3 Juni 2009

Pertama Kali Ke Terminal 3 Soekarno-Hatta International Airport (Air Asia A320 CGK-JOG)



Setelah 3 hari berada di Tangerang, sudah waktunya buat saya untuk kembali ke Yogyakarta. Untuk perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta saya sudah membeli tiket maskapai penerbangan Indonesia AirAsia. Sengaja saya membeli tiket AirAsia karena selain harganya murah, saya juga ingin mencoba terminal baru di Bandara Soekarno-Hatta yaitu Terminal 3. Sebelumnya penerbangan Indonesia Air Asia berada di Terminal 1C bersama Mandala Air. Tapi semenjak dibukanya Terminal 3 pada tanggal 15 April 2009 maka penerbangan Indonesia Air Asia dipindahkan ke Terminal 3 dan disusul Mandala Air yang juga ikut pindah pada tanggal 20 April 2009.

Perjalanan dari Tangerang ke Bandara hanya membutuhkan waktu 30 menit menggunakan taksi, nggak terlalu jauh karena Bandara Soekarno-Hatta sendiri memang masih masuk kawasan Tangerang. Pukul 14.00 saya sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, setibanya disana kita harus membayar uang sebesar 4.000. Sebenarnya untuk apa kita harus bayar uang 4.000 ini? Bukannya kita sebagai penumpang juga sudah membayar airport tax yang sebesar 40.000 itu?





Flight Detail:
Date: June 02, 2009
Airlines: Indonesia Air Asia
Flight No: QZ-7344
Route: Jakarta (CGK)-Yogyakarta (JOG)
Departure Time: 15.05 (scheduled), 15.10 (actual)
Arrival Time: 16.05 (scheduled), 16.05 (actual)
Aircraft: Airbus A320-200 (320-216)
Registration: PK-AXC
Class: Economy
Seat: 16F
Site: http://www.airasia.com/

Kesan pertama saat melihat bagian luar Terminal 3 menurut saya bentuknya sangat biasa saja, hanya saja tampilan lebih modern jika dibandingkan dengan Terminal 1 maupun 2. Bagian luar terminal masih cukup panas dan terlihat gersang. Belum banyak pepohonan yang bisa menyejukkan tempat ini.









Saya kemudian masuk ke ruang check in untuk melakukan check in pada penerbangan AirAsia ke Jogja. Ruang check in sangat nyaman, sangat bersih, tidak berjubel seperti layaknya di terminal 1. Hal ini karena tidak banyaknya penerbangan yang dilakukan oleh Mandala dan AirAsia dari Jakarta.

Setelah check in baru deh masuk ke ruang berikutnya, tapi sebelumnya bayar airport tax dulu sebesar 40.000. Ruang setelah counter pembayaran airport tax adalah meeting point. Ruang ini merupakan tempat pertemuan antara penumpang yang berangkat dan yang datang. Pengantar dan penjemput penumpang bisa masuk ke dalam ruangan ini karena ruangan ini merupakan ruangan publik, tentu pintu masuknya berbeda dengan pintu masuk penumpang. Disini lah tempat toko-toko berada. Ada J.CO, Bakmi GM, Circle-K, dan beberapa toko lain namun banyak yang belum buka. Anda bisa datang ke terminal 3 hanya untuk sekedar makan, ngopi, atau berkumpul dengan teman-teman. Hehe..











Ruang tunggu penumpang berada di lantai 2. Pada lantai 2, sebelum pintu masuk ruang tunggu juga banyak terdapat toko-toko dan restoran yang cukup terkenal. Terminal 3 ini memang lebih asyik daripada terminal 1 ataupun terminal 2. Hanya saja toko-tokonya baru beberapa saja yang buka.

Saat akan masuk ke ruang tunggu seperti biasa aja sih ada pemeriksaan boarding pas dan security check dengan melewati scanner X-ray. Screening di Terminal 3 ini sangat sensitif, bahkan jika di dalam tubuh terdapat pen juga akan terdeteksi. Security disini juga nggak kenal ampun, pokoknya yang setiap orang yang melewati screening dan alarm berbunyi orang tersebut harus melepas benda-benda logam yang menempel ditubuhnya. Ada juga yang disuruh untuk melepas sepatu, sandal, bahkan ada yang disuruh untuk melepas ikat pinggang. Lalu buat apa ya kira-kira para security ini membawa metal detector segede itu kalo nggak dipake?









Sebenernya bagi saya untuk melepas sepatu ataupun ikat pinggang saya rasa nggak akan menjadi masalah. Itu juga sudah biasa terjadi di airport-airport besar di luar negeri. Hanya saja kalo peak season ini akan menjadi masalah karena antriannya akan sangat panjang. Apalagi yang dibuka hanya 2 line antrian saja. Bisa-bisa waktu ngantri buat screening x-ray udah dipanggil buat boarding lagi :D

Ruang tunggu yang tidak ada batas antar gate, terlihat plong. Namanya juga sudah bukan gate lagi, tapi dibedakan berdasarkan zona. Semua penumpang berada di suatu ruang tunggu yang besar tanpa sekat, yang membedakan antar penerbangan adalah zonanya. Ruang tunggunya sangat nyaman, apalagi lantainya menggunakan karpet membuatnya terlihat sangat rapi dan bersih.









Toilet di ruang tunggunya bagaimana? Nggak usah diragukan lagi, toiletnya sangat bersih dan wangi. Lantai toilet kering, tidak ada air yang berceceran karena petugas selalu membersihkan setiap ada ceceran air di lantai. Benar-benar kondisi yang berbanding terbalik dengan yang ada di terminal 1 dan terminal 2. Terminal 3 aja bisa bersih begini, kenapa terminal 1 dan 2 tidak?

Enaknya di Terminal 3 ini pemandangannya nggak membosankan karena dari ruang tunggu kita bisa melihat suasana di apron maupun di runway. Saya cukup betah memandangi beberapa pesawat yang landing dan take off. Siang itu ada Boeing 747-400 Eva Air yang akan ke Taipei, Singapore Airlines Boieng 777-300 yang akan ke Singapore, serta beberapa pesawat Indonesia AirAsia dan pesawat Garuda.









Tidak lama kemudian pesawat yang akan membawa saya ke Jogja sudah landing. Pesawat itu beregistrasi PK-AXC. 25 menit kemudian penumpang sudah diminta boarding. Sangat disayangkan sekali di terminal 3 nggak ada pengeras suara. Panggilan boarding dilakukan oleh petugas maskapai dengan teriak-teriak. Udah kayak di terminal bus aja. Harusnya hal kecil seperti ini dibenahi untuk memberikan layanan terbaik kepada penumpang. Bisa jadi kalo penumpang nggak aktif bertanya bisa ditinggal pesawat karena tidak mendengar pengumuman, padahal sudah check in.

Penumpang dibawa ke pesawat dengan menggunakan bus karena pesawat parkir agak jauh. Akhirnya sampai juga di depan pesawat Airbus A320 PK-AXC. Begitu masuk pesawat suasana di dalam cabin yang penuh dengan asap dari AC sampai-sampai saya kesulitan untuk melihat. Hal ini terjadi karena pesawat masih baru jadi efisiensi dari AC-nya masih sangat tinggi, sehingga uap air yang ada di udara langsung didinginkan dengan cepat dan hasilnya menjadi embun. :)









Okupansi untuk penerbangan ini sekitar 90 persen. Hanya ada beberapa tempat duduk saja yang kosong. Laris manis sepertinya rute AirAsia ke Jogja. Setelah penumpang masuk semua, pintu pesawat ditutup lalu flight attendant yang on duty saat itu Mbak Yurni Mursalam (Ex Adam Air) dan teman-temannya melakukan safety demo. Kemudian pesawat bergerak menuju runway 07L. Terlihat terminal 3 siang itu didominasi oleh pesawat AirAsia. Hanya ada dua pesawat Mandala yang terparkir disana.

Sampai di runway 07 pesawat langsung line up dan mulai take off. Siang itu Soetta memang nggak ramai trafficnya jadi cukup cepat untuk mendapat giliran take off. Take off sangat mulus. Nah saat take off itu keliatan beberapa pesawat seperti Boeing 777-300ER punya Etihad, Boeing 747-400 milik Garuda dan beberapa pesawat lainnya.





Oh ya, PK-AXC ini pesawat yang masih cukup baru karena buatan tahun 2008. Masih mulus banget pesawatnya. Kabinnya sangat bersih dan wangi. Tidak lama setelah lampu tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan, mbak-mbak mugari mulai keliling menawarkan penjualan baik makanan maupun souvenir. Nah memang untuk penerbangan AirAsia Anda butuh makanan beli, butuh minum beli, pengen kursi yang nyaman bayar. Tidak seperti Garuda yang semuanya sudah tersedia. Yah ini mungkin yang disebut bisnis low cost carrier. Penumpang membayar sesuai dengan apa yang dibutuhkan saja sehingga harga tiketnya juga bisa murah.

Penerbangan siang itu sangat nyaman. Cuaca sangat bagus dan cerah. Pilot saat itu juga sangat komunikatif dengan memperkenalkan diri serta memberikan informasi tentang cuaca di tempat tujuan, kecepatan pesawat, ketinggian pesawat, serta estimasi kedatangan di Jogja. Walaupun terlihat biasa aja tapi ini cukup mengena juga menurut saya. Pada penerbangan Garuda sekalipun jarang ada pengumuman seperti ini. Nice touch AirAsia!!









Penerbangan Jakarta-Jogja yang cukup dekat dan bisa ditempuh dalam waktu 50 menit tentu saja sangat tidak terasa. Pesawat sudah mulai masuk di daerah selatan dengan pemandangan yang cukup indah. Tidak lama kemudian pilot menurunkan ketinggian pesawat dan selanjutnya pesawat landing di Bandara Adi Sucipto dengan sangat mulus. Biar dikata runway Bandara Adi Sucipto tidak panjang dan tidak rata tapi pilot kali ini bisa mendaratkan pesawat dengan sangat halus. Luar biasa!!

Pesawat parkir ke apron, terlihat ada private jet Embraer Legacy 600 dengan registrasi PK-DHK. Konon katanya ini adalah pesawat jet pribadi dari Cawapres Partai PDI perjuangan dan Partai Gerindra yaitu Prabowo Subianto. Enak yah kemana-mana pake pesawat pribadi yang sangat canggih. Hehe..











Conclusion:
Dengan belum lamanya Terminal 3 dibuka, jadi masih banyak kekurangan disana-sini dan itu memang cukup wajar. Untuk saya pribadi, saya merasa cukup nyaman berada diruang tunggu Terminal 3 ini. Tentu saja di lain kesempatan saya akan sering mengunjungi Terminal 3 ini karena 2 maskapai penerbangan favorit saya Mandala Air dan Indonesia Air Asia berada disini.. :)

Untuk penerbangannya, overall saya puas terbang dengan Indonesia Air Asia pada penerbangan kali ini. Harga tiket yang saya dapatkan sangat murah, penerbangan dilakukan tepat waktu, awak kabin yang ramah, Captain dari cockpit juga dengan ramah menyapa para penumpang dan memberi tahu beberapa informasi penerbangan saat itu. Nice flight with Indonesia Air Asia


Sekian dulu trip reportnya..
Thx :)


2 komentar:

  1. Saya suka bro semua trip reportnya
    emang gak suka ama Garuda Indonesia jg yah??? hehehe...

    BalasHapus
  2. untuk masalah service, garuda pasti memberikan yang terbaik. hanya saja untuk mahasiswa seperti saya harganya kurang bersahabat..

    BalasHapus