1 September 2010

Inilah Bandar Lampung, Ibukota Provinsi Lampung

Inilah Bandar Lampung, Ibukota Provinsi Lampung

Saat di Lampung kebetulan ayah saya meminta saya untuk membelikan printer dan periperal komputer lainnya, karena di sekitar rumah saya nggak ada yang jual pastinya harus ke Bandar Lampung. Lumayan lah paling nggak ada kesempatan buat jalan-jalan ke Bandar Lampung.

Saya berangkat dengan om saya dari rumah ke Bandar Lampung sekitar jam 9 pagi melewati rute seperti saat saya menuju kampung halaman saya ini yaitu ke arah Sribhawono kemudian langsung menuju Bandar Lampung dengan jarak kurang lebih 100 Km. Jalan yang saya lewati ini tidak terlalu lebar tapi masih cukup bagus meskipun terdapat lubang-lubang di beberapa tempat.

Setelah menempuh 2 jam perjalanan saya sudah memasuki area Bandar Lampung. Karena ada suatu keperluan jadi kami tidak langsung ke Tanjung Karang, tetapi melewati Panjang dan menuju ke Teluk Betung terlebih dahulu. Kota Bandar Lampung ini memang terbagi menjadi 3 wilayah utama yaitu Panjang, Teluk Betung, dan Tanjung Karang. Panjang merupakan kota pelabuhan dan industri, jadi sudah bukan hal yang aneh lagi jika berapa disini kita akan menemui banyak pabrik dan juga mobil-mobil truck container yang membawa barang menuju Pelabuhan Panjang. Untuk Teluk Betung sendiri merupakan sentra perdagangan, sedangkan Tanjung Karang adalah pusat pemerintahan.

Inilah Bandar Lampung, Ibukota Provinsi Lampung

Inilah Bandar Lampung, Ibukota Provinsi Lampung

Setelah urusan di Teluk Betung selesai kami menuju ke Tanjung Karang. Sebenarnya Tanjung Karang itu nggak terlalu besar, tapi di jalan-jalan mobil lebih mendominasi daripada motor jadi sudah dapat dipastikan disini sering macet walaupun nggak separah di Jakarta atau di Surabaya.

Kami memarkirkan mobil di depan Simpur, lalu saya mencari barang-barang pesanan ayah saya. Printer yang dipesan ayah saya dengan mudah di dapat, tapi hardware komputer yang lainnya sangat sulit ditemui disini. Saya mencari casing komputer dan VGA card yang kelas medium saja susah. Sudah beberapa toko saya masuki dan hasilnya nihil, kebanyakan jualan notebook. Lalu saya bertanya-tanya dalam hati, apa komputer nggak laku disini? Atau konsumen disini biasa membeli barang branded? Hal ini sangat berbeda jika dibandingkan di Jakarta, Jogja, atau Surabaya yang dengan mudah saya bisa mendapatkan hardware komputer mulai dari yang low-end sampai dengan yang high-end. Padahal kan Lampung jaraknya juga nggak jauh dari Jakarta.

Inilah Bandar Lampung, Ibukota Provinsi Lampung

Inilah Bandar Lampung, Ibukota Provinsi Lampung

Daripada pusing nyari tapi nggak dapet-dapet barangnya saya lalu masuk ke sebuah pasar swalayan untuk membeli oleh-oleh khas Lampung. Setelah cukup membeli oleh-oleh saya lebih baik pulang karena hari sudah semakin sore, lagipula hari itu Bandar Lampung diguyur hujan deras. Jalan pulang yang dilewati masih sama seperti saat berangkat tadi. Hanya saja saat malam jalanan ini sangat gelap karena tidak ada lampu penerangan jalan, jadi harus ekstra hati-hati. Jam 9 malam kami baru sampai di rumah karena di jalan harus mampir-mampir terlebih dahulu.

Inilah Bandar Lampung, Ibukota Provinsi Lampung


6 komentar:

  1. Ooo...begitu toh. Jadinya Tanjung Karang adalah bagian dari Bandar Lampung? Kalau nggak salah, bandara Radin Intan juga terletak di Tanjung Karang, bukan? Soalnya dalam beberapa literatur dituliskan, ibukota Propinsi Lampung adalah Tanjung Karang, alih-alih Bandar Lampung. Makanya saya bingung. Hehehehe.

    Oh yach, ngomong-ngomong soal Lampung, saya pernah baca cerita rakyat Lampung yang berkisah tentang asal mula kata "Lampung". Hayo, Mas Tri tahu nggak kira-kira akan cerita rakyat ini? :)

    BalasHapus
  2. Hiyaa.. Tanjung Karang adalah bagian dari Bandar Lampung, dan ibukota dari Lampung adalah Bandar Lampung bukan Tanjung Karang.

    Kalau Bandara Radin Intan kok saya ragu ya bandara tersebut berada di Tanjung Karang. Karena setau saya Bandara Radin Intan itu masih masuk daerah Natar (Lampung Selatan). Ya seperti Bandara Soetta di Tangerang tapi disebut Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, atau Bandara Juanda di Sidoarjo yang lebih dikenal dengan Bandara Juanda Surabaya.. :)

    Untuk asal mula kata "Lampung", jujur aja saya lupa. Padahal dulu pernah dapet materinya sewaktu SMP.. huehuehue..

    BalasHapus
  3. hehehehe....Saya juga lupa-lupa inget ceritanya. Namanya juga saya lupa, tapi ada seseorang penjelajah lah yang menemukan tanah Lampung ini. Dia lalu naik ke atas bukit dan melihat pemandangan sekeliling yang sangat luas dan lebar. nah, dia berteriak-teriak "Lapuungggg...Lapunggggg..." yang kurang lebih artinya lapang atau lebar atau luas kali yach? Nah, semenjak itulah tempat ini dinamakan Lampung :).

    Saya baca cerita itu dari Buku Cerita Rakyat Lampung yang diterbitkan oleh Grasindo waktu saya masih SD dulu. hehehehe

    BalasHapus
  4. hduh2 knp lampung aj yang dibiang lappung (luas), knp bukan papua aj ya, kan lebih luas hehe...pisss.

    oh ya mas kalw bner boleh gag sya dksih tau judul buku n penerbitnya?

    BalasHapus
  5. @mas lomar: tanggung jawab ya.. tuh bukunya ditanyain.. hahaha

    BalasHapus
  6. hduh2 knp lampung aj yang dibiang lappung (luas), knp bukan papua aj ya, kan lebih luas hehe...pisss.

    oh ya mas kalw bner boleh gag sya dksih tau judul buku n penerbitnya?

    BalasHapus