23 Agustus 2010

Mampir Ke Markas AirAsia Di Terminal 3

Trip Pulang Kampung By Mandala Airlines

Flash back bulan Mei yang lalu AirAsia memberikan promo 1 juta tiket gratis alias nol rupiah kepada para pelanggannya. Pelanggan hanya perlu membayar 6 ribu sekali jalan untuk membayar asuransi jasa raharja. Karena cukup tergiur saya mem-booking tiket kalau saya nggak salah ada sekitar 10 tiket PP untuk rute Surabaya-Jakarta dan Jakarta-Jogja untuk keberangkatan mulai Januari sampai dengan Mei 2011.

Sialnya beberapa waktu yang lalu AirAsia mengumumkan untuk menutup rute Surabaya-Jakarta PP dan Jakarta-Medan PP mulai 1 Oktober 2010 nanti. Pengumunan dilakukan baik melalui email, sms, maupun fans page di facebook. Sayangnya tidak ada kejelasan mengenai kompensasi yang diberikan AirAsia kepada pelanggan yang sudah membeli tiket untuk rute tersebut. Dalam pengumuman tersebut para penumpang hanya disuruh untuk menghubungi call center ataupun mendatangi sales counter AirAsia untuk mendapatkan kejelasan tentang penutupan rute tersebut.

Saya iseng-iseng menghubungi call center untuk menanyakan nasib beberapa tiket yang sudah saya booking untuk rute Surabaya-Jakarta PP. Berkali-kali menelpon sayangnya tidak ada satupun orang yang menerima telpon saya. Saya heran, kemana saja ini CS-nya AirAsia. Banyak anggota fans page di facebook juga mengeluhkan hal serupa, sedangkan adminnya menyarankan untuk datang langsung ke kantornya. Gila aja tiket cuma 6 ribu suruh dateng langsung ke kantor penjualannya, berat diongkos dong!! Hahaha.. Harus saya akui, pelayanan call center AirAsia memang buruk!!

Ketika akan berangkat ke Jakarta saya berencana untuk menanyakan di sales counter yang ada di Bandara Juanda, tapi karena waktu mepet rencana tersebut saya batalkan. Nah saat berada di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta inilah saya baru bisa ke kantor penjualannya mengingat Terminal 3 adalah markasnya Indonesia AirAsia, lagipula waktu transit saya di Jakarta masih sangat lama yaitu 7 jam.

Saat masuk di sales counter-nya hanya ada satu orang saja staff yang sedang berjaga untuk melayani para calon penumpang, Mbak Heni namanya. Saya langsung saja menanyakan nasib tiket saya kepada Mbak Heni, lalu dia mengatakan dengan ramah kalau AirAsia memberikan beberapa opsi. Opsi yang pertama adalah me-refund uang tiket yang sudah dibayarkan dan opsi yang kedua adalah mengkonversi uang tiket dalam bentuk credit shell yang bisa digunakan untuk membeli tiket AirAsia selama periode tertentu. Gila aja duit cuma 12 ribu untuk tiket PP mau di-refund, males banget dong.

Karena kurang puas dengan kedua opsi tersebut, saya menanyakan apakah bisa dilakukan reschedule? Jawaban baik yang saya terima, jadwal bisa di-reschedule untuk penerbangan sebelum tanggal 1 Oktober 2010. Yeahh!! Akhirnya dapet juga back up tiket untuk balik lagi ke Surabaya.

Karena mbaknya ramah jadi ya ngobrol-ngobrol santai dulu dong, lagian nggak ada pelanggan lain yang dateng. Malah Mbak Heni nanya kok saya nggak marah-marah? Karena sebelum-sebelumnya banyak pelanggan yang datang marah-marah gara-gara pentutupan rute itu. Kalau buat saya sih nggak perlu lah marah-marah. Namanya juga tiket gratis, diberangkatin syukur, nggak diberangkatin juga nggak apa-apa. Mbak Heni pun tersenyum karena nggak cuma satu atau dua tiket yang saya reschedule, tapi ada beberapa.

Dari pengalaman saya tersebut, pelayanan di call center dengan di sales counter AirAsia sangat berbeda. Meskipun tiket saya nol rupiah masih dilayani dengan ramah dan sangat baik oleh staff sales counter. Kalau saja call center AirAsia sebagus Mandala, dijamin akan semakin memanjakan penumpangnya. Semoga saja....


6 komentar:

  1. Yup. Saya harus mengquote kembali kata kata anda :

    Harus saya akui, pelayanan call center AirAsia memang buruk!!

    call center 50505088 itu memang kerap, bahkan selalu sukar untuk dihubungi. bikin naek darah! hahaha.

    wah, saya sudah makan asam garam penutupan rute AirAsia berkali-kali deh. Saya pertama shock waktu mengalaminya di penerbangan Palembang. Saya udah mulai terbiasa saat dia menutup Makassar. dan saya sudah nggak heran ketika dia menutup Medan. ck ck ck. entah apa motifnya yach? Tapi untunglah, dari semua penutupan tersebut, saya nggak melakukan refund sama sekali. bener kata anda, mas. males banged duit cuma segitu direfund. mendingan direschedule (untungnya selalu bisa reschedule, namun bukan reroute :<). alhasil, untuk setiap rute yang ditutup, saya selalu berangkat mepet-mepet. hehehe....

    bener sih, nggak guna marah-marah. percuma juga. yang ngefans sama airasia lebih banyak. yang ngebelain airasia juga lebih banyak daripada kita. ya sudah, terima saja lah penutupan itu. yang saya nggak seneng sih hanya satu, mereka menutup rute 1 bulan sesudah mereka gembar-gembor tiket murah dan gratis. maksudnya apa yah....

    terus terang, AirAsia bukanlah favorit saya lagi. Semenjak penutupan hampir semua rute domestik, saya sudah tidak tertarik menggunakan AirAsia, (kecuali kalau suatu saat saya ingin keluar negeri kali yach?). rute yang tersisa tinggal Yogyakarta dan Bali saja, yang tidak diketahui kapan nasibnya akan sama seperti rute-rute lainnya.

    BalasHapus
  2. rute domestik yang tersisi tinggal jakarta-jogja, jakarta-denpasar, bandung-denpasar, bandung-medan, dan surabaya-medan.

    ketika mendengar airasia melakukan penutupan rute jakarta-surabaya dan jakarta-medan, saya sudah menebak bahwa mereka akan membuka rute internasional dari kedua kota yang ditutup rutenya tersebut.

    benar saja, sekarang terdengar berita bahwa airasia akan membuka rute SUB-SIN, SUB-BKK, SUB-HKG, dan mungkin SUB-PER. sedangkan untuk medan kemungkinan MES-HKG atau mungkin rute ke india.

    untuk rute domestik yang padat seperti jakarta-medan dan jakarta-surabaya sepertinya airasia kalah bersaing dengan maskapai lain yang memiliki frekuensi lebih banyak seperti lion atau garuda yang hampir tiap jam ada penerbangannya. lagipula rute gemuk belum tentu menguntungkan karena saingannya juga banyaaakkk..

    untuk rute jakarta-jogja sih saya rasa nggak akan ditutup karena merupakan terusan untuk rute jogja-singapore. karena rotasi pesawatnya itu jakarta-jogja-singapore-jogja-jakarta. kalau airasia sampai menutup rute jogja berarti jogja-singapore otomatis bakal ditutup juga. tapi ini rasanya nggak mungkin karena mereka cukup untung di rute jogja-singapore. istilahnya jakarta-jogja-jakarta kosong nggak apa2, yang penting jogja-singapore-jogja full. hehe

    untuk bali juga sama dengan rute jogja, mereka nggak akan tutup rute itu karena pasarnya bagus. lagipula jakarta-denpasar juga untuk lanjutan denpasar-perth dan denpasar-darwin (yang ini blm ada) yang pasarnya sangat menguntungkan airasia.

    saya sih masing seneng2 aja pakai ini maskapai. hehe

    BalasHapus
  3. Saya sih udah nggak....alasannya, dia menutup Balikpapan, Batam, Pekanbaru, dan Manado sebelum sempat saya cicipi....hahaha...dendam nich ceritanya. wakakakak

    yah, masih ada maskapai lain di Indonesia yang bisa mengantarkan saya ke tempat tempat tersebut sich. hanya saja, lumayan makan budget perjalanan total sich. hehehe

    BalasHapus
  4. sebenernya kalo mandala memiliki banyak rute domestik, mandala akan menjadi pilihan pertama saya. sayangnya mandala bolak-balik kekurangan pesawat untuk mengembangkan rute. dari tahun lalu ada 12 pesawat sekarang tinggal 5 doang.. grrr...

    BalasHapus
  5. iyaaaa...hiks hiks...

    Ambon, Pontianak, Kupang, Pangkal Pinang, sama Malang ditutup sama Mandala. duh, ga cihuy banged sih ni Maskapai. Padahal dulu ada promo PangkalPinang 400RB PP. Saya nggak ambil.... *nangis berderai air mata*

    BalasHapus
  6. rute domestik yang tersisi tinggal jakarta-jogja, jakarta-denpasar, bandung-denpasar, bandung-medan, dan surabaya-medan.

    ketika mendengar airasia melakukan penutupan rute jakarta-surabaya dan jakarta-medan, saya sudah menebak bahwa mereka akan membuka rute internasional dari kedua kota yang ditutup rutenya tersebut.

    benar saja, sekarang terdengar berita bahwa airasia akan membuka rute SUB-SIN, SUB-BKK, SUB-HKG, dan mungkin SUB-PER. sedangkan untuk medan kemungkinan MES-HKG atau mungkin rute ke india.

    untuk rute domestik yang padat seperti jakarta-medan dan jakarta-surabaya sepertinya airasia kalah bersaing dengan maskapai lain yang memiliki frekuensi lebih banyak seperti lion atau garuda yang hampir tiap jam ada penerbangannya. lagipula rute gemuk belum tentu menguntungkan karena saingannya juga banyaaakkk..

    untuk rute jakarta-jogja sih saya rasa nggak akan ditutup karena merupakan terusan untuk rute jogja-singapore. karena rotasi pesawatnya itu jakarta-jogja-singapore-jogja-jakarta. kalau airasia sampai menutup rute jogja berarti jogja-singapore otomatis bakal ditutup juga. tapi ini rasanya nggak mungkin karena mereka cukup untung di rute jogja-singapore. istilahnya jakarta-jogja-jakarta kosong nggak apa2, yang penting jogja-singapore-jogja full. hehe

    untuk bali juga sama dengan rute jogja, mereka nggak akan tutup rute itu karena pasarnya bagus. lagipula jakarta-denpasar juga untuk lanjutan denpasar-perth dan denpasar-darwin (yang ini blm ada) yang pasarnya sangat menguntungkan airasia.

    saya sih masing seneng2 aja pakai ini maskapai. hehe

    BalasHapus