7 September 2010

Menyeberangi Selat Sunda Dengan Kapal Ferry Laut Teduh 2

Menyeberangi Selat Sunda

Begitu sampai di Pelabuhan Bakauheni saya langsung menuju loket pembelian tiket kapal. Tiket kapal ro-ro berharga RP 10.000,- untuk satu orang dewasa. Ternyata sekarang tiketnya sudah tidak berupa selembar kertas lagi, tapi berupa smart card seperti tiket untuk Bus Trans Jogja ataupun tiket masuk Candi Prambanan. Saya bersama penumpang-penumpang lainnya diarahkan untuk menuju kapal yang kalau saya tidak salah berada di dermaga 2. Kapal yang akan membawa saya ke Pelabuhan Merak adalah Kapal Laut Teduh 2. Kapalnya tidak terlalu besar tapi cukup bersih dan nyaman.

Saat baru naik ke kapal saya sempat melihat ikon baru dari Lampung yang baru selesai dibangun beberapa tahun yang lalu. Kalau di Jakarta terdapat Monas, di Palembang ada Jembatan Ampera, dan di Jogja terdapat Tugu Jogja, nah di Lampung ini terdapat Menara Siger yang berada di atas bukit. Saya nggak tau pasti di dalam Menara Siger itu seperti apa karena belum pernah masuk. Tapi katanya dalamnya berupa museum. Jika sudah terlihat Menara Siger saat menyeberangi Selat Sunda dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni berarti tanda kalau Lampung sudah semakin dekat.

Menyeberangi Selat Sunda

Saya menyempatkan untuk berkeliling kapal terlebih dahulu karena penumpang kapal tidak terlalu banyak. Kebetulan pemandangan di Pelabuhan Bakauheni juga cukup bagus. Terlihat beberapa pulau kecil tanpa penghuni yang dikelilingi birunya laut, pengen rasanya berenang disana. Terlihat pula beberapa kapal yang bergiliran keluar-masuk dermaga. Musim libur lebaran memang masih 3 minggu lagi, jadi tidak terlihat antrian kapal yang masuk ke Pelabuhan Bakauheni.

Saat naik kapal saya memang lebih suka berada di luar untuk menikmati pemandangan selama perjalanan terutama kalau siang hari. Tapi untuk kali ini sepertinya tidak bisa karena saya membawa satu kardus oleh-oleh yang cukup merepotkan jika dibawa kesana-sini. Saya memilih masuk ke dalam ruangan kelas bisnis dengan dikenai biaya tambahan Rp 7.000,-. Di ruangan kelas bisnis memang lebih nyaman, tidak panas seperti di kelas ekonomi karena sudah menggunakan AC.

Menyeberangi Selat Sunda

Menyeberangi Selat Sunda

Di kelas bisnis penumpang diputarkan film yang sangat menarik, lucu, dan konyol melalui LCD TV berukuran 42". Film tersebut adalah tentang kehidupan di Afrika, tepatnya di Botswana kalau saya tidak salah. Tidak terasa kapal sudah mulai meninggalkan Lampung. Sambil nonton film, saya sesekali melihat keluar. Pemandangan di luar juga bagus. Kapal melewati pulau-pulau tanpa penghuni yang masih alami itu. Indonesia memang luar biasa ya, dimana-mana alamnya begitu indah.

Menyeberangi Selat Sunda

Saat sedang asyik menonton film tiba-tiba terdengar suara adzan berkumandang. Selama puluhan kali pengalaman saya naik kapal, saya baru sekali ini mendengarkan adzan berkumandang di atas kapal. Suara adzan ini juga bukan sebuah rekaman. Sudah lama nggak naik kapal, semakin maju saja sepertinya transportasi laut yang satu ini. Lalu saya melihat keluar melalui jendela, Pelabuhan Merak sudah terlihat. Saya segera ke mushola untuk shalat dzhuhur terlebih dahulu.

Setelah shalat saya tidak masuk lagi ke ruangan karena saya ingin menikmati pemandangan di luar. Pabrik-pabrik sudah terlihat di seberang sana, kapal-kapal juga banyak terlihat. Tapi banyak kapal-kapal yang sedang tidak beroperasi. Sepertinya sedang dilakukan perbaikan untuk menghadapi arus mudik tahun ini.

Menyeberangi Selat Sunda

Menyeberangi Selat Sunda

Perjalanan laut antara Pelabuhan Bakauheni sampai dengan Pelabuhan Merak ditempuh hanya dalam waktu dua jam saja. Waktu tempuh yang cukup cepat karena biasanya bisa mencapai dua setengah hingga tiga jam. Finally, saya sudah tiba lagi di Pulau Jawa. Tapi perjalanan saya ke Surabaya masih cukup panjang.

Menyeberangi Selat Sunda



16 komentar:

  1. Ini adalah salah satu perjalanan di Indonesia yang masuk dalam daftar waiting list saya. Hehehehe. Seumur-umur, saya belum pernah naik ferry dari Merak Ke Bakauheni. Ternyata, dalamnya bagus banged yach, kayak executive lounge ajah. hehehe. mantap! dua jam harusnya tidak terlalu terasa yach di dalam sini. Lautnya terasa guncangannya kah?

    Menara Siger tampaknya menarik juga untuk dikunjungi :) Lokasinya di Bakauheni yach? Siap! Segera atur jadwal menuju Lampung. hehehe.

    BalasHapus
  2. yupzz menara siger ada di bakauheni, dari pelabuhan mungkin bisa ngojek untuk kesana.

    sebenernya kalau untuk ruang kelas bisnis nggak selalu seperti itu dalamnya, terkadang ada juga yang berupa lesehan. tergantung dari kapalnya.. tapi ya rata-rata emang nyaman sih, 2 jam nggak terasa. nggak ada guncangan juga di kapal karena lautnya memang sedang sangat tenang..

    BalasHapus
  3. ohh.. si mas ini orang lampung.. bagus juga yah ruang di kapal nya :)
    dulu waktu masih jaman suka ke sumatra pake bis, pasti pake kapal buat nyebrang, tapi ruangnya g sebagus ini. hehe

    BalasHapus
  4. ya pengalaman saya yang dulu-dulu sih emang nggak sebagus ini mbak.. tapi beberapa tahun ini naik udah bagus kok, tapi tergantung kapalnya juga kali ya.. bahkan ada kok yang lebih bagus dari ini..

    BalasHapus
  5. hmmmm,,,,, bagus bnget pemandangan nya,,, tapi gmna yach,,, masalah nya saya phobia banget sma kapal laut,,, krna mungkin sering ngelia kecelakaan lau gitu dech,,,, mau minta solusi biar gak phobia sma kapal laut dong mas,,, coz dalam waktu dekat ini mau ke lampung tapi gak mau naik pesawat maunya kapal laut krna mau bawa kendaraan pribadi,,,,,

    BalasHapus
  6. mbak andriani, pemandangan indah hanya saat kapal baru saja berangkat ataupun saat akan bersandar.. selebihnya pemandangan akan membosankan karena yang terlihat hanya laut lepas yang seperti tidak ada ujungnya..

    sebenenrya santai aja kok mbak, naik kapal itu cukup enak apalagi kalau siang hari. kalau malam hari memang terkadang ombak dan anginnya agak gede, terutama musim hujan gini ombaknya pasti agak lumayan. kalau saran saya sih mending santai di ruang VIP yang ada di kapal.. cukup enak menunggu disana daripada cuma nunggu di dalem mobil. kalau nggak ya jalan-jalan di deck juga lumayan buang perasaan phobia karena banyak pemandangan-pemandangan menarik terutama saat kapal akan berangkat dan bersandar..

    BalasHapus
  7. Waahh.. boleh juga nih article nya.. sy jg niat liburan tahun baru ke lampung ke rumh teman, tp cuacanya agak kurang bagus,, jadi takut juga..

    BalasHapus
  8. bener mbak/mas, sekarang cuacanya lagi nggak bagus, sering ada badai. bahkan baca berita kemaren kapal-kapal di selat sunda nggak ada yang beroperasi karena cuaca buruk.. mudah-mudahan lancar perjalanannya mbak/mas..

    BalasHapus
  9. Maaf,,,mau tanya dulu sebelumnya.
    ini mas Tri yang dlu SMP na di GPM bukan ya..??
    mirip seh..

    BTW info aja,,
    Tanggal 28 Desember kemarin Pelabuhan Bakauheni di tutup untuk 22 jam sehingga antrian membludak dari Merak dan Bakauheni. disebabkan ombak hingga mencapai 3,2 meter.
    sekian infonya...

    BalasHapus
  10. ahh iya, dulu SMP-nya memang di GPM.. jangan-jangan ini adek kelasku ya? kok mulis komentarnya pake anonim? :p

    BalasHapus
  11. Waahh.. boleh juga nih article nya.. sy jg niat liburan tahun baru ke lampung ke rumh teman, tp cuacanya agak kurang bagus,, jadi takut juga..

    BalasHapus
  12. Ini adalah salah satu perjalanan di Indonesia yang masuk dalam daftar waiting list saya. Hehehehe. Seumur-umur, saya belum pernah naik ferry dari Merak Ke Bakauheni. Ternyata, dalamnya bagus banged yach, kayak executive lounge ajah. hehehe. mantap! dua jam harusnya tidak terlalu terasa yach di dalam sini. Lautnya terasa guncangannya kah?

    Menara Siger tampaknya menarik juga untuk dikunjungi :) Lokasinya di Bakauheni yach? Siap! Segera atur jadwal menuju Lampung. hehehe.

    BalasHapus
  13. hai ..
    aq salah satu pramugari KMP.LAUT TEDUH 2
    terima kasih atas telah di share'a kenyamanan dr kapal Q
    ^,^
    salam kenal smua
    tapi kini KMP.LAut Teduh 2 hnya tinggal kenangan setelah terjadi kebakaran kapal di selat sunda 1th yang lalu :(

    BalasHapus
  14. sama-sama mbak.. mbak lagi off duty kah waktu kapal ini terbakar?

    BalasHapus