22 Februari 2010

Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH-Surabaya

Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH-Surabaya

Sabtu kemaren (20/02/2010), saya pergi ke Museum Kesehatan bersama Adha yaitu teman saya dari Bandung. Kami ke Museum Kesehatan setelah sebelumnya mengunjungi House of Sampoerna. Sesampainya di Museum yang ada di Jalan Indrapura No. 17 Surabaya ini kami mengira museum tutup karena memang sepi sekali pengunjungnya. Beruntung kami bertemu dengan petugas museum yang segera mempersilahkan kami masuk dan mengantar kami keliling ke dalam museum.

Koleksi benda-benda kesehatan di museum ini cukup lengkap, dari peralatan kesehatan jaman dahulu hingga peralatan kesehatan yang modern ada disini. Ada juga koleksi foto-foto tokoh kesehatan dari Indonesia maupun mancanegara. Sayangnya museumnya sangat sepi. Kami merupakan salah dua dua orang berkunjung hari itu. Bahkan mungkin juga banyak yang nggak tau kalau di Surabaya terdapat Museum Kesehatan.

Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH-Surabaya

Sebenarnya museum ini dibagi menjadi beberapa ruangan. Masing-masing ruangan memiliki kategori tersendiri, sayang saya nggak begitu ingat dengan nama ruangan-ruangan yang ada disana. Ada yang cukup janggal dengan koleksi pada salah satu ruangan yang ada di museum, di ruangan itu terdapat beberapa foto penampakan makhluk halus. Ada yang tahu apa hubungan hal tersebut dengan kesehatan? Saya juga masih kurang paham meskipun sudah dijelaskan oleh penjaga museum. Hehe..

Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH-Surabaya

Setelah berkeliling ruangan museum dan menjelaskan panjang lebar, kami diajak oleh penjaga museum ke ruangan yang lainnya. Nama ruangannya adalah Kesehatan Budaya kalau saya tidak salah. Disini kita tidak akan melihat peralatan-peralatan medis seperti pada ruangan sebelumya. Di ruangan ini kita akan disuguhi oleh benda-benda mistis yang juga menjadi koleksi museum. Ada jaelangkung, nini towok, foto rontgen orang yang di badannya terdapat banyak jarum karena santet, paku yang dimuntahkan oleh orang yang terkena santet, ada juga air yang berasal dari bocah Jombang yang beberapa bulan lalu cukup membuat heboh apalagi kalau bukan Air Ponari.

Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH-Surabaya

Karena banyak menyimpan benda-benda mistis dan santet ini, museum kesehatan ini juga banyak dikenal dengan sebutan Museum Santet. Unik kan? Ya, ini memang budaya dari masyarakat kita yang memang pernah ada dan dipercaya oleh masyarakat, bahkan mungkin masih ada hingga sekarang.

Setelah selesai berkeliling kami dipersilahkan untuk mengisi buku tamu dan membayar uang retribusi sebesar Rp 1.500,-. Setelah pamit dengan penjaga museum, kami keluar dan menuju Monumen Kapal Selam.


9 komentar:

  1. penjaganya aja bisa ngliat aura seseorang...

    BalasHapus
  2. Fadjar Setyawan23 Juli, 2010 08:42

    penjaga yg mana ne? bapak2 itu atau ibu2 atau mas2nya yg jaga?

    Baru kesana kmrn

    BalasHapus
  3. yang nemenin saya waktu itu bapak-bapak, tapi ketemu juga sama yang ibu-ibu. kalo yang ibu-ibu itu yang jaga di ruang kesehatan budaya (museum santet) yang banyak benda aneh2 itu..

    BalasHapus
  4. Fadjar Setyawan24 Mei, 2011 14:28

    penjaga yg mana ne? bapak2 itu atau ibu2 atau mas2nya yg jaga?

    Baru kesana kmrn

    BalasHapus
  5. bagus juga kayaknya

    BalasHapus