2 Agustus 2010

Kawasan Nol Kilometer Yang Jogja Banget

Nol Kilometer Jogja

Setelah pulang dari jalan-jalan seharian saya malah ketiduran, lupa kalau ada janji dengan teman-teman saya untuk bertemu di Monumen Serangan Umum 1 Maret. Kagetnya saya baru bangun jam 9 malam. Wah udah terlalu malam, saya telpon teman saya ternyata masih ada di Kawasan Nol Kilometer Jogja tersebut. Langsung deh keluarin motor dan meluncur kesana dan setengah jam kemudian saya sudah sampai.

Wow!! Kawasan Nol Kilometer Jogja yang berada tepat di depan Kantor Pos Besar masih seperti dulu, selalu ramai. Jadi teringat kalau dulu saya cukup sering nongkrong disini. Gedung-gedung tua peninggalan kolonial masih berdiri dengan kokoh. Gedung tersebut antara lain Kantor Pos Besar, gedung Bank Indonesia, dan gedung Bank BNI. Gedung-gedung cantik ini tidak luput menjadi objek para penggemar fotografi.

Nol Kilometer Jogja

Tukang becak masih banyak yang mangkal berjejer sepanjang jalan di depan Kantor Pos, menawarkan jasanya kepada para wisatawan yang berkunjung ke Jogja dengan ramah. Pedagang asongan tidak lelahnya berkeliling menawarkan dagangannya. Para pengamen juga tidak henti-hentinya bernyanyi dan memainkan alat musiknya. Yang saya suka pengamen disini sangat menghibur karena tidak sekedar mengamen ecek-ecek dikasih duit langsung pergi, tapi mereka akan pergi kalau satu lagu yang mereka mainkan sudah selesai. Bahkan kita bisa request lagu favorit kita untuk dinyanyikan, dan mereka akan dengan senang hati menyanyikannya. Kalau sedang beruntung kita juga dapat menyaksikan pameran seniman-seniman dari Jogja seperti patung atau seni yang lain. Yang saya rasakan, ya inilah Jogja!. Jadi inget lagunya Kla Project yang berjudul Yogyakarta. Hehehe..

Nol Kilometer Jogja

Yang membuat ramai tempat ini tentu saja karena tempat ini menghubungkan Jalan Malioboro sampai dengan Keraton Jogja yang menjadi pusat wisata Jogja. Tempat duduk yang banyak dan nyaman semakin membuat betah pengunjung untuk berlama-lama nongkrong disini. Terlihat mereka saling bercengkerama dengan pasangan, teman-teman, ataupun keluarga. Hal itu pula yang saya alami malam itu bersama teman-teman saya. Kami asyik ngobrol sampai dengan jam 1 dini hari. Saya lupa kalau keesokan harinya saya mau pulang ke Surabaya. Saya harus segera pulang agar tidak bangun kesiangan karena saya tidak mau tertinggal kereta besok pagi....

Nol Kilometer Jogja


5 komentar:

  1. cantik yah 0 kilometer pada malam hari :D anyway, itu yang bulat bulat setengah lingkaran tuh apa? jangan2 tutup roda becak yah?

    BalasHapus
  2. @segalanyasempurna: bener banget mbak..

    @Lomar Dasika: bener banget itu tutup roda becak dengan berbagai lukisan yang bagus-bagus dan unik, orang Jogja emang suka aneh2 ya. hehe

    BalasHapus
  3. hehehe...aneh2nya dalam pengertian bagus loch. kreatif. saya suka dech kalau ada produk2 yang tidak biasa seperti ini. :D

    BalasHapus