27 September 2010

Dari Sarangan Ke Tawangmangu Cuma 15 Km

Perjalanan Ke Tawangmangu

Dari Telaga Sarangan untuk ke Tawangmangu saya tinggal keluar melewati jalan yang tadi saat masuk Sarangan dan mengambil ke jalan ke arah Tawangmangu atau Solo. Lagi-lagi jalannya naik cukup hebat, asli motor saya sampai ngos-ngosan. Pakai gigi satu minta tambah, tapi pakai gigi dua nggak kuat. Untungnya tanjakan curamnya nggak terlalu lama lalu masuk ke jalan yang lebih bagus dan lebih lebar.

Ada dua jalan dari Sarangan untuk menuju ke Tawangmangu. Yang pertama adalah jalan lama yang kecil dengan tanjakan dan turunan yang cukup curam serta tikungan-tikungan tajam, sedangkan yang kedua adalah jalan baru yang lebih lebar dan tanjakannya tidak terlalu curam. Otomatis saya memilih jalan yang baru. Saat dipersimpangan antara kedua jalan ini hujan mulai turun, saya cukup kebingunan untuk mencari tempat berteduh. Karena nggak ada tempat untuk berteduh saya terus melanjutkan perjalanan, yang penting ransel sudah ditutup dengan rain cover biar isinya aman dan nggak basah.

Meskipun pada jalan yang baru ini bisa dibilang tanjakannya tidak terlalu curam tetapi motor saya juga masih ngos-ngosan, gas pol cuma dapet kecepatan 40 Km/jam saja. Mana jalanan ini sangat sepi, hanya terlihat beberapa mobil pribadi yang lewat. Nggak terlihat kendaraan umum seperti bus yang lewat sini. Kalau kendaraan umum paling hanya mobil sejenis L300 yang mempunyai trayek Plaosan-Tawangmangu, itupun sangat jarang. Yang lebih mengerikan lagi, di sebelah kanan jalan adalah bekas gunung yang dibelah untuk dibuat jalan ini. Jadi sangat rawan longsor.

Hujan yang turun tadi sudah mulai reda dan hanya gerimis-gerimis kecil. Tapi semakin naik udaranya semakin dingin, apalagi sarung tangan saya sudah terlanjur basah. Mendekati Cemoro Sewu udara yang semakin dingin membuat saya menggigil, kaki semakin gemetar menahan udara dingin. Sampai di Cemoro Sewu saya berhenti terlebih dahulu di pos polisi karena terlihat di Cemoro Kandang sedang hujan deras. Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang adalah perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah yang terletak pada ketinggian 1.820 meter di atas permukaan laut. Biasanya kedua tempat ini digunakan untuk start pendakian Gunung Lawu. Sudah dapat dipastikan suhu udara cukup dingin terutama saat hujan seperti ini.

Perjalanan Ke Tawangmangu

Setelah terlihat hujan di Cemoro Kandang sudah reda, saya kembali melanjutkan perjalanan. Akhirnya setelah perjalanan sekian lama saya sampai juga di wilayah Jawa Tengah. Memasuki wilayah Jawa Tengah ini jalanan menjadi menurun dan masih berkelok-kelok. Berarti puncak tanjakan jalanan ini berada di Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang. Semakin mendekati Tawangmangu jalanan mulai menyempit. Saya harus berhati-hati untuk menghadapi turunan-turunan yang tajam. Sepanjang jalan terlihat perkebunan yang mengijau di sebelah kiri saya. Pemandangan yang luar biasa indah. Dan yang membuat saya senang adalah suhu udara sudah tidak sedingin saat di Cemoro Sewu atau Cemoro Kandang tadi.

Di tengah perjalanan saat gerimis seperti ini tiba-tiba ada cewek yang melambaikan tangan. Saya kira ada apa, ternyata mereka itu menawarkan buah strawberry segar dengan harga yang murah. Memang banyak yang menjual strawberry di jalan menuju Tawangmangu ini. Kalau mau bahkan Anda bisa memetiknya langsung dari pohonnya.

Perjalanan dari Sarangan ke Tawangmangu memang hanya 15 Km, tapi sensasi luar biasa.



10 komentar:

  1. kasihan motornya sob jika jalannya terlalu menanjak.
    Salam kenal I follow you

    BalasHapus
  2. kasihan nggak kasihan yang penting nggak rewel aja deh broo.. hehe..

    BalasHapus
  3. satu kata : Menakjubkan!!!
    saya harus mencoba rute ini kapan-kapan. Penasaran sama dingin dan indahnya pemandangan sekitar. Hmm...gak ada foto gunung yang dibelah ya Mas?
    Saya baru tahu di perbatasan JaTeng dan JaTim ada Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang juga. Saya pikir hanya di pendakian ke Mahameru saja yang ada dua nama itu (dan Cemoro Tunggal). Indah banget foto-fotonya mas....hasrat berjalan-jalannya langsung membuncah hehehe

    BalasHapus
  4. emang wajib coba mas, kalo perlu muncak ke lawu sekalian. hehe..

    sayangnya saya nggak foto itu gunung dibelah untuk jalan karena waktu itu agak gerimis jadi nggak sempet berhenti dulu..

    BalasHapus
  5. herukendal@gmail.com17 Desember, 2010 11:17

    penasaran aku.... 24 bDes ini aku sekeluarga dari semarang akan ke sarangan via madiun - magetan, trus ke tawangmangu rencana tidurnya di tawangmangu, tanjakkannya sangat ekstrim ndak mas... maklum mobilku mobil tua....

    BalasHapus
  6. kalau lewat jalan yang baru tanjakannya nggak esktrim kok pak.. yang penting harus selalu hati-hati di jalan ya pak.. selamat liburan!! ;D

    BalasHapus
  7. kasihan nggak kasihan yang penting nggak rewel aja deh broo.. hehe..

    BalasHapus
  8. herukendal@gmail.com24 Mei, 2011 14:28

    penasaran aku.... 24 bDes ini aku sekeluarga dari semarang akan ke sarangan via madiun - magetan, trus ke tawangmangu rencana tidurnya di tawangmangu, tanjakkannya sangat ekstrim ndak mas... maklum mobilku mobil tua....

    BalasHapus
  9. Jalan tembusa sarangan - tawangmanggu sudah selesai ya mas....? Kira2 bisa gak dilalui Bus besar, rencana tgl 6 April sabtu depan mau lewat situ... kira2 bahaya tidak?

    BalasHapus
  10. udah selesai lama kok mas, bagus dan lebar jalannya. mestinya sih bus besar sudah bisa masuk karena jalannya nggak ekstrim seperti dulu. saya juga pernah melihat beberapa bus pariwisata masuk kesana..

    BalasHapus