31 Juli 2010

Candi Banyunibo, Eksotis Di Tempat Terpencil

Candi Banyunibo

Waktu yang cukup sempit yaitu hanya sehari di Jogja malah membuat saya tidak perlu pergi ke tempat-tempat yang jauh. Dengan waktu yang sedikit tersebut saya malah bisa menikmati keindahan candi-candi eksotis yang ada di Jogja. Salah satunya adalah Candi Banyunibo.

Mungkin nggak banyak orang yang tahu tentang Candi Banyunibo karena tempatnya juga cukup terpencil. Candi ini terletak di Dusun Cepit, Kelurahan Bokoharjo, Prambanan. Dari Candi Sari yang saya kunjungi sebelumnya saya mengarahkan kendaraan saya ke arah Candi Prambanan. Sampai di lampu merah depan Candi Prambanan, belok kanan menuju arah Piyungan ataupun Keraton Ratu Boko. Ikuti saja terus jalan tersebut sampai menemukan pertigaan kecil dengan penunjuk arah ke Keraton Ratu Boko, di pertigaan tersebut belok ke kiri dengan jalan yang tidak bagus. Jalan ini juga searah dengan Candi Ijo yang saya kunjungi beberapa waktu yang lalu.

Karena jalanannya jelek jadi saya tidak memacu kendaraan terlalu cepat, karena bisa rontok. Tapi sepanjang perjalanan saya disuguhi pemandangan yang bagus. Sawah ada di kanan dan kiri dengan tanaman padi dan sayuran yang menghijau ditambah background bukit yang mempesona. Saat sampai di perempatan akan ada petunjuk yang besar, belok kiri menuju Keraton Ratu Boko, belok kanan menuju Candi Ijo, dan lurus menuju Candi Banyunibo dan Candi Barong. Tentu saja saya mengambil jalan yang lurus. Setelah itu ada perempatan lagi yang kecil, lurus menuju Candi Barong dan belok kanan ke Candi Banyunibo. Tinggal belok ke kanan sedikit saja sudah sampai.

Candi Banyunibo

Sesampainya di kompleks candi, tidak ada orang yang berkunjung. Disana hanya ada seorang penjaganya saja. Apa mungkin karena terpencil jadi membuat Candi Banyunibo sepi pengunjung? Atau karena kurangnya promosi? Entahlah.. Padahal candi ini masih berdiri dengan kokoh dan banyak relief-relief yang masih utuh.

Konon Candi Banyunibo merupakan kompleks pemandian. Kata "Banyunibo" sendiri mempunyai arti "air yang menetes". Candi peninggalan Budha ini disebut juga dengan "Si Sebatang Kara Banyunibo" karena lokasinya yang terpencil di tengah-tengah persawahan dan terpisah dari kelompok candi yang lain.

Candi Banyunibo terdiri dari 1 buah candi induk dan 6 buah candi perwara. 3 buah candi perwara berada di timur candi induk, sedangkan 3 sisanya berada di sebelah selatan candi induk. Candi induk Banyunibo menghadap ke arah barat. Pada pintu masuknya terdapat hiasan kalamakara, sedangkan pada ujung pipi tangga terdapat hiasan makara.

Candi Banyunibo

Pada dinding candi penampil sebelah utara terdapat relief seorang wanita yang dikerumuni anak-anak. Tokoh wanita tersebut disebut Dewi Hariti. Dewi Hariti dalam agama Budha dianggap sebagai Dewi Kesuburan. Sedangkan relief pada dinding sebelah selatan menggambarkan seorang pria dalam posisi duduk.

Ruangan candi berukuran 10x10 meter yang memiliki 8 buah jendela. Di dalamnya juga terdapat relung seperti yang ada di Candi Sari dengan jumlah 3 buah. Kita juga bisa berkeliling candi melalui selasar. Cukup banyak ornament yang menjadi hiasan pada dinding candi. Sedangkan pada bagian luar di sebelah timur dan selatan terdapat candi perwara yang hampir rata dengan tanah.

Candi Banyunibo

Jika berkeliling dibelakang candi kita bisa menikmati keindahan perbukitan yang ada disana. Tampak menghijau dan begitu eksotis dengan udara yang juga sejuk. Sayang sekali kalau pemerintah tidak memanfaatkan dan mempromosikan candi ini sebagai tujuan wisata.

Candi Banyunibo


3 komentar:

  1. Foto nomor dua sich bagus sekali yach :D jadi pengen guling2an di atas sawah hijau itu. hehehe

    memangnya Banyunibo ini sudah masuk dataran tinggi? koq bisa sejuk? Saya pikir Yogyakarta puanuas loch. hehehe

    Hmm...seram juga yach liat foto2nya itu. Tri beneran masuk ke dalam candinya? hmm...kalau saya sendirian, mungkin sayanggak akan mencoba masuk ke dalam candi yang sepi. hehe

    BalasHapus
  2. belum masuk dataran tinggi sih, baru hampir. yang udah masuk dataran tinggi itu candi ijo dan candi ini masih di bawahnya. tapi angin disana lumayan kenceng dan masih banyak pepohonan di atas bukit itu lumayan lah, nggak kayak di prambanan yang panasnya gila-gilaan. :D

    kemaren masuk ruangannya juga kok, ruangannya cukup kecil di candi ini.

    BalasHapus
  3. belum masuk dataran tinggi sih, baru hampir. yang udah masuk dataran tinggi itu candi ijo dan candi ini masih di bawahnya. tapi angin disana lumayan kenceng dan masih banyak pepohonan di atas bukit itu lumayan lah, nggak kayak di prambanan yang panasnya gila-gilaan. :D

    kemaren masuk ruangannya juga kok, ruangannya cukup kecil di candi ini.

    BalasHapus