11 Juni 2010

Akhirnya Sampai Kintamani, Indah Bangett!!!

Akhirnya Sampai Kintamani, Indah Bangett!!!

Perjalanan dari Tegalalang ke Kintamani cukup menanjak dengan jalan yang tidak terlalu lebar membuat motor yang saya naiki meraung-raung. Jalannya juga cukup sepi. Saya tidak melihat bus-bus pariwisata yang lewat sini, sepertinya saya salah jalan. Di tengah jalan yang sepi dan di kanan-kiri hanya ada semak-semak, dari jauh saya melihat ada sebuat mobil polisi serta beberapa polisi di tengah jalan. Sepertinya sedang ada razia. Motor saya kemudian diberhentikan. Tapi mereka tidak meminta saya untuk menunjukkan SIM dan STNK. Polisi tersebut hanya menanyai tujuan dan asal saya. Saya bilang mau ke Kintamani, apakah jalannya benar? Dengan ramah polisi itu menjawab bahwa saya melewati jalan yang benar untuk ke Kintamani, hanya saja saya tidak lewat jalan utama dan saya sudah dekat dengan Kintamani. Hadohh, berarti Goa Gajah dan Pura Tirtha Empul sudah terlewatkan dong?? Pak polisi lalu mempersilahkan saya melanjutkan perjalanan dan meminta saya untuk berhati-hati.

Setelah perjalan yang cukup jauh akhirnya jam 12.00 sampai juga di Kintamani. Udaranya sangat sejuk serta pemandangan alam Gunung Batur dan Danau Batur begitu memukau membuat saya ingin berlama-lama menikmatinya. Tapi yang cukup menjengkelkan disini adalah para pedagangnya. Nggak seperti di Denpasar ataupun Kuta yang ramah-ramah, pedagang-pedanga disini cukup memaksa dalam menjual barang dagangannya. Apalagi kalo yang datang bapak-bapak atau ibu-ibu pasti bakal dikejar terus. Beruntung nggak ada yang ngejar-ngejar saya, apa mungkin tampang saya yang serem atau karena keliatan seperti gembel yang nggak punya duit. Hahaha...

Saat saya sedang duduk tiba-tiba ada seorang bule cewek asal Belanda yang mendekati saya untuk mengajak ngobrol, padahal Bahasa Inggris saya bener-bener amburadul jadi agak grogi juga sih diajakin ngobrol. Dia travelling ke Bali seorang diri dan sama seperti saya, dari Kuta dia menyewa motor untuk menuju Kintamani. Dia berangkat dari Ubud jam 10.00 dan sampai di Kintamani hampir bersamaan dengan saya, jam 12.00. Katanya dia sangat menyukai Bali, perjalanannya dari Ubud ke Kintamani juga sangat menyenangkan meskipun jalannya kecil dan berkelok-kelok. Saat itu pula dia langsung menelpon keluarganya untuk menceritakan pengalamannya. Sebenernya tujuannya ke Kintamani adalah untuk tracking di Gunung Batur dan dia sedang mencari guide untuk menuju kesana. Tidak terasa sudah cukup lama kami mengobrol meskipun kadang-kadang dengan bahasa monyet, kami berpisah untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan masing-masing.

Akhirnya Sampai Kintamani, Indah Bangett!!!

Selain keindahan Gunung Batur dan Danau Batur, ada lagi tempat yang menarik untuk dikunjungi di Kintamani yaitu Trunyan. Tempat mengubur mayat dengan cara yang sangat unik. Mayat-mayat hanya diletakkan di bawah pohon, namun mayat-mayat tersebut tidak akan membusuk. Saya belum berkesempatan ke sana karena kesimpangsiuran informasi. Saat saya tanya penduduk setempat, sudah ada jalan untuk ke Trunyan yang bisa dilewati dengan sepeda motor. Tapi saat saya tanya ke polisi pariwisata katanya untuk ke Trunyan harus sewa boat dengan harga sekitar setengah juta. Nggak jadi kesana wesss..

Belum puas rasanya menikmati indahnya Kintamani, tapi karena waktu yang udah mulai sore saya mengarahkan motor menuju Denpasar tetapi tidak melewati jalan saat saya berangkat tadi. Sekarang saya melewati jalan yang benar, jalan ramai, lebih lebar dan mulus, dan tentu saja melewati Tirtha Empul seperti yang sudah saya rencanakan sebelumnya. Yay.. Jalan yang tadi ternyata adalah jalan alternatif.


0 komentar:

Posting Komentar