarta

Setelah 2 minggu berada di Lampung, saatnya untuk kembali ke Yogyakarta tercinta. Tidak banyak pilihan maskapai penerbangan untuk rute Lampung-Jakarta, dengan frekuensi yang juga tidak banyak. Untuk saat ini rute ini hanya dilayani oleh Garuda Indonesia, Merpati Nusantara, Sriwijaya Air, dan Batavia Air.

Dalam perjalanan kali ini saya menggunakan penerbangan dari maskapai Sriwijaya Air. Sriwijaya adalah maskapai yang mempunyai frekuensi terbanyak untuk rute Lampung-Jakarta. Sriwijaya memiliki 4 penerbangan dalam sehari yang dilayani oleh pesawat jenis Boeing 737-200. Pada perjalanan kali ini saya memilih penerbangan kedua yang diberangkatkan pada pukul 11.15.

Ini adalah pengalaman pertama saya terbang dengan Sriwijaya. Alasannya adalah karena saya sebelumnya memang belum pernah sama sekali terbang dengan Sriwijaya. Biasanya saya sering naik Lion, Batavia, atau Mandala. Sayangnya dari ketiga maskapai itu hanya Batavia yang memiliki rute Lampung-Jakarta, itupun jadwalnya kurang cocok buat saya.

Flight Detail:
Date: April 04, 2009
Airlines: Sriwijaya Air
Flight No: SJ-097
Route: Lampung (TKG)-Jakarta (CGK)
Departure Time: 11.15 (scheduled), 12.30 (actual)
Arrival Time: 11.45 (scheduled), 13.00 (actual)
Aircraft: Boeing 737-200 (737-284)
Registration: PK-CJL
Class: Economy
Seat: 16A
Site: http://www.sriwijayaair-online.com/

Dari rumah saya berangkat sudah terburu-buru diantar oleh kakak saya. Rumah saya ini terletak cukup jauh dari Bandara Radin Intan II Bandar Lampung. Rumah saya berada di Lampung Timur dan berjarak kurang lebih 120 Km dari Bandara Radin Intan II. Dalam perjalanan ke bandara sedikit terjadi kemacetan di jalan by pass Soekarno-Hatta sehingga saya baru tiba di bandara 30 menit sebelum jadwal.

Begitu sampai bandara langsung meluncur ke counter check in. Check in counter tidak ramai, mungkin para penumpang sudah check in terlebih dahulu dan tidak ada penerbangan lain dalam waktu yang berdekatan. Yang cukup mengecewakan, menurut mbak di check in counter penerbangan saya ditunda 1 jam.

Setelah mendapatkan boarding pass, saya harus membayar airport tax. Uniknya airport tax di Bandara Radin Intan II ini sangat murah, hanya Rp 15.000 saja. Mungkinkah ada bandara lain yang airport tax-nya lebih murah? Beres membayar airport tax saya segera memasuki ruang tunggu. Sebelumnya saya melewati security check yang kalo boleh saya bilang hanya seadanya dan cenderung asal-asalan.

Ruang tunggu di satu-satunya bandara yang ada di Lampung ini cukup kecil. Kursinya didominasi warna merah, pada dindingnya terdapat ukiran-ukiran khas Lampung, dan pada salah satu sudut ruangan terdapat papan iklan besar dari sebuah pabrik gula di Lampung. Jadi inget kalau saya dulu pernah sekolah dan tinggal selama 3 tahun di kompleks pabrik gula tersebut.

Sriwijaya Air Lampung-Jakarta

Dengan penerbangan yang hanya 30 menit, di pesawat tidak ada inflight meals. Untuk inflight meals dibagikan kepada penumpang saat di ruang tunggu bandara. Lumayan juga meals dari Sriwijaya ini, 2 potong kue dan 1 gelas air mineral plus kopi atau teh yang bisa diambil sendiri.

Sriwijaya Air Lampung-Jakarta

Pesawat dari Jakarta tidak kunjung tiba, baru pada pukul 12.10 pesawat landing di Bandara Radin Intan II. Setelah semua penumpang turun dari pesawat, penumpang tujuan Jakarta dipersilahkan naik ke pesawat. Pesawat yang akan mengantar saya ke Jakarta hari ini adalah Boeing 737-200 dengan registrasi PK-CJL. Pesawat ini buatan tahun 1976, berarti pesawat ini sudah berusia 33 tahun. Pesawat ini sebelumnya dioperasikan oleh maskapai asal Yunani, Olympic Airways. Lalu pada Desember 2005 pesawat ini mulai dioperasikan oleh Sriwijaya. Berdasarkan pengalaman saya, ini adalah pesawat paling tua yang pernah saya naiki.

Sriwijaya Air Lampung-Jakarta

Meskipun penumpang hari ini full tapi boarding berlangsung cukup cepat dan efisien. Dengan cepat pintu pesawat sudah ditutup, lalu pramugari mulai melakukan demonstrasi keselamtan. Lagi-lagi ada yang menarik perhatian saya, disini tidak ada towing car. Jadi pesawat tidak perlu didorong mundur seperti di bandara-bandara lainnya. Untuk ke runway, pesawat tinggal maju dan langsung belok kanan.

Sriwijaya Air Lampung-Jakarta

Perlahan pesawat bergerak menuju ke landasan. Sampai ujung landasan dan setelah berputar arah, mesin pesawat menderu dengan kencang. Saya cukup kaget karena sepertinya sudah hampir ujung landasan, pesawat tidak kunjung terbang. Untungnya begitu sampai di ujung landasan pesawat sudah terbang dan saat itu saya melihat garis-garis putih pertanda ujung landasan.

Begitu lepas landas langsung terlihat di bawah adalah jalan raya. Saya juga baru tau kalau ujung landasan sudah sangat dekat dengan jalan raya. Kemudian di depan juga terdapat tebing yang sudah mulai dibongkar dengan alat-alat berat. Biasanya sih kalau di Lampung hasil bongkaran tebing ataupun gunung ini tanahnya akan digunakan untuk menimbun jalan.

Sriwijaya Air Lampung-Jakarta

Sriwijaya Air Lampung-Jakarta

Pada penerbangan hari ini cuacanya sangat cerah. Di bawah terlihat perkebunan-perkebunan sawit dan karet yang banyak terdapat di Lampung. Terlihat pula sungai-sungai yang besar dan panjang. Dari atas sangat terlihat kalau di Lampung masih sangat banyak lahan-lahan kosong yang masih menjadi hutan ataupun perkebunan.

Sriwijaya Air Lampung-Jakarta

Sriwijaya Air Lampung-Jakarta

Selama penerbangan mbak mugari berjualan aneka barang. Walaupun penerbangan sangat singkat, hanya 25 menit tapi sepertinya jualan mereka sangat laris. Mereka juga terlihat sangat bersemangat dalam menawarkan barang jualan kepada para penumpang. Yang pasti sih barang yang dijual pada penerbangan Sriwijaya menurut saya cukup murah dan terjangkau oleh kantong.

Satu hal lagi yang membuat saya suka pada penerbangan dengan Sriwijaya ini yaitu ruang untuk kaki pada tempat duduk cukup lebar, tidak sampai mentok di lutut saya. Hal ini tidak membuat kaki pegel jika penerbangannya berdurasi agak lama. Kalau untuk penerbangan yang cuma 25 menit seperti Lampung-Jakarta sih nggak akan ada bedanya.

Sriwijaya Air Lampung-Jakarta

Sriwijaya Air Lampung-Jakarta

Tidak terasa pesawat sudah mulai meninggalkan Lampung. Laut yang membiru sudah mulai terlihat. Dalam waktu beberapa saat pesawat ini akan terbang di atas Selat Sunda. Terbang di atas Selat Sunda hanya beberapa menit saja karena daratan kembali terlihat. Menandakan sebentar lagi pesawat akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang.

Benar saja, dalam waktu beberapa saat pesawat sudah landing di Bandara Soekarno-Hatta dengan sangat mulus. Saat landing ini terlihat beberapa pesawat Boeing 747 terparkir di halaman GMF. Sepertinya pesawat-pesawat para pelanggan GMF. Setelah pesawat melambat, pesawat masuk ke taxiway menuju terminal 1B melewati pesawat Boeing 737-300 milik Cardig Air.

Sriwijaya Air Lampung-Jakarta

Di apron terminal 1B terdapat beberapa pesawat Boeing 737 Sriwijaya yang terparkir disana. Dan segera setelah pintu pesawat dibuka saya menuju ke terminal 1C untuk check in penerbangan lanjutan saya ke Jogja dengan Indonesia AirAsia. Untung saja karena delay tadi tidak membuat saya telat check in di AirAsia.

Sriwijaya Air Lampung-Jakarta

Sriwijaya Air Lampung-Jakarta

Pengalaman pertama saya dengan Sriwijaya Air ini walaupun kurang menyenangkan karena adanya delay yang lebih dari 1 jam tapi tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu baik via telpon maupun via sms, tapi overall saya cuku puas. Untung saja delay-nya nggak lebih lama lagi, kalo lebih lama lagi bisa-bisa saya nggak bisa connecting untuk penerbangan saya dengan Indonesia AirAsia ke Jogja. Untuk service lumayan juga dengan diberi kotak yang berisi 2 potong roti plus segelas air mineral, serta kopi ataupun teh yang bisa diambil sendiri (lumayan daripada nggak ada sama sekali).. ;)


2 komentar:

  1. sriwijayaair memang armadanya udah pada tua tua

    BalasHapus
  2. tua sih nggak masalah asal perawatannya baguss..

    BalasHapus