15 Maret 2010

Green Temple alias Candi Ijo

Candi Ijo

Di sela-sela kesibukan membuat SIM C yang baru selama tiga hari berturut-turut, selama di Jogja saya menyempatkan diri buat jalan-jalan ke beberapa lokasi yang tentunya tidak jauh dari rumah kakak saya. Yang pertama saya kunjungi kali ini adalah Candi Ijo yang terletak di Dusun Groyokan, Desa Sambisari, Kecamatan Prambanan, Sleman.

Jalan menuju Candi Ijo searah dengan jalan menuju Kraton Ratu Boko dan juga Candi Banyunibo. Pada persimpangan menuju ketiga tiga candi tersebut terdapat papan penunjuk arah, belok kiri ke Kraton Ratu Boko, lurus ke Candi Banyunibo, dan yang ke kanan adalah yang menuju Candi Ijo.

Candi Ijo ini katanya merupakan candi letaknya paling tinggi diantara candi-candi lain yang ada di Jogja. Situs ini berada pada ketinggian 375 meter dpl. Sewaktu saya kesana memang jalanannya cukup sempit dan menanjak yang cukup curam, dengan sekelilingnya ditumbuhi pepohonan yang menghijau. Sepanjang perjalanan juga terlihat para penambang batu kapur yang selanjutnya batu ini digunakan untuk bahan bangunan.

Saya kesana sudah sore hari sekitar jam 3, sesampainya di lokasi hujan turun cuku deras. Terpaksa ditunda dulu keliling candinya, saya dipersilahkan oleh penunggu Candi Ijo untuk masuk ke kantornya yang cukup sempit itu sambil ngobrol ngalor ngidul.

Sekitar jam 4 hujan mulai reda, saya segera naik menuju candi yang merupakan candi hindu ini. Terlihat ada empat buah bangunan candi, satu buah adalah bangunan utama, sedangkan yang tiga lainnya adalah Candi Perwara (candi pendukung).

Pada candi utama terdapat patung Lingga dan Yoni yang berukuran cukup besar. Di dinding candi terdapat beberapa ukiran dewa-dewi yang seperti terbang membawa mangkok.

Candi Ijo

Pada Candi Perwara yang berada di sebelah utara terdapat sebuah lubang berbentuk segi empat yang disebut Homa yaitu tempat untuk pembakaran. Pada Candi Perwara yang ada di tengah saya menemukan sebuah arca yang berwujud sapi. Arca ini disebut Arca Nandini atau biasa dikenal sebagai wahana (kendaraan) Dewa Siwa. Sedangkan pada Candi Perwara ketiga yang terletak paling selatan terdapat sebuah arca yang bernama Padmasana.

Pada sebelah barat kompleks candi utama terdapat puing-puing candi berserakan dengan kondisi yang memprihatinkan. Nggak tau juga ini dalam proses pemugaran atau bakal dibiarkan begitu saja.

Yang nggak kalah menarik, dari Candi Ijo kita bisa menyaksikan pemandangan cantik di bawah sana. Dari sini kita bisa melihat runway Bandara Adisucipto dengan cukup jelas. Terlihat beberapa kali pesawat take off dan landing. Karena adanya Candi Ijo ini juga landasan Bandara Adisucipto tidak dapat diperpanjang ke arah timur. Kalopun diperpanjang juga nggak akan bermanfaat karena candi ini akan menjadi obstacle yang berbahaya untuk penerbangan.


3 komentar:

  1. terima kasih banyak sudah berbagi,.
    moga sukses selalu.
    jika ingin tau profil saya silahkan kunjungi..
    click this

    BalasHapus