16 September 2010

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Hallo.. Jumpa lagi dengan trip report terbaru dari saya. Kali ini saya akan ke Jogja, sebuah perjalanan yang belum saya rencanakan sebelumnya. Sebenarnya saya sudah membeli tiket Kereta Api Sancaka Pagi pada malam sebelum hari keberangkatan. Sayang sekali tiket kereta tersebut harus hangus karena saya bangun kesiangan. Bagaimana tidak, kereta dijadwalkan berangkat pukul 07.00 tapi saya baru bangun pukul 07.30. Hari itu saya benar-benar tidak ingat kalau akan pergi ke Jogja, karena itulah saya bangun kesiangan meskipun alarm sudah saya nyalakan.

Saya jadi tidak bernafsu lagi untuk membeli tiket kereta. Iseng-iseng saya mencoba cek sistem reservasi Lion Air, barangkali masih ada tiket tersisa untuk penerbangan ke Jogja yang jam 11 dengan Wings Air. Ternyata untuk penerbangan jam 11 tiket yang tersisa tinggal dua seat saja itupun Y class semua yang harganya mahal, 750ribu sekali jalan. Batal deh berangkat cepet ke Jogja.

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Tapi dalam sistem reservasi itu saya lihat untuk penerbangan ke Jogja yang malam hari masih banyak seat yang kosong. Bahkan seat X class yaitu harga promo termurah dari Lion masih banyak seat yang tersedia. Nggak terlalu mikir lama langsung saya booking saja satu tiket untuk penerbangan nanti malam dengan harga tiket Rp 264.600,-. Sayangnya untuk penerbangan malam ini menggunakan pesawat baru Lion Air yaitu Boeing 737-900ER. Padahal saya ingin mencoba lagi klasiknya naik pesawat tua MD80s.

Dulu Lion Air sudah menjadi langganan saya saat bepergian dengan pesawat terbang. Namun belakangan ini saya sudah cukup lama tidak terbang dengan menggunakan jasa Lion Air. Tercatat di dalam flightlog saya, terakhir terbang dengan Lion Air lebih dari setahun yang lalu. Saat penerbangan itu saya cukup kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh Lion Air. Mulai saat itu saya memutuskan untuk tidak terbang dengan Lion Air kalau nggak kepepet sekali.

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Tapi kali ini saya sepertinya harus menelan kata-kata saya sendiri. Kali ini saya terbang lagi dengan Lion Air. Memang untuk rute Surabaya-Yogyakarta vv dalam sehari hanya terdapat 3 kali penerbangan yaitu Batavia Air dengan Boeing 737-300, Wings Air dengan ATR 72-500, dan Lion Air dengan pesawat Boeing 737-900ER/MD80s. Penerbangan Batavia sudah tidak mungkin saya pilih karena sudah berangkat pada pagi hari, sedangkan Wings Air harga tiketnya mahal sekali. Jadi saya termasuk kepepet dong naik Lion Air. Saya juga ingin membuktikan apakah sudah ada perubahan layanan yang diberikan Lion Air atau belum.

Flight Detail:
Date: August 28, 2010
Airlines: Lion Air
Flight No: JT-569
Route: Surabaya (SUB)-Yogyakarta (JOG)
Departure Time: 19.00 (scheduled), 19.10 (actual)
Arrival Time: 19.50 (sceduled), 19.55 (actual)
Aircraft: Boeing 737-900ER
Registration: PK-LGM
Class: Economy
Seat: 33A
Site: http://www.lionair.co.id/

Penerbangan malam itu di Bandara Juanda tidak terlalu ramai. Saat check in saya menjadi penumpang pertama tujuan Jogja yang melakukan check in. Saya dilayani oleh mbak staff check in yang cukup ramah. Lalu saya request tempat duduk yang agak belakang yaitu nomor 33A. Sebenernya pengen request tempat duduk nomor 31F, tapi lagi nggak ada nyali buat berhadapat dengan flight attendant saat take off dan landing. Hehe..

Setelah selesai check in saya keluar lagi ke public area karena sudah waktunya berbuka puasa jadi makan dulu di salah satu restoran cepat saji yang ada di Bandara Juanda. Waktu sudah menunjukkan pukul 18.30, lalu saya masuk menuju ruang tunggu. Saat masih berada di area check in terdengar panggilan boarding untuk penumpang Lion Air tujuan Jogja. Waduh tumben kali ini setengah jam sebelum keberangkatan sudah dipanggil untuk boarding, sebuah kemajuan karena Lion sudah dikenal biangnya telat. Saya berjalan agak cepat menuju gate karena gate untuk penumpang Lion Air berada di gate 4 yang jaraknya agak jauh.

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Di depan gate rupanya terdapat antrian yang cukup panjang untuk masuk ke dalam gate. Beruntung karena rata-rata adalah penumpang Lion ke Jogja jadi kalau ketinggalan pesawat banyak temennya. Hehe.. Boarding berjalan dengan lancar selanjutnya penumpang dibawa dengan bus untuk menuju pesawat karena pesawat parkir agak jauh dari gate.

Memang benar pesawat yang digunakan untuk penerbangan kali ini adalah Boeing 737-900ER dengan registrasi PK-LGM. Saya tidak tau sejak kapan Lion menggunakan Boeing 737-900ER untuk rute Surabaya-Yogyakarta ini karena sebelumnya selalu menggunakan MD80s. Apakah ini karena menjelang mudik lebaran jadi ditingkatkan kapasitasnya?

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Proses boarding hanya dilakukan melalui pintu depan saja. Saya sempat mengambil foto pesawat yang akan saya naiki dan pesawat yang ada di sebelahnya, tapi sayang sekali tangan saya rasanya gemeteran jadi hasilnya ngeblur semua. Seperti biasanya di pintu pesawat disambut oleh dua orang pramugari yang cantik-cantik dengan senyum yang agak dipaksakan. Penumpang pada penerbangan kali ini juga tidak penuh. Pesawat hanya terisi 65% dari total kapasitas 215 tempat duduk. Yang banyak terisi adalah tempat duduk di bagian depan, sedangkan hampir separuh tempat duduk di belakang kosong. Saya adalah salah satu dari beberapa penumpang yang duduk di belakang.

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Yang menjadi perhatian saya saat naik Lion Air adalah kursinya. Pada pesawat Boeing 737-900ER ini selain ruang untuk kaki sangat sempit bahkan sampai mentok sekali, kursinya juga terasa sangat keras dan sandaran tempat duduknya sangat tegak, benar-benar tidak nyaman. Pesawat ini mungkin akan lebih cocok dijuluki dengan sebutan kereta ekspres Lion Air. Untung penerbangan ke Jogja hanya memakan waktu sekitar 50 menit dan penumpang tidak full jadi lebih leluasa.

Hal lain yang cukup menarik perhatian saya adalah sarung kursi yang ada di dalam pesawat bertuliskan "Gunakan Produk Indonesia Mulai Dari Kita. 100% Cinta INDONESIA". Ya memang nggak ada salahnya dengan kata-kata tersebut, tapi sepertinya ini juga merupakan kampanye anti maskapai yang bermarkas di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Seperti yang sudah banyak diketahui, dua maskapai yang bermarkas di Terminal 3 sebagian sahamnya merupakan milik investor asing. Ini hanya dugaan saya saja lho!! Tapi memang baik kok menggunakan produk dalam negeri asal pelayanan dan standard safety-nya bagus.

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Setelah persiapan komplit lalu pintu pesawat ditutup. Saat pesawat push back mbak-mbak mugari mulai melakukan safety demo. Suara yang digunakan adalah sebuah rekaman, bukan suara asli dari pramugari yang sedang bertugas saat itu. Safety demo di Boeing 737-900ER ini menurut saya cukup baik. Karena dengan menggunakan suara rekaman, safety demo tidak terburu-buru dan bisa diperhatikan dengan baik oleh para penumpang. Kalau menggunakan suara asli dari pramugari yang on board biasanya malah balapan antara yang melakukan announcement dengan dengan yang memperagakan safety demo.

Pesawat lanjut taxi menuju runway 10 Bandara Juanda. Setelah ada pesawat Lion lain yang landing baru pesawat yang saya naiki ini bersiap untuk take off. Pesawat lalu take off dengan mulus langsung belok kiri. Terlihat jelas Bandara Juanda pada malam hari. Lampu-lampu di Kota Surabaya juga menghiasi pemandangan pada malam itu.

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Untuk ketinggian jelajah kalau saya tidak salah pesawat akan berada pada ketinggian 22.000 kaki di atas permukaan laut. Setelah seat belt sign sudah off para pramugari mulai jualan, tapi sepertinya cara berjualannya nggak niat. Sedangkan di luar nggak terlihat apa-apa karena sudah meninggalkan kota, tidak ada hal menarik yang bisa dilihat selain dari winglet pesawat.

Sewaktu mbak mugari udah selesai jualan dan kembali ke galley, dia sempat berkata dengan temannya dan saya kebetulan mendengarnya, "Mas-nya sendirian aja di belakang". Karena saya adalah satu-satunya penumpang yang duduk di kursi paling belakang jadi sudah jelas mbak mugari itu lagi ngomongin saya.

Ketika saya sedang mengambil beberapa foto di kabin, salah seorang pramugari menghampiri saya. Dia lalu meminta ijin untuk melihat boarding pass saya. Setelah boarding pass saya berikan, dia membaca nama saya agak keras di depan saya lalu tersenyum dan mengajak ngobrol. Owh ternyata cuma mau tau nama saya doang. Akhirnya kamipun ngobrol-ngobrol santai di belakang. Mbak mugari tadi itu memperhatikan saya yang dari tadi mengambil foto di dalam pesawat. Sayangnya saya malah lupa buat request cockpit visit. Tapi syukurlah masih ada pramugari yang ramah di Lion Air, karena jarang-jarang saya nemuin yang ramah dan asyik seperti yang saya temui kali ini. Hehe..

Setelah seat belt sign kembali dinyalakan, saya segera kembali ke tempat duduk saya. Lha gara-gara keasyikan ngobrol tadi saya jadi lupa ngecek yang ada di seat pocket. Yang ada di seat pocket pada penerbangan ini hanya safety card dan invocation card saja. Nggak ada inflight magazine dalam penerbangan ini. Saya nggak tau apakah inflight magazine yang terbaru belum ada atau memang inflight magazine sudah ditiadakan untuk mengurangi biaya operasional.

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Pesawat sudah semakin mendekati Bandara Adisucipto di Jogja. Mulai terlihat lampu-lampu Kota Jogja yang tidak semeriah lampu-lampu di Surabaya. Sesaat sebelum mendarat pesawat goyang kanan-kiri karena angin yang cukup kencang. Akhirnya pesawat mendarat dengan hentakan yang cukup keras sampai sepertinya pesawat terasa melintir ke kiri dan direm habis-habisan. Lalu pesawat langsung masuk ke apron tanpa memutar terlebih dahulu di ujung landasan.

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Di apron terlihat terdapat pesawat Boeing 737-800 milik Garuda, Boeing 737-900ER milik Lion, serta Boeing 737-300 milik Batavia dan Express Air. Kali ini pintu belakang dibuka. Saya turun melalui pintu belakang sambil berpamitan sama mbak-mbak mugari tadi yang akan RON di Jogja.

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Lion Air Boeing 737-900ER Surabaya-Yogyakarta

Finally sampai juga di Jogja setelah tadi pagi tertunda. Pada penerbangan ini cukup lumayan lah. Mulai dari harga murah, staff check in yang ramah, tepat waktu, pesawat baru, dan FA yang asyik diajak ngobrol. Yang kurang cuma tempat duduknya aja yang nggak nyaman. Mudah-mudahan JT bisa konsisten seperti ini walaupun saya juga nggak menjamin. Hehehe..

Oh ya, besok pagi rencananya saya akan ke Candi Boroboudur dan Candi Mendut di Magelang. Setelah itu saya akan berbuka puasa bersama teman-teman alumni SMA. So ikutin terus perjalanan saya berikutnya ya!! Maaf juga kalau dipostingan ini gambarnya ancur karena keterbatasan alat dan yang pegang alat. :D



34 komentar:

  1. Mbaknya pengen kenalan tuh...hahahaha....sampai minjem boarding pass segala. hihihihi...:p

    entah mengapa, saya selalu menemukan dua klausa yang sama persis di postingan ini dan postingan pengalaman buruk dengan Lion Air sebelumnya. "Mbak-mbak dengan senyum yang dipaksakan". Apa iya semua pramugari Lion Air memiliki senyum generik yang dipaksakan? hehehe...nggak tulus banged donk senyumnya :p

    BalasHapus
  2. maksudnya sih gitu, tapi mau tanya nama langsung kan tengsin dong.. kalo pinjem boarding pass kan dikira ngecek apa gitu, padahal kan nggak penting banget ngecek boarding pass lha wong udah terbang.. kalo masih di darat sih wajar ngecek boarding pass sambil nyariin tempat duduk. emang kalo udah terbang gitu trus boarding pass saya diminta dan nggak ada apa ya saya mau diturunin..?? hahaha..

    emang gitu sih mas, senyumnya seperti dipaksakan dan cara menyambut penumpang saat masuk atau keluar ogah-ogahan..

    tapi kalo udah ngobrol asyik juga kok, nggak jutek lagi.. hahaha.. :p

    BalasHapus
  3. nggak minta nomor henfonnya sekalian, Mas...kali-kali bisa dapat tiket Lion gratis...hihihihi *evil mode ON*

    BalasHapus
  4. itu sih pasti.. kalo tiket gratis nggak berharap deh, masih bisa beli sendiri *green*

    BalasHapus
  5. mbak mugarinya tau kali kalo orang yang sering moto2 mau dimasukin internet jadi diajak ngobrol supaya citra maskapai tersebut bagusss....... * menurut saya

    BalasHapus
  6. wah nggak tau deh.. tapi kemungkinan besar emang mau kenalan sama yang ngambil foto.. *Gede Rumongso Mode=ON* hahaha...

    BalasHapus
  7. Coba bos lebih sering terbang dengan lion jadi lebih detail dan obyektif, aneh rasanya hanya flight 1 kali dalam setahun with lion bisa memberikan kesimpulan panjang lebar. Coba anda bandingkan antara pitch seat 1-20 dan seat 20-37, sedikit lebih panjang seat 1-20. Coba anda bandingkan pelayanan pramugari untuk rute JKT-DPS, JKT-MDN, JKT-SIN, flight non JKT rasakan perbedaannya...
    Rgds

    BalasHapus
  8. setahun sebelum penerbangan ini, saya sudah sangat sering naik lion air. bisa 3-4 kali dalam sebulan.. tapi karena saya sudah cukup sering dikecewakan jadi selama 1 tahun saya nggak naik lion sama sekali, dan baru kali ini naik lagi.

    coba baca lagi tulisan saya di atas! kesimpulan saya di atas adalah pada penerbangan saya kali ini, bukan penerbangan lion secara umum. jadi hanya penerbangan kali ini saja, okay? saya nggak berani menyimpulkan penerbangan lion secara umum.. lagipula misal sama-sama jakarta-denpasar tapi beda jam penerbangan, pelayanan sudah bisa sangat berbeda.. dalam penerbangan ini pramugari yang ramah juga cuma 1-2 pramugari di belakang, yang di depan sih saya nggak tau yang jelas waktu masuk ke pesawat sih susah senyumnya.. (total ada 5-6 orang pramugari). mungkin juga saya sedang beruntung masih ada pramugari yang ramah..

    untuk masalah kursi, saya bukan sekali atau dua kali naik lion tapi puluhan kali baik dengan pesawat MD80, MD90, Boeing 737-300, Boeing 737-400, ataupun Boeing 737-900ER. Coba saja cek trip report saya dengan lion air di blog ini juga.. mau duduk depan atau belakang sama aja bro, sempittt buat saya dengan tinggi badan 177 Cm. kalo tinggi badan di bawah itu mungkin masih enak lah ya, tapi kalo udah di atas tinggi itu ya mampus aja kaki kejepit.. harus saya akui seat di MD80 dan MD90 sedikit lebih nyaman buat saya dari pada seat pada pesawat baru lion air Boeing 737-900ER.

    saya terbang lebih sering dengan lion air? saya pikir belum saatnya, mungkin suatu saat nanti kalau saya sudah merasa lion memang benar-benar lebih baik. saat ini kalau nggak kepepet saya menghindari naik lion air walaupun harga tiketnya lebih murah. mandala dan airasia masih menjadi andalan saya untuk terbang..

    BalasHapus
  9. Syamsul B Yanuar16 November, 2010 17:50

    sori om, bukan ngasih komen, mungkin malah pertanyaan yang ga ada hubungannya ma TR ini..
    ane adalah orang yang sama dengan om yang suka dengan dunia penerbangan, tapi selama ini hanya bisa ngeliat TR om (yg waktu itu masih di greatstyo.wordpress.com) dan teman om di indoflyer. jadi pengen ikut2an, apalagi punya flightlog (CMIIW..) yang nyatetin tiap penerbangan kita.
    yang ingin ane tanyaken, cara bikin flightlog itu gimana si? trus (klo ga salah waktu itu pernah liat di salah satu TR om) minta data penerbangan sama sang kapiten itu isinya apa aja...
    klo sempet, tolong bisa di emailkan ke super_syamsul@yahoo.co.id n nanti klo yang ada kurang jelas ane bisa tanyaken langsung ke om (sori klo ngrepotin), suwun..
    oiya, tambahan om, klo nyalain gps di dalem pesawat ga ganggu sinyal penerbangan ya (bedakah sama klo yang nyala HP?)
    btw, skr TRnya sering arah dan dari SUB, kuliah or kerja di SUB? kebetulan ane sempet 2 tahun disana kul di ITS (ga nyambung...)
    suwun sebelumnya..

    BalasHapus
  10. sekarang lebih banyak nulis disini mas.. hehehe..

    nanti saya carikan filenya, kemaren ada juga yang minta dan belum sempat saya kirim. ditunggu saja ya mas..

    nyalain gps di dalem pesawat nggak masalah kok, nggak akan mengganggu komunikasi di pesawat.

    iya sekarang lagi kuliah di surabaya aja mas.. :)

    BalasHapus
  11. haloo bro,sy ferdy..sm2 pencinta dunia penerbangan. biarpun frekuensi penerbangan msh amat sangat minim(total baru 8x, 4x pk lion, 2x pk indonesia air asia sm 2x pake garuda citilink)hehe... sy suka sekali baca tulisanmu ini...skrg sy jg mulai latihan nulis2 sm foto2,kali aja bisa bikin TR sendiri.. btw,jgn bosan nulis TR ya,karna sy ga akan bosan membacnya.,,, thanx
    regards..
    ferdy

    BalasHapus
  12. terimakasih mas ferdy, beberapa TR sudah saya siapkan dan akan segera diposting. jadi nantikan saya TR berikutnya.. hehehe

    BalasHapus
  13. oya, kalo boleh tau, pk kamera apa y?? thanx

    BalasHapus
  14. errr... cuma pake kamera murah meriah Panasonic Lumix DMC-F3

    BalasHapus
  15. wah,ruang kakinya sempit ya... kalo ada orang bule naik lion B739 duduknya gimana ya ? Saya soalnya blm pernah naik Boeing 737-900nya lion. Pernahnya MD-90nya untuk rute jakarta-solo. Tapi pada waktu itu crewnya ramah-ramah kok,tidak judes (yang sering diceritakan para pembuat trip report di indoflyer)

    BalasHapus
  16. ya itu salah satunya yang nggak saya suka kalo naik lion, ruang kakinya sangat sempit.. dan menurut saya sih B739ER punya lion ini pesawat baru paling nggak nyaman yang pernah saya naiki.

    saat saya naik ini pun crew-nya juga lumayan lah, malah ngajakin ngobrol kok di belakang. lagi beruntung aja mungkin saya.. hehhe

    BalasHapus
  17. mendingan garuda indonesia boeing 737 800

    ada tipinya dan tempat duduk luaassssss

    BalasHapus
  18. ya mungkin bagi yang punya duit nggak masalah naik garuda, tapi kalo mahasiswa kayak saya ya agak berat mas.. apalagi garuda nggak punya rute surabaya-jogja. masa' cuma gara2 mau naik garuda ke jogja aja harus lewat denpasar atau jakarta.. :D

    BalasHapus
  19. Permisi mas, saya mao tanya, gimana cara buat flight log kayak yang tercantum di post di atas? makasih, salam kenal...

    ananda-rifqy.blogspot.com

    BalasHapus
  20. tinggal daftar aja di airfleets.net nanti tinggal diinput saja detail perjalanannya..

    BalasHapus
  21. Boleh ikutan sharing mas? Sebelumnya salam kenal. Saya Andi di Bangka Belitung.
    Maaf baru kali ini ketemu blog penggemar dunia penerbangan, ini gara2 search berita insiden Roy Suryo di lion air, malah ketemu blog Mas Tri Setyo. Rasanya kok senang sekali. Selama ini cuma bisa liat2 di situs airliners.net tanpa bisa menuangkan dalam bentuk tulisan. Padahal boleh dibilang sering sekali menggunakan jasa penerbangan.

    Untuk pengalaman menggunakan jasa penerbangan boleh dibilang sudah hampir semua maskapai yg ada di Indonesia sudah pernah dicoba, termasuk Air Asia, Citilink, serta Adam air dan Mandala yang sudah tidak beroperasi lagi. Hanya Merpati yg belum pernah coba.
    Hampir semua jenis Aircraft yg lalu lalang di udara Indonesia pun sudah pernah dicoba, 737 series (200, 300, 400, 800NG, dan 900ER), A319, MD nya lion air, hingga A330 Batavia Air. Untuk jenis aircraft, yang paling terkesan adalah 737 800NG Garuda (dengan monitor touch screen nya dan seat pitch nya yg lega), dan A330 Batavia yg ukurannya jumbo untuk ukuran domestic flight.
    Untuk layanan diatas cabin,Secara umum sangat puas dengan pelayanan Garuda, apalagi dapat tiket promo nya, dengan harga yg sama dengan maskapai lain, tetapi mendapat service yang sangat jauh. air crew yg ramah dan care terhadap penumpang. Ketika melihat saya terbang bersama bayi, langsung disapa dan diberi petunjuk supaya bisa terbang dengan nyaman dan diberikan 1 tas kecil yg isinya paket perawatan bayi. dan Ketika bayi saya menangis, crew langsung menghampiri. Sangat berbeda dengan cabin crew maskapai lain yang sangat cuek.
    Sama dengan mas Tri Setyo, sebenarnya saya juga paling menghindari menggunakan jasa lion air kecuali terpaksa, karena pengalaman beberapa kali menggunakan lion air, dan bosan dengan tradisi delay nya.
    Oya, tentang 737 900ER nya lion air. akhir tahun lalu mendadak harus terbang PGK-CGK-PDG dan pilihan terakhir jatuh ke lion air karena waktu transit yg paling singkat. Rute PGK-CGK pukul 08.30 dilayani dengan 737 400 dan rute CGK-PDG pukul 10.25 dilayani dengan 737 900ER. Jadwal keberangkatan ke padang sempat molor setengah jam karena full capacity sehingga butuh waktu yg agak lama dalam proses boarding. Kesan pertama ketika masuk dalam cabin adalah cabin terasa begitu padat seperti berada di dalam bis AKAP kelas ekonomi, krn dijejali 200 lebih tempat duduk. Sepertinya lion air memaksakan untuk memaksimalkan daya angkut pesawat hingga titik sangat maksimum, bahkan lebih. Dan yg bikin kapok ya tempat duduknya itu. super sempit dan sangat tidak nyaman. Rasanya sangat sayang kalo kesan pesawat anyar jadi hilang gara2 kualitas tempat duduknya yg setara dengan bus mayasari bakti.
    Mungkin itu saja komentar dari saya.

    BalasHapus
  22. ya sayapun maunya naik garuda terus pak dengan armada-armada baru, pelayanan yang bagus, yang semuanya serba super. sayangnya saat saya akan naik sering kali terkendala masalah harga, maklum pak mahasiswa yang masih minta orang tua. hehee.. memang sih terkadang garuda ngasih harga promo yang cukup murah untuk sekelas garuda, tapi terkadang godaan dari maskapai lain cukup menggoda yang tarifnya jauh lebih murah lagi. beda 100-200rb ya lumayan sih buat anak kost. :D

    nah kalo naik maskapai lain sih saya nggak punya ekspektasi lebih.. apalagi kalo maskapainya lion air. nyampe dengan selamet aja udah cukup deh.. hehee..

    BalasHapus
  23. Sama saja, saya juga akan berpaling ke maskapai yg memberikan harga lebih murah. Hanya pada kondisi tertentu dan harga yg pantas yg hampir sama dengan maskapai lain (ex. CGK-PDG GA promo: 477.000 perpax Y6 450.000 perpax), saya baru menggunakan garuda.

    Oiya, saya baru liat web indoflyer. Ada syarat2 khusus ya untuk menjadi member IF? Saya coba kirim email ke contact IF, tp kok eror alias tidak terkirim

    BalasHapus
  24. nggak ada syarat khusus pak.. tinggal masuk ke webnya, klik register, isi data2.. lihat aturan forum, kalo setuju ya udah deh langsung daftar. cuma itu aja sih, sama seperti halnya kalo kita daftar email.. :D

    BalasHapus
  25. Ooppss... ternyata mata saya yg kurang teliti. Dari tadi siang cari2 tulisan register tapi baru ketemu. ternyata nyelip di pojok kanan atas. Ok trims atas info nya. Salam kenal.

    BalasHapus
  26. sama-sama pak.. selamat bergabung di indoflyer. :D

    BalasHapus
  27. saya rasa Lion Air masih tetap menjadi pilihan utama

    BalasHapus
  28. wah info yang bagus juga untuk pengguna lion air selama ini

    BalasHapus
  29. untuk lion air menurut kami masih bagus dan harga tiketnya masih terjangkau

    BalasHapus
  30. kalo saya kuarng senang sama service nya singa angop... saya sempat naik Boieng 737-900 yang katanya 216 orang itu ternyata padat sekali...

    BalasHapus
  31. sama saya juga nggak gitu sreg.. udah setahun lebih nggak terbang naik maskapai ini :D

    BalasHapus
  32. kursi di boeing 737 900 ER memang agak sempit dan tidak ada inflight meal nya

    BalasHapus
  33. ko' Bisa ya mas ada pramugari Lion air baik kaya begitu ,biasanya sih pramugari Lion air tuh Judes-judes semua !!

    BalasHapus
  34. tergantung amal dan perbuatan.. #ehh..


    pada dasarnya baik-baik kok, kalo lagi santai :p

    BalasHapus