2 Agustus 2010

Nyore Di Timur Kargo Bandara Adisucipto

Bandara Adisucipto

Kegiatan yang menjadi favorit saya ketika di Jogja adalah nongkrong di timur kargo Bandara Adisucipto. Sebagai seorang yang gemar dengan dunia aviasi, saya cukup senang mengamati pesawat ketika take off dan landing. Dulu tempat ini juga biasa dipakai kumpul member Indoflyer Jogja di sore hari untuk spotting yaitu mengambil foto dan mengamati traffic pesawat yang ada di Bandara Adisucipto ini. Nggak tau deh sekarang masih sering dipake buat ngumpul atau nggak karena udah lama juga saya nggak dapet sms ajakan spotting, lagipula saya udah jarang ke Jogja jadi kalaupun ada ajakan spotting kemungkinan besar tidak bisa datang.

Bandara Adisucipto

Di sore hari, area timur kargo ini cukup ramai. Banyak orang tua yang mengajak anak-anaknya bermain dan melihat pesawat di tempat tersebut. Rasanya cukup bagus juga sebagai bahan pembelajaran untuk anak-anak. Terkadang orang-orang yang baru pulang dari kerja dan lewat di bandara juga menympatkan diri untuk mampir, refreshing dulu kali ya. Hehe.. Karena ramai tentu saja ada pedagang yang mangkal disini setiap sore, rata-rata jualan makanan untuk anak-anak.

Bandara Adisucipto

Selain dapat melihat pesawat yang take off dan landing di runway, jika menghadap ke arah utara kita juga bisa melihat kereta api yang cukup sering lewat. Jadi tempat ini bisa dikatakan cocok untuk nongkrong penggemar aviasi dan kereta api.

Sebenarnya dulu ada tempat yang juga menarik untuk menyaksikan pesawat take off dan landing yaitu di ujung runway 27. Tapi setelah kejadian kecelakaan Garuda Indonesia GA-200 yang menewaskan 21 orang pada tahun 2007, penjagaan tempat tersebut menjadi lebih ketat. Meskipun begitu masih ada saja orang-orang bandel yang masih nongkrong disana padahal provost selalu keliling untuk mengusir mereka.

Bandara Adisucipto

Kalau saya perhatikan sih cukup banyak juga warga Jogja yang tertarik dengan dunia penerbangan terutama anak-anak. Setiap saya bepergian melalui Bandara Adisucipto saya biasanya nongkrong di waving gallery saat menunggu waktu boarding. Disana banyak sekali pengunjung yang sangat antusias melihat pesawat, sayangnya fasilitasnya saja yang sangat minim, tempatnya sempit sehingga nggak jarang pada berebutan tempat. Hal ini tidak hanya terjadi di Jogja, di Bandara Juanda juga begitu.

Saya hanya berandai-andai, kapan bandara-bandara di Indonesia bisa seperti bandara-bandara di Jepang ataupun bandara di luar negeri lainnya yang terdapat observation deck sehingga pengunjung dapat menyaksikan pesawat take off dan landing dengan nyaman. Di Jepang pecinta fotografi benar-benar dimanjakan dengan adanya observation deck tersebut, karena bisa mengambil gambar dengan leluasa dan tanpa gangguan. Nggak kayak di Indonesia sekarang, anak-anak sekitar bandara maen layang-layang yang jelas mengganggu pesawat dibiarin aja tapi kalau ada yang bawa kamera mau foto pesawat langsung diusir padahal ngambilnya juga di luar pagar.

Setelah hari sudah cukup sore saya kembali pulang ke rumah kakak saya. Badan udah pegel-pegel, capek, dan lengket. Pengen mandi dan istirahat karena malemnya masih ada janji sama temen buat ngumpul di Monumen Serangan Umum 1 Maret.

Bandara Adisucipto


*Note: Maaf gambarnya jelek, maklum pake kamera busuk*


6 komentar:

  1. Wow! ramainya tempat ini...hehe..
    jadi, pinggir pagar bandara jadi semacam tempat hangout gitu yah? apalagi ada pedagang kaki limanya segala (hmm...para pedagangnya cerdas banged, mampu menangkap peluang bisnis..hehehe).

    yang saya tahu, pangkalan udara kan memang agak agak strict soal penggunaan kamera dech. saya kurang tahu alasannya apa. jangan-jangan, para petugas security yang bertugas pun sebenernya nggak tahu alasannya apa. Saya sih pernah diperingati papa saya waktu di Lapangan Terbang Pondok Cabe, jadinya saya tahu kalau memang ada semacam peraturan tak tertulis untuk pengambilan gambar di tepi pangkalan udara.

    BalasHapus
  2. biasanya yang lumayan strict itu kalau menjadi base militer seperti Juanda, Abdurrahman Saleh Malang, Jogja, Semarang, dll..

    Pernah ada kok temen ngambil foto di pinggir runway Bandara Soekarno-Hatta langsung deh tuh disamperin sama security, dicatet namanya sama plat nomer motornya. abis itu dibilangin boleh ngambil gambar tapi hanya sebatas pesawat saja, nggak boleh yang lain karena di pinggir runway biasanya banyak anak-anak bermain yang sebenernya nggak boleh. nah kalau sampai ngambil foto tersebut dan tersebar ya tau sendiri tambah buruk aja reputasi bandara utama negara kita itu.. hahaha

    BalasHapus
  3. hmmm...itu dicatet platnya buat apa yach? jangan2 cuma buat nakut2in ajah...hihihihi....atau jangan jangan memang ada buku besar pelanggaran di sekitar bandara. isinya, ya plat2 nomor orang yang foto di sekitar bandara. hehehe...

    hmm...kalau tujuannya buat melindungi bandara dengan tidak membiarkan foto foto tsb beredar, koq kayaknya menutupi kebobrokan yah alih-alih diperbaiki atau diapain gt....

    BalasHapus
  4. Temen2ku dulu juga suka hunting sore2 disini, tapi skarang udah gak bisa lagi, kayaknya ada pembangunan disitu, padahal aku belom sempet..

    BalasHapus
  5. memang sejak tahun lalu ada pembangunan taxiway. pagernya jadi bergeser mepet jalan.. hikzzz

    BalasHapus
  6. hmmm...itu dicatet platnya buat apa yach? jangan2 cuma buat nakut2in ajah...hihihihi....atau jangan jangan memang ada buku besar pelanggaran di sekitar bandara. isinya, ya plat2 nomor orang yang foto di sekitar bandara. hehehe...

    hmm...kalau tujuannya buat melindungi bandara dengan tidak membiarkan foto foto tsb beredar, koq kayaknya menutupi kebobrokan yah alih-alih diperbaiki atau diapain gt....

    BalasHapus