11 Juni 2010

Kembali Ke Garuda Wisnu Kencana (GWK) Setelah 5 Tahun Lalu

Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Beruntungnya saya hari ini karena mendapatkan sewa sepeda motor yang masih cukup bagus dan nyaman dengan harga murah. Tidak menunggu-nunggu lagi saya memacu motor ke arah selatan Pulau Bali. Tujuan pertama di hari pertama saya di Bali ini adalah ke Garuda Wisnu Kencana atau yang biasa disebut GWK. Sebenarnya saya sudah pernah ke sini 5 tahun yang lalu, tepatnya saat study tour SMA. Tapi tak apalah saya kembali ke sini, mungkin GWK sudah ada perubahan.

Hmm.. Jarak dari Kuta/Legian ke GWK ini nggak terlalu jauh. Perjalanan belum sampai 30 menit saya sudah sampai di pintu gerbang GWK dengan beberapa loket pembelian tiket mmasuk. Nah di pintu gerbang ini pengunjung diwajibkan untuk membeli tiket masuk yang harganya 25.000. Mahal? Emang iya harganya agak mahal jika dibandingkan dengan tiket masuk ke tempat-tempat wisata yang lain. Tapiii... Jangan ngeluh mahal dulu karena tiket yang 25.000 itu sudah termasuk untuk nonton Tari Kecak, Tari Barong, dan pertunjukan lain yang ada di GWK. Gimana? Jadinya murah kan?

Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Pintu untuk masuk ke dalam area GWK kalo nggak salah ada dua, dan saya masuk lewat pintu yang paling ujung karena yang paling dekat dengan tempat parkir kendaraan saya. Begitu masuk langsung terpampang lah sebuat patung Wisnu yang berukuran sangat besar. Sayangnya semenjak 5 tahun yang lalu sepertinya tidak ada perubahan yang berarti dengan patung ini. Patungnya masih utuh seperti dulu, berupa patung Wisnu setengah badan. Tidak bertambah dan tidak berkurang. Saya mengambil beberapa foto terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke tempat yang lain.

Sementara itu di bagian lain terdapat patung Garuda yang juga hanya kepala dan sedikit badannya saja. Padahal jika dilihat miniaturnya, yang sudah jadi saat ini saya rasa belum sampai 50 persen. Saya nggak tau kenapa pengerjaan patung super besar ini tidak dilanjutkan selama 5 tahun terakhir. Apa kekurangan dana? Ya mbooh lah..

Selain melihat patung Garuda dan Wisnu yang setengah-setengah, kita juga bisa menyaksikan Tari Barong dan Tari Kecak. Ada juga sih tari yang lainnya tapi saya lupa namanya. Hehehe... Pertunjukan Tari Barong dan Tari Kecak dilakukan setiap hari. Untuk Tari Barong pertunjukannya tidak dilakukan di panggung, melainkan di jalan-jalan yang ada di area GWK. Sementara itu untuk Tari Kecak dipentaskan setiap pukul 17.00. Jadi bagi yang berminat melihat Tari Kecak sebaiknya datang sebelum jam 5 sore. Sayang saya datang terlalu siang jadi nggak sempat buat nonton Tari Kecak karena saya masih harus melanjutkan ke tempat berikutnya yaitu Uluwatu dan Pantai Dreamland.


0 komentar:

Posting Komentar