11 Juni 2010

Mengunjungi Saudara Di Monkey Forest-Sangeh

Jarak antara Pura Taman Ayun di Mengwi sudah tidak jauh dari Monkey Forest di Sangeh. Jadi sayang banget kalau dilewatkan. Perjalanan kurang lebih 40 menit saya tempuh dari Pura Taman Ayun ke Sangeh. Waktu tempuh yang cukup singkat. Akhirnya saya tiba di Sangeh. Sebenarnya saya juga sudah pernah ke Sangeh. Tapi lagi-lagi saya ingin datang kembali.

Mengunjungi Saudara Di Monkey Forest-Sangeh

Tiket masuk ke Monkey Forest di Sangeh cukup murah, hanya 5.000 rupiah saja. Meskipun murah, tapi pelayanan di sini cukup bagus. Sendiri ataupun rombongan, Anda akan ditemani oleh seorang guide yang akan menjelaskan segala sesuatu di Sangeh ini. Saya ditemani oleh seorang guide untuk berkeliling ke dalam hutan.

Hutan di Sangeh sendiri menurut bapak guide cukup luas, tapi yang bisa dikelilingi pengunjung hanya sebagian kecil saja. Di dalam hutan ini juga terdapat pura. Biasanya pura ini dikerubungi oleh para monyet. Sayang saat saya datang saya hanya melihat sedikit sekali monyet yang ada. Kata bapak guide sih karena saya datang sudah sore jadi monyet-monyet sudah pada kenyang dan pergi bermain. Kalau datang pagi pasti akan banyak sekali monyet yang menyambut. Nah selain Sangeh, ada beberapa lagi Monkey Forest yang ada di Bali. Di antaranya adalah Monkey Forest Ubud, Alas Kedaton, dan Uluwatu. Hanya saja Monkey Forest di Sangeh ini termasuk yang paling banyak populasi monyetnya.

Mengunjungi Saudara Di Monkey Forest-Sangeh

Kemudian si guide terus mengajak berkeliling dan ngobrol. Oleh bapak guide saya ditunjukkan pohon yang cukup dikeramatkan di sini, namanya pohon Lanang-Wadon. Diberi nama tersebut karena ada bagian dari pohon tersebut yang berbentuk seperti kelamin laki-laki dan wanita. Konon pohon ini sudah berumur ratusan tahun. Dan seperti layaknya sebuah pura, di bawah pohon terdapat sesajen yang diberikan oleh penduduk setempat.

Setelah melewati pohon tersebut berakhirlah tour saya di Monkey Forest ini. Bapak guide berpamitan dan menyuruh saya keluar lewat jalur keluar para turis karena di situ banyak terdapat pedagang-pedagang yang menjual souvenir. Saat saya melewati kios-kios para pedagang, saya tertarik dengan seekor monyet besar yang sedang makan. Saya mendekati dan akan memotonya. Eh malah dia dengan galak akan menyerang saya. Ibu-ibu pedagan membantu mengusirnya dengan menggunakan ketapel agar monyet tersebut memberi saya jalan untuk keluar. Deg-degan juga hampir diserang monyet segitu gede..


0 komentar:

Posting Komentar