11 Juni 2010

Pura Luhur Uluwatu Yang Mempesona

Pura Luhur Uluwatu Yang Mempesona

Setelah puas di GWK saya kembali melanjutkan perjalanan saya. Rencananya dari GWK saya akan ke Pantai Dreamland. Sayang sekali Pantai Dreamland terlewatkan karena kebablasan. Ya sudah, saya berjalan terus ke arah selatan menuju Uluwatu. Dari GWK tidak perlu bingung untuk mencari jalan ke Uluwatu karena jalan dari GWK, Pantai Dreamland, dan Uluwatu merupakan jalan yang searah.

Mendekati Uluwatu para pengunjung ditarik biaya retribusi sebesar 1.000 untuk kendaraan roda dua. Sementara itu tidak jauh dari situ sampailah saya di Pura Uluwatu. Tiket masuk ke Pura Uluwatu juga sangat murah, hanya 2.000. Lalu pengunjung akan dipinjami kain dan selendang bagi yang mengenakan celana pendek ataupun pakaian yang serba mini. Hal ini dimaksudkan untuk menghormati pura sebagai tempat ibadah umat Hindu pada umumnya. Sementara itu bagi yang sudah menggunakan pakaian tertutup hanya mengenakan kain sejenis selendang yang diikatkan di pinggang.

Tiket sudah dibeli dan kain selendang berwarna kuning sudah saya pasangkan di pinggang, saya segera masuk ke dalam gerbang pura. Di dalam pura banyak terdapat monyet-monyet liar. Untuk itu para pengunjung harus berhati-hati dengan barang bawaannya seperti kacamata, topi, kamera, dan lain-lain. Monyetnya sendiri menurut saya juga agak beringas meskipun banyak pengunjung yang peduli memberikan makanan yang dibawa.

Pura Luhur Uluwatu Yang Mempesona

Keindahan Uluwatu sendiri terutama adalah sebuah pura yang letaknya berada di atas bukit, dan bukit tersebut menjorok ke lautan. Saya kurang tau pura ini berada diketinggian berapa, yang jelas cukup tinggi jika melihat ke bawah (laut). Ombak-ombak yang bergulung-gulung di bawah menerjang bukit juga sangat indah dilihat dari atas.

Pura Uluwatu ini tidak boleh sembarangan dimasuki orang. Pengunjung hanya bisa melihat dari luar kegiatan yang ada di dalam pura. Hanya yang akan beribadah yang diperbolehkan memasuki pura. Logis, pasti siapapun ingin beribadah dengan khusuk tanpa gangguan orang lain. Nah katanya di Uluwatu ini juga terdapat Tari Kecak yang dipentaskan setiap sore. Lagi-lagi saya tidak bisa menunggu untuk menyaksikannya karena Dreamland sudah menanti...



0 komentar:

Posting Komentar