13 Juni 2010

Wings Air ATR 72-500 Denpasar-Surabaya

Wings Air

Liburan di Bali selama beberapa hari terakhir telah usai, di hari terakhir ini sudah tidak ada jadwal jalan-jalan lagi karena saya akan pulang ke Surabaya. Pagi hari setelah sarapan dengan menu yang disediakan hotel saya segera mengembalikan motor yang saya sewa di Jalan Legian. Setelah itu saya segera menuju airport, kebetulan yang menyewakan motor mau mengantarkan saya ke airport.

Saya segaja memilih penerbangan yang agak pagi ini karena saya ingin mencoba pesawat terbaru dari Wings Air yaitu ATR 72-500. Saya sangat excited dengan penerbangan pada pagi ini karena ini adalah pengalaman pertama saya naik pesawat propeller alias baling-baling.

Flight Detail:
Date: June 09, 2010
Airline: Wings Air
Flight No: IW-1807
Route: Denpasar (DPS)-Surabaya (SUB)
Departure Time: 10.30 (scheduled), 10.25 (actual)
Arrival Time: 10.40 (scheduled), 10.20 (actual)
Aircraft: ATR 72-500
Registration: PK-WFI
Class: Economy
Seat: 9F
Site: http://www.lionair.co.id/

Sesampainya di Bandara Ngurah Rai saya langsung check in di counter check in Wings Air yang masih sepi. Counter check in maskapai lain juga sama saja sepi. Pada pagi hari menjelang sing seperti ini memang Bandara Ngurah Rai terlihat agak lengang. Beda cerita kalau sore atau malam hari. Selesai check in saya langsung menuju ruang tunggu saja. Ruang tunggunya kali ini ada di gate 17.

Wings Air

Wings Air

Wings Air

Saya herannya banyak bandara di Indonesia kok nggak konsisten menyebutkan kota tujuan. Seperti di atas ini, berapa banyak turis yang tahu kalo Cengkareng itu sama dengan Jakarta? Berapa banyak yang tau kalo Selaparang itu Mataram?

Tidak ada antrian yang berarti saat memasuki ruang tunggu dan saat membayar airport tax. Dengan cepat saya sampai di ruang tunggu gate 17. Di ruang tunggu juga sepi. Dari pada nganggur mending jepret beberapa foto di dalam area ruang tunggu, termasuk boarding pass saya yang lebih jelek daripada struk belanja di mini market. Hehe..

Di ruang tunggu Bandara Ngurah Rai ini terdapat beberapa komputer yang disertai koneksi internet yang bisa dipakai secara gratis. Saya iseng nyobain juga ternyata lumayan koneksinya, paling nggak bisa buat sekedar browsing atau cek email. Yang paling bikin dongkol disini ada seorang ibu-ibu yang cuma buka facebook doang lama bener padahal ada beberapa bule-bule yang ngantri untuk menggunakan komputer tersebut. Saya perhatikan dia baru selesai menggunakan komputer tersebut sampai dengan panggilan boarding dilakukan.. Busyett.. Aji mumpung apa ya ini orang..

Wings Air

Wings Air

Wings Air

Wings Air

Wings Air

20 menit sebelum jadwal kebarangkatan penumpang sudah disuruh boarding. Karena pesawatnya parkir agak jauh jadi naik bus menuju pesawat. Ini yang saya suka, bisa jepret-jepret dulu pesawat di apron. Sayang sekali apron siang itu sepi sekali, jadi nggak bisa banyak foto. Yang ada cuma Merpati B733 PK-MDG yang saya naiki saat berangkat ke Bali beberapa hari yang lalu. Kemudian ada juga Malaysia Airlines B734 9M-MQC. Ada juga sih beberapa pesawat Garuda, cuma parkirnya ada di ujung sana tepat di depan terminal international.

Wings Air

Wings Air

Tempat parkir pesawat yang akan saya naiki ini juga terletak agak jauh dari terminal. Terlihat dari jauh pesawat yang akan saya naiki terparkir sendirian saja. Turun dari bus saya sibuk foto-foto pesawatnya dulu karena masih antri juga mau naik ke pesawat. Cantik banget pesawatnya..

Pesawat ATR 72-500 milik Wings Air ini masih sangat baru karena baru saja dikirim dari pabriknya di Prancis sana ke Indonesia pada tanggal 22 April yang lalu. Jadi usia pesawat dengan registrasi PK-WFI ini belum genap dua bulan. Warnanya aja masih kinclong banget.

Wings Air

Wings Air

Sekedar informasi saja, ATR 72-500 merupakan pesawat yang dibuat oleh Avions de Transport Regional (ATR) yang merupakan joint venture antara Alenia Aeronautica dan EADS yang khusus memproduksi pesawat turbo propeller. EADS sendiri juga merupakan induk dari perusahan pesawat besar yaitu Airbus yang juga sudah banyak terbang di Indonesia.

Nah kalau ATR 72 merupakan pengembangan dari ATR 42. Istilahnya versi besarnya gitu lah dengan kapasitas penumpang 68-74 tempat duduk. Untuk ATR 72-500 milik Wings Air ini sepertinya menggunakan konfigurasi 72 tempat duduk. Nggak terlalu longgar, tapi juga nggak terlalu sempit.

Untuk mesin, pesawat ATR 72-500 ini menggunakan mesin Pratt & Whitney 127M dengan jumlah bilah baling-baling sebanyak enam bilah. Kecepatan jelajahnya juga cukup lumayan yaitu 276 knots (511 km/jam) dan memiliki jarak tempuh maksimum 1.500 km. Jika dibandingkan dengan pesawat jet (turbofan) kecepatannya memang agak jauh tertinggal. Tapi pesawat turbo propeller seperti ini sangat efektif digunakan untuk rute-rute jarak dekat dan bandara dengan landasan yang pendek.

Wings Air

Wings Air

Ada satu lagi hal yang menarik dari pesawat buatan Prancis ini yaitu pintunya. Kalau biasanya pintu masuk penumpang berada di depan, hal ini tidak berlaku bagi ATR 72-500 yang dioperasikan Wings Air ini. Secara desain memang tempat keluar masuknya penumpang menggunakan pintu belakang. Sedangkan untuk pintu depan digunakan sebagai pintu kargo. Dengan begini tidak memungkinkan bagi pesawat ini menggunakan garbarata. Satu-satunya maskapai yang memesan ATR 72 dengan pintu penumpang di depan adalah Finair.

Bagi sebagian orang naik pesawat baling-baling apalagi pengalaman pertama menjadi pengalaman yang menegangkan. Banyak yang berpikiran pesawat baling-baling itu tidak aman karena kecil. Tidak usah risau, baik pesawat jet ataupun baling-baling semuanya aman. Kalau nggak aman, nggak akan ada maskapai yang mengoperasikan pesawat baling-baling.

Kalau secara logika memang pesawat yang lebih kecil akan sangat terasa goncangannya jika terkena cuaca buruk dibandingkan dengan pesawat yang lebih besar. Sama saja kalau kita melewati jalan yang jelek banyak lubang pasti goncangannya akan sangat terasa jika naik Honda Jazz dibandingkan dengan naik Mitsubishi Strada. Namun kalau sudah bicara cuaca, kita nggak bisa berbuat apa-apa. Pesawat gede sekelas Boeing 747 atau A380 juga bisa jatuh karena cuaca buruk. Jadi nggak usah takut naik pesawat baling-baling, malah dengan naik baling-baling yang terbang rendah kita akan banyak melihat pemandangan memukau.

Wings Air

Wings Air

Kesan pertama saya saat masuk ke dalam pesawat ini masih sangat bagus, masih wangi. Wajar lah ya, masih baru gitu loh. Hanya saja kabinnya agak sumpek. Konfigurasi kursinya sebelah kanan dua kursi dan sebelah kiri dua kursi. Di dalam pesawat juga hanya terdapat dua orang pramugari.

Untuk seat pitch menurut saya cukup lumayan lah. Sedikit lebih baik daripada seat pitch Boeing 737-900ER punya Lion. Kursinya juga empuk, nggak sekeras kursi di Boeing 737-900ER Lion. Hanya satu yang sama, kursinya nggak bisa di-recline alias tegak terus sepanjang perjalanan.

Wings Air

Wings Air

Wings Air

Tidak lama setelah saya masuk pesawat, pintu pesawat ditutup kemudian pesawat didorong mundur dan selanjutnya taxi menuju runway 09. Saat taxi, satu orang mbak mugara memperagakan safety demo sedangkan mbak yang satu lagi memberikan announcement.

Proses taxi berlangsung cukup cepat dan pesawat mulai memasuki runway. Karena pesawat ini bisa take off di runway yang pendek sehingga pesawat akan take off dari tengah runway, tidak dari ujung. Take off berlangsung mulus banget. Tapi nggak lama kemudian sedikit ada goncangan karena nembus awan.

Wings Air

Wings Air

Wings Air

Sebenernya banyak pemandangan yang menarik selama penerbangan. Hanya saja saya berada tepat di samping mesin pesawat sehingga pandangan saya cukup terhalangi mesin tersebut. Nah walaupun saya duduk di samping mesin tapi suaranya nggak bising sama sekali. Suara mesin pesawat ini cukup lembut kok.

Selama penerbangan nggak banyak yang bisa dilakukan. Penumpang hanya diberi minum segelas air mineral. Lumayan daripada nggak sama sekali. Hal yang nggak bisa didapat pada penerbangan saudaranya (Lion Air). Yang ada di seat pocket juga hanya safety card dan buku doa-doa saja, nggak ada inflight magazine. Jadi sepanjang perjalanan cuma liat pemandangan di luar aja.

Wings Air

Wings Air

Wings Air

Wings Air

Wings Air

Setelah satu jam perjalanan, pesawat mulai mendekati Surabaya dengan cuaca mendung. Surabaya baru saja diguyur hujan rupanya. Tidak lama kemudian pesawat melakukan final approach. Baru kerasa nih sensasinya, pesawat goyang kanan-kiri. Lumayan naik pesawat dapet bonus nyicipin naik kora-kora. Goyang dombret cuma sebentar aja karena kemudian pesawat landing dengan mulus pada aspal runway Bandara Juanda yang masih basah.

Pesawat bergerak menuju tempat parkir yang lagi-lagi berada di ujung. Pesawat yang saya naiki ini parkir tepat di sebelah pesawat Batavia B733. Pesawat tujuan Surabaya dipersilahkan turun, sedangkan penumpang tujuan Jogja dan Bandung diminta untuk tetap berada di pesawat karena pesawat akan segera melanjutkan penerbangan ke kedua kota tersebut dalam waktu 30 menit.

Wings Air

Wings Air

Wings Air

Turun dari pesawat sudah ada bus yang menunggu. Penumpang diangkut dengan bus menuju terminal. Sudah nggak banyak foto yang saya ambil karena capek. Saya juga udah pengen cepet pulang terus tidur. Hehe.. Pengalaman pertama naik pesawat baling-baling ini menjadi pengalaman yang cukup menyenangkan. Apalagi penerbangan ini sangat on time, bahkan datang lebih cepat dari jadwal. Pasti suatu saat saya akan naik pesawat ini lagi. Tapi kalau bisa sih pengen nyobain Fokker 50 atau malah Cessna Grand Caravan. :D

Wings Air

Wings Air

Wings Air

Wings Air

Wings Air


30 komentar:

  1. nyampe sby kok ga disambut belalai gajah mas, kok malah naik bis? blom pernah naik pesawat yang pakai baling2. mampir ke blog ku ya mas...:)

    BalasHapus
  2. soalnya kalo pake ATR 72-500 ini nggak bisa pake belalai karena pintunya ada di belakang. pintu yang depan itu hanya untuk kargo saja..

    oke nanti saya akan mampir..

    BalasHapus
  3. pesawat bisa ngebut ya mas?? hehe :p

    BalasHapus
  4. bisa banget mbak zoerry, kalo misalnya udah delay gitu biasanya sama pilotnya diset speednya lebih tinggi. misal untuk pesawat jet yang biasanya speednya 0.73 mach dikencengin jadi 0.78 mach.. hehe.. terkadang saat pesawat taxi in dan taxi out juga ngebut karena biar nggak tambah lama delay-nya..

    BalasHapus
  5. ayo mas, Fokker 100 menunggu dgn rute Denpasar-Waingapu-Maumere-Kupang

    :)

    BalasHapus
  6. emang masih ada ya Fokker 100-nya Merpati? kalo masih ada boleh juga neh buat dicoba ke Maumere.. hehe

    BalasHapus
  7. Sekarang kayaknya jadi masanya ATR 72-500 Wings Air, rute yang sudah dilayani antara lain: Maumere, Labuan bajo, Ende, Tambolaka, Kupang, Bima, Mataram, Denpasar, Surabaya, Jogja, Bandung, Medan, Gunung Sitoli, Sibolga, Meulaboh, Lhokseumawe, Penang, Pekanbaru, Batam, Natuna, Palembang, Pangkal Pinang, Melaka, Makassar, Mamuju, Bau-Bau, Kolaka, Kendari, Manado, Talaud, Sorong, Manokwari, Ambon, Fak Fak, Kaimana dan Nabire. Semoga dengan adanya Wings Air masyarakat di seluruh pelosok negeri bisa dengan mudah melakukan perjalanan udara.

    BalasHapus
  8. yupzz dengan adanya ATR 72-500 pada armada Wings Air membuat transportasi menuju daerah-daerah di pedalaman semakin lebih mudah..

    BalasHapus
  9. wings air ada rute jogja mamuju gak ya?

    BalasHapus
  10. sayangnya nggak ada mas, karena harus terbang dulu ke makassar. dan jarak dari jogja ke makassar itu juga cukup jauh jadi agak tidak mungkin kalo dengan pesawat baling-baling. kalau mau sepertinya merpati dan express air melayani rute jogja-mamuju dengan transit di makassar yang berangkat setiap hari pukul 06.00 dari jogja.

    BalasHapus
  11. mas,kalau naik ATR 72-500 suara enginenya berisik nggak?

    BalasHapus
  12. suaranya sangat sunyi kok, nggak berisik sama sekali..

    BalasHapus
  13. memang sangat berbeda, gak biasa pake pesawat yang berbaling-baling, kena turbulance(Juanda-Ngurah Rai)goyangannya cukup lumayan, tapi pada saat pulang (Ngurah Rai-Juanda),mulus juga sih...buat yang lain selamat mencoba deh ATR72-500nya Wings Air

    BalasHapus
  14. Kalau tidak salah Finnair ATR72-500 ada pintunya didepan,Kargo dibelakang.itu tergantung pemesan saja,Kebetulan Wings Air tidak memesannya,oh ya Wings bersaing juga sama pesawat Msein Jet SUB-DPS dg MZ yah

    BalasHapus
  15. untuk SUB-DPS sekarang ini dilayani MZ 2X daily (kadang 1X daily) dengan pesawat B732 atau B733, GA 3X daily dengan pesawat B738, dan IW 9X daily dengan ATR 72-500

    BalasHapus
  16. Bisa lihat beberapa gunung di Jawa Timur,Mas? Saya tanggal 14 Feb'11 juga naik ATR 72-500.Salah satu penerbangan berkesan ;-)
    http://57odysseygemini.blogspot.com/2011/02/penerbangan-menawan-di-hari-kasih.html

    BalasHapus
  17. kalo dari denpasar ke surabaya dan saya duduk di kursi F tidak bisa melihat gunung-gunung mbak.. yang duduk di kursi A pasti bisa melihat pemandangan yang luar biasa

    BalasHapus
  18. Saya tadi naik Wings (ATR 72-500) DPS-SUB. Waktu kena turbulence goncangannya keras banget, sampai banyak penumpang yg muntah. Krn cuaca buruk, akhirnya batal landing di SUB, balik lg ke DPS. Setelah menunggu beberapa jam akhinya terbang lg ke SUB. Apakah karakteristik pesawat berbaling2 memang seperti itu ya (goncangan parah waktu kena turbulence)? Saya rutin (sangat sering) bepergian dgn pesawat, tapi blm pernah mengalami goncangan separah ini. Apakah pesawat ATR 72-500 ini sama amannya dgn pesawat jet apabila melewati cuaca buruk?

    BalasHapus
  19. sebenernya pesawat apapun jika terkena cuaca buruk akan bergoncang, meskipun itu pesawat terbesar di dunia Airbus A380 sekalipun. namun kalo diibaratkan jika kita naik mobil toyota alphard dengan avanza di jalan yang sama (jelek) tentu saja goncangannya saat naik avanza akan lebih besar daripada saat naik alphard. yah namanya juga ukuran pesawat ATR 72-500 ini lebih kecil daripada Boeing 737 ataupun Airbus A320, jadi ya wajar kalo goyangnya lebih aduhai.. hehe.. kalo mau lebih aduhai lagi bisa nyobain naik pesawat cessna saat cuaca kurang baik, dijamin langsung muntah-muntah dan keluar keringet dingin.. heuheuu..

    BalasHapus
  20. Anda beruntung bisa merasakan bandara Ngurah Rai sesepi dan senyaman itu. Saya orang Jogja. Satu atau dua bulan sekali terbang ke Ende. Hampir selalu melewati Ngurah Rai dalam perjalanan berangkat maupun pulang dan tidak pernah sepi. Ngomong-ngomong, ATR 72-500 juga sekarang melayani Rute Denpasar-Labuan Bajo-Ende-Kupang. Berbeda dengan landasan di Jawa dan Bali yang mewah untuk ATR, di Nusa Tenggara Timur landasan pendek-pendek, bumpy, dan berpasir. Kami selalu deg-degan dan cemas kalau mau landing di Labuan Bajo dan/atau Ende. Selalu merasa seperti terhempas dan oleng dengan ATR 72-500. Salam!

    BalasHapus
  21. yah ini juga karena siang mas. coba kalo ke ngurah rai sore atau malem, wah bakal penuh sesak itu terminal. udah nggak nyaman bangettt.. jujur saya ingin sekali terbang naik baling-baling ke daerah timur seperti ende, labuan bajo, atau flores. pemandangannya indah bangett.. ya memang runway di pulau jawa dan bali masih sangat panjang untuk landing ATR 72-500 jadi kalo saya naik hampir pasti landingnya mulus. cuma waktu approach saja yang agak goyang2..

    BalasHapus
  22. Bisa lihat beberapa gunung di Jawa Timur,Mas? Saya tanggal 14 Feb'11 juga naik ATR 72-500.Salah satu penerbangan berkesan ;-)
    http://57odysseygemini.blogspot.com/2011/02/penerbangan-menawan-di-hari-kasih.html

    BalasHapus
  23. Kalau tidak salah Finnair ATR72-500 ada pintunya didepan,Kargo dibelakang.itu tergantung pemesan saja,Kebetulan Wings Air tidak memesannya,oh ya Wings bersaing juga sama pesawat Msein Jet SUB-DPS dg MZ yah

    BalasHapus
  24. wings air ada rute jogja mamuju gak ya?

    BalasHapus
  25. Syukur_undana03 Juli, 2011 21:24

    kalau foker 50 ya 11-12 lah dengan ATR-500...

    BalasHapus
  26. yupzz dengan teknologi lebih jadul tentunya..

    BalasHapus
  27. wow sama persis, pengalaman pertama kali naik pesawat propeller kemarin dari Juanda Surabaya ke A.Yani Semarang Sabtu 26 Nov dg ATR 72-500... nomor seat 9F (sama), bahkan aku jg foto dr seat tsb (angel dan hasilnya sama).... sampai2 penasaran ketemu blog ini   

    BalasHapus
  28. Wah, mas narko belum pernah nyobain pesawat Hercules C-130 punya TNI ya? Nah itu lebih serem, karena disediakan parasut yang disediakan pada penumpang yang ingin mencoba turun dengan terjun payung.

    BalasHapus
  29. sama-sama ketutup mesin ya mas :p

    BalasHapus
  30. Wah belum mas najib, pengen sekali sih tapi sepertinya warga sipil udah nggak bisa lagi ya naik angkutan militer seperti hercules

    BalasHapus