23 September 2010

200 Km Menuju Sarangan, Mampir Di Nasi Pecel 99 Madiun

Nasi Pecel 99 Madiun

Hari ini adalah H-1 lebaran, saya sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk ke Jogja dari tadi malam. Saya berencana untuk berangkat jam 5 pagi untuk menghindari kemacetan karena kemungkinan akan banyak sekali pemudik yang pulang kampung hari ini. Rencana hanya sebuah rencana, saya baru bangun jam setengah 6 dan baru berangkat tepat jam 6. Terlambat satu jam dari rencana saya.

Meskipun baru berangkat jam 6, tapi untuk keluar dari Kota Surabaya cukup cepat. Surabaya pada pagi hari masih cukup sepi, mungkin juga karena para pekerja sudah libur. Sampai Mojokerto jalanan juga masih lancar meskipun sudah ramai dengan para pemudik yang menggunakan mobil ataupun motor. Hal yang tidak terduga terjadi dalam perjalanan dari Mojokerto ke arah Jombang, benar-benar macet cukup parah. Untuk perjalanan dari Mojokerto sampai dengan Jombang yang hanya beberapa kilometer harus ditempuh selama lebih dari 2 jam. Padahal saat hari biasa bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. Perjalanan dari Jombang ke arah Madiun juga sedikit tersendat saat berada di daerah Caruban. Setelah menempuh 4,5 jam saya baru sampai di Madiun, lama banget kan?

Saat melewati Jalan Cokroaminoto di Kota Madiun saya mampir untuk makan di Warung Nasi Pecel 99. Kenapa diberi nama Warung Nasi Pecel 99? Karena terletak di Jalan Cokroaminoto No. 99. Nggak tau kenapa saya dengan refleks membelokkan motor saya ke tempat makan yang satu ini. Mungkin salah satu alasannya adalah keinginan untuk merasakan nasi pecel di kota asalnya, lagipula memang sebagian besar warung makan di Madiun saat itu tidak banyak yang buka.

Nasi Pecel 99 Madiun

Nggak pake lama saya memesan satu porsi nasi pecel ditambah dengan ayam goreng dan minum es jeruk. Dengan cepat pesanan saya datang. Seporsi nasi pecel dengna isi nasi dengan sayuran-sayuran segar dan disiram dengna bumbu kacang yang ditemani oleh kerupuk puli (kata ibunya). Menariknya Nasi Pecel 99 adalah pada penyajiannya, tidak mengguakan piring tetapi menggunakan pincuk daun pisang. Untuk rasanya nggak perlu diragukan lagi, enak banget!! Beda dengan rasa pecel yang biasa saya makan di Surabaya, terutama pada bumbu kacangnya yang lebih kental dan rasanya lebih pas. Saya nggak tau harga rinciannya, tapi yang jelas total makanan yang saya pesan tersebut habis 18.000.

Ada hal yang membuat saya bertanya dengan ibu pedagangnya, di setiap sudut ruangan terdapat foto Bapak Presiden SBY dan Ibu Ani. Ternyata saya mendapat jawaban bahwa Warung Nasi Pecel 99 ini menjadi langganan Pak SBY jika berkunjung ke Madiun. Wah hebat ya sering dikunjungi sama presiden.

Setelah makan dan istirahat sebentar, saya melanjutkan perjalanan saya lagi menuju Telaga Sarangan dengan melewati Kota Magetan. Oh ya, jujur aja saya hari ini membatalkan puasa karena perjalanan saya menuju tujuan akhir di Jogja masih cukup panjang dan pasti akan sangat melelahkan sekali. Apalagi cuaca sangat terik yang membuat tenaga cepat sekali terbuang. Hutang puasa akan dibayar nanti, mudah-mudahan Allah memaafkan. Hehe..



3 komentar:

  1. mas.nasi pecel yg ada di samping per'empatan pasar caruban tu jga gk kalah enak'y .dgn nasi pecel 99.
    Alu mas lewat di madiun mas cobain dech.
    (Cah AE)

    BalasHapus
  2. thanks mas buat infonya.. lain kali kalau saya lewat caruban akan saya cobain.. pokoke i love pecel.. hehehe

    BalasHapus
  3. mas.nasi pecel yg ada di samping per'empatan pasar caruban tu jga gk kalah enak'y .dgn nasi pecel 99.
    Alu mas lewat di madiun mas cobain dech.
    (Cah AE)

    BalasHapus