30 Oktober 2010

Benarkah Candi Plaosan Adalah Candi Kembar?

Candi Plaosan

Saya sudah cukup puas berlama-lama di Candi Gebang. Saya lalu menuju ke tujuan saya berikutnya yaitu Candi Plaosan yang letaknya tidak jauh dari Candi Prambanan. Meskipun lokasinya tidak jauh dari Candi Prambanan, saya sempat kebingungan nyarinya karena salah jalan. Dengan bertanya kepada penduduk setempat akhirnya saya menemukan juga Candi Plaosan.

Candi Plaosan ini terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan yang masih masuk wilayah Kabupaten Klaten. Seperti biasa, untuk masuk ke candi harus mengisi daftar pengunjung dan membayar retribusi. Kali ini saya masuk bersama dua orang turis nggak tau asalnya darimana, dan kami diminta untuk membayar 10.000. Setelah urusan administrasi selesai saya membaca-baca terlebih dahulu informasi candi yang terletak di dekat loket. Lalu ada sebuah keluarga yang nyelonong masuk ke candi, dikiranya nggak bayar. Salah seorang dari keluarga tersebut dipanggil oleh penjaga loket untuk membayar terlebih dahulu. Dan alangkah kagetnya saya saat mereka diminta membayar hanya 5.000 saja perorang. Lha cuma beda lima menit kok harga tiket masuknya udah beda. Cuma bisa geleng-geleng kepala. Mboh ini duit bakal masuk ke kas negara atau nggak.

Candi Plaosan

Oke daripada menggerutu langsung saja saya berkeliling candi. Candi Plaosan ini ada dua kompleks yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul sehingga juga biasa disebut candi kembar. Disebut Candi Plaosan Lor karena letaknya ada di sebelah Utara, dan disebut Candi Plaosan Kidul karena letaknya di sebelah selatan. Candi Plaosan ini didirikan oleh Rakai Panangkaran, seorang raja Kerajaan Mataram Kuno pada dinasti Sailendra yang juga mendirikan Candi Borobudur dan Candi Sewu. Jadi bisa dipastikan Candi Plaosan adalah candi yang bercorak Buddha karena disana juga terdapat stupa-stupa seperti yang ada pada Candi Borobudur.

Pertama saya ke kompleks Candi Plaosan Lor terlebih dahulu. Areanya cukup luas, terdapat dua buah candi utama yang dikelilingi oleh candi-candi perwara. Sayangnya hanya beberapa candi perwara saja yang berdiri kokoh karena banyak sekali candi perwara yang runtuh berhamburan, mungkin saja ini belum dilakukan pemugaran. Candi induk sebelah utara terdapat relief yang menggambarkan tokoh wanita, sedangkan yang selatan menggambarkan tokoh pria. Di dalam masing-masing candi induk terdapat tiga buah ruangan yang masing-masing ruangan terdapat dua buah arca Dhyani Boddhisatwa. Di sebelah utara candi induk in terdapat sebuah tempat yang menyerupai pendop. Mungkin dulunya ini digunakan sebagai tempat pertemuan atau apa saya kurang tau.

Candi Plaosan

Candi Plaosan

Setelah keluar dari dua buah candi induk yang gelap, sepi, dan menyeramkan yang membuat saya merinding itu, kemudian saya berjalan ke Candi Plaosan Kidul. Nah Candi Plaosan Kidul ini ada di seberang jalan yang ada di depan Candi Plaosan Lor. Lokasi kedua kompleks candi ini berseberangan dan hanya dipisahkan oleh sebuah jalan. Ternyata di Candi Plaosan Kidul ini saya tidak melihat adanya candi induk. Yang ada hanya candi perwara yang jumlahnya hanya beberapa buah. Kompleks Candi Plaosan Kidul juga masih tertutup untuk umum karena pagarnya digembok dan pengunjung sepertinya dilarang masuk. Beberapa candi perwara juga sedang dilakukan pemugaran. Nah disini saya bingung kenapa Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul disebut candi kembar. Karena kalau saya lihat di Candi Plaosan Kidul tidak terdapat candi utama, jadi kembar darimana? Atau memang ada kemiripankah bentuk dan susunan candi perwaranya? Kalau candi ini sudah dipugar dan digali lebih lanjut mungkin akan terlihat lebih jelas.

Saya kemudian blusukan berjalan ke arah timur di kebun jagung dan kebun tembakau milik warga yang terdapat di belakang kompleks Candi Plaosan Kidul. Tidak jauh dari Kompleks Candi Plaosan Kidul saya menemukan galian yang bentuknya seperti sebuah saluran air. Setelah saya runtut ternyata saluran air tersebut sangat panjang yaitu mengelilingi kompleks Candi Plaosan Kidul dan Candi Plaosan Lor. Bahkan saat saya berjalan ke sawah-sawah yang ada di sebelah barat Candi Plaosan Lor, saya juga menemukan saluran air itu.

Candi Plaosan

Candi Plaosan

Karena penasaran, saya kemudian kembali ke loket di depan tadi. Saya menanyakan hal yang saya lihat kepada bapak penjaga loket, dan memang benar bahwa kompleks Candi Plaosan ini dikelilingi oleh saluran air. Pemerintah juga sedang melakukan penggalian di sepanjang saluran air tersebut. Masih menurut bapak penjaga loket ini juga, katanya kompleks Candi Plaosan ini sangat luas dan nantinya kalau benar-benar akan digali semua, rumah-rumah yang ada di desa ini akan terkena imbasnya. Bahkan luasnya akan melebihi kompleks Candi Prambanan. Bedanya di Candi Plaosan akan lebih menonjolkan banyaknya candi perwara, sedangkan Candi Prambanan menonjolkan tiga buah candi induk yang ukurannya cukup besar. Kemudian saluran air tadi bisa digunakan untuk wisata arung jeram alias rafting. Sebuah rencana besar yang saya harap benar-benar terlaksana.

Candi Plaosan

Hari sudah cukup sore dan mendung sudah mulai menebal, saya lebih baik pulang daripada kehujanan lagi seperti kemaren-kemaren. Masa' tiap hari harus hujan-hujan terus. Kunjungan saya ke Candi Plaosan ini juga sebagai penutup tiga hari liburan saya ke Jogja saat lebaran. Besok saya sudah harus ke Surabaya karena akifitas sudah akan dimulai kembali pada hari Senin.


40 komentar:

  1. Indah Banget ya Gambar Gambar Candi nya...

    Salam Kenal sob..... :D

    salam dBlogger

    BalasHapus
  2. salam kenal juga kang yudhie, terimakasih atas kunjungannya..

    BalasHapus
  3. Situs sejarah di Indonesia memang luar biasa indahnya. Patutlah kita lestarikan dan pelajari dengan keseriusan agar selalu menjadi hal yang tak boleh dilupakan sama sekali.

    BalasHapus
  4. Situs sejarah di Indonesia memang luar biasa indahnya. Patutlah kita lestarikan dan pelajari dengan keseriusan agar selalu menjadi hal yang tak boleh dilupakan sama sekali.

    BalasHapus
  5. @coretan hidup: bener sekali mas, jangan sampe anak cucu nantinya nggak tau apa-apa tentang hal-hal bersejarah ini.

    @mila: thanks..

    BalasHapus
  6. pemaparannya lengkap, jadi pengen jalan2 kesana ^^

    BalasHapus
  7. Salam, Wah seumur-umur saya belum pernah liat candi sob...pengen sekali rasanya

    BalasHapus
  8. @inge: kalo ke prambanan harus sekalian mampir ke plaosan ya mbak!! :D

    @semut: wah mas semut kan orang jateng, jadi sesekali jalan-jalan dong ke jogja atau magelang. banyak banget candi-candi peninggalan hindu ataupun buddha di kedua daerah ini.

    BalasHapus
  9. Mas Tri,

    kenapa Mas Tri merasa seram dan takut serta merinding di candi utamanya? merasakan sesuatu kah?
    Saya sich nggak kebayang sama sekali dech kalau kanal di sekitar candi mau dibuat wisata rafting a.k.a arung jeram. Hehehe....airnya kan tenang sekali yach. apakah bisa dibuat menjadi jeram?

    BalasHapus
  10. ya pas ngambil foto arca Dhyani Boddhisatwa yang ada di dalem candi utama perasaan agak nggak enak. nggak tau deh, mungkin hanya perasaan saya saja. habis jepret langsung deh buru-buru keluar.. xixixixi..

    saya juga bingung mas kalo air setenang itu mau dibikin arung jeram, ini saya cuma dapet info dari yang jaga saja. mungkin dibikin jeram untuk anak-anak kali yang jeramnya cuma kayak di dufan.. hehe

    BalasHapus
  11. keren... kirain di jogja hanya ada candi prambanan dan voro budur saja... mudah2han terlaksana, kan seru tuch ada candi + wisata airnta... arum jeram.

    BalasHapus
  12. agh... slah ngetik. koreksi. borobudur, wisata air

    maksut sya begitu. maaf.

    BalasHapus
  13. wah kalo di jogja candinya banyak banget mbak, tapi rata-rata orang banyak yang nggak tau. yang terkenal cuma prambanan saja, sedangkan kalo borobudur kan di magelang-jawa tengah.

    BalasHapus
  14. tulisan di postingannya selalu asik disimak mas..

    BalasHapus
  15. Aq jd pengin nich lihat langsung candi itu,tp kapan ya he...He...Met mlm kawan.Thanks dah berkunjg ke tmpt ku.Lam knl

    BalasHapus
  16. @pemburu: foto-fotomu juga bagus mas.. terus update ya, terutama tempat-tempat eksotis di jogja yang masih belum banyak dikenal masyarakat..

    @wong sikampuh ngoceh: salam kenal juga mas.. terimakasih juga sudah mampir.

    BalasHapus
  17. jadi pengen kesini dan ngebuktiin apakah beneran kembar..:)

    BalasHapus
  18. langsung meluncur ke TKP saja bang, saya sendiri masih kurang yakin kalo candi ini kembar. kata orang-orang sih mirip tapi kalo dilihat dari jauh.. :D

    BalasHapus
  19. Waw.. saya baru dengar tentang candi ini.. kembar ya? Mungkin karena lahirnya bersamaan makanya dibilang kembar.. hehe.. semoga ada yang merawat ya setelah ini jadi para turis punya makin banyak opsi kalo mau berkunjung ke Indonesia.. :)

    Btw, candi ini kena hujan abu merapi ga ya?

    BalasHapus
  20. kalo kata orang si dibilang kembar karena kalo dilihat dari jauh kelihatan mirip. tapi kalo saya ngeliat dari deket kok nggak mirip ya.. hehe..

    tentu saja candi ini harus segera dipugar, paling nggak dengan adanya candi plaosan bisa memberikan paket tur untuk turis selain candi prambanan dan ratu boko..

    saya kurang tau apakah candi plaosan kena abu merapi atau nggak karena saya nggak berdomisili di jogja. mungkin Mas PEMBURU bisa menjelaskan karena beliau yang tinggal di jogja..

    BalasHapus
  21. jangan sampai tak terawat kak, situs peninggalan paling bersejarah nih

    BalasHapus
  22. betul itu rez, kita juga yang jauh dari plaosan dan tidak bisa secara langsung merawatnya paling nggak lah sekali-sekali dateng kesana buat menengok.. hehehe..

    BalasHapus
  23. duuuh yg mau ke bali, hehe...
    mas tri pecinta fotography juga ya?

    BalasHapus
  24. bisa ketemu nggak mas air? minggu jam 3 sore saya juga udah free, acara saya di bali udah selesai dan nganggur sampe senin dan nggak tau mau kemana.. :D

    BalasHapus
  25. situs peninggalan bersejarah yang harus dijaga kelestariannya, tapi sepertinya kurang terawat ya ... apa karena cuma candi kecil jadi terkesan diabaikan ?

    BalasHapus
  26. Wah terlewatkan wisata ke candi plaosan. kemarin lebaran cuma ke candi prambanan dan ratu boko.. kapan2 di komplitin deh wisata candine.
    smoga lekas kelar jg tuh pengaliannya.. tapi warga yang kena imbas perluasan wil candi smoga dapat ganti rugi sing layak jg yach :)

    BalasHapus
  27. Kunjungan balik nih..

    Baru dengar tentang Candi Plaosan. Thanks infonya. :D

    BalasHapus
  28. @hpnugroho: situsnya masih berantakan karena belum dipugar, mungkin nanti setelah selesai dipugar akan menjadi sebesar prambanan. kompleksnya cukup luas kok ini..

    @nita: semoga saja mbak.. kalopun warga harus direlokasi seharusnya mereka juga tidak menolak, karena ini adalah situs budaya yang besar..

    @dewifatma: terimakasih mbak atas kunjungan baliknya..

    BalasHapus
  29. sekedar info aja, daerah sebelah utara jogja memanjang ke timur sampai prambanan, emang komplex mataram kuno [hindu-buddha] terbukti candi2 yg ditemukan hanya diarah tsb saja. yg terbaru di kompleks universitas islam indonesia kampus terpadu jalan kaliurang..

    BalasHapus
  30. iya, masih banyak candi2 kecil laen yg belum tertata, spt candi kedulan, candi d cangkringan jg..

    BalasHapus
  31. @travelbuddy: terimakasih infonya

    @wina: benar sekali win, dan kalau nggak diurus mungkin bakal lenyap begitu saja

    BalasHapus
  32. jadi pengen pindah jurusan kalo gini, jd arkeolog aja,hahaha..
    tp dah tanggung, tinggal skripsi, coba dr dulu nyadarnya..

    BalasHapus
  33. waduhh... mungkin nanti kalo udah lulus mau ngambil lagi arkeologi? hehehehe

    BalasHapus
  34. sekedar info aja, daerah sebelah utara jogja memanjang ke timur sampai prambanan, emang komplex mataram kuno [hindu-buddha] terbukti candi2 yg ditemukan hanya diarah tsb saja. yg terbaru di kompleks universitas islam indonesia kampus terpadu jalan kaliurang..

    BalasHapus
  35. situs peninggalan bersejarah yang harus dijaga kelestariannya, tapi sepertinya kurang terawat ya ... apa karena cuma candi kecil jadi terkesan diabaikan ?

    BalasHapus
  36. tulisan di postingannya selalu asik disimak mas..

    BalasHapus
  37. Salam, Wah seumur-umur saya belum pernah liat candi sob...pengen sekali rasanya

    BalasHapus
  38. indonesia miliki kekayaan yang tak terhingga.trimakasih infonya,.saya jadi lebih mencintai negeri ini

    BalasHapus