25 Agustus 2010

Kegiatan Selama Transit 7 Jam Di Jakarta

Bagi sebagian orang, transit merupakan hal yang membosankan. Apalagi jika waktu transitnya sangat lama seperti yang harus saya alami ini. Saya harus transit selama kurang lebih 7 jam di Jakarta. Menunggu selama 7 jam bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Padahal kalau jadwal penerbangan saya dengan Mandala sesuai seperti jadwal yang awal, saya hanya perlu menunggu penerbangan saya ke Lampung dengan Sriwijaya 3 jam saja.

Bagi yang mempunyai kartu kredit platinum dan sejenisnya mungkin bisa saja bersantai menghabiskan waktu di lounge dengan segala fasilitasnya yang banyak tersedia di bandara. Lha kalau saya boro-boro kartu kredit gold atau platinum, yang paling rendah aja nggak punya. Nah untuk membuang kejenuhan selama transit tersebut saya gunakan untuk spotting dari waving gallery. Kebetulan di sepanjang terminal 1 (lantai 2) terdapat waving gallery. Disana saya bisa menyaksikan traffic pesawat yang lalu-lalang di terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta ini.

Oke.. Yang pertama saya naik ke waving gallery yang ada di terminal 1A. Traffic pesawat di terminal ini nggak ada matinya, setiap beberapa menit terdapat pesawat yang take off dan landing. Boeing 737-900ER sangat mendominasi traffic di terminal 1A. Beberapa pesawat Boeing 737 Classic juga menghiasi terminal ini. Sayangnya saya tidak melihat pesawat favorit saya yaitu MD-90.

Lion Air Boeing 737-900ER PK-LGS
Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Lion Air Boeing 737-300 PK-LIU
Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Traffic di terminal 1B siang itu tidak seramai di terminal 1A. Hanya ada beberapa pesawat Batavia dan Sriwijaya yang bergantian datang dan pergi. Dari waving gallery terminal 1B ini saya juga melihat masih ramainya hilir mudik Boeing 737-900ER milik Lion Air.

Batavia Air Airbus A320-200 PK-YUC
Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Batavia Air Airbus A320 PK-YUC vs Lion Air Boeing 737-900ER
Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Batavia Air Airbus A319 PK-YVA
Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Lion Air Boeing 737-900ER
Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Boeing 737-400 PK-YVP dan Airbus A319 PK-YVA
Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Lion Air Boeing 737-900ER dan Wings Air MD-80
Bandara Internasional Soekarno-Hatta

TOP Air Boeing 737-200 dan Sriwijaya Air Boeing 737-300
Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Sriwijaya Air Boeing 737-300 PK-CKI "Kebaikan"
Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Boeing 737 Sriwijaya dan Batavia Air
Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Di terminal 1C adalah terminal yang suasananya paling sepi. Tidak terlihat adanya keramaian disini karena yang menempati terminal ini hanyalah Citilink dan maskapai lain yang frekuensi terbangnya dari Jakarta sangat sedikit. Mungkin dengan pindahnya Batavia ke terminal 1C nantinya akan memberikan kesan hidup pada terminal ini. Karena memang sepi jadi ya sangat jarang pesawat yang parkir di terminal ini. Waktu itu hanya terlihat Boeing 737 Citilink yang sepertinya sedang mengalami kerusakan. Tapi yang mengejutkan saya, di terminal 1C terparkir Airbus A330-200 milik Batavia yang jadwal regulernya adalah menuju Jeddah. Sepertinya pesawat ini juga sedang melakukan perawatan.

Batavia Air Airbus A330-200 PK-YVI
Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Mungkin bagi sebagian orang, hal yang saya lakukan ini tidak menyenangkan, tidak menghibur, dan lain-lain. Tapi bagi saya hal ini cukup membantu menghilangkan kebosanan saat transit. Daripada manyun duduk doang, ya mending spotting, makan, spotting lagi. Nggak terasa deh tuh menunggu saat transit. Hehehehe..


7 komentar:

  1. Saya baru pertama kali bertemu orang yang sangat tergila-gila dengan pesawat, sampai bisa menyebutkan seri-serinya, tipe-tipenya, kekhasan setiap pesawat dan lain sebagainya. Saya SALUT!!!! Mas Tri ini, dengan hanya sekilas melihat bentuk pesawatnya saja sudah bisa mendeskripsikan dengan detail pesawat tersebut milik maskapai apa, jenis apa, seri apa, mesinnya apa, terbitan tahun berapa, dan lain sebagainya. wuihhhh...mantap! :D Kalau saya mah, boro-boro bisa tahu mas. hahaha. ngebedain AirBus dan Boeing saja belum tentu saya bisa. hehehe. Mas Tri bahkan bisa mengetahui bedanya 737-200,737-300,737-400 dst. Saya cuma tahunya 737-900ER karena ujung sayangnya yang bengkok lancip ke atas. hehehe. Saya jadi ingat ada teman saya seorang designer yang dengan melihat satu jenis tas saja atau sepatu, bisa menyebutkan sepatu/tas tersebut keluaran rumah mode mana, produksi tahun berapa, berbahan dasar apa, musim apa dikeluarkannya, hanya dijual di wilayah mana saja. hehehehe. Tuhan memang maha BESAR yach mas. IA menciptakan masing-masing pribadi kita unik dan memiliki kelebihannya masing-masing.

    oh yah, saya baru tahu kalau di setiap moncong Sriwijaya, ada kata-kata unik seperti Kebaikan dan Megah seperti yang Mas Tri ceritakan. Mungkin karena saya nggak pernah naik Sriwijaya, makanya saya nggak pernah memperhatikan. Kalau saya boleh tahu, ada kaitan dengan hal tertentukah ini?

    BalasHapus
  2. bisa karena biasa mas.. sering liat, sering memperhatikan, dan sering naik jadinya gampang hafal. hehe..

    dulu rata-rata maskapai menamai setiap pesawatnya. pesawat-pesawat garuda pun dulu diberi nama, tapi sekarang sudah tidak lagi. untuk maskapai di indonesia yang masih menamai pesawatnya salah satunya adalah sriwijaya dengan nama-nama seperti: agung, kebaikan, sheilla, cantik, lenggang, anugerah, megah, dan lain-lain. beberapa maskapai juga menamai pesawatnya dengan nama pulau atau daerah di indonesia..

    KLM sekarang ini juga masih menamai pesawatnya. misalnya di Boeing 747-400 KLM terdapat nama seperti "City of Jakarta" dan "Borobudur". mungkin untuk mengenang bahwa mereka dulu pernah ada disini. hehehe..

    BalasHapus
  3. Xixixixi mesake, transit lama banget.
    lain kali kalo transit lama gitu, mampir rumahku aja mas, gak jauh dari bandara soekarno-hatta,cengkareng.
    silahkan berkunjung :)

    BalasHapus
  4. hiyaa mbak, melas banget yo.. emang rumahnya di daerah mana mbak?

    BalasHapus
  5. Di Tangerang, dari bandara 15 menit sampe omahku..

    BalasHapus
  6. lha kalo di tangerang sih saya dulu juga hampir sebulan dua kali kesana.. kalo ke tangerang dari bandara kan enak lewat pintu M1 yang ke arah pergudangan itu.. sekarang M1 udah ketat ya katanya?

    BalasHapus
  7. Saya baru pertama kali bertemu orang yang sangat tergila-gila dengan pesawat, sampai bisa menyebutkan seri-serinya, tipe-tipenya, kekhasan setiap pesawat dan lain sebagainya. Saya SALUT!!!! Mas Tri ini, dengan hanya sekilas melihat bentuk pesawatnya saja sudah bisa mendeskripsikan dengan detail pesawat tersebut milik maskapai apa, jenis apa, seri apa, mesinnya apa, terbitan tahun berapa, dan lain sebagainya. wuihhhh...mantap! :D Kalau saya mah, boro-boro bisa tahu mas. hahaha. ngebedain AirBus dan Boeing saja belum tentu saya bisa. hehehe. Mas Tri bahkan bisa mengetahui bedanya 737-200,737-300,737-400 dst. Saya cuma tahunya 737-900ER karena ujung sayangnya yang bengkok lancip ke atas. hehehe. Saya jadi ingat ada teman saya seorang designer yang dengan melihat satu jenis tas saja atau sepatu, bisa menyebutkan sepatu/tas tersebut keluaran rumah mode mana, produksi tahun berapa, berbahan dasar apa, musim apa dikeluarkannya, hanya dijual di wilayah mana saja. hehehehe. Tuhan memang maha BESAR yach mas. IA menciptakan masing-masing pribadi kita unik dan memiliki kelebihannya masing-masing.

    oh yah, saya baru tahu kalau di setiap moncong Sriwijaya, ada kata-kata unik seperti Kebaikan dan Megah seperti yang Mas Tri ceritakan. Mungkin karena saya nggak pernah naik Sriwijaya, makanya saya nggak pernah memperhatikan. Kalau saya boleh tahu, ada kaitan dengan hal tertentukah ini?

    BalasHapus