25 Juli 2010

Kota Lama Semarang Yang Menawan

Kota Lama Semarang

Matahari begitu terik membuat kulit tersengat panasnya matahari saat kami tiba di Kota Lama Semarang. Kami memarkir kendaraan kami di sebuah gang yang ada di depan Gereja Blenduk. Tepat di sebelah parkiran tersebut kami menemui sesuatu hal yang menarik dan mungkin sudah jarang bisa ditemui di kota-kota lain, kami melihat sebuah kerumunan orang-orang yang sedang mengadu ayam. Satu per satu ayam-ayam jago diadu untuk membuktikan ayam siapa yang lebih hebat.

Setelah menonton atraksi adu ayam tersebut kami berjalan menelusuri gang-gang yang cukup sempit di Kota Lama. Melihat gedung-gedung tua peninggalan kolonial dengan ciri pintu dan jendela yang tinggi besar tanpa pagar membuat bayangan saya seperti berada di kehidupan masa lalu.

Kota Lama Semarang

Kota Lama ini dahulunya merupakan sebuah kawasan pusat perdagangan bernama Oude Staadt. Saat ini masih banyak bangunan yang berfungsi sebagai kantor maupun gudang, tapi nggak sedikit pula yang rusak tak terawat. Cukup disayangkan memang..

Kota Lama Semarang

Bangunan yang paling menarik perhatian saya di Kota Lama Semarang adalah Gereja Blenduk. Gereja Blenduk adalah salah satu gereja Protestan yang masih tegak berdiri dan dalam keadaan utuh sampai saat ini. Gereja ini masih digunakan dan kondisinya cukup terawat.

Gereja Blenduk memiliki atap yang unik, bentuk atapnya bulat menggembung. Dalam Bahasa Jawa, "blenduk" berarti "menggembung". Mungkin karena bentuk atap yang seperti ini lah orang-orang biasa menyebut gereja ini dengan sebutan Gereja Blenduk padahal nama aslinya adalah Gereja GPIB Immanuel.

Kota Lama Semarang

Semalam Kota Semarang turun hujan cukup lebat. Banyak jalanan di Kota Lama yang tergenang air, banjir dimana-mana. Kota Lama menjadi terlihat kumuh dan kotor. Sepertinya Pemerintah Kota Semarang harus berbuat sesuatu karena area Kota Lama ini menjadi langganan banjir setiap tahunnya, bahkan mungkin banjir sepanjang tahun.

Kota Lama Semarang


6 komentar:

  1. Iya, nggak hujan nggak panas, Semarang Utara dilimpahi rob terus. kasihan orang2 yang tinggal disini, harus terbiasa hidup dengan rob :(

    BalasHapus
  2. iya mas kasihan mereka.. apa karena tempatnya juga deket dengan laut ya jadi kena banjir air laut pasang?

    BalasHapus
  3. Ketok'e, tanahnya Semarang Utara lebih rendah daripada permukaan laut. apa ambles atau pemanasan global yach? *gleg*

    BalasHapus
  4. mantap bung... saya jadi ingin jalan-jalan k mencari gereja tua dikota besar  pulau jawa...

    BalasHapus
  5. Meutia Halida Khairani11 Mei, 2012 09:51

    i wanna go here :D

    BalasHapus