5 November 2010

Dari Candi Cetho Ke Candi Sukuh

Dari Candi Cetho Ke Candi Sukuh

Saya benar-benar sangat puas berkeliling Candi Cetho. Waktu selama 2 jam sangat tidak terasa meskipun kompleks candinya tidak luas. Mungkin juga karena udara disini yang sangat sejuk yang membuat saya cukup betah berada disini. Sangat berbeda dengan saat saya berkunjung ke candi-candi yang berada di dataran rendah seperti halnya Borobudur dan Prambanan yang panasnya minta ampun.

Saya harus melanjutkan kembali perjalanan saya. Masih ada satu tempat lagi yang akan saya kunjungi yaitu Candi Sukuh. Untuk ke Candi Sukuh dari Candi Cetho saya harus melewati jalan yang sebelumnya saya lewati untuk ke Candi Cetho. Ya memang saya harus balik arah karena lokasi Candi Sukuh cukup dekat dengan pos pemungutan retribusi yang pertama saya lewati tadi.

Setelah hujan saat berangkat tadi, sekarang cuaca menjadi sangat baik. Matahari bersinar cukup cerah, langit terlihat sangat biru, tumbuhan yang ada di bawah sana terlihat sangat hijau, dan awan sepertinya tingginya sejajar dengan saya. Pemandangan yang sangat indah ini membuat saya sebenarnya sedikit enggan untuk meninggalkannya. Sayangnya saya juga sore ini harus sudah sampai di Surabaya karena harus menjemput Nyonya di Bandara Juanda. Oleh karena itu saya harus segera turun dan menuju ke tujuan berikutnya yaitu Candi Sukuh.

Kalau sewaktu berangkat tadi tanjakan saat naik yang sangat curam, untuk pulangnya adalah kebalikannya. Turunannya membuat saya menginjak rem dalam-dalam agar tidak bablas masuk jurang. Setelah berhasil melewati turunan yang curam dan beberapa tikungan tajam, saya kembali melewati Kebun Teh Kemuning yang sangat segar karena baru saja diguyur hujan. Masih banyak juga ternyata yang nongkrong di pinggir kebun teh hanya untuk ngobrol ataupun foto-foto. Hehehe..

Kurang lebih 30 menit perjalanan saya sudah sampai di pertigaan dekat pos tadi. Kali ini saya harus belok kanan untuk menuju Candi Sukuh. Jalan ke Candi Sukuh meskipun menanjak tapi tidak separah seperti ke Candi Cetho tadi. Lagipula jalan untuk ke Candi Sukuh lebih lebar daripada jalan untuk ke Candi Cetho. Saat menuju Candi Sukuh ini saya juga melewati Air Terjun Jumog yang juga menjadi salah satu alternatif tujuan wisata di Karanganyar. Saya nggak bisa mampir ke air terjun ini karena waktu saya sudah cukup mepet.

Di sepanjang jalan menuju ke Candi Sukuh juga sudah ramai rumah-rumah penduduk. Banyak juga penginapan dan vila-vila yang siap untuk disewakan. Disini lebih ramai mungkin karena selain lokasinya yang tidak terlalu tinggi yaitu hanya 800 meter dpl juga tempat ini sudah dekat dengan Tawangmangu yang menjadi objek wisata utama di Karanganyar.

Sebelum tiba di Candi Sukuh, langit kembali tidak bersahabat. Langit sudah menghitam sangat pekat. Saya cuma bisa berharap tidak turun hujan karena bisa menghambat perjalanan saya berikutnya.


5 komentar:

  1. Indonesia kaya dengan objek wisata
    semoga pengelolannya lebih maksimal sehingga dapat menarik minat pengunjung.

    salam persahabatan dari bintangair

    BalasHapus
  2. bener sekali mbak.. thailand yang lebih kecil aja bisa menarik 15jt turis per tahun, negara kita ini yang amat sangat luas dan kaya dengan alam dan budaya cuma bisa dapet sepertiganya..

    salam kenal mbak..

    BalasHapus
  3. Indonesia kaya dengan objek wisata
    semoga pengelolannya lebih maksimal sehingga dapat menarik minat pengunjung.

    salam persahabatan dari bintangair

    BalasHapus
  4. mas.....jalur transportasi ke candi nya jika dari surabaya naik apa mas...

    BalasHapus
  5. kalo angkutan umum paling surabaya-madiun-magetan-tawangmangu.. dari tawangmangu ke candi nggak ada angkutan umum.. alternatif ya ojek

    BalasHapus