19 Juni 2009

Yogyakarta-Jakarta with Lion Air Boeing 737-900ER

Lion Air Boeing 737-900ER

Dua hari yang lalu saya baru pulang dari Surabaya. Kali ini saya akan pergi lagi dan tujuan saya ada ke Tangerang. Setelah pulang dari Surabaya itu saya segera mengecek harga tiket pesawat di masing-masing web maskapai. Awalnya saya tertarik untuk naik Garuda, ternyata harganya di atas 600.000. Harga segini udah nggak sehat untuk kantong mahasiswa. Tentu opsi untuk naik Garuda dibuang jauh-jauh. Berikutnya saya ngecek harga Mandala, harganya di kisaran 400.000. Tiket AirAsia sebenernya nggak mahal sih cuma 275.000, tapi nggak saya pilih karena udah cukup sering naik AirAsia. Saya pengen naik yang lain tapi dengan harga yang sama murahnya. Hehe.. Selanjutnya masuk ke web Lion Air, ternyata untuk keberangkatan tanggal 18 Juni 2009 masih ada tiket promo yang harganya cuma 269.000 one way. Harga yang sangat murah, apalagi untuk penerbangan jam 14.20 menggunakan pesawat Boeing 737-900ER. Tergoda sekali rasanya untuk kembali naik pesawat terbaru Lion Air ini. Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil penerbangan Lion Air dengan nomor penerbangan JT-557 yang berangkat pada pukul 14.20.

Untuk rute Jogja-Jakarta jadwalnya memang cukup fleksibel. Lion Air sendiri memiliki 7 kali penerbangan perhari. Jauh lebih banyak daripada Batavia, AirAsia, ataupun Mandala yang hanya memiliki 2 penerbangan sehari. Belum lagi ditambah dengan penerbangan Garuda yang kalau saya tidak salah malah lebih banyak daripada penerbangan Lion Air.

Flight Detail:
Date: June 18, 2009
Airlines: Lion Air
Flight No: JT-557
Route: Yogyakarta (JOG)-Jakarta (CGK)
Departure Time: 14.20 (scheduled), 16.00 (actual)
Arrival Time: 15.20 (sceduled), 17.05 (actual)
Aircraft: Boeing 737-900ER (737-9GPER)
Registration: PK-LFH
Class: Economy
Seat: 31F
Site: http://www.lionair.co.id/

Satu setengah jam sebelum keberangkatan saya berangkatan saya sudah berangkat ke airport dengan menggunakan taksi. Jarak yang tidak jauh dari kost ke airport jadi hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja. Airport cukup lengang pada siang hari seperti ini. Sangat berbeda jika dibandingkan pada pagi atau sore hari.

Lion Air Boeing 737-900ER

Check in berjalan sangat lancar. Ada antrian tapi nggak panjang. Sebentar saja saya sudah dilayani oleh staff di check in counter. Kali ini saya meminta tempat duduk di samping jendela. Mbak-mbak staff check in malah menawarkan saya untuk duduk di emergency exit. Tentu saya penawaran tersebut tidak bisa saya tolak. Apalagi yang dikasih ke saya adalah nomor 31F. Bagi yang naik pesawat Boeing 737-900ER, nomor 31F adalah "kursi keramat" sekaligus kursi impian. Hehe.. Kenapa? Pastinya kursi di emergency exit nomor 31A ataupun 31F memiliki ruang kaki yang sangat longgar. Bahkan bisa selonjoran layaknya kursi di kelas bisnis. Satu lagi yang spesial, di nomor 31F kita akan duduk tepat di depan seorang flight attendant. Tentu akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Xixiixixi ;p

Lion Air Boeing 737-900ER

Selesai urusan check in langsung menuju ke ruang tunggu. Sebelumnya bayar airport tax yang masih cukup murah yaitu 25.000. Ruang tunggu juga masih sepi walaupun penerbangan saya ini tinggal sejam lagi. Enaknya di Bandara Adi Sucipto adalah penumpang bisa melihat pesawat yang berada di apron ataupun pesawat yang take off dan landing karena dinding ruang tunggu yang menghadap ke apron terbuat dari kaca yang bening.

Tidak banyak pesawat yang terlihat di apron. Saya hanya melihat pesawat Garuda Boeing 737-400 PK-GZI yang akan menuju Jakarta. Ada juga Boeing 737-400 milik Garuda yang akan terbang ke Denpasar. Selain itu ada si seksi Wings Air McDonnell Douglas MD-82 PK-WIH. Pesawat MD-80's ini sedang mengoperasikan penerbangan JT-559 tujuan Jakarta. Padahal sesuai di web-nya Lion bahwa semua penerbangan Jogja-Jakarta pp dioperasikan oleh Lion Air, bukan Wings Air. Inilah enaknya beli tiket Lion Air, beli tiket Lion dapet pesawat Wings. Hehe..

Lion Air Boeing 737-900ER

Lion Air Boeing 737-900ER

Lion Air Boeing 737-900ER

Lion Air Boeing 737-900ER

Lion Air Boeing 737-900ER

Lalu cukup lama juga tidak ada kesibukan di apron, setelah lama menunggu jam sudah menunjukkan pukul 14.00 tapi pesawat Lion Air dari Jakarta belum juga landing di Jogja. 15 menit kemudian juga belum ada pesawat Lion Air yang landing, dalam hati saya berkata "wah pasti delay neh, tapi kok belum ada pemberitahuan". Ternyata tepat pukul 14.20 baru deh ada announcement "Karena alasan operasional pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-556 dari Jakarta diperkirakan akan mendarat pada pukul 15.00. Penumpang Lion Air dengan nomor penerbangan JT-557 tujuan Jakarta akan diberangkatkan pada pukul 15.20. Lion Air mohon maaf atas keterlambatan ini"..

Menurut pengumuman tersebut penerbangan JT-557 tujuan Jakarta telat satu jam. Penumpang kemudian diminta mengambil makanan sebagai kompensasi untuk delay kali ini. Lion sepertinya sudah cukup siap dengan adanya delay kali ini. Satu kotak berisi makanan dan air mineral dibagikan. Kotak yang berisi dua potong kue dan segelas air mineral itu bergambar iklan-iklan Lion Air.

Lion Air Boeing 737-900ER

Lion Air Boeing 737-900ER

Pukul 15.00 pesawat dari Jakarta belum juga landing. Sementara itu pesawat Airbus A320 Mandala yang sudah datang akan segera berangkat lagi ke Balikpapan. Pukul 15.00 pesawat belum ada jadi nggak akan mungkin diberangkatkan pukul 15.20 seperti yang sudah dijanjikan. Pasti bakal nambah delay-nya. Dugaan saya terbukti, pesawat dari Jakarta baru landing pukul 15.20. Paling tidak membutuhkan waktu 45 menit lagi untuk menurunkan dan menaikkan penumpang sampai pesawat diberangkatkan.

Ahh dugaan saya kembali terbukti. Pukul 15.40 para penumpang baru ada panggilan boarding. Dengan cepat penumpang yang jumlahnya ratusan ini membentuk antrian yang berantakan. Semuanya ingin segera naik pesawat. Nggak tau kenapa mereka ini saling berebut padahal kan sudah mendapat nomor tempat duduk masing-masing. Sementara pesawat Mandala tujuan Balikpapan tadi sudah melesat terbang meninggalkan Jogja.

Lion Air Boeing 737-900ER

Lion Air Boeing 737-900ER

Pesawat yang akan saya naiki ini adalah Boeing 737-900ER dengan registrasi PK-LFH. Pesawat ini dikirim oleh Boeing ke Lion Air pada bulan Mei 2007. Pesawat yang masih cukup baru karena baru berusia dua tahun. Pesawat jenis ini sekarang menjadi andalah Lion Air. Sering kali diiklankan dengan kecaggihan pesawat jenis ini seperti memiliki Dual FMC, bisa terbang lebih tinggi, bisa terbang lebih jauh dengan tambahan aux tank, bisa landing pada landasan pendek, memiliki radar yang lebih baik, dan lain-lain. Pada kenyataannya, banyak pesawat jadul seperti Boeing 737-200 atau 737-300 yang sudah dipasang Dual FMC, pesawat lain bisa terbang sama tingginya kok, pesawat lain juga punya radar yang sama kok, dan parahnya 737-900ER Lion ternyata nggak punya aux tank seperti yang diiklankan jadi jarak tempuh maksimalnya masih lebih jauh Boeing 737-800 milik Garuda.. Sebenernya dari segi teknologi nggak ada yang istimewa dari pesawat ini. Iklannya agak ngawur sih menurut saya, cuma mau membentuk mindset bahwa pesawat baru lebih aman daripada pesawat tua. Pembodohan masyarakat? Entahlah!! Nikmati saja penerbangan ini, lagipula saya suka berbagai jenis pesawat termasuk Boeing 737-900ER. Cuma gaya iklan yang dilakukan operator yang membuat agak miris..

Lion Air Boeing 737-900ER

Lion Air Boeing 737-900ER

Lion Air Boeing 737-900ER

Lion Air Boeing 737-900ER

Saya memang sengaja boarding paling belakang dan masuk pesawat lewat pintu belakang. Sampai di dalam pesawat langsung duduk di singgasana saya selama satu jam ke depan. Benar saja ruang kaki sangat lapang, bahkan lebih longgar daripada kursi kelas bisnis. Dan seperti yang saya bilang sebelumnya, tepat di depan saya ada jumpseat untuk FA selama penerbangan. :D

Hari itu walaupun penumpang cukup rame tapi pesawat nggak full. Pintu pesawat ditutup kemudian pesawat menuju runway untuk bersiap lepas landas. Ada kejadian menjengkelkan saat akan berangkat ini. Di sebelah saya duduk dua orang bapak-bapak yang sepertinya baru saja rapat di Jogja. Kalo dilihat dari penampilannya sih seperti pejabat. Atau kalopun bukan pejabat pasti orang-orang ini adalah orang yang berpendidikan. Hanya saja ulah mereka ini sama seperti orang yang tidak mengenyam pendidikan. Pintu sudah ditutup dan pesawat sudah push back dan segera menuju runway, dua orang ini masih saja telpon-telponan dan yang satunya asyik sms-an. Sudah diperingatkan sama pramugari tapi tetap saja begitu. Saat diingatkan HP dimasukkan ke kantong tanpa dimatikan, tapi begitu pramugari pergi kembali bersms ria. Saat pramugari tau, kembali diingatkan tapi sepertinya mereka tidak menggubris. Parahnya, pramugari terlihat pasrah dan tidak bertindak tegas kepada orang-orang ini dan kemudian membiarkan saja. Dimana otaknya orang-orang ini. Padahal kan kita semua tau kalau sinyal handphone dapat mengganggu sistem komunikasi yang dilakukan awak pesawat dan ATC. Saya juga kecewa dengan pramugari yang nggak bisa bertindak tegas. Ini penilaian minus untuk Lion yang berhubungan dengan keselamatan penerbangan.

Lion Air Boeing 737-900ER

Lion Air Boeing 737-900ER

Lion Air Boeing 737-900ER

Lion Air Boeing 737-900ER

Pesawat take off dari runway 09. Sesaat sebelum take off penumpang di sebelah saya masih saja sibuk smsan. Bener-bener nggak punya otak. Tapi kemudian orang itu mengantongi HP-nya walaupun tidak dimatikan. Helloo Nokia E90 nggak ada airplane mode tapi nekat tidak dimatikan. Untungnya pesawat take off dengan mulus. Sambil berharap nggak ada gangguan komunikasi selama penerbangan nantinya.

Selama satu jam penerbangan cuaca sangat baik. Pemandangan sore itu juga sangat indah karena terlihat dengan jelas pemandangna Gunung Merapi dan Merbabu yang ada di bawah. Luar biasa indah alam Indonesiaku ini. Nggak dilihat dari bawah, nggak dilihat dari atas semuanya mengagumkan.

Dalam penerbangan ini seisi pesawat cukup hening. Kebanyakan penumpang asyik tidur. Sementara itu mbak mugari terlihat mendorong trolley berisi barang-barang yang dijual. Nggak ada hot meals yang dijual pada penerbangan Lion Air, yang ada cuma snack dan air minum saja dengan harga yang lumayan mahal. Pramugari-pramugari itu juga terlihat kurang niat dalam menawarkan jualannya. Sementara itu pramugari yang saat take off tadi duduk di depan saya terlihat cukup kusut, mengantuk, dan kelelahan. Karena hal itu pula mungkin jadi agak ogah-ogahan berjualan. Untungnya mbak yang di depan saya itu nggak jutek. Dia sempet menyapa dan menanyakan alasan saya mengambil foto-foto selama penerbangan. Setelah mendengar alasana saya kemudian mbak mugari tadi minta foto dengan muka yang agak kusut. *nggak saya tampilin kok mbak fotonya :D*

Lion Air Boeing 737-900ER

Lion Air Boeing 737-900ER

Lion Air Boeing 737-900ER

Mendekati Jakarta sudah semakin sore. Matahari sebentar lagi juga akan terbenam. Pesawat sudah menurunkan ketinggian jelajahnya pertanda sesaat lagi pesawat akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Tidak lama kemudian pesawat benar-benar mendarat. Agak kasar juga mendaratnya, tapi nggak masalah yang penting selamat sampai tujuan.

Akhirnya sampai juga di Jakarta, walaupun aslinya di Cengkareng, Tangerang-Banten. Nama tenarnya aja Jakarta. Pesawat masuk ke kandang Singa di terminal 1A. Banyak Boeing 737-900ER yang ngetem, ada juga MD-90 PK-LIM. Karena berangkatnya telat hampir 2 jam berarti nyampenya juga telat. Cuma bisa berharap Lion memperbaiki on time performance mereka. Jangan sampe melekat plesetan-plesetan seperti LION (Late is Our Name), we make people fly-but don't expect us to fly you on time, atau JT (jagoan telat).

Lion Air Boeing 737-900ER

Lion Air Boeing 737-900ER

Lion Air Boeing 737-900ER

Lion Air Boeing 737-900ER

Lion Air Boeing 737-900ER

Keluar dari pesawat langsung menuju ke tempat pengambilan bagasi yang keluarnya lumayan lama dan yang nongkrong disana juga udah banyak banget. Setelah dapet bagasi saya langsung deh pesen taksi burung biru untuk ke Cikokol, Tangerang. Rencananya saa bakal tinggal di Tangerang selama sebulan lebih.


3 komentar:

  1. perkenalkan bung,saya thoriq pratama adji...saya suka sekali baca trip reports mu bung.....bung,kadang kau suka memeberikan sebuah logbook pada pilot bung..pertanyaanku,apakah isi logbook tersebut?????saya juga menyukai penerbangan bung...terimakasih



    thoriq pratama adji
    eks:answer ya bung...

    BalasHapus
  2. silahkan cek postingan saya yang ini http://www.wijanarko.net/2010/04/citilink-boeing-737-400-surabaya.html dan http://www.wijanarko.net/2010/04/mandala-airlines-airbus-a320-jakarta.html

    BalasHapus
  3. perkenalkan bung,saya thoriq pratama adji...saya suka sekali baca trip reports mu bung.....bung,kadang kau suka memeberikan sebuah logbook pada pilot bung..pertanyaanku,apakah isi logbook tersebut?????saya juga menyukai penerbangan bung...terimakasih



    thoriq pratama adji
    eks:answer ya bung...

    BalasHapus