19 September 2010

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Minggu-minggu ini sepertinya saya ditakdirkan untuk bolak-balik Surabaya-Jogja. Setelah empat hari yang lalu saya baru pulang dari Jogja, kali ini saya harus ke Jogja lagi untuk mengantarkan pesanan ayah saya yang akan dibawa kakak saya pulang ke Lampung keesokan harinya. Pagi hari saya mengecek harga tiket pesawat untuk keberangkatan hari ini juga ternyata masih ada tiket promo X class dari Lion/Wings Air untuk keberangkatan yang siang. Langsung saja tiket tersebut saya issued, print tiket, dan langsung menuju airport.

Flight Detail:
Date: September 03, 2010
Airline: Wings Air
Flight No: IW-1811
Route: Surabaya (SUB)-Yogyakarta (JOG)
Departure Time: 11.10 (scheduled), 11.20 (actual)
Arrival Time: 12.10 (scheduled), 12.20 (actual)
Aircraft: ATR 72-500
Registration: PK-WFI
Class: Economy
Seat: 12F
Site: http://www.lionair.co.id/

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Tidak sama seperti penerbangan saya dengan Lion Air seminggu yang lalu, untuk penerbangan Lion Air dari Surabaya ke Jogja yang siang hari akan dioperasikan oleh anak perusahaannya yaitu Wings Air. Otomatis pada penerbangan ini akan menggunakan pesawat baling-baling ATR 72-500. Ini adalah kedua kalinya saya naik pesawat baling-baling dan untuk kedua kalinya pula naik ATR 72-500. Pengalaman pertama adalah saat pulang dari Denpasar bulan Juni yang lalu dengan maskapai yang sama yaitu Wings Air.

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Jadwal keberangkatan pesawat hari ini adalah pukul 11.10. Saya sudah sampai di airport 1,5 jam sebelum jadal kebarangkatan. Nggak seperti di pagi hari yang super padat, suasana berbeda terlihat di Bandara Juanda menjelang siang hari. Pada saat saya masuk ruang check in pukul 10.00, bandara terlihat cukup lengang, tidak sumpek, dan tidak ada antrian saat check in. Dengan begitu urusan check in berjalan dengan sangat cepat karena sepertinya masih belum ada orang lain yang check in dengan tujuan Jogja selain saya. Saya cukup leluasa memilih tempat duduk di pesawat nanti karena memang masih banyak seat yang kosong.

Setelah check in saya naik ke lantai dua. Saya nggak langsung menuju ke gate karena waktu boarding masih cukup lama. Saya iseng spotting dulu dari balik kaca di ruang tunggu yang berada di luar gate. Traffic yang ada cukup membosankan karena bolak-balik yang datang dan pergi kebanyakan pesawat Boeing 737-900ER Lion Air. Hanya sesekali saja diselingin pesawat Sriwijaya atau Mandala. Sepertinya Lion Air sangat mendominasi penerbangan domestik, hampir di setiap bandara numpuk pesawat Lion Air.

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Karena sudah mendekati waktu boarding, saya segera menuju ke gate 1 yang letaknya ada di ujung sendiri. Saat menuju gate saya melihat di depan layar jadwal keberangkatan domestik sudah dihias dengan bunga-bunga dan bedug disertai ucapan "Selamat Idul Fitri". Nggak terasa memang, seminggu lagi akan mengakhiri puasa dan mencapai hari kemenangan.

Sesampainya di gate ternyata masih belum boarding juga. Di gate 1 dan 2 ini penuh sesak dengan penumpang Lion Air yang akan menuju Denpasar, Jogja, Jakarta, dan Mataram. Apalagi penumpang tujuan Mataram mengalami delay sampai 2,5 jam membuat ruang tunggu gate 1 tidak bisa menampung jumlah penumpang yang ada.

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Untung saja saya tidak terlalu lama menunggu karena baru duduk sebentar saja sudah dipanggil untuk boarding. Karena menggunakan pesawat ATR 72-500 yang cuma berkapasitas 72 tempat duduk jadi antrian saat boarding cukup lancar dan tidak berdesakan. Yang bikin berdesak-desakan adalah kami harus melewati tangga yang sama-sama digunakan oleh penumpang pesawat Lion Air lain yang baru saja landing. Sementara itu penumpang tujuan Jogja akan di antar dengan menggunakan bus untuk menuju ke pesawat. Banyak diantara penumpang yang baru turun tersebut mengira bahwa bus ini akan membawa mereka ke terminal kedatangan.

Setelah penumpang masuk ke dalam bus, langsung diantar ke pesawat yang berada di ujung sana dekat tower. Ternyata pesawat untuk hari ini adalah PK-WFI, berarti ini sama dengan pesawat yang mengantarkan saya dari Denpasar ke Surabaya beberapa bulan lalu. Untuk kedua kalinya pula berarti saya naik pesawat Wings Air ATR 72 dengan registrasi yang sama. Sepertinya hari ini ditakdirkan untuk mengalami hal-hal yang serba kedua. Memang PK-WFI ini khusus untuk melayani rute-rute komuter Wings Air yaitu dalam sehari akan menerbangi rute Semarang-Surabaya-Denpasar-Surabaya-Yogyakarta-Bandung-Yogyakarta-Surabaya-Semarang.

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Kalau naik pesawat ATR 72 dapat dipastikan naiknya lewat pintu belakang karena pintu depan digunakan sebagai pintu kargo. Saat masuk pun saya disambut oleh mbak mugari yang sama dengan penerbangan saya dengan Wings Air ATR 72-500 sebelumnya. Saya masih ingat betul dengan muka mbak mugari yang satu ini. Hehe.. Boarding agak tersendat karena ada satu ibu-ibu yang membawa tas koper segede gaban dinaikkan ke kabin. Padahal pesawat ATR 72-500 ini tidak mempunyai ruang bagasi yang cukup luas untuk menampung koper-koper besar. Mbak mugari meminta ibu itu untuk menitipkan tasnya di galley tapi dia menolak dan masih saja berusaha memasukkan tasnya yang berat itu ke dalam ruang bagasi di atas sambil ngoceh-ngoceh. Akhirnya dia menyerah juga menaruh kopernya di galley belakang. Penumpang reseh kayak gini nih yang perlu dibinasakan karena udah membuat penerbangan tertunda.

Begitu penumpang komplit, pintu pesawat ditutup lalu mulai push back. Mbak mugari segera memeragakan petunjuk keselamatan penerbangan. Pesawat segera taxi menuju ke runway 10. Nggak tau kenapa kok perasaan saya taxi-nya ngebut bener. Begitu sampai diujung runway 10 karena nggak ada antrian langsung masuk runway dan langsung gas poll nggak pake hold short atau line up terlebih dahulu. Udah kayak pembalap aja ini pilotnya. Hehe.. Begitu mendapat kecepatan yang cukup akhirnya pesawat lepas landas meninggalkan Bandara Juanda.

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Cuaca hari itu sangat baik karena cerah dan pesawat akan berada pada ketinggian jelajah 15.000 kaki di atas permukaan laut. Inilah yang saya suka kalau naik pesawat baling-baling, ketinggian jelajahnya yang rendah sehingga bisa dengan jelas menikmati pemandangan yang ada di bawah.

Selama di pesawat saya lebih banyak ngobrol dengan penumpang di sebelah saya sambil sesekali membaca inflight magazine yang ada di dalam pesawat. Inflight magazine yang ada di pesawat Wings Air ini cukup menarik, berisi tentang kebudayaan dan tempat-tempat wisata menarik di pedalaman Indonesia baik Indonesia bagian barat maupun Indonesia bagian timur. Dan yang pasti sudah ada penerbangan Wings Air untuk menuju ke tempat-tempat tersebut.

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Yang berbeda lagi dari Lion Air, pada penerbangan Wings Air meskipun penerbangan jarak dekat tetap akan dibagikan segelas air mineral meskipun saya tidak mengambilnya karena puasa. Bandingkan saja dengan penerbangan Lion Air, walaupun anda terbang berjam-jam ke Jayapura juga tidak akan mendapatkan apa-apa. Untuk minum saja Anda harus membelinya. Sedangkan pada penerbangan Wings Air dengan pesawat ATR 72-500 tidak terdapat penjualan makanan atau minuman selama penerbangan. Satu lagi yang menurut saya berbeda, kursi di ATR 72-500 ini lebih empuk daripada kursi di Boeing 737-900ER Lion Air meskipun sama-sama sempit.

Tidak terasa saya sudah melihat pemandangan indah berupa dua buah gunung kembar (jangan mikir ngeres) yaitu Gunung Merapi dan Merbabu. Ini menandakan pesawat sudah dekat dengan Jogja, berarti sesaat lagi akan landing di Bandara Adisucipto.

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Setelah semakin mendekati Jogja, saya sudah bisa melihat runway Bandara Adisucipto. Saya mengira pesawat akan landing dari runway 27, tapi perkiraan saya salah. Pesawat lalu belok kiri melintas di atas Akademi Angkatan Udara menuju ke arah barat untuk memutar terlebih dahulu. Pesawat akan landing dari runway 09.

Saat memutar di atas kota Jogja terlihat pemukiman di Kota Jogja sudah sedemikian padatnya. Tapi dibeberapa tempat di Bantul dan Sleman masih terlihat banyak lahan yang kosong dan masih digunakan sebagai areal persawahan. Saat itu terlihat pula kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang berada di sisi selatan Jogja.

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Setelah pesawat memutar langsung roda pesawat dikeluarkan pertanda pesawat akan segera landing. Saat approach ini terlihat tempat-tempat menarik di Jogja seperti Jalan Malioboro dan Keraton Yogyakarta setra terlihat pula Stadion Mandalakrida. Saya dulu pernah ngekost di sebelah timur Stadion Mandalakrida kurang lebih selama 3 tahun.

Sepertinya angin saat itu sangat kuat karena terjadi goncangan-goncangan yang cukup lumayan padahal cuaca sangat bagus. Semakin mendekati runway goncangan semakin terasa bahkan pesawat seperti dihempaskan ke bawah. Ibu-ibu dibelakang saya sampai berteriak histeris karena ketakutan. Sepertinya sih memang dia baru pertama kali naik pesawat baling-baling jadi baru tau sensasinya. Bahkan ada 2 ibu-ibu dibelakang yang sampai muntah-muntah. Saat akan landing ini memang serasa naik kora-kora di Dufan. Hohoho..

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Setelah ditunggu-tunggu akhirnya roda pesawat menyentuh runway dan landing dengan mulus, lalu langsung masuk ke apron. Alhamdulillah sampai di Jogja dengan selamat. Bandara Adisucipto cukup sepi pada siang itu hanya ada pesawat Malaysia Airlines Boeing 737-400 saja yang akan segera menuju ke Kuala Lumpur. Nggak tau pesawat parkir di gate berapa yang jelas agak jauh ke barat dari pesawat Malaysia Airlines itu.

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Setelah pintu dibuka para penumpang dipersilakan turun, sementara penumpang tujuan Bandung diminta untuk tetap berada di dalam pesawat. Saya sengaja turun belakangan karena tidak mau berdesak-desakan dengan penumpang lain saat turun dari pesawat. Karena nggak ada security bandara saat itu jadi saya agak berlama-lama di apron untuk mengambil foto pesawat yang baru saja saya naiki. Menurut saya pesawat ATR 72-500 ini sangat cantik, membuat saya jadi ingin lebih sering untuk menaikinya terutama untuk rute di Indonesia Timur.

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta

Yang saya suka dari Bandara Adisucipto adalah sarana transportasinya sangat lengkap. Mungkin paling lengkap di antara bandara-bandara lain di Indonesia. Anda ingin ke Solo bisa naik Kereta Prameks dari Stasiun Maguwo yang ada di bandara. Anda ingin ke Magelang, Kebumen, atau Purworejo sudah ada Damri yang siap mangantar Anda. Kalau mau ke kota, prambanan, atau tempat-tempat lainnya di Jogja sudah tersedia Bus Trans Jogja yang haltenya dekat dengan stasiun. Kalau butuh taksi juga banyak tersedia disini. Kalau saya lebih memilih untuk naik Trans Jogja karena murah. Hehe..

Wings Air ATR 72-500 Surabaya-Yogyakarta



21 komentar:

  1. tekhir sy pake lion air waktu mau pulang ke denpasar dari jakarta :D

    BalasHapus
  2. Wah wah wah, saya mau tanya, jepret gambar itu semua pake kamera apa? :D
    Jadi sumber ide buat saya, saya belom pernah ngambil poto pesawat... :D

    BalasHapus
  3. @satria yudha: terimakasih sudah berkunjung.. gimana naik lion air? enak nggak? :D

    @asop: saya cuma pake kamera pocket biasa yang murah meriah, yang penting terdokumentasikan.. :D

    BalasHapus
  4. menikmati setiap penceritaannya seperti ikut masuk kedalam perjalanan... menyenangkan.. :D
    terimakasih sudah bersedia berkunjung ke Weblog sederhana saya...
    salam dari Depok.. :)

    BalasHapus
  5. terimakasih juga kang abid bersedia mampir disini :)

    BalasHapus
  6. Cool mas! ceritanya menarik dan ditambah foto-foto nya :)

    trims nih dah berkunjung di blog saya dan meninggalkan komen disana :)

    BalasHapus
  7. sama-sama mas, terimakasih juga sudah berkunjung ke blog saya.. :)

    BalasHapus
  8. Jadi pengen nyoba naik ATR...

    BalasHapus
  9. Mas kok tau rute nya si pesawat kaya reg PK-WFI tu dari mana sh? Dari website atau apa? Kasih tau dong... Pengen tau aja.. hehehe
    Thanks

    BalasHapus
  10. dulu sih ATR 72-500 Wings Air ini baru sedikit, kalo nggak salah baru ada 2 atau 3 unit. 2 unit diposisikan di sumatera sedangkan yang 1 ada di jawa. karena cuma ada 1 unit saja yang beroperasi di jawa & bali maka dengan mudah menebak rutenya. apalagi iklannya juga dimana-mana. sekarang ATR 72-500 Wings Air udah banyak. yang beroperasi di jawa, bali, dan nusa tenggara saja ntah ada berapa. mungkin rotasi PK-WFI ini juga sudah berbeda dengan saat awal dia sendiri yang beroperasi di jawa dan bali.. tentu saja rotasi PK-WFI yang saya sebutkan di atas mungkin sudah tidak berlaku lagi..

    salam

    BalasHapus
  11. catatn perjalanan anda sangat lengkap, saya seolah olah ikut bersama anda dalam perjalanan itu....anda hobi menulis rupanya...

    Kapan-kapan jalan ke Lombok ya, trus ceritakan disini semuanya.

    Btw kameranya bagus, loh.

    BalasHapus
  12. terimakasih pak.. jujur saya sangat ingin mencoba pesawat baling-baling lain untuk ke lombok. kalo ke lombok mungkin rutenya surabaya-denpasar dengan naik maskapai apa saja, kemudian lanjut denpasar-mataram dengan transnusa atau yang lainnya.. :D

    BalasHapus
  13. catatn perjalanan anda sangat lengkap, saya seolah olah ikut bersama anda dalam perjalanan itu....anda hobi menulis rupanya...

    Kapan-kapan jalan ke Lombok ya, trus ceritakan disini semuanya.

    Btw kameranya bagus, loh.

    BalasHapus
  14. Cool mas! ceritanya menarik dan ditambah foto-foto nya :)

    trims nih dah berkunjung di blog saya dan meninggalkan komen disana :)

    BalasHapus
  15. tekhir sy pake lion air waktu mau pulang ke denpasar dari jakarta :D

    BalasHapus
  16. Mas, tulisannya sangat informatif. Minggu depan saya akan naik pesawat ATR 72-500 rute Mataram-Sby. Itu akan menjadi pengalaman pertama saya naik pesawat baling2. Istri saya agak kuatir mengenai take off dan landingnya. Apa betul serasa naik kora kora Dufan?? he he he....sebelumnya,terima kasih atas infonya

    BalasHapus
  17. nggak selalu begitu kok pak.. take off-nya sih biasanya mulus kok.. kalo landingnya tergantung sama angin. kalo angin lagi kenceng ya agak goyang-goyang dikit. hehe.. nggak usah khawatir lah pak, semoga penerbangannya menyenangkan :)

    BalasHapus
  18. Coba diusulkan Wing buka rute SUB-Cilacap, gak usah tambah flight untuk sekedar uji coba tinggal manjangin SUB-JOG-Cilacap atau SUB-SRG-Cilacap, supaya kalo saya pulang kampung ke Banyumas bisa lebih dekat. Sola pasar kan lumayan kan, di  cil;acap ada pabrik pupuk, pertamina...dan ada Rutan para koruptor, para ibi ibi yang suaminya ditahan kan sering kie situ kan ....he...he   ya mas

    BalasHapus
  19. jangan-jangan nanti penumpangnya cuma anda saja.. hehe.. untuk dari surabaya sepertinya pasarnya minim.. lagipula untuk ATR 72 kapasitasnya terlalu besar.. sekarang untuk ke cilacap sudah dilayani susi air dari halim perdanakusuma (jakarta) dengan pesawat cessna grand caravan kapasitas 12 kursi..

    BalasHapus
  20. wah, saya dari dulu kalo mau ke jogja belom pernah kesampaian naik pesawat jenis ini.. besok akhirnya ke matarammau nggak mau naik ini juga deh.. ada takutnya, ada senengnya:D tapi setidaknya punya gambaramn lah kalau mau landing seperti apa hehehe..

    niwe, dulu mas kot di timur mandala krida? dimana mas? deket dong sama saya *nggak penting deh saya* :D

    BalasHapus
  21. di jalan cantel, deket sama siomay cantel.. #eh *nggak penting juga*

    BalasHapus