28 Agustus 2009

Garuda Indonesia Boeing 737-800 Jakarta-Yogyakarta

Garuda Indonesia Boeing 737-800

Liburan puasa yang cuma tiga hari di Tangerang harus berakhir juga. Di Tangerang saya juga nggak kemana-mana, cuma sempet ke Pulau Untung Jawa yang berada di Kep. Seribu saja selama sehari. Selebihnya waktu lebih banyak dihabiskan di daerah Cikokol maupun Serpong. Di kota yang menjadi penyokong Kota Jakarta ini menurut saya nggak ada yang menarik, semua biasa saja.

Waktu liburan sudah habis berarti saya harus kembali ke Jogja. Tiket sudah di tangan karena saya sudah membeli tiket pp sebelum berangkat ke Tangerang ini. Maskapainya masih sama seperti saat berangkat yaitu menggunakan maskapai kebanggaan Garuda Indonesia. Tiket promonya nggak nahan, cuma 310.000 sekali jalan. Kalau nggak ada tiket promo dengan harga segini sih saya agak berpikir-pikir naik Garuda. Maklum mahasiswa yang biasanya kantongnya cuma bisa beli tiket promonya Lion dan AirAsia. Hehe..

Flight Detail:
Date: August 27, 2009
Airlines: Garuda Indonesia
Flight No: GA-214
Route: Jakarta (CGK)-Yogyakarta (JOG)
Departure Time: 17.35 (scheduled), 17.50 (actual)
Arrival Time: 18.35 (scheduled), 18.50 (actual)
Aircraft: Boeing 737-800 (737-86J)
Registration: PK-GEK
Class: Economy
Seat: 10E
Site: http://www.garuda-indonesia.com/

Pada hari keberangkatan pukul 16.00 saya sudah tiba di airport dengan menggunakan taksi. Memang alat transportasi yang satu ini yang paling mudah digunakan untuk ke Bandara Soekarno-Hatta. Penerbangan saya hari ini dijadwalkan akan berangkat pukul 17.35. Paling tidak saya masih memiliki waktu selama 1,5 jam untuk check in dan santai-santai di ruang tunggu.

Garuda Indonesia Boeing 737-800

Sore itu terminal 2F yang digunakan sebagai terminal penerbangan domestik Garuda tidak terlalu ramai, malah cenderung sepi. Tanpa antrian saya segera menuju check in counter. Dengan ramah saya dilayani oleh seorang petugas cewek. Seperti biasanya saya selalu meminta window seat, petugas tersebut pun mengiyakan permintaan saya. Tapi alangkah kecewanya saya ketika saat berjalan ke ruang tunggu saya melihat di boarding pass saya tercetak nomor 10E. Waduh, window seat dari Hongkong nih? Ini sih bakal kejepit antara window seat dan aisle seat, parah tuh orang..

Saya segara menuju ke boarding gate F2. Lumayan disini bisa spotting dulu, ngeliatin traffic yang keluar masuk terminal 2. Paling tidak sore itu saya melihat dengan mata kepala saya sendiri Airbus A330 terbaru milik Garuda, lebih tepatnya Airbus A330-200 dengan registrasi PK-GPH. Tentunya pesawat ini dengan livery baru yaitu Nature Wings Livery. Cantik banget warna livery-nya meskipun sudah nggak ada lagi logo Garuda pada tail, keliatan lebih fresh.

Garuda Indonesia Boeing 737-800

Garuda Indonesia Boeing 737-800

Garuda Indonesia Boeing 737-800

Garuda Indonesia Boeing 737-800

Selain A330-200 tadi saya juga sempet jepret tamu rutin asal Belanda yang datang dari Amsterdam setelah sebelumnya transit di Kuala Lumpur menggunakan Boeing 777-200ER, apalagi kalau bukan KLM-Royal Dutch Airlines. Kalau berbicara tentang KLM tentu maskapai ini memiliki sejarah dan kontribusi yang besar dalam berkembangnya Garuda Indonesia. Di samping KLM ada juga tamu lain dari Eropa tepatnya dari Kota Frankfurt yaitu Lufthansa yang datang menggunakan Queen of The Sky Boeing 747-400 setelah sebelumnya transit di Singapore.

Pukul 17.25 para penumpang GA-214 tujuan Jogja dipersilahkan untuk boarding. Saya mendapatkan jatah boarding terakhir karena saya duduk di row depan. Sepertinya penerbangan ini bakal penuh karena banyak rombongan mahasiswa yang nggak tau habis dari mana, yang jelas jumlahnya cukup banyak. Sepertinya sudah dilakukan booking group.

Garuda Indonesia Boeing 737-800

Garuda Indonesia Boeing 737-800

Saat menuju ke pesawat saya melihat samar-samar dari garbarata, pesawat yang digunakan untuk penerbangan ke Jogja adalah Boeing 737-800 PK-GEK. Berarti pesawat yang sama dengan yang membawa saya ke Jakarta tiga hari yang lalu. Walaupun udah berumur 8 tahun tapi masih cukup nyaman dengan interior yang masih terawar dengan baik.

Garuda Indonesia Boeing 737-800

Garuda Indonesia Boeing 737-800

Garuda Indonesia Boeing 737-800

Garuda Indonesia Boeing 737-800

Di pintu pesawat purser menyambut dengan senyum ramah. Setelah itu mbak mugari ini membagi-bagikan permen untuk penumpang. Pesawat push back saat menjelang maghrib tiba. Safety video diputar saat pesawat berjalan menuju runway. Runway yang akan digunakan adalah runway 07L/25R. Dari sini kelihatan Airbus A330-200 milik Batavia yang sedang berada di hanggar. Rencananya pesawat ini akan digunakan untuk melayani rute Jakarta-Jeddah. Sepertinya rute ke Timur Tengah begitu menggoda sehingga Batavia dan Lion ikut-ikutan membuka rute kesana.

Garuda Indonesia Boeing 737-800

Setelah menunggun beberapa pesawat yang landing, pesawat yang saya naiki ini mendapat ijin untuk terbang. Pesawat terbang dengan mulus dan akan menjelajah pada ketinggian 29.000 kaki di atas permukaan laut. Setelah tanda lampu kenakan sabuk pengaman dipadamkan, mbak mugari mulai berkeliling untuk membagikan snack dan minuman. Untuk penerbangan Garuda yang kurang dari 1,5 jam memang hanya akan mendapatkan snack saja, sedangkan untuk penerbangan yang lebih dari 1,5 jam mendapatkan hot meal.

Snack dan minuman dibagikan tepat saat waktu berbuka puasa. Sungguh nikmat rasanya berbuka puasa dengan ketinggian 29.000 kaki di atas permukaan laut. Apalagi waktu itu matahari sudah mulai bersembunyi dengan indahnya. Di dalam snack box yang diberikan ini berisi roti isi daging, nata de coco, dan kit-kat. Nata de coco nya sudah banget dibuka. Hasilnya ya nggak saya makan, daripada saya buka secara paksa malah muncrat kemana-mana seperti yang terjadi pada penumpang lain. Hehe..

Garuda Indonesia Boeing 737-800

Garuda Indonesia Boeing 737-800

Garuda Indonesia Boeing 737-800

Pukul 18.50 pesawat sudah landing di Bandara Adisucipto. Landing kali ini merupakan landing terburuk yang pernah saya rasakan. Hanya beberapa saat sebelum touch down, pesawat masih goyang kanan-kiri. Sepertinya pesawat terkena crosswind sehingga pesawat tidak center line, pilot melakukan koreksi agar pesawat menjadi center line dengan runway. Lalu roda menyentuh runway dengan hentakan yang cukup keras, badan terasa kebanting ke kanan dan ke kiri. Bumping-nya memang begitu terasa, mungkin ini juga terjadi karena runway di Bandara Adisucipto ini memang tidak rata. Pesawat perlahan mulai pelan dan masuk ke apron. Alhamdulillah sampai di Jogja tercinta dengan selamat :).

Garuda Indonesia Boeing 737-800

Garuda Indonesia Boeing 737-800


10 komentar:

  1. Nice blog^^
    Love it!
    Mas, pernah nyoba surabaya jogja/sebaliknya pakai garuda ga?transit dulu sih ya..
    soalnya jadwalnya ga ada yg pas kalau naik lion atau batavia dr sby-jgj.. :( uhuhu..

    BalasHapus
  2. waduh kalo naik garuda masa' cuma dari jogja-surabaya atau sebaliknya harus ke denpasar atau jakarta dulu..? kalo kayak gini sih ngabisin duit.. hehe..

    BalasHapus
  3. Maju TErus Garuda Indonesia,Tingkatkan Pelayananya

    BalasHapus
  4. mas tri jln2nya pake pesawat mulu...kmahalan juragan...coba skali2 pake speda dari jkt-jgj... lol :D ..brani ga???.. :D xixixix

    BalasHapus
  5. naik pesawat juga nyarinya harga promo terus mbak nia.. hahaha... naik sepeda jakarta-jogja? wah kayaknya nggak deh.. soalnya selain posisi saya ada di surabaya, saya juga nggak punya sepeda. mungkin plan dalam waktu dekat sih tour keliling jawa dengan sepeda motor. tapi masih dalam tahap perencanaan..

    BalasHapus
  6. mas tri jln2nya pake pesawat mulu...kmahalan juragan...coba skali2 pake speda dari jkt-jgj... lol :D ..brani ga???.. :D xixixix

    BalasHapus
  7. Maju TErus Garuda Indonesia,Tingkatkan Pelayananya

    BalasHapus
  8. Nice blog^^
    Love it!
    Mas, pernah nyoba surabaya jogja/sebaliknya pakai garuda ga?transit dulu sih ya..
    soalnya jadwalnya ga ada yg pas kalau naik lion atau batavia dr sby-jgj.. :( uhuhu..

    BalasHapus
  9. udh prnh naik adam air blm mas??? klo udh ksihtw link trip reportnya, mwtw seat pitch-nya sbrapa, dlu sy prnah naik adam air tpi lpa

    BalasHapus