23 Agustus 2010

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Untuk kesekian kalinya dalam beberapa bulan ini saya menggunakan jasa maskapai Mandala Airlines. Kali ini tujuan saya adalah pulang ke kampung halaman saya di Lampung. Sebenernya ada maskapai yang menawarkan connecting flight dari Surabaya ke Lampung via Jakarta yaitu Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia. Saat itu saya sebenernya sudah berencana untuk membeli tiket Sriwijaya Air karena saya ingin menikmati kembali pelayanan dari Sriwijaya yang terakhir saya nikmati lebih dari setahun yang lalu. Tapi saya langsung mengurungkan niat tersebut saat membaca email promosi dari Mandala pada tanggal 26 Juni 2010. Mandala memberikan tiket dengan harga yang sangat murah untuk rute Surabaya-Jakarta, hanya Rp 108.800,- sekali jalan untuk keberangkatan saya tanggal 4 Agustus 2010. Tanpa berpikir panjang saya langsung booking tiket tersebut dengan nomor penerbangan RI-277 yang dijadwalkan berangkat jam 10.25. Proses booking dapat dilakukan dengan mudah di situs Mandala dan proses pembayaran yang saya pilih adalah dengan menggunakan internet banking.

Setelah mendapatkan tiket ke Jakarta, untuk rute Jakarta-Lampung saya tetap menggunakan Sriwijaya Air karena Mandala tidak melayani rute ini. Saya mem-booking tiket Sriwijaya melalui travel agent tempat pacar saya bekerja. Lalu tiket saya issued untuk keberangkatan tanggal 4 Agustus 2010 jam 16.30 agar tidak terlalu mepet waktunya dengan penerbangan saya dengan Mandala dari Surabaya-Jakarta.

Tanggal 29 Juli saya mendapatkan sms dari Mandala yang isinya, "Mandala RI-277 SUB-CGK 04Aug, Mohon maaf karena alasan OPERASIONAL diubah menjadi jam 20.00. Hubungi bla.. bla.. bla..". What? Penerbangan saya direschedule jadi malem. Wah nggak bakal bisa connecting dengan Sriwijaya kalo berangkat jam segitu. Langsung telpon ke call center, baru bunyi tuuttt satu kali udah ada mbak-mbak yang nerima di seberang sana. Dengan ramah mbak tersebut memperkenalkan diri dan menyapa saya. Saya lalu menyampaikan maksud saya dan Mandala memberikan solusi untuk mengubah jadwal saya menjadi yang lebih pagi yaitu dengan RI-279 jam 07.45. Oke lah nggak apa-apa meskipun saya bakal menghabiskan waktu transit selama sekitar 7 jam di Jakarta.

Kesan pertama saya berhubungan dengan call center Mandala, cukup cekatan, ramah, informatif, dan efektif dalam menghadapi masalah penumpang. Nggak kayak maskapai XXXX dan YYYY yang juga sesama LCC tapi susah banget dihubungi call centernya. Nggak salah kalau Mandala mendapatkan award Best Call Center dari Majalah Angkasa untuk tahun 2009.

Flight Detail:
Date: August 04, 2010
Airline: Mandala Airlines
Flight No: RI-279
Route: Surabaya (SUB)-Jakarta (CGK)
Departure Time: 07.45 (scheduled), 07.51 (actual)
Arrival Time: 09.00 (scheduled), 09.15 (actual)
Aircraft: Airbus A320-232
Registration: PK-RMK
Class: Economy
Seat: 18A
Site: http://www.mandalaair.com/

Pada hari keberangkatan saya sudah tiba di Bandara Juanda 1,5 jam sebelum jadwal. Bandara Juanda seperti biasanya di pagi hari sangat crowded, sudah layaknya pasar. Antrian untuk masuk ke check in counter lumayan panjang. Meskipun begitu saat check in sangat lancar tanpa antrian karena check in counter Mandala masih sepi. Hal berbeda terjadi di check in counter Lion Air, yang antriannya mengular.

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Setelah urusan check in selesai saya menuju ruang tunggu yang ada di lantai dua. Sebelum masuk ke gate saya sempat mengambil beberapa foto pesawat yang ada di apron. Saat jam menunjukkan waktu boarding saya baru masuk ke gate 6 dimana penumpang Mandala menunggu. Dari gate 6 ini juga terlihat pesawat-pesawat yang lalu lalang untuk take off dan landing.

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Pukul 07.30 proses boarding dimulai. Karena pesawat parkir agak jauh dari ruang tunggu, jadi para penumpang naik bus terlebih dahulu untuk menuju ke pesawat. Sewaktu di bus saya mengambil beberapa foto pesawat yang ada di apron, saat itu ada bapak-bapak di sebelah saya yang menyapa, ternyata beliau juga anggota Indoflyer.

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Ternyata pesawat yang akan saya naiki lagi-lagi adalah Airbus A320 dengan registrasi PK-RMK. Padahal saya berharap bisa menaiki kembali Airbus A319 yang terakhir saya naiki 2 tahun yang lalu. Pesawat ini juga masih bersaudara dengan PK-RML yang saya naiki dari Jakarta ke Jogja beberapa waktu yang lalu karena sama-sama bekas dari Air Deccan India.

Tapi ada hal yang aneh di pesawat ini. Keanehan tersebut adalah font tulisan Mandala yang ada di badan pesawat tidak sama dengan font yang ada di badan pesawat Mandala yang lain. Di pesawat ini font-nya lebih kecil, akan terlihat tidak cocok di badan pesawat A320 yang besar ini. Heran.. Bagaimana bisa maskapai sekelas Mandala melakukan kesalahan dalam pengecetan ini, padahal livery ini adalah sebagai brand image mereka. Apa bengkel tempat ngecatnya beda ya? Hehe..

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Proses boarding berjalan dengan lancar dan sangat cepat. Seperti biasanya saya mendapatkan window seat. Setelah semua komplit, pintu pesawat ditutup lalu pesawat push back dan bersiap taxi menuju runway 10 Bandara Juanda.

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Saat sudah sampai di ujung runway 10, pesawat yang saya naiki harus mengantri terlebih dahulu untuk take off. Saat itu ada dua pesawat Batavia yang take off dan landing terlebih dahulu. Setelah pesawat Batavia landing barulah giliran Mandala 279 untuk take off. Sementara itu di belakang Mandala 279 terdapat Merpati Nusantara Boeing 737-300 PK-MDG yang akan menuju ke Denpasar. Pesawat tersebut juga yang membawa saya ke Denpasar beberapa waktu yang lalu.

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Take off berlangsung mulus. Bergitu airborne dan roda pesawat sudah dinaikkan, pesawat belok ke kiri lewat di atas Bandara Juanda. Saya sebenernya ingin mengabadikan foto Bandara Juanda dari atas tapi sayangnya kabut pagi itu cukup tebal sehingga kamera saya tidak mampu menangkapnya.

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Setelah seat belt sign off saya membaca-baca majalah yang ada di seat pocket Mandala. Inflight menu yang ada juga sudah ganti, sekarang menjadi FLIGHT bites. Di kursi setiap penumpang juga terdapat iklan rute internasional terbaru Mandala yaitu Singapore, Hongkong, dan Macau. Hayo siapa yang udah pernah nyobain rute-rute baru Mandala tersebut? Sharing dong buat yang udah pernah, pengen tau gimana pelayanan Mandala untuk rute internasional.

Oh ya, dalam penerbangan ini kalau nggak salah terdapat 5 atau 6 pramugari. Padahal untuk pesawat A320, 4 orang pramugari saja cukup. Saya baru tau ternyata beberapa orang dari pramugari tersebut sedang training. Terlihat gaya bicara mereka saat melakukan announcement masih sangat kaku dan sering keliru. Bahasa Inggris mereka juga masih berantakan. Mereka ini dalam melakukan announcement bergantian antara pramugari yang satu dengan yang lainnya. Saya sih maklum saja kalau mereka masih kaku karena ya memang sedang belajar.

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Karena masih ngantuk berat saya pun tertidur. Saya baru terbangun saat deru mesin pesawat sudah mulai melemah. Ternyata saat itu pesawat sudah final approach dan berada di atas Ancol. Tidak lama kemudian pesawat landing dengan mulus di runway 25L.

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Saya baru nyadar, lho kok landingnya di 25L/07R ya? Biasanya kan Mandala landingnya di runway 25R/07L. Ah mungkin di runway 25R/07L lagi padet jadinya landing di 25L/07R begitu pikir saya. Dengan landing di runway 25L tersebut taxi menuju terminal 3 menjadi sangat jauh karena runway ini biasa digunakan oleh maskapai-maskapai yang ada di terminal 1. Tapi beruntungnya adalah pesawat melewati GMF, disana terdapat beberapa pesawat jumbo yang sudah tua, tidak digunakan lagi, dan mungkin saja sebentar lagi dihancurkan dan menjadi sendok atau panci. Nah saya berkesempatan untuk mengambil foto pesawat-pesawat tersebut sebelum dimusnahkan.

Terlihat tiga pesawat Boeing 747 dengan cat putih biru, saya nggak tau pesawat ini milik maskapai mana karena nggak terlihat registrasinya. Lalu di sebelahnya terdapat Boeing 747-200 milik Biman Bangladesh. Di ujung sendiri terdapat dua pesawat Douglas DC-10 milik Garuda Indonesia. Sementara itu di dalam hanggar GMF terlihat ekor Boeing 747 milik Orient Thai yang sedang diservis. Sedangkan di luar hanggar juga terlihat Boeing 747 milik Garuda yang sepertinya juga sedang melakukan perawatan.

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Masih di area GMF, di bagian lain juga terdapat beberapa pesawat Boeing 747 dan juga DC-10 dengan kondisi fisik yang sudah hancur. Mungkin sebentar lagi pesawat-pesawat tersebut juga akan dimusnahkan. Terlihat pula beberapa Boeing 747 milik Saudi Arabian Airlines yang sudah menjadi rongsokan. Hello?? Kok Bandara Soekarno-Hatta malah menjadi tempat pembuangan rongsokan pesawat gini ya?

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Benar saja pesawat melakukan taxi cukup jauh melintasi sebuah jembatan yang menghubungkan antara terminal 1 dengan terminal 2 & 3. Pesawat juga melewati hanggar Batavia Air yag berisi pesawat-pesawat yang masih digunakan Batavia maupun yang sudah menjadi rongsokkan.

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Setelah melewati terminal 2 sampailah pesawat yang saya naiki di terminal 3. Pesawat tiba di terminal 3 15 menit terlambat dari jadwal karena proses taxi yang cukup jauh. Setelah pintu pesawat dibuka saya turun melalui pintu belakang. Di ujung apron terminal 3 terlihat Boeing 747-400 Lion Air. Nggak tau kenapa pesawat ini kok jarang banget terbang. Ada yang tau load factor Lion Air untuk rute ke Jeddah? Apa sepi penumpang ya?

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Akhirnya.. Selamat datang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, terminal yang bersih dan nyaman. Karena tidak membawa bagasi jadi saya langsung menuju pintu keluar. Saya mampir dulu untuk sarapan di J.CO sambil nongkrong, lagi pula saya tidak terburu-buru karena penerbangan saya ke Lampung dengan Sriwijaya masih 7 jam lagi.

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Meskipun terjadi masalah karena perubahan schedule dalam penerbangan saya dengan Mandala kali ini, tapi saya tetep puas terbang dengan Mandala karena cara mereka melayani penumpang sangat baik meskipun tiket yang saya beli adalah tiket promo yang harganya cuma 100ribu. Yang saya tau dua pesawat A320 Mandala dipulangkan ke lessor. Akibatnya Mandala kekurangan armada, beberapa rute penerbangan Mandala ditutup untuk sementara, beberapa rute lain juga dikurangi frekuensinya. Dan sudah bisa diduga, jadwal penerbangan saya juga kena imbasnya. Mudah-mudahan krisis yang dialami Mandala segera teratasi sehingga bisa bersaing dengan maskapai lainnya.


18 komentar:

  1. keren ceritanya mas...smoga mandala cepat2 dapat pesawat baru ya!!

    BalasHapus
  2. terimakasih.. saya berharap juga begitu..

    BalasHapus
  3. Liondy Wijanarko27 Agustus, 2010 16:27

    salut... buat pak Tri Setyo Wijanarko atas kepercayaan nya terhadap mandala air.. semoga masih terus menggunakan jasa mandalaair..

    BalasHapus
  4. terimakasih pak, untuk saat ini memang mandala masih menjadi pilihan utama saya. bukan karena masalah harga, tapi dari sisi safety mandala sangat bisa diandalkan. semoga mandala terus berkembang baik di rute domestik maupun internasional..

    BalasHapus
  5. lam kenal mas,,ekehmo tanya nih!!!dah pernah coba bli barang/souvenir yg ada di mandala shop blm??bs ga ya kt pesan liwat internet tyuz barangnya dikasihkan waktu kt terbang,,he,,he

    BalasHapus
  6. beli barang sih udah pernah, waktu itu beli T-Shirt doang.. kalo pesen lewat internet trus ngasihnya waktu terbang sih sepertinya nggak bisa, kalo lewat internet ya langsung dikirim ke alamat. beli sewaktu terbang juga banyak kok pilihannya, meskipun mungkin nggak sebanyak di internet..

    BalasHapus
  7. wuih trip pulkamnya detil banget yah...ampe no reg pesawat di belakang aja tau segala waktu antri mo take off di juanda...hmmm sayang beauty of indonesia dari langit (landmark /panorama pics)kok ga di shot ya..gara2 ketiduran ya..

    pesawat yang parkir di dekat GMF itu 3 Boeing 747 = NCA Nippon Cargo Airlines series 747-200F kalau di lihat dari siluet warna yang nempel di body meskipun tulisan di fuselage nya udah di hapus, Boeing 747 Biman Bangladesh, & Douglas DC-10 Garuda Indonesia

    BalasHapus
  8. bukan nggak di-shot mas pemandangan dari atas, tapi karena waktu itu yang ada cuma awan semua jadi mending tidur. hehe

    oh ya, saya baru inget kalau B747 itu punya NCA, terimakasih atas infonya..

    BalasHapus
  9. B747 200 nya NCA itu kan punyanya Jepang karena sama kayak ANA

    BalasHapus
  10. mungkin karena sudah ngantuk berat...kelupaan motret pitch ya mas...hehehe.... soalnya sy lagi butuh info ttg pitch, terutama yg lcc.

    BalasHapus
  11. sebenernya motret tapi memang sengaja nggak saya upload karena saya sudah cukup sering naik mandala dan sudah pernah beberapa kali saya tampilkan seat pitchnya.. untuk mandala sih seat pitchnya lumayan kok, sama dengan airasia karena kapasitas pesawatnya juga sama 180 pax (A320). yang jelas sih jauh lebih baik daripada lion.. :D

    BalasHapus
  12. sebenernya motret tapi memang sengaja nggak saya upload karena saya sudah cukup sering naik mandala dan sudah pernah beberapa kali saya tampilkan seat pitchnya.. untuk mandala sih seat pitchnya lumayan kok, sama dengan airasia karena kapasitas pesawatnya juga sama 180 pax (A320). yang jelas sih jauh lebih baik daripada lion.. :D

    BalasHapus
  13. lam kenal mas,,ekehmo tanya nih!!!dah pernah coba bli barang/souvenir yg ada di mandala shop blm??bs ga ya kt pesan liwat internet tyuz barangnya dikasihkan waktu kt terbang,,he,,he

    BalasHapus
  14. wuih trip pulkamnya detil banget yah...ampe no reg pesawat di belakang aja tau segala waktu antri mo take off di juanda...hmmm sayang beauty of indonesia dari langit (landmark /panorama pics)kok ga di shot ya..gara2 ketiduran ya..

    pesawat yang parkir di dekat GMF itu 3 Boeing 747 = NCA Nippon Cargo Airlines series 747-200F kalau di lihat dari siluet warna yang nempel di body meskipun tulisan di fuselage nya udah di hapus, Boeing 747 Biman Bangladesh, & Douglas DC-10 Garuda Indonesia

    BalasHapus
  15. B747 200 nya NCA itu kan punyanya Jepang karena sama kayak ANA

    BalasHapus
  16. kapan kih PK-RMN mabur maneh bozz???hahahah

    BalasHapus
  17.  kapan-kapan boss.. jare sih awal april.. :)

    BalasHapus