5 September 2010

Pusat Latihan Gajah-Taman Nasional Way Kambas

Pusat Latihan Gajah-Taman Nasional Way Kambas

Setelah sampai di gerbang TNWK yang ada di Labuhan Ratu, perjalanan yang harus ditempuh masih cukup panjang. Masih ada kurang lebih 5 Km untuk sampai di loket pembelian karcis untuk masuk ke TNWK dengan jalan yang lebih sempit tapi sudah beraspal dan cukup bagus. Saat di loket saya harus membayar Rp 9.500,- untuk tiket masuk satu orang, tiket masuk motor, dan parkir motor.

Di pintu loket pembayaran ini terdapat dua jalan, yang lurus dan terdapat portal adalah untuk menuju Way Kanan dan tempat konservasi badak Sumatera, sedangkan yang belok kanan adalah menuju Pusat Latihan Gajah TNWK. Sayangnya untuk tempat konservasi badak Sumatera belum dibuka untuk umum jadi kita hanya bisa masuk ke Pusat Latihan Gajah (PLG) saja.

Dari loket tersebut menuju Pusat Latihan Gajah (PLG) juga masih cukup jauh. Saya hitung berjarak kurang lebih 10 Km dengan jalanan yang sempit dan mulai masuk ke dalam hutan. Karena baru saja turun hujan jadi jalan di tengah hutan ini banyak yang tergenang air. Saya harus berhati-hati karena genangannya cukup dalam. Di beberapa tempat jalannya cukup jelek dan berlumpur, pastinya cukup licin untuk dilewati sepeda motor.

Pusat Latihan Gajah-Taman Nasional Way Kambas

Suasana jalan saat itu sangat sepi, jarang sekali orang yang lewat membuat saya sedikit merinding. Hanya sesekali petugas dari dinas kehutanan ataupun warga sekitar yang sedang mencari rumput yang melewati jalanan ini. Tapi saya tetap mengendarai motor saya dengan kecepatan rendah. Mata saya berkonsentrasi melihat kanan dan kiri. Tidak sia-sia, saya melihat sekumpulan rusa yang sedang mencari makan di hutan tepi jalan ini. Saat saya berhenti untuk mengambil foto, rusa-rusa tersebut langsung berlari ke tengah hutan. Saya juga melihat burung-burung yang sudah mulai langka seperti murai batu, kacer, jalak, ataupun kepodang yang masih bisa terbang bebas di hutan ini.

Semakin masuk ke dalam hutan ada hal yang membuat saya semakin berhati-hati dan waspada. Di sepanjang jalan banyak sekali terdapat kotoran gajah, berarti gajah-gajah liar bermain sampai dengan di jalan ini. Beruntung saya tidak menemui gajah liar tersebut, mungkin mereka bermain disini pada malam hari. Akhirnya jarak 10 Km yang terasa sangat lama tersebut saya lewati, sampailah saya di gerbang Pusat Konservasi Gajah.

Pusat Latihan Gajah-Taman Nasional Way Kambas

Awalnya saya kebingungan juga karena tempatnya cukup sepi, tidak terlihat gajah-gajah disini. Setelah memarkirkan motor saya mulai berkeliling, ternyata gajah-gajah baru selesai digembalakan dan sedang dimandikan di sebuah kolam besar khusus untuk tempat mandi gajah. Setelah itu gajah-gajah ini di kandangkan. Saya memang kurang beruntung karena datang sudah telalu sore, tapi seekor anak gajah yang baru berusia 3,5 tahun menyambut saya dan itu cukup membuat saya terhibur.

Pusat Latihan Gajah-Taman Nasional Way Kambas

Pusat Latihan Gajah-Taman Nasional Way Kambas

Di Pusat Latihan Gajah ini memang gajah-gajah dilatih untuk menjadi gajah yang jinak dan dapat digunakan untuk atraksi gajah. Saya sempat melihat anak gajah bernama Reno yang sedang di latih oleh pawangnya. Saat dilatih, anak gajah tersebut terlihat menggemaskan. Beberapa kali Reno melakukan kesalahan ketika diberi instruksi oleh pawangnya. Pukulanpun mendarat di kakinya, meskipun begitu Reno tidak beraksi apa-apa dan hanya diam saja. Saat Reno berhasil melakukan aksi berdiri, pengunjung yang melihat beserta pawangnya bertepuk tangan. Sepertinya Reno sedang dipersiapkan untuk menjadi gajah yang terlatih seperti gajah-gajah lain disini.

Pusat Latihan Gajah-Taman Nasional Way Kambas

Pusat Latihan Gajah-Taman Nasional Way Kambas

Hampir semua gajah yang terdapat di Pusat Latihan Gajah ini merupakan gajah yang sudah terlatih. Pengunjung yang datang bisa menaiki gajah untuk berkeliling di area sekitar taman nasional. Dulu kalau saya tidak salah juga ada atraksi gajah. Tapi sepertinya tempat atraksi gajah tersebut sekarang sudah rusak dan tidak terawat. Jadi sepertinya atraksi gajah sudah tidak ada lagi disini.

Gajah disini biasa digembalakan mulai dari pagi hingga sore. Setelah digembalakan gajah-gajah dimandikan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke kandangnya. Saya menyempatkan diri masuk ke kandang gajah yang luas itu. Jangan dibayangkan kandangnya berupa bangunan seperti kandang sapi, karena kandang gajah ada di tempat terbuka seperti lapangan. Di tempat itulah gajah-gajah ini dirantai saat malam hari.

Pusat Latihan Gajah-Taman Nasional Way Kambas

Kalau saya perhatikan, Taman Nasional Way Kambas yang sekarang sepertinya sudah tidak seperti dulu lagi. Sekarang terkesan tempat ini kurang terawat, beberapa bangunan sudah rusak dan difungksikan lagi seperti tempat atraksi gajah yang saya sebutkan di atas. Padahal Taman Nasional Way Kambas bisa menjadi tujuan wisata yang menarik jika dikelola dengan baik.

Pusat Latihan Gajah-Taman Nasional Way Kambas

Karena waktu sudah cukup sore, akhirnya saya pulang dengan melewati jalan yang sama seperti saat saya berangkat tadi. Saya tidak mau kemalaman di jalan karena jalan menuju rumah saya tidak cukup aman jika membawa motor pada malam hari, apalagi saya hanya seorang diri. Waktu tempuh saat pulang ini terasa lebih cepat, tepat saat berbuka puasa saya sudah sampai di rumah....


TIPS:
  • Dari Bandar Lampung menuju Way Kambas berjarak sekitar 115 Km, sebaiknya lewat Sribhawono saja karena jalanan cukup bagus (Bandar Lampung-Sribhawono-Way Jepara). Kalau lewat Metro waktu tempuhnya akan lebih lama.
  • Sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi karena nggak banyak angkutan umum di daerah ini.
  • Kalau terpaksa menggunakan angkutan umum sebaiknya berangkat pagi hari. Dari Bandar Lampung naik angkot ke Panjang, lalu cari angkutan umum berupa mini bus atau bus untuk ke Sribhawono. Dari Sribhawono bisa naik bus tujuan Metro atau Bandar Jaya/Rawajitu/Kotabumi dan turun di pintu masuk TNWK di Labuhan Ratu. Dari Labuhan Ratu sampai dengan Pusat Latihan Gajah nggak ada kendaraan umum, yang ada hanya ojek.
  • Sebaiknya untuk trip satu hari saja karena tidak ada tempat lain yang menarik dikunjungi selain TNWK, disini juga nggak ada penginapan. Penginapan terdekat kalau tidak salah ada di Sribhawono dengan jaran 35 Km dari TNWK.
  • Rute lainnya: Bandar Lampung-Metro-Sukadana-Way Jepara, Bakauheni-Panjang-Sribhawono-Way Jepara, Bakauheni-Labuhan Meringgai-Sribhawono-Way Jepara (via jalan lintas timur). Semuanya terdapat angkutan umum, tapi cukup jarang.



13 komentar:

  1. Hmm...saya sangat terbayang betapa sulirnya mencari angkutan umum di tempat ini. Foto-foto yang Mas Tri berikan saja menegaskan hal tersebut. Apalagi jalan sepi tersebut terkadang bisa dilintasi kawanan gajah liar. hiiii....bukankah gajah ngamuk sangat berbahaya?

    Tapi di foto foto tersebut koq saya nggak melihat adanya pengunjung lain yach? Memangnya cukup banyakyach pengunjung lainnya? untuk biaya Rp. 9.500 per orang sich jujur saja, ini sangat murah :)

    BalasHapus
  2. untuk masuk ke area taman nasional memang nggak ada angkutan umumnya mas, paling bisa ngojek dari labuan ratu (gerbang di pinggir jalan raya)..

    pengunjung lain? ada mas, rombongan bule-bule US dari jakarta yang cuma bawa 2 mobil. paling cuma sekitar 10 orang. sempet juga ngobrol-ngobrol sama salah satu dari mereka.. serasa taman nasional milik pribadi, karena sepi banget.. hehehe

    yupzz 9.500 per orang itu udah termasuk biaya masuk motor dan parkir. kalau cuma orang doang 3.000 rupiah saja..

    BalasHapus
  3. salam kenal, terima kasih atas kunjungannya ke lapak saya. tulisan anda menarik :-)

    BalasHapus
  4. yang paling indah di lamtim adalah danau way jepara,masih bersih dn sejuk....kalau mau ke way kambas n bermalam di way jepara ada losmen namanya hotel lindung,sy asli dari way jepara sekarang dah di bandar lampung.salam kenal ya fb sy ardiyanto(ardi_mr.bond@yahoo.co.id)

    BalasHapus
  5. hmmm... danau way jepara? di sebelah mana ya tempatnya? apa masuk agak ke dalam dari jalan raya?

    BalasHapus
  6. salam kenal, terima kasih atas kunjungannya ke lapak saya. tulisan anda menarik :-)

    BalasHapus
  7. untuk masuk ke area taman nasional memang nggak ada angkutan umumnya mas, paling bisa ngojek dari labuan ratu (gerbang di pinggir jalan raya)..

    pengunjung lain? ada mas, rombongan bule-bule US dari jakarta yang cuma bawa 2 mobil. paling cuma sekitar 10 orang. sempet juga ngobrol-ngobrol sama salah satu dari mereka.. serasa taman nasional milik pribadi, karena sepi banget.. hehehe

    yupzz 9.500 per orang itu udah termasuk biaya masuk motor dan parkir. kalau cuma orang doang 3.000 rupiah saja..

    BalasHapus
  8. bagus mas, keren...hehehe


    sekedar info aja mas, untuk atraksi gajahnya tetep ada mas, cuma waktu hari minggu saja mas, karena hari minggu pengunjungnya lumayan,,hehehe

    BalasHapus
  9. thanks infonya broo.. berarti kalo minggu pengunjungnya lumayan yah?

    BalasHapus
  10. iya, untuk hari minggu biasanya agak ramai, jadi atraksi gajahnya ada, selain itu misalnya ada kunjungan beberapa bus pariwisata selain hari minggu dan mau liat atraksi gajah biasanya juga diadain atraksi gajahnya mas,hehee

    BalasHapus
  11. iya mas, kalau dari pasar way jepara jalan terus kurang lebih 1-2km ke arah bakauheni (ikuti jalan lintas), nanti ada persimpangan yang terkenal dengan nama simpang danau (berbentuk pertigaan ke arah kanan/menuju danau way jepara, sedangkan jalan utamanya/lintas menikung ke arah kiri) kurang lebih masuk 5km mas.

    BalasHapus
  12. Christian B. Adi P.01 Januari, 2014 13:26

    Mas mau tanya klo mau masuk ke tnwk nya itu kita cuma prlu bli karcis masuk di pintu masuk tnwknya kan.? Perlu pke surat perijinan gak
    .?

    BalasHapus