24 Agustus 2010

Inilah Potret Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Setelah urusan tiket AirAsia saya selesai, saya masih harus lontang-lantung selama 7 jam di Bandara Soekarno-Hatta. Saya memutuskan untuk menuju terminal 1 saja dengan naik shuttle bus yang disediakan gratis oleh PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Soekarno-Hatta.

Saya tidak turun di terminal 1B (terminal Sriwijaya), tapi turun di terminal 1A yang menjadi terminal untuk maskapai Lion Air & Wings Air karena saya ingin makan dulu di Red Corner yang ada di area kedatangan terminal 1A tersebut. Sampai di terminal 1A sudah bisa diduga, terminal ini seperti layaknya terminal bus (atau pasar ya?). Antrian para penumpang yang akan masuk ke area check in saja sudah mengular panjang sekali. Sudah pasti terminal ini menjadi sangat tidak nyaman untuk penumpang. Di area kedatangan terminal 1A juga sama saja, penjemput dengan yang dijemput sama banyaknya. Oh no!! Padahal ini kan bukan high season ataupun peak season, nggak bisa ngebayangin suasananya kalo peak season saat menjelang lebaran nanti seperti apa.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Di terminal 1B yang menjadi terminal untuk Batavia Air dan Sriwijaya Air kondisinya juga serupa meskipun tidak separah di terminal 1A. Sedangkan di terminal 1C suasananya relatif sepi karena yang menghuni terminal 1C adalah maskapai-maskapai yang frekuensi terbangnya dari Jakarta cukup sedikit. Untuk terminal 2 saya rasa meskipun penumpangnya juga banyak tapi nggak terlihat kacau balau seperti di terminal 1 ini.

Dari segi desain, terminal 1 dan 2 memang unik karena berarsitektur joglo. Mungkin tidak ada bandara lain di dunia yang memiliki desain khas seperti Bandara Soekarno-Hatta terminal 1 dan 2. Sayangnya pencahayaan di dalam ruangan terminal 1 dan 2 itu sangat kurang. Bandara terkesan gelap dan angker. Jangan lupakan juga, toilet yang ada di kedua terminal ini becek dan terkesan jorok.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Masih kurang? Di terminal 1 & 2 banyak taksi gelap dan tukang ojek berkeliaran. Para calo juga banyak berseliweran menawarkan tiket kepada calon penumpang. Saat saya makan di Red Corner, ada juga tuh orang yang minta sumbangan yang nggak jelas dari yayasan mana. Jeda beberapa menit dateng lagi bapak-bapak yang nawarin parfum sama ballpoint.

Para penumpangnya pun nggak kalah gokil, saat saya naik ke waving gallery terminal 1A banyak penumpang yang tiduran di tangga. Ada satu lagi yang lebih lucu, di waving gallery itu terdapat scanner barang yang sudah rusak sepertinya, eh malah dipake buat tiduran juga. Oh my God!! Saya lagi di bandara atau terminal bus ya? *geleng-geleng kepala*

Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Hal yang jauh berbeda terjadi di terminal 3. Terminal ini baru diresmikan kurang dari 1,5 tahun yang lalu dan hanya ditempati oleh Mandala Airlines dan Indonesia AirAsia. Dengan desain yang cukup sederhana dengan bentuk hanya memanjang seperti lontong raksasa tapi terlihat lebih modern. Pencahayaannya juga sangat baik sehingga ruangan terlihat sangat cerah. Lantai selalu terlihat kinclong, toilet selalu bersih dan kering, security check yang lebih baik, tidak ada calo yang berkeliaran, dan yang pasti penumpangnya nggak membludak seperti yang ada di terminal 1. Yang cukup bikin betah, di terminal 3 terdapat shopping arcade yang bagus dan tempat nongkrong seperti cafe-cafe yang nyaman. Menurut saya terminal 3 ini adalah terminal yang paling ideal yang ada di Bandara Soekarno-Hatta.

Meskipun terminal 3 sudah tergolong ideal, tapi ya masih tetep ada buruknya. Ketika saya keluar dari terminal 3, di depan terminal udah banyak tuh taksi-taksi gelap dan tukang ojek yang berkeliaran menawarkan jasanya. Bahkan saya mau ke terminal 1 saja ditawarin buat ngojek padahal kan sudah ada shuttle bus gratis dari pihak bandara. Si tukang ojeg ngelesnya nggak ada kendaraan lain untuk ke terminal 1. Dikiranya saya nggak tau kalo ada shuttle bus, padahal kan hampir setiap dua bulan sekali saya ke Jakarta.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Ya mudah-mudahan sih PT Angkasa Pura II sebagai pengelola cepat berbenah terutama untuk mengatasi membludaknya penumpang di Bandara Soekarno-Hatta. Syukur-syukur fasilitas untuk penumpang juga diperbaiki karena penumpang bayar airport tax di Bandara Soekarno-Hatta nggak murah, malah yang paling mahal di antara bandara-bandara lain di Indonesia. Dan yang pasti jangan sampai bikin malu lagi seperti mati lampu yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Ini pintu gerbang utama negara Indonesia bung!!


12 komentar:

  1. ahahahaha...Welkom To Jakarta :D

    iya nih, SOetta sudah sangat sangat sangat tidak layak dijadikan bandara. Jakarta dan wilayah sekitar butuh terminal atau mungkin bandara baru yang bisa menampung penumpang lebih banyak lagi, lebih nyaman, lebih bersih, lebih terkelola, lebih aman, dan juga aksesnya gampang (damri, kereta, angkutan umum, dll)

    Desain yang berat-berat itu nggak perlu deh. ongkos perawatannya besar dan banyak. bikin bandara baru yang 'light' aja dari segi desain maupun harga. WC dibenahi, penumpang yang ajaib dan aneh aneh dan calo juga diurusi. penduduk sekitar nggak bisa seenaknya main-main, masuk atau bahkan main layang2 di dekat runway....hahaha

    tapi....pembangunan bandara baru kayaknya nggak bisa di tempat bandara lama yah. mau dialihkan kemana semua penumpang itu kalau bandaranya direnovasi total?

    Saat saya makan di Red Corner, ada juga tuh orang yang minta sumbangan yang nggak jelas dari yayasan mana. Jeda beberapa menit dateng lagi bapak-bapak yang nawarin parfum sama ballpoint. -> cuma bisa elus elus dada dan ketawa ketawa aja deh...hahahahaha. Bandara, jlas menjadi sumber penghidupan bagi wong uakeh :D termasuk porter resmi, porter liar, taksi resmi, taksi gelap, ojek liar, pencopet, tukang minta-minta, calo, dan buanyaaaakkkkkk :D

    soal ojek, ini kayaknya ciri khas Bandara di Indonesia deh. hampir di tiap bandara pasti selalu ada fasilitas ojek. hihihihi. Sayangnya, kadang-kadang mereka nggak jujur. Mereka kerap berohong tentang layanan angkutan biar penumpang menggunakan jasa mereka. Padahal, kalau kayak saya, saya lebih suka menggunakan angkutan umum tuh. selain praktis, serunya beda dibanding ojek. kecuali waktunya mepet kali yach. hehehe

    Ada baiknya, pas lebaran nanti sich tidak nekad bepergian ke bandara. belajar dari tahun-tahun sebelumnya, saya sudah bisa membayangkan keruwetan dan keramaian di bandara nantinya seperti apa. >.<

    two thumbs up untuk bapak yang tidur di mesin scanner X Ray itu. Lagi ngebayangin, gimana kalau ada orang iseng yang menyalakan mesin tersebut yah. hahaha....ga usah foto rontgen atau CT Scan atau MRI lagi deh. udah tersedia...weekekekek

    BalasHapus
  2. kalau menurut saya sih nggak perlu bandara baru, cukup lanjutkan pembangunan terminal 3 pier 2 dan seterusnya (rencananya semula bakal ada 5 pier). atau kalau memungkinkan membuat terminal 4 dan 5, biar dah itu terminal 1 dipake sama lion semua buat nampung 178 Boeing 737-900ER nya (yang baru dateng 30-an pesawat).

    yupzz kalo ada pembangunan terminal baru memang nggak perlu desain yang berat2. cukup seperti terminal 3 yang ada sekarang ini, desain simpel, pencahayaan oke, ruang tunggu nyaman dan selalu bersih.

    untuk renovasi sih sekarang terminal 1C sudah lebih baik. terminal menjadi lebih terang, shopping arcade bahkan lebih bagus daripada terminal 3, sistem pengamanan seperti di terminal 3 juga sudah diterapkan di terminal 1C. secara bertahap batavia akan pindah kesini. mungkin renovasi berikutnya akan dilakukan di terminal 2 biar terlihat lebih fresh.

    untuk bapak yang tidur di scanner x-ray itu kira2 ada logam nggak ya di badannya kalau mesin scanner dihidupkan? wekekekekeke....

    yang saya heran sih cuma satu, pengelola soetta baik terminal 1, 2, dan 3 kan sama2 PT AP II tapi kok kelihatan jomplang antara pelayanan di terminal 1 & 2 dengan di terminal 3. apa nggak bisa ya segala kebaikan yang sudah ada di terminal 3 itu diterapkan juga di terminal 1 & 2?..

    BalasHapus
  3. Di sini Memang banyak yang kacau di T1A Karena banyak yang naik lion air soalnya murah kalo Di T2 meskipun banyak penumpang tetapi ngak banyak yang kacau.

    BalasHapus
  4. bener nadiv, ya mungkin ini juga merupakan efek semakin murahnya jasa penerbangan..

    BalasHapus
  5. mungkin karena bandaranya beda, maka pelayanannya beda. ternyata, kondisi lingkungan kerja yang baik dan rapih dan tidak terawat bisa mempengaruhi mood kerja. hihihi...siapa tahu? :p

    BalasHapus
  6. Semakin hari jasa transportasi di indonesia semakin banyak dan bersaing, semoga semakin murah..

    BalasHapus
  7. kalau menurut saya sih nggak perlu bandara baru, cukup lanjutkan pembangunan terminal 3 pier 2 dan seterusnya (rencananya semula bakal ada 5 pier). atau kalau memungkinkan membuat terminal 4 dan 5, biar dah itu terminal 1 dipake sama lion semua buat nampung 178 Boeing 737-900ER nya (yang baru dateng 30-an pesawat).

    yupzz kalo ada pembangunan terminal baru memang nggak perlu desain yang berat2. cukup seperti terminal 3 yang ada sekarang ini, desain simpel, pencahayaan oke, ruang tunggu nyaman dan selalu bersih.

    untuk renovasi sih sekarang terminal 1C sudah lebih baik. terminal menjadi lebih terang, shopping arcade bahkan lebih bagus daripada terminal 3, sistem pengamanan seperti di terminal 3 juga sudah diterapkan di terminal 1C. secara bertahap batavia akan pindah kesini. mungkin renovasi berikutnya akan dilakukan di terminal 2 biar terlihat lebih fresh.

    untuk bapak yang tidur di scanner x-ray itu kira2 ada logam nggak ya di badannya kalau mesin scanner dihidupkan? wekekekekeke....

    yang saya heran sih cuma satu, pengelola soetta baik terminal 1, 2, dan 3 kan sama2 PT AP II tapi kok kelihatan jomplang antara pelayanan di terminal 1 & 2 dengan di terminal 3. apa nggak bisa ya segala kebaikan yang sudah ada di terminal 3 itu diterapkan juga di terminal 1 & 2?..

    BalasHapus
  8. ahahahaha...Welkom To Jakarta :D

    iya nih, SOetta sudah sangat sangat sangat tidak layak dijadikan bandara. Jakarta dan wilayah sekitar butuh terminal atau mungkin bandara baru yang bisa menampung penumpang lebih banyak lagi, lebih nyaman, lebih bersih, lebih terkelola, lebih aman, dan juga aksesnya gampang (damri, kereta, angkutan umum, dll)

    Desain yang berat-berat itu nggak perlu deh. ongkos perawatannya besar dan banyak. bikin bandara baru yang 'light' aja dari segi desain maupun harga. WC dibenahi, penumpang yang ajaib dan aneh aneh dan calo juga diurusi. penduduk sekitar nggak bisa seenaknya main-main, masuk atau bahkan main layang2 di dekat runway....hahaha

    tapi....pembangunan bandara baru kayaknya nggak bisa di tempat bandara lama yah. mau dialihkan kemana semua penumpang itu kalau bandaranya direnovasi total?

    Saat saya makan di Red Corner, ada juga tuh orang yang minta sumbangan yang nggak jelas dari yayasan mana. Jeda beberapa menit dateng lagi bapak-bapak yang nawarin parfum sama ballpoint. -> cuma bisa elus elus dada dan ketawa ketawa aja deh...hahahahaha. Bandara, jlas menjadi sumber penghidupan bagi wong uakeh :D termasuk porter resmi, porter liar, taksi resmi, taksi gelap, ojek liar, pencopet, tukang minta-minta, calo, dan buanyaaaakkkkkk :D

    soal ojek, ini kayaknya ciri khas Bandara di Indonesia deh. hampir di tiap bandara pasti selalu ada fasilitas ojek. hihihihi. Sayangnya, kadang-kadang mereka nggak jujur. Mereka kerap berohong tentang layanan angkutan biar penumpang menggunakan jasa mereka. Padahal, kalau kayak saya, saya lebih suka menggunakan angkutan umum tuh. selain praktis, serunya beda dibanding ojek. kecuali waktunya mepet kali yach. hehehe

    Ada baiknya, pas lebaran nanti sich tidak nekad bepergian ke bandara. belajar dari tahun-tahun sebelumnya, saya sudah bisa membayangkan keruwetan dan keramaian di bandara nantinya seperti apa. >.<

    two thumbs up untuk bapak yang tidur di mesin scanner X Ray itu. Lagi ngebayangin, gimana kalau ada orang iseng yang menyalakan mesin tersebut yah. hahaha....ga usah foto rontgen atau CT Scan atau MRI lagi deh. udah tersedia...weekekekek

    BalasHapus
  9. numpang tanya pak, kalo dari terminal 3 ke terminal 1 pake shuttle bus berapa menit ya? thanks....

    BalasHapus
  10. mas,mau nanya..kalo waving gallery di terminal 1A itu dimana nya ya mas?disitu tempat apaan ya mas?thanks..(sorry kalo banyak nanya..) :) :D

    BalasHapus
  11. tepat di atas terminal 1A. dekat dengan pintu masuk terminal ada tangga. naik aja dari sana..

    BalasHapus