19 April 2010

Candi Jawi, Candi Peninggalan Singosari

Candi Jawi

Dari Air Terjun Kakek Bodo saya berniat langsung pulang ke Surabaya. Tapi dalam perjalanan pulang kebetulan saya menengok ke kiri dan melihat sebuah candi, rem motor langsung saya injak dan saya memutar arah menuju candi tersebut. Ternyata itu adalah sebuah candi yang bernama Candi Jawi. Terus terang saya belum pernah sekalipun mendengar nama candi ini. Saya langsung menuju pos jaga untuk mengisi buku tamu dan memberikan uang retribusi seikhlasnya, serta meminta beberapa informasi tentang Candi Jawi ini.

Candi Jawi terletak di Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Jadi untuk lokasinya nggak terlalu jauh dari Air Terjun Kakek Bodo. Candi ini merupakan peninggalaan dari Kerajaan Singosari dan dibuat oleh Raja Kertanegara. Yang cukup unik, menurut Mpu Prapanca dalam bukunya yaitu Negarakertagama menerangkan bahwa Candi Jawi mempunyai dua sifat keagamaan, yaitu bagian bawah bersifat Hindu dan bagian atasnya bersifat Budha. Berarti pada saat itu percampuran antara agama Hindu dan Budha cukup menonjol di Jawa Timur.

Candi Jawi mempunyai bentuk yang tinggi dan ramping, mirip seperti Candi Prambanan di Jogja. Candi ini berukuran panjang 14,24 meter, lebar 9,55 meter, dan tinggi 24,50 meter. Pada tubuh candi terdapat hiasan berupa relung-relung dan kepala kala. Pada kaki candi terdapat relief yang menggambarkan suatu cerita, tetapi sayangnya sampai saat ini cerita tersebut belum teridentifikasi. Sedangkan di dalam bangunan candi hanya terdapat Yoni saja.

Menurut info dari bapak yang nunggu Candi Jawi, bagian candi yang masih asli hanyalah pada bangunan bawahnya saja, sedangkan pada bagian tengah dan atas adalah bangunan setelah dilakukan pemugaran (perbaikan). Seperti candi-candi kebanyakan, di depan candi utama terdapat candi perwara. Namun candi perwara yang terdapat di Candi Jawi ini sudah hampir rata dengan tanah dan tidak terlihat seperti sebuah candi perwara.

Di belakang Candi Jawi terdapat sebuah bangunan yang bebentuk seperti gerbang dan terbuat dari batu bata merah yang juga sudah hampir runtuh. Konon ini dahulunya merupakan pintu masuk menuju candi.

Setelah cukup melihat-lihat dan mengamati Candi Jawi saya kembali melanjutkan perjalanan pulang ke Surabaya.


2 komentar:

  1. ini salah satu Candi yang saya tertarik banget untuk mengunjunginya. Sayang, belum ada kesempatan itu. Bentuknya unik dan megah membuat saya memiliki chemistry dengan candi ini dan ingin mengunjunginya. Hehehe...

    saya pernah baca, candi ini agak berbeda dengan candi-candi lainnya yang tersebar di seputaran Gunung Penanggungan. Candi ini justru membelakangi Gunung Penanggungan dan memang fungsinya bukan untuk menyembah Syiwa. Kalau saya salah, mohon koreksinya yach :)

    BalasHapus
  2. saya malah kurang tau dengan hal tersebut, tapi memang di belakang candi ini terdapat sebuah gunung. apa mungkin itu yang disebut gunung penanggungan?

    BalasHapus