31 Juli 2010

Menikmati Keindahan Candi Sari

Candi Sari

Setelah makan Rujak Es Krim saya melanjutkan jalan-jalan keliling Jogja. Saya menuju sebuah candi yang berada di Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan yaitu Candi Sari. Rasanya tidak sulit untuk menemukan Candi Sari meskipun lokasinya agak masuk ke dalam. Kalau dari arah kota tinggal menuju ke arah Prambanan, nanti sebelum sampai di Prambanan yaitu di samping Rumah Makan Ayam Bakar Kalasan Mbok Berek ada gang kecil ke arah utara. Tepat di gang tersebut juga terdapat sebuah petunjuk arah menuju Candi Sari meskipun ukurannya kecil. Tinggal mengikuti gang tersebut sejauh 200 meter saja sudah sampai di Candi Sari.

Sesampainya di lokasi candi saya langsung menuju pos jaga. Pengunjung yang datang ke Candi Sari dikenai biaya retribusi sebesar 2.000 saja. Karena tidak ada pemandu (hanya petugas jaga saja) jadi saya langsung saja mengelilingi candi seorang diri.

Candi Sari merupakan candi yang bercorak agama Budha. Bangunan candi menghadap ke arah timur dengan bentuk persegi empat berukuran panjang 17 meter, lebar 10 meter, dan tinggi 17 meter. Karena candi menghadap ke timur, pintu masuknya juga berada di sisi timur.

Saat saya masuk ternyata di dalam candi terdapat 3 buah ruangan. Satu ruangan berada tepat di depan pintu masuk dan dua ruangan lainnya berada di sisi kanan dan kirinya. Pada ketiga ruangan tersebut terdapat relung-relung yang kosong. Saya tidak tahu fungsinya untuk apa, tapi kemungkinan sih untuk meletakkan arca Budha yang sekarang sudah menghilang. Adanya pembagian ruangan ini menunjukkan kalau dahulunya Candi Sari digunakan sebagai wihara (asrama pendeta).

Candi Sari

Pada dinding luar candi dipahatkan relief-relief Bodhisatwa yang berjumlah 38 buah dengan masing-masing 8 buah di sisi timur, 8 di sisi utara, 8 di sisi selatan, dan 14 di sisi barat. Lalu pada sisi kanan dan kiri masing-masing jendela dipahatkan makhluk kayangan yang berbentuk kinara dan kinari yaitu makhluk berbentuk burung dengan kepala manusia.

Pada atap candi terdapat 9 buah stupa yang masing-masing membentuk 3 deret terletak tepat di atas ruangan candi. Di dekat stupa-stupa tersebut juga terdapat hiasan yang berupa Kalamakara. Sedangkan di sisi luar sebelah timur candi terdapat banyak batuan candi yang tidak dapat disusun kembali.

Candi Sari

Candi Sari berarti candi yang indah, tapi sayangnya saya hanya seorang diri saja menikmati keindahan Candi Sari siang itu. Kompleks candi ini cukup sepi pengunjung, tidak seperti Candi Prambanan yang selalu ramai. Kondisi kompleks Candi Sari menurut saya juga cukup memprihatinkan, terlihat seadanya dan kurang terawat. Padahal seharusnya candi ini bisa menjadi potensi wisata alternatif selain dari Candi Prambanan dan Ratu Boko karena lokasinya juga cukup berdekatan dengan kedua candi tersebut.

Siang itu beberapa anak yang rumahnya berada di sekitar area candi sedang asyik bermain di dalam candi. Berteriak-teriak, berlarian, memanjat jendela, bahkan dinding candi. Saya hanya tersenyum melihat ulah mereka, masih benar-benar polos. Mungkin mereka belum tahu betapa berharganya warisan budaya yang sedang menjadi tempat bermain mereka ini.

Candi Sari


6 komentar:

  1. Wah...jangankan anak kecil, orang dewasa saja banyak koq yang manjat dinding candi, nempel2 ke stupa, pegang ini itu, pokoknya biar ngeksis dan biar bisa pajang foto di pesbuk dech! hahaha. sebel ngeliatnya kalau sampe begitu. Apa yang mereka lakukan berlebihan, maksudnya, kalau mau eksis di Borobudur atau Prambanan, nggak usah sampai sebegitunya donk. DI Prambanan atau Borobudur yang ruame saja mereka nekad begitu, gimana candi yang sepi seperti Candi Sari ini yach...hmmm....Kadang-kadang, di candi yang sepi gini, kerap dijadikan tempat kekasih pacaran juga loch. nggak takut kualat yah pacaran di Candi? hiyyyyy.

    soal patung-patung yang hilang itu, kayaknya lumrah sekali yah arca di dalam candi umumnya hilang setelah ratusan (bahkan satu milenium) lamanya :(

    BalasHapus
  2. bwahahahhaha,, persis!! saat saya ke candi ijo beberapa waktu yang lalu yang tempatnya cukup tersembunyi ada sepasang muda-mudi anak sma yang pacaran di dalem candi. saat itu hujan sangat deras saat saya datang, lalu saya berteduh di pos jaga sambil ngobrol dengan petugas. petugas tersebut aja heran ujan deras gini kok mereka nggak turun, malah asyik2an di dalem candi. haha..

    lalu kemaren waktu saya ke candi banyunibo juga begitu, saat saya dateng ternyata ada dua orang abg yang lagi pacaran di dalem candi. saat saya berjalan menuju candi mereka pun keluar dan pergi nggak tau kemana. :D

    heran juga saya kenapa mereka malah nekat pacaran di dalem candi..

    BalasHapus
  3. karena sepi barangkali? hahaha....biasanya sich gt, begitu saya datang mendekat, langsung dech mereka kabur, merasa terusik. hahahaha.... kayak nggak ada tempat pacaran laen aja. Bahkan, ada tuh yang ketika saya berjalan mendekat, mereka sengaja berdehem, menimbulkan suara gaduh, seakan2 ingin memberitahukan bahwa ada orang disana dan jangan mendekat, mereka tidak ingin diganggu. saya sama teman saya cengengesan aja jadinya. hahaha

    BalasHapus