24 September 2010

Kabut Tebal Menuju Telaga Sarangan

Menuju Telaga Sarangan

Setelah makan di Warung Nasi Pecel 99 saya kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini cek poin-nya adalah Kota Magetan. Saya belum pernah sama sekali melewati jalanan menuju ke kota ini. Ternyata jarak antara Madiun dengan Magetan sudah tidak terlalu jauh. Tidak sampai satu jam saya sudah sampai di Kota Magetan. Udara di Magetan memang lebih sejuk daripada di daerah-daerah yang saya lewati sebelumnya meskipun cuaca cukup panas.

Tidak sulit untuk mencari jalan dari Magetan ke Sarangan karena hampir di setiap persimpangan terdapat petunjuk jalan yang cukup jelas. Tinggal ikuti saja petunjuk jalan tersebut, kita akan diarahkan keluar kota menuju sebuah kota kecil bernama Plaosan. Nah dari Plaosan ini jalanan mulai naik meskipun dengan hembusan angin pegunungan yang sudah mulai terasa. Lama-kelamaan jalanan semakin menanjak dan berliku, sampai pada sebuah tanjakan yang cukup tinggi saya melihat sebuah danau yang saya kira adalah Telaga Sarangan. Saya berhenti sejenak di tepi jalan pada jalanan yang menanjak tersebut untuk mengamati. Kalau memang Telaga Sarangan, saya herannya danau ini kok sepi. Jadi saya hiraukan saja dan memang itu bukan Telaga Sarangan.

Menuju Telaga Sarangan

Perjalanan terus berlanjut dengan suara mesin motor tua saya semakin meraung-raung, tanjakan semakin tajam. Langit juga sudah mulai gelap ditutupi oleh awan-awan hitam. Beruntung saat itu belum turun hujan. Telaga Sarangan sudah semakin dekat, jalanan yang saya lewati semakin terasa ekstrim. Bukan karena jalan yang jelek dan sempit, tapi jalanan terkadang tidak terlihat sama sekali karena kabutnya yang luar biasa tebal. Pemandangan perkebunan strawberry di sebelah kanan dan jurang di sebelah kiri hanya terlihat samar-samar. Tanjakan dan tikungan-tikungan tajam nggak habis-habis membuat saya sangat berhati-hati.

Saat jalanan lebih naik lagi kabut yang tebal sudah mulai berkurang meskipun jarak pandang juga tidak bisa terlalu jauh. Saya sudah melihat penunjuk jalan menuju ke Sarangan dengan berbelok ke kiri, karena kalau lurus ke arah Tawangmangu atau Solo. Yak, jalanan masih naik lagi dan suhu udara sudah cukup dingin disini.



4 komentar:

  1. wah sungguh perjalanan yg menarik menurut saya...asik kayaknya

    BalasHapus
  2. terimakasih mas.. tunggu saja tulisan selanjutnya :p

    BalasHapus
  3. lagi-lagi, foto-foto spektakuler yang mengagumkan Oom Tri :D bagus banged! hhh...lagsung meleleh ngeliat foto-fotonya :D
    ini sendirian naik motor?

    BalasHapus
  4. hiya... naik motor sendirian aja.. hehehe

    BalasHapus