10 September 2010

Terbang Gratis Pulang Ke Surabaya Dengan Indonesia AirAsia

Indonesia AirAsia Trip Report

Sudah saya ceritakan pada postingan sebelumnya bahwa mulai tanggal 1 Oktober 2010 Indonesia AirAsia menutup rute Jakarta-Surabaya vv dan Jakarta-Medan vv. Saya kebetulan memiliki beberapa tiket gratis alias nol rupiah untuk rute Surabaya-Jakarta vv dan sudah berhasil saya reschedule melalui sales counter AirAsia di Terminal 3 beberapa hari yang lalu saat saya menuju ke Lampung dari Surabaya. Jadi kali ini saya akan terbang ke Surabaya dengan menggunakan tiket gratis dari AirAsia tersebut.

Flight Detail:
Date: August 18, 2010
Airlines: Indonesia Air Asia
Flight No: QZ-7218
Route: Jakarta (CGK)-Surabaya (SUB)
Departure Time: 17.55 (scheduled), 17.45 (actual)
Arrival Time: 19.15 (scheduled), 19.00 (actual)
Aircraft: Airbus A320-216
Registration: PK-AXD
Class: Economy
Seat: 11B
Site: http://www.airasia.com/

Sebenarnya untuk penerbangan di hari yang sama saya juga mempunya tiket Mandala, hanya saja tiket tersebut adalah tujuan Jogja. Tadinya saya memang ingin ke Jogja terlebih dahulu sebelum pulang ke Surabaya, tapi rencana tersebut saya batalkan karena memang ada urusan yang lebih urgent di Surabaya dan tiket Mandala ke Jogja terpaksa dihanguskan.

Indonesia AirAsia Trip Report

Saya cukup beruntung meskipun perjalanan sebelumnya dari Pelabuhan Merak menuju bandara ini bus-nya ngetem lama tapi saya masih bisa sampai di bandara 1,5 jam sebelum keberangkatan. Saya langsung masuk menuju ruang check in di terminal 3. Check in berjalan dengan sangat lancar dan dilayani oleh staff yang sangat ramah. Tadinya staff check in agak bingung karena tiket saya nol rupiah dan hanya membayar 6ribu untuk jasa raharja. Dia kira saya adalah karyawan atau keluarga karyawan AirAsia yang menggunakan tiket ID90. Setelah saya jelaskan dan dia juga bertanya dengan staff yang lainnya akhirnya dia staff itu mengerti bahwa saya menggunakan tiket gratis.

Tidak hanya keramahan saja yang saya dapat di check in counter tadi. Saya memang tidak membeli bagasi untuk penerbangan kali ini karena saya memang benar-benar ingin terbang gratis. Tapi dengan satu kardus oleh-oleh yang saya bawa, saya tidak mungkin untuk tidak membeli bagasi di check in counter karena bakal ribet kalau harus membawa kardus beserta ransel di pundak saya. Apalagi saya tau kalau AirAsia hanya mengijinkan satu buah tas dengan berat kurang dari 7 Kg saja yang bisa dibawa masuk ke kabin. Tapi saat saya akan membeli bagasi di check in counter, staff check in malah menyuruh saya membawa kardus saya itu ke kabin. "Kardusnya dibawa ke kabin aja pak, daripada harus bayar biar masuk bagasi kan sayang duitnya. Nggak akan masalah kok walaupun udah bawa ransel. Kalau nanti nggak boleh sama pramugarinya, bilang aja ranselnya isi laptop". Begitulah kata staff check in tersebut. Lucky me!!

Indonesia AirAsia Trip Report

Setelah check in selesai saya langsung masuk ke ruang tunggu. Penerbangan di terminal 3 sore itu sangat sepi, hanya ada penerbangan AirAsia ke Medan dan Surabaya. Malam harinya baru ada penerbangan Mandala ke Surabaya sama Jogja kalau saya nggak salah. Saat itu di apron terminal 3 hanya terlihat pesawat Airbus A320 AirAsia tujuan Medan dan Boeing 747-400 milik Lion Air yang sepertinya setiap saya ke Jakarta selalu saja nongkrong disitu nggak pernah terbang.

Di terminal 2 terlihat banyak sekali pesawat Garuda yang terparkir disana. Hanya terselip satu pesawat Boeing 737 milik Merpati diantara pesawat-pesawat Garuda tersebut. Saya sempat mengambil gambar Airbus A330-200 yang biasa digunakan untuk tujuan ke Denpasar, Hongkong, Amsterdam, Seoul, dan rute ke Australia. Sebenernya pengen nyobain pesawat modern Garuda itu, tapi masih belum ada waktu dan belum ada duitnya. Point GFF saya juga nggak nambah-nambah karena tahun ini belum pernah sama sekali naik Garuda.

Indonesia AirAsia Trip Report

Indonesia AirAsia Trip Report

Saat melihat pesawat yang ada di apron, saya melihat di lantai terminal 3 ini sebuah kabel yang ngelewer (Bahasa Indonesia-nya apa?). Ini kan bahaya kalau masih ada aliran listriknya, apalagi kalau ada anak-anak kecil yang main disini. Lagipula sangat nggak enak dilihat mata. Ngakunya terminal modern, tapi masih ada saja kabel berseliweran begitu..

Indonesia AirAsia Trip Report

Indonesia AirAsia Trip Report

Saya kembali menengok ke apron, siapa tau pesawat yang akan membawa saya ke Jogja sudah ada. Ternyata memang belum ada, hanya pesawat yang akan ke Medan tadi dan belum berangkat. Tapi tiba-tiba ada pesawat jumbo yang lewat, Singapore Airlines Boeing 777-300 yang akan menuju Singapore. Sepertinya Singapore Airlines jadi maskapai yang paling untung untuk rute Jakarta-Singapore. Sehari kalau nggak salah sampai 7 penerbangan dengan menggunakan pesawat Boeing 777-300 dengan kapasitas yang besar dan hampir pasti penuh. Dari jauh juga terlihat pesawat warna biru muda, KLM Boeing 777-200ER yang baru datang dari Kuala Lumpur dan disusul oleh AirAsia A320 dari Jogja. Sepertinya AirAsia yang baru landing ini yang akan membawa saya ke Surabaya.

Indonesia AirAsia Trip Report

Indonesia AirAsia Trip Report

Indonesia AirAsia Trip Report

Yupz memang benar pesawat AirAsia yang baru landing dari Jogja itu yang akan membawa saya ke Surabaya. Tidak lama setelah pesawat itu landing, para penumpang tujuan Surabaya sudah dipanggil untuk boarding. Proses boarding sudah dilakukan 25 menit sebelum jadwal keberangkatan, berarti nggak bakal delay untuk penerbangan hari ini. Nice!!

Pesawat yang akan digunakan untuk ke Surabaya kali ini adalah PK-AXD bekas dari Malaysia AirAsia dan masih berusia 2 tahun. Tapi saat boarding terlihat di hidung pesawat terdapat plaster, nggak tau deh itu hidung pesawat kenapa. Saat masuk ke pesawat saya sudah disambut dengan ramah oleh mbak mugari yang cantik-cantik. Muka mbak mugarinya Asia banget, kayak artis-artis di film Korea.

Indonesia AirAsia Trip Report

Proses boarding berlangsung cukup cepat karena pesawat hanya terisi penumpang sekitar 65% dari kapasitas pesawat. Para penumpangnya pun kebanyakan adalah bule-bule dan orang-orang China yang sepertinya sedang berlibur di Indonesia. Saya jadi merasa sedang terbang di luar negeri karena memang jarang penumpang yang menggunakan Bahasa Indonesia saat itu.

Setelah semua penumpang naik pintu pesawat ditutup lalu menuju ke runway. Tidak ada antrian untuk take off saat itu. Pesawat sudah take off meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta 10 menit lebih cepat dari jadwal. Karena saat itu saya tidak duduk di window seat jadi saya tidak bisa melihat pemandangan di luar.

Indonesia AirAsia Trip Report

Indonesia AirAsia Trip Report

Setelah seat belt sign sudah dimatikan, mbak mugari mengumumkan sudah waktunya untuk berbuka puasa. Saya memesan Nasi Kuning Manado, tapi sayangnya menu itu tidak ada untuk penerbangan ini. Mbak mugari nawarin beberapa menu yang lain, ya sudah saya pilih Fried Rice With Chicken Satay dan softdrink untuk mengisi perut saya. Rasanya sih biasa aja, malah lebih enak Nasi Kuning Manado-nya yang dulu pernah saya makan di penerbangan AirAsia juga. Tapi karena laper ya tetep aja habis.

Perut sudah kenyang waktunya inspeksi yang ada di seat pocket. Hanya ada safety card, inflight menu, dan inflight magazine. Inflight magazine AirAsia ini isinya cukup menarik dan lebih bagus daripada punya Mandala menurut saya.

Indonesia AirAsia Trip Report

Indonesia AirAsia Trip Report

Indonesia AirAsia Trip Report

Penerbangan yang hanya satu jam lebih sangat tidak terasa karena malam itu cuaca juga sangat baik. Seat belt sign sudah dinyalakan kembali, kemudian lampu kabin juga sudah dimatikan menjadikan kabin gelap gulita pertanda pesawat sudah akan landing di Bandara Juanda Surabaya. Pesawat lalu landing dengan mulus sekali, hampir tidak terasa goncangannya saat landing. Hal lain yang menarik, pesawat sudah landing 15 menit sebelum jadwal.

Indonesia AirAsia Trip Report

Pesawat parkir di sebelah Sriwijaya Air Boeing 737-200 dan akan kembali ke Jakarta. Kali ini pintu belakang tidak dibuka jadi semua penumpang turun melalui garbarata. Saat saya baru saja keluar dari garbarata menuju terminal kedatangan, sudah terdengar panggilan boarding untuk penumpang AirAsia tujuan Jakarta. Woww!! Cepat sekali.. Pasti bakal tiba di Jakarta lebih awal lagi ini. Hebat!! Dengan begitu On Time Performance mereka akan sangat bagus.

Indonesia AirAsia Trip Report

Indonesia AirAsia Trip Report

Mungkin inilah yang bisa saya katakan terbang murah tapi tidak murahan. AirAsia sangat bagus dari sisi safety dan pelayanan kepada penumpang, bahkan untuk penerbangan saya kali ini malah datang lebih awal dari jadwal. Sayangnya hanya beberapa rute domestik yang dimiliki AirAsia jadi saya bakal jarang terbang dengan maskapai ini. Padahal kalau punya banyak rute domestik pasti akan head to head dengan Mandala untuk menjadi maskapai favorit saya.


15 komentar:

  1. Sama kayak JAL tutup rute Tokyo-Denpasar pada tanggal 1 Oktober 2010

    BalasHapus
  2. kalau JAL tutup rute NRT-DPS karena memang JAL bangkrut dan sedang melakukan efisiensi. sedangkan AirAsia menutup rute CGK-SUB dan CGK-MES karena dirasa kurang profitable dan akan diganti dengan beberapa rute internasional dari Surabaya dan Medan.

    BalasHapus
  3. *lemparin AirAsia pakai telur busuk gara2 mengacaukan rencana perjalanan beberapa kali*

    BalasHapus
  4. jiah yang dendam sama airasia.. hahaha..
    benci-benci tapi rindu.. *kayak lagunya siapa ya?*

    BalasHapus
  5. iya nih...benci tapi senin ini mau pake jasanya beliau...hahahahaha....teteup berharap sih, semoga ada rute rute baru yang dibuka *ngarep*

    BalasHapus
  6. ya mudah-mudahan nanti kalo Bandara Internasional Lombok udah jadi AirAsia mau buka Jakarta-Lombok-Perth atau Surabaya-Lombok-Perth.. *ngerep banget*

    Karena sudah waktunya Lombok dijadikan destinasi utama pariwisata di Indonesia selain Bali..

    BalasHapus
  7. kabel yang ngelewer (Bahasa Indonesia-nya apa?).
    => tepat ngga kalo diartikan : terjuntai ?

    BalasHapus
  8. ya seperti itulah kira-kira.. hehehe..

    terimakasih atas koreksinya mas andi

    BalasHapus
  9. memang kenapa AirAsia tujuan CKG-SUB ditutup .,?

    BalasHapus
  10. nggak profitable, kalah sama yang frekuensinya lebih banyak..

    BalasHapus
  11. wah hebat bisa terbang gratis,bagaimana mas mendapatkannya

    BalasHapus
  12. asyik nih mas bisa terbang gratis ya

    BalasHapus
  13. memang kenapa AirAsia tujuan CKG-SUB ditutup .,?

    BalasHapus
  14. (comment for gambar ke-17) kabinnya sblom landing segelap itu tuh?! yg pnakut jgn naik airasia deh.............
    (comment for gmbar ke-16) wew seat pitch-nya gede

    BalasHapus
  15. gr2 di stiap kursinya ada stiker iklan ya

    BalasHapus