6 Agustus 2009

Menikmati Makanan Khas Sunda Di RM. Ayam Gantung Bandung

Kemarin 5 Agustus 2009, merupakan hari yang sangat melelahkan buat saya. Pagi hari jam 06.30 saya sudah ditelpon dan dibangunkan oleh Nyonya, padahal baru sejam sebelumnya saya tertidur. Hari itu Nyonya mengajak saya untuk melayat ke rumah salah satu teman SMA-nya yaitu Villan karena ayahanda dari Villan meninggal dunia. Nyonya mengajak berangkat pagi-pagi karena dia mendapat telpon dari Ririn kalau jenazah akan dimakamkan pada pagi hari. Ya sudah meskipun masih ngantuk akhirnya saya mandi. Tidak lama setelah saya mandi, Nyonya sudah datang menjemput ke kontrakan, lalu kami berdua berangkat ke rumah Villan. Seperti biasa, naik angkot :lol: .

Sesampainya di rumah Villan ternyata dapet info dari Ibunda Villan kalau jenazah akan dimakamkan setelah shalat dzhuhur meskipun akhirnya mundur sampai dengan pukul 13.30. Sekian lama menunggu membuat saya yang memang sudah mengantuk menjadi tambah ngantuk. Dan akhirnya sekitar pukul 13.30 jenazah sudah dibawa ke Tempat Pemakaman Umum Cikoneng dan jenazah dimakamkan secara militer karena ayah dari Villan merupakan Purnawirawan TNI.

Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, upacara pemakaman sudah selesai dan kami pun berpamitan kepada keluarga Villan. Sore itu benar-benar terasa lelah, lapar, dan ngantuk yang menjadi satu. Lalu saya mengajak Nyonya untuk makan terlebih dahulu karena dari pagi perut ini baru terisi dengan segelas air mineral. Tujuan kami adalah RM Ayam Gantung Bandung yang selalu saya kunjungi setiap saya liburan di Tangerang.

Rumah Makan Ayam Gantung Bandung atau yang biasa disingkat dengan Rumah Makan AGB terletak di Jalan Jenderal Sudirman (By Pass), Cikokol-Tangerang. Rumah makan ini adalah rumah makan yang menghadirkan nuansa khas Sunda. Begitu berada di depan rumah makan, kita akan disambut oleh bangunan yang berarsitektur Sunda. Setelah masuk ke dalam rumah makan, nuansa Sunda menjadi sangat kental dengan diputarkannya musik-musik sunda berupa tiupan suara seruling. Yang cukup unik disini adalah bangunannya semua terbuat dari bambu.

Untuk menikmati makanan, disini kita bisa memilih antara menggunakan meja seperti biasa atau menikmati makanan secara lesehan di saung. Saya lebih memilih untuk lesehan di saung karena terasa lebih santai, lebih sejuk, dan suasananya lebih mengena.



Setelah mendapatkan saung yang nyaman, tidak lama pelayannya dateng. Cukup membingungkan memilih menunya karena terdapat lebih dari 100 menu makanan dan juga lebih dari 100 menu minuman. Mulai menu khas Sunda, seafood, ikan air tawar, sampai kambing guling pun ada. Akhirnya kami memesan ayam goreng krispi, ayam goreng rempah, tumis kangkung jamur, soto bandung, jus nangka, jus semangka, dan teh botol. Tidak menunggu terlalu lama, minuman yang kami pesan diantar terlebih dahulu, baru kemudian makanannya:).

Jus Semangka


Jus Nangka


Ayam Goreng Rempah


Ayam Goreng Krispi


Sambal 1


Sambal 2


Soto Bandung


Tumis Kangkung Jamur


Teh Tawar Hangat (Gratis)

  

Setelah semua makanan yang kami pesan sudah ada di meja, sekarang waktunya menyantap makanan :D.


Dengan bersantai di saung sambil menikmati hidangan lezat, sejenak menghilangkan rasa lelah dan ngantuk saya. Makanannya cukup enak terutama yang saya suka adalah soto bandungnya, dagingnya empuk dipadu dengan kuah soto yang bening dan segar, bener-bener mantap!! Tapi nggak tau kenapa saya kurang sreg dengan kedua sambalnya, mungkin hanya masalah selera saja sehingga saya kurang suka. Overall saya suka dengan tempat ini dan menurut saya memang recommended untuk dikunjungi. :)

Setelah selesai makan, waktunya pulang ke kontrakan buat istirahat. Tapi sebelumnya bayar dulu tagihannya di kasir..
  • 1 Ayam Goreng Krispi 9.600
  • 1 Ayam Goreng Rempah 9.600
  • 1 Tumis Kangkung 14.000
  • 1 Soto Bandung 14.000
  • 2 Nasi Putih 7.400
  • 1 Jus Nangka 8.000
  • 1 Jus Semangka 7.000
  • 1 Teh Botol 3.000
  • 1 Es Batu 1.000
Total kerusakan yang terjadi adalah 73.600..

Anda tertarik untuk mencobanya?

0 komentar:

Poskan Komentar