18 September 2010

Jangan Lewatkan Candi Mendut!!

Candi Mendut

Setelah berkunjung ke Candi Borobudur, kalau ada waktu sebaiknya jangan melewatkan untuk mengunjungi Candi Mendut. Letaknya nggak jauh kok dari Candi Borobudur, hanya berjarak kurang lebih 3 Km dengan berjalan ke arah Jogja. Sebenarnya saat berangkat tadi melewati Candi Mendut ini, tapi candi berada di seberang jalan. Untuk menuju kesana juga cukup mudah. Dari Candi Borobudur saya kembali ke Terminal Borobudur lalu naik bus sama seperti yang saya naiki saat berangkat yaitu bus tujuan Jogja. Cukup dengan membayar ongkos Rp 2.000,- sudah di antar sampai Candi Mendut.

Sama seperti Candi Borobudur, candi yang terletak di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang ini juga masih bercorak agama Buddha. Bahkan katanya Candi Mendut masih berhubungan erat dengan Candi Borobudur serta Candi Pawon yang masih berada dalam satu garis imajiner.

Candi Mendut

Candi Mendut dibangun oleh pemerintahan Raja Indra pada masa Dinasti Syailendra dengan menggunakan bahan bangunan berupa batu bata yang dilapisi oleh batu alam. Di bagian atap candi terdapat jejeran stupa-stupa kecil yang berjumlah 48 buah. Ukuran candinya tidak terlalu besar dengan tinggi yang hanya 26,4 meter tapi Candi Mendut terlihat cantik, anggun, dan kokoh.

Karena ukurannya yang kecil, saya langsung mengelilingi candi. Seperti sebagian besar candi-candi Buddha yang lain, di dinding candi terdapat hiasan berupa relief-relief Boddhisatwa antara lain Awalokiteswara, Maitreya, Wajrapani, dan Manjusri. Terdapat juga relief kalpataru, Hariti, Atawaka, dan dua bidadari.

Candi Mendut

Sedangkan di dalam ruangan candi utama terdapat 3 arca Buddha dengan ukuran yang cukup besar. Ketiga arca Buddha ini tersusun rapi di bagian tengah, kanah, dan kiri. Di tengah adalah Dhyani Buddhawairocana dengan sikap tangan dharmacakramudra. Yang di sebelah kiri adalah arca Awalokiteswara, sedangkan yang di sebelah kanan adalah arca Wajrapani. Di dalam ruangan candi ini masih digunakan untuk beribadah bagi umat Buddha sampai sekarang.

Area Candi Mendut ini menurut saya cukup nyaman untuk bersantai. Sekitar candi tumbuh pohon-pohon yang sangat rindang. Yang menarik untuk bersantai tentu saja adalah di bawah Pohon Beringin yang ukurannya sangat besar dan kemungkinan juga sudah berusia tua, benar-benar sejuk.

Seperti biasanya, di sekitar candi ini banyak dijumpai penjual souvenir seperti layaknya di Candi Borobudur. Disini juga menjual bibit Pohon Bodhi yaitu sebuah pohon yang dalam agama Buddha dikenal sebagai pohon suci tempat Sang Buddha Gautama Bersemedi. Beberapa jenis hiasan dan souvenir seperti topeng yang dijual disini terbuat dari kayu Pohon Bodhi. Kalau Anda menginginkan hiasan dalam bentuk lain dari kayu Pohon Bodhi, Anda juga dapat memesan kepada para penjual souvenir yang ada di area Candi Mendut ini.

Candi Mendut

Saya sebenarnya masih ingin mengunjungi Candi Pawon. Tapi karena sudah sore, sedangkan saya diundang untuk berbuka bersama teman-teman sore nanti jadi saya harus mengakhiri perjalanan saya di Magelang ini dan kembali ke Jogja, serta malam berikutnya sudah harus pulang ke Surabaya. Saya naik bus seperti pada saat berangkat dengan menunggu bus tujuan Jogja di pinggir jalan Candi Mendut. Untuk pulangnya ini dari Candi Mendut sampai dengan Terminal Jombor cuma Rp 8.000,- saja. Sedangkan 2 orang turis cewek asal Perancis ditarik masing-masing Rp 20.000,- tapi nggak mau bayar dan cuma mau ngasih Rp 10.000,- per orang. Hahahaha..



3 komentar:

  1. hmm..sayang sekali nggak mampir ke Pawon yah, padahal itu satu kesatuan rute. hehehe...tapi saya sendiri malah belum ke Mendut. hehehehe...saya malah tertarik akan pohon Bodhi-nya. Jadi tumbuhan ini bukan sekedar mitos yach? tapi memang benar-benar tumbuhan yang benar-benar ada yach? atau tumbuhan ini ada padanannya dalam bahasa Indonesia?

    BalasHapus
  2. iya memang sayang sih nggak ke pawon.. yang saya tau sih itu bibit pohon bodhi dijual di salah satu toko yang ada di area candi, tepatnya di belakang loket karcis. saya nggak tau itu tumbuhan bodhi asli atau bukan tapi yang jelas disitu tertulis dengan jelas bibit pohon bodhi..

    BalasHapus
  3. hmm..sayang sekali nggak mampir ke Pawon yah, padahal itu satu kesatuan rute. hehehe...tapi saya sendiri malah belum ke Mendut. hehehehe...saya malah tertarik akan pohon Bodhi-nya. Jadi tumbuhan ini bukan sekedar mitos yach? tapi memang benar-benar tumbuhan yang benar-benar ada yach? atau tumbuhan ini ada padanannya dalam bahasa Indonesia?

    BalasHapus