16 Maret 2010

Amazing Kraton Ratu Boko

Kraton Ratu Boko

Dari Candi Ijo saya melanjutkan menuju Kraton Ratu Boko atau juga biasa disebut Petilasan Ratu Boko. Kraton Ratu Boko terletak di atas perbukitan Boko dengan ketinggian 195 meter dpl. Situs ini terletak di dua desa yaitu Desa Sambirejo dan Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan.

Untuk masuk ke Situs Ratu Boko saya mengeluarkan uang sebesar 10.000 untuk tiket masuk, dan 2.000 untuk parkir motor. Setelah masuk saya baru tau kalo situs ini memiliki area yang sangat luas. Meskipun  sebelumnya saya sudah lama tinggal di Jogja, saya baru kali ini masuk ke tempat ini. Hehe.. Saya cukup terpukau karena tempat ini memang terlihat seperti Kraton yang megah daripada sebuah candi.

Kraton Ratu Boko

Setelah berjalan beberapa ratus meter dari pintu masuk, yang pertama akan dijumpai adalah Gapura. Gapura di Keraton Ratu Boko terdiri dari dua buah bangunan berbentuk paduraksa dengan puncak bangunan berbentuk ratna. Gapura ini berfungsi sebagai pintu gerbang masuk pertama.

Gapura I terbuat dari batu andesit, namun lantai, tangga, dan pagar terbuat dari batu putih. Gapura I memiliki panjang 12,15 meter, lebar 6,90 meter, tinggi 5,05 meter dan mempunyai 3 buah pintu masuk. Sedangkan untuk Gapura II memiliki panjang 18,60 meter, lebar 9,00 meter, dan tinggi 4,50 meter. Pada Gapura II memiliki 5 buah pintu masuk.

Kraton Ratu Boko

Di sebelah utara terdapat sebuah candi yang disebut Candi Pembakaran. Katanya sih dulu digunakan sebagai tempat untuk membakar mayat. Kurang tau juga deh yang dibakar itu mayat beneran atau bukan mayat yang sengaja dibakar biar jadi mayat. Hihihi.. Di tenggara candi ini terdapat sumur yang bernama Amerta Mantana yang berarti air suci yang diberikan mantra. Sampai sekarang air dari sumur ini masih digunakan untuk ritual-ritual tertentu.

Kraton Ratu Boko

Berjalan ke arah tenggara saya menemukan bangunan yang cukup besar yaitu Pendopo. Karena ini adalah sebuah kerajaan jadi mungkin pendopo tersebut biasa digunakan pada pertemuan-pertemuan kerajaan. Di dekat pendopo terdapat kompleks keputren, dua buah kolam, dan juga reruntuhan candi. Dua buah kompleks kolam tersebut dibatasi pagar dan memiliki gapura sebagai jalan masuk. Pada dasar kolam terdapat Lingga dan Yoni yang dipahatkan langsung pada batuan induk.

Saya kembali berjalan, kali ini menuju arah timur. Disana terdapat kompleks kolam dan juga dua buah goa. Goa tersebut bernama Goa Lanang yang berarti laki-laki dan Goa Wadon yang berarti perempuan. Nggak tau kenapa goa tersebut diberi nama seperti itu.

Karena hari sudah semakin gelap, matahari sebentar lagi akan terbenam jadi saya segera berjalan keluar untuk pulang ke rumah. Meninggalkan Kraton Ratu Boko dengan rasa bangga, bahwa bangsa ini memiliki kebudayaan yang sangat luar biasa. Saya berjanji akan kembali lagi kesini..

Kraton Ratu Boko


9 komentar:

  1. Ratu boko dipakai buat acara nikahan kayaknya menarik nih.

    BalasHapus
  2. menarik banget mas.. apalagi udah ada kok untuk paket nikahan.. nggak tau deh harganya berapa.. :D

    BalasHapus
  3. Ratu boko dipakai buat acara nikahan kayaknya menarik nih.

    BalasHapus
  4. pernah kesini 3 hari untuk acara perkemahan pas SMA :)
    serem kalo malem *nyengir*

    BalasHapus
  5. nonton sunset dari ratu boko bayar berapa mas
    kayakna tarif e beda :D

    BalasHapus
  6.  wes tau nikah neng kono kang? :D

    BalasHapus