9 Oktober 2010

Langkah Pertama Di Gunungkidul: Eksotisme Pantai Ngobaran

Eksotisme Pantai Ngobaran

Pagi hari setelah sarapan di warung terdekat dengan tempat saya menginap, saya segera pergi menuju Gunungkidul. Hari ini adalah hari kedua lebaran, dapat dipastikan jalanan akan segera dipenuhi oleh pemudik dari luar kota yang sedang berlibur ke Jogja. Tempat-tempat wisata yang ada di Jogja juga kemungkinan akan padat diserbu oleh pengunjung. Jika orang-orang akan mengujungi tempat-tempat populer untuk menghabiskan libur lebarannya, saya akan mengunjungi tempat berbeda yang mungkin nggak banyak orang yang tau. Salah satu tempat yang akan saya kunjungi hari ini adalah Pantai Ngobaran di Gunungkidul.

Pada postingan sebelumnya saya mengatakan terdapat dua alternatif jalan menuju Gunungkidul, yaitu melalui Jalan Wonosari-Patuk dan melalui Imogiri. Dengan berbagai macam pertimbangan saya akhirnya memilih untuk lewat Patuk karena lebih ramai dan jalannya lebih bagus. Perjalanan menuju ke Pantai Ngobaran diperkirakan berjarak 65 Km. Seperti biasanya, jalan melewati Bukit Patuk agak menanjang dan berliku tapi bukan halangan untuk memacu motor dengan kecepatan tinggi. Hehe..

Untuk menuju ke Pantai Ngobaran, yang perlu dijadikan patokan awal adalah petunjuk jalan ke Pantai Ngrenehan karena Pantai Ngrenehan bersebelahan dengan Pantai Ngobaran. Selain itu Pantai Ngrenehan lebih dikenal daripada Pantai Ngobaran. Petunjuk jalan yang pertama saya lihat berada di pertigaan Lapangan Udara Gading di Wonosari. Di pertiggan tersebut saya belok kanan untuk ke Pantai Ngobaran. Sedangkan jika lurus adalah menuju Kota Wonosari.

Eksotisme Pantai Ngobaran

Jalan ke arah Pantai Ngobaran ini cukup sepi. Saya malah sempet nyasar juga cukup jauh karena salah belok. Sampai di pasar yang saya nggak tau apa namanya, saya malah belok kanan ke arah Playen. Dengan pedenya saya memacu motor dengan kecepatan tinggi meskipun jalanan semakin kecil, sangat sepi, dan hanya terdapat kebun serta hutan. Saya baru nyadar kalau nyasar setelah mendapatkan jalan mentok yang sangat jelek. Saya segera berbalik arah lalu mulai menyalakan GPS konvensional (tanya sana-sini). Setelah tanya dengan penduduk lokal, benar saja saya nyasar. Harusnya saya belok kiri setelah pasar tadi. Maklum saja, tidak ada petunjuk jalan di pertigaan pasar sehingga saya memilih ke arah jalan yang lebih besar.

Cek poin berikutnya adalah ke arah Saptosari kalau nggak mau nyasar. Jalan ke arah pantai ini memang sangat sepi, saya tidak melihat adanya kendaraan umum yang melewati jalan ini. Rumah-rumah penduduk juga masih jarang. Sebelum sampai Saptosari terdapat petunjuk dari papan yang ditulis tangan dengan cat untuk ke Pantai Ngobaran/Ngrenehan. Dari situ ternyata pantainya masih lumayan jauh. Tapi lumayan tenang karena itu adalah jalan satu-satunya menuju ke Pantai Ngobaran.

Eksotisme Pantai Ngobaran

Tidak lama saya sudah sampai di pos pemungutan retribusi. Cukup dengan membayar 4.000 saja untuk masuk ke tiga pantai sekaligus yaitu Pantai Ngrenehan, Ngobaran, dan Nguyahan. Nama pantainya semua asing di telinga saya. Yang pertama saya kunjungi tentu saja adalah Pantai Ngobaran, meskipun jarak ketiganya saling berdekatan.

Ternyata Pantai Ngobaran ini adalah pantai yang sangat unik, berbeda dengan pantai-pantai lainnya. Pengunjung nggak akan mendapatkan pantai dengan pasir putih yang luas karena pantainya sebagian besar adalah batuan karang yang cukup curam. Uniknya, disini terdapat tempat ibadah berbagai kepercayaan. Terdapat sebuah pura yang biasa digunakan beribadah umat Hindu, tempat beribadah kepercayaan kejawen, dan terdapat juga sebuah masjid yang menghadap ke selatan tapi beribadahnya tetap menghadap kiblat. Tidak jauh dari pura terdapat arca dewa-dewa yang oleh penganut kepercayaan kejawen dijadikan tempat untuk berziarah kepada Prabu Brawijaya V, yaitu seroang Raja Majapahit ketujuh.

Meskipun sedang libur lebaran seperti ini, Pantai Ngobaran masih terlihat sepi. Hanya ada beberapa pengunjung saja yang datang. Untuk lebih menikmati pemandang dengan bebas, sebaiknya mencoba untuk naik ke sebuah bukit yang ada. Terdapat jalan setapak yang cukup bagus untuk menuju ke puncak bukit. Dari atas bukit kita bisa menyaksikan pemandangan luas pantai selatan yang luar biasa indah dan sangat alami. Kalau sudah bosan di pantai ini dan ingin segera bermain air, kita pindah ke pantai sebelah yuk! Kita lihat ada apa disana.

Eksotisme Pantai Ngobaran


18 komentar:

  1. (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Sebuah potensi pariwisata yang kelihatannya belum dipromosikan secara maksimal. Padahal eksotis banget...

    BalasHapus
  2. Nice info kang :-D btw, nama2 tempat yang ada disini belum familier denganku meski sudah beberapa kali aku datang ke Yogya. Mungkin hanya nama Pathuk yang bisa aku ingat karena ada icon yang harus dikunjungi yaitu Bakpia Pathuk.
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    BalasHapus
  3. @alamendah: memang belum dipromosikan dengan maksimal mas, hanya seadanya saja. mungkin masih banyak yang kesana cuma dengar dari mulut ke mulut..

    @sugeng: memang mas ini agak jauh dari kota jogja, berada di kabupaten gunungkidul. sedangkan pathuk yang saya maksud disini juga berbeda dengan pathuk yang dikenal sebagai pusat bakpia di jogja.

    terimakasih atas kunjungannya..

    BalasHapus
  4. Mas Tri....ini agak mirip-mirip dengan Uluwatu di Bali yach :D Mungkin karena akses jalan yang sulit dan belum terlalu jelas, wisatawan nggak banyak yang berkunjung ke tempat ini yach. Pantainya unik, rasa Bali di Tanah Jawa. hehehe

    BalasHapus
  5. sepertinya pemandangan sangat bagus ya, mirip seperti pantai2 di nusa dua dengan tebing2 yang bagus..

    BalasHapus
  6. @lomar dasika: iya bener banget mas lomar, ini seperti di uluwatu. hanya saja areal disini tidak seluas uluwatu. sebenarnya pantai selatan di gunungkidul itu bagus-bagus, nggak kalah dengan yang ada di bali. hanya saja akomodasinya yang sangatttttt terbatas.. gimana ada turis yang mau dateng kalo akses aja sulit dan hotel aja nggak ada.

    @imadewira: bener banget bli.. cuma ya itu tadi masih belum banyak informasi tentang tempat-tempat disini..

    BalasHapus
  7. wahaaaaa bikin iri aja nih kak....

    BalasHapus
  8. tuh pake kamera canggih ya kak mothonya, kok mantep bener potretannya :D

    BalasHapus
  9. nggak kok, cuma pake kamera pocket murahan aja.. :D

    BalasHapus
  10. Saya sempat mampir ke pantai ini 7 Desember 2010 lalu, dah cukup ramai, banyak wisatawan yang datang menggunakan mobil dan minibus. Sayang jalan masuk dari gerbang ke tempat parkir cukup licin untuk pengendara sepeda motor, moga segera diperbaiki oleh pengelola.

    BalasHapus
  11. sumpah bangus banged viewnya, dan saya baru tau klw dijogja masih ada pantai sebagus itu...
    bisa jadi usulan juga nh buat band saya review tempat2 yg bagus buat photo band..hehehe
    arheiyaband@ymail.com

    BalasHapus
  12. @junaidi: saya cukup senang kalau mendengar pantai ini jadi ramai karena akan cukup membantu perekonomian masyarakan gunung kidul. sayangnya memang sarana dan prasarananya sangat minim dan hanya seadanya..

    @arheiya: sebenernya di jogja banyak pantai bagus, tentunya masih banyak yang belum tau pantai-pantai indah itu.

    BalasHapus
  13. kalo aku malah bersyukur.. seenggaknya masih ada sesuatu yg "perawan" di 2011 ini .

    BalasHapus
  14. hehehe.. memang betul mbak, karena sudah sulit cari yang masih "perawan" untuk sekarang ini.

    BalasHapus
  15. kalo aku malah bersyukur.. seenggaknya masih ada sesuatu yg "perawan" di 2011 ini .

    BalasHapus
  16. sumpah bangus banged viewnya, dan saya baru tau klw dijogja masih ada pantai sebagus itu...
    bisa jadi usulan juga nh buat band saya review tempat2 yg bagus buat photo band..hehehe
    arheiyaband@ymail.com

    BalasHapus
  17. Nice info kang :-D btw, nama2 tempat yang ada disini belum familier denganku meski sudah beberapa kali aku datang ke Yogya. Mungkin hanya nama Pathuk yang bisa aku ingat karena ada icon yang harus dikunjungi yaitu Bakpia Pathuk.
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    BalasHapus