5 November 2010

Candi Cetho, Candi Cantik Di Lereng Gunung Lawu

Candi Cetho

Walaupun saya udah terburu-buru untuk segera menuju Candi Cetho nyatanya memang hujan lebih dulu turun sebelum saya sampai. Baru berjalan 1 kilometer dari Kebun Teh Kemuning sudah turun hujan meskipun tidak begitu deras. Air hujan membuat jalan yang semakin menanjak menuju Candi Cetho jadi agak licin. Nanjaknya juga agak tinggi jadi saya harus sangat berhati-hati.

Walaupun hujan saya tidak berhenti untuk berteduh karena memang disini nggak ada tempat yang bisa digunakan untuk berteduh. Tadi sempat melihat beberapa warung-warung yang ada dipinggir jalan sewaktu masih gerimis. Tapi setelah semakin mendekati Candi Cetho tidak ada lagi warung-warung itu, terpaksa deh hujan-hujanan. Air hujan yang membasahi jaket saya membuat badan saya terasa sangat dingin. Apalagi saya sedang berjalan semakin naik ke lereng Gunung Lawu, membuat saya semakin menggigil.

Hujan udah agak reda dan hanya tinggal gerimis saja, ada petugas yang memberhentikan saya. Ternyata ada pemungutan retribusi lagi untuk masuk ke kawasan Candi Cetho. Retribusinya masih sama seperti retribusinya yang pertama tadi yaitu 1.000 saja. Dari pos retribusi itu Candi Cetho sudah tidak jauh, tapi tanjakan jalannya bener-bener luar biasa dahsyat. Tanjakan ini berlangsung sampai dengan sampai di depan pintu Candi Cetho. Pemandangan di kanan-kiri sangat cantik karena saya sudah berjalan ke atas dan saya bisa melihat pemandangan pegunungan di bawahnya walaupun melihatnya juga cuma dengan lirikan. Saya nggak berani mengambil resiko untuk melihat terus menerus pemandangan itu. Saya harus fokus mengemudi agar tidak terjadi sesuatu saat tanjakan curam ini.

Candi Cetho

Setelah berkutat dengan tanjakan beberapa menit akhirnya saya sampai juga di Candi Cetho. Parkiran ada di belakang loket pembelian tiket masuk. di area Candi Cetho ini hanyalah perkampungan yang sangat kecil. Kalau kita mau berjalan kaki berkeliling kampung saja mungkin tidak sampai bikin kaki pegel. Walaupun disini hanya kampung kecil tapi banyak juga loh penginapan-penginapan yang disediakan oleh warga. Saya nggak ada info untuk harganya, tapi yang jelas cukup sederhana penginapannya. Sangat cocok juga sih untuk liburan di akhir pekan.

Harga tiket untuk masuk ke Candi Cetho hanya 2.500. Setelah membeli tiket saya langsung menuju ke lokasi candi. Kembali saya harus melewati tanjakan yang cukup curam. Sekarang tanjakannya adalah berupa anak tangga sebelum saya sampai di pintu gerbang candi. Pintu gerbangnya mirip sekali dengan pintu gerbang pura yang ada di Bali. Hanya saja kalau di Bali biasanya bangunannya berwarna merah, kalau disini berwarna hitam.

Nah kompleks Candi Cetho ini memang berada di tempat yang agak tinggi, tepatnya berada di lereng barat Gunung Lawu yang berada pada ketinggian 1.400 meter diatas permukaan laut. Secara administratif berada di Dukuh Cetho, Desa Gumereng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Pantes aja kalau udaranya sangat sejuk bahkan cenderung dingin lha wong lokasinya udah lumayan tinggi.

Candi Cetho

Saya lanjut berjalan mendekati candi. Candi Cetho ini sangat-sangat mirip dengan sebuah pura yang bentuk bangunannya berteras-teras seperti punden berundak. Sebelum masuk ke candi saya sudah disambut beberapa relief-relief binatang yang cantik seperti gajah, kura-kura, kadal, dan belut. Di sekitar relief-relief tersebut juga terdapat dupa. Sepertinya candi ini memang masih sering digunakan untuk sembahyang umat Hindu.

Seperti yang sudah saya katakan kalau Candi Cetho bangunannya berteras-teras. Masing masing teras ini dihubungkan oleh sebuah pintu dan jalan setapak. Pengunjung harus jalan satu per satu untuk lewat. Kalau berpapasan lewatnya juga harus bergantian. Konon disini terdapat 13 teras yang tersusun dari barat ke timur. Semakin kebelakang (timur) terasnya semakin tinggi dan dianggap sebagai tempat yang paling suci.

Pada kompleks Candi Cetho banyak dijumpai arca-arca yang mirip peninggalan pada masa prasejarah. Bentuknya sangat sederhana, misalnya arca yang kedua tangannya diletakkan di depan perut atau dada. Arca-arca ini berteduh di bawah bangunan yang atapnya terbuat dari bahan seperti ijuk. Di sisi lain bangunan juga terdapat berbagai macam benda pusaka yang di simpan seperti keris, tombak, dan lain-lain.

Candi Cetho

Di bagian paling atas adalah bangunan utama Candi Cetho. Bentuknya seperti sebuah limas, hanya saja atapnya tidak lancip. Di bangunan utama candi ini terdapat ruangan yang biasa digunakan untuk sembahyang. Untuk ruangan ini terdapat pintu yang digembok. Tidak setiap orang bisa masuk kesana, hanya orang-orang yang akan bersembahnyang saja yang diperbolehkan masuk dengan minta dibukakan kunci oleh juru kunci. Dulunya tempat ini adalah tempat yang digunakan untuk bersemedi oleh seorang raja dari Kerajaan Majapahit yaitu Raja Brawijaya.

Bangunan candi utama pada Candi Cetho sudah dipugar pada tahun 1970 bersamaan dengan pemugaran bangunan-bangunan pendopo yang terbuat dari kayu. Tapi yang membuat saya kaget adalah pembangunan atau pemugaran pada bangunan utama Candi Cetho ini tidak memperhatikan konsep arkeologi sehingga tidak bisa dipertanggung jawabkan bentuknya secara ilmiah. Benar-benar sangat disayangkan sekali..

Candi Cetho

Tapi overall, Candi Cetho menurut saya sangat indah, sangat cantik. Candi Cetho sangat berbeda jika dibandingkan dengan candi-candi lain yang bercorak Hindu yang terdapat di Pulau Jawa. Pemandangan dari atas candi juga sangat indah. Pegunungan yang menghijau karena tanaman teh ataupun sayur-sayuran warga di lereng Gunung Lawu membentang sangat luas. Luar biasa!! Nggak menyesal saya jauh-jauh dan bersusah payah datang kesini. Apakah Anda mau mencoba?



7 komentar:

  1. namanya saja candi cetho, jadi ya kliatan cetho, hehe...
    kapan ke bali nya?

    BalasHapus
  2. yo pancen cetho mas ari.. hehehe..
    berangkat tanggal 13 pagi mas.

    BalasHapus
  3. Mau dong coba kesana, ntar saat plg ke solo. malaku2 ampe pegel ke berbagai candi xixixxi..

    BalasHapus
  4. nah kalo pulang ke solo emang wajib mbak wisata kesini karena cukup deket kalo dari solo. mulai dari candi sukuh, candi cetho, air terjun parang ijo, air terjun jumog, dan tawangmangu bisa dinikmati di karanganyar.. :)

    BalasHapus
  5. it's the nice place to visit................

    BalasHapus