22 November 2010

Dari Malang, Gadang, Turen, Sampai Akhirnya Sendang Biru

Pulau Sempu

Pulau Sempu merupakan pulau yang berada di sebelah selatan Pulau Jawa dan masih termasuk dalam wilayah Kabupaten Malang. Meskipun masih berada di Kabupaten Malang tapi jaraknya dari Kota Malang masih cukup jauh. Kami masih harus melakukan perjalanan beberapa jam lagi untuk sampai di Pantai Sendang Biru yang digunakan sebagai tempat untuk menyeberang ke Pulau Sempu.

Kota Malang di siang hari saya rasa hampir sama panasnya dengan Surabaya. Di tengah terik matahari kami melanjutkan perjalanan untuk ke Pulau Sempu. Dari Stasiun Malang kami naik angkot menuju Gadang. Gadang adalah sebuah terminal angkot yang terdapat di Kota Malang. Cukup membayar 2.500 saja untuk sampai di Gadang dari stasiun.

Sesampainya di Gadang kami sudah diserbu oleh para calo ataupun kernet bus ataupun colt dengan tujuan Turen. Kami lalu naik ke salah satu bus tujuan Turen tersebut. Tidak perlu menunggu lama karena bus sudah penuh, dan begitu kami naik bus langsung berangkat. Diperlukan waktu tempuh selama kurang lebih 1 jam untuk sampai di Turen. Untuk ongkosnya sendiri hanya 5.000 dan kami diturunkan tepat di depan Pasar Turen.

Di depan Pasar Turen sudah banyak sekali angkot warna biru muda yang ngetem untuk mengantarkan ke Pantai Sendang Biru. Sistem angkot disini sepertinya berangkat satu per satu. Kalau yang ngetem terlebih dahulu belum berangkat, yang lainnya nggak bisa mendahului untuk berangkat. Angkot ngetem sangat lama sekali menunggu sampai angkot benar-benar penuh. Kurang satu penumpang saja sepertinya angkot nggak akan berangkat. Sambil menunggu kami membeli beberapa perlengkapan yang sekiranya diperlukan di Pulau Sempu nanti.

Setelah menunggu selama lebih dari 1 jam akhirnya angkot penuh juga, malah sangat berdesak-desakan. Mobil yang hanya berkapasitas maksimal 10 orang bisa diisi dengan 15 orang. Bisa dibayangin deh badan remuknya kayak apa karena kejepit sama penumpang yang lain. Yang lebih gila lagi, jarak antara Pasar Turen dengan Sendang Biru adalah 45 Km yang ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam. Pantat rasanya panas dan kaki jadi kesemutan semua. Hal lain yang lebih heboh, selama perjalanan si sopir masih saja berhenti untuk menaikkan penumpang. Naik dimana lagi? Ada yang di atas mobil bersama dengan barang-barang dan ada yang seperti spyderman yang berdiri menempel di pintu belakang. Bener-bener gila!! Padahal jalanan untuk ke Sendang Biru cukup berkelok-kelok tajam dan ini cukup membahayakan.

Mungkin karena sudah terlalu kecapekan dan masih mengantuk, satu per satu dari rombongan kami tertidur. Saya juga ikut tertidur dan lupa dengan kaki saya yang tidak bisa bergerak karena kesemutan. Sebelum sampai di Pantai Sendang Biru angkot berhenti dan kami terbangun. Karena hari lebaran, antrian masuk ke Sendang Biru sangat panjang. Melihat kemacetan yang parah ini si sopir angkot nggak mau masuk ke Sendang Biru karena bakal lama dan khawatir nggak bisa keluar. Penumpang diturunkan di tengah jalan, termasuk kami. Untuk perjalanan yang agak jauh ini kami ditarik ongkos 10.000 per orang.

Pulau Sempu

Kami diturunkan sekitar 1,5 Km dari Sendang Biru. Kebetulan ada mobil pick up yang masuk kami memutuskan untuk nebeng daripada jalan kaki lumayan juga capeknya. Semakin mendekati Sendang Biru kemacetan bertambah parah. Karena sudah dekat jadi kami turun dari mobil pick up tebengan dan berjalan kaki menuju pantai. Sesampainya di pantai memang benar kalau Sendang Biru sangat crowded, sampai-sampai berjalan ke loket masuk saja sulit. Masuk ke area Pantai Sendang Biru para pengunjung harus membayar 4.000.

Daripada kelamaan di Pantai Sendang Biru yang sangat crowded ini lebih baik kami segera mengurus perijinan untuk masuk ke Pulau Sempu. Iqbal dan Adha yang ngurus ijin masuk Pulau Sempu, sementara saya, Agung, dan Ferdi nego ongkos kapal untuk mengantar kami ke Pulau Sempu. Setelah masalah perijinan selesai dan mencapai kesepakatan harga kapal kami langsung saja meninggalkan Sendang Biru.. Sempu... Aku dataaang!!!


6 komentar:

  1. waaa.... asyiknya nberpetualang seperti ini :)

    kapan bisa kesini ya, i'm like trevelling too

    BalasHapus
  2. hallo mbak mila, apa kabar? wah suka petualang juga? jalan bareng yuk!! xixixixiixixi :p

    gimana jogja sekarang mbak?

    BalasHapus
  3. Meutia Halida Khairani08 Juni, 2011 09:28

    duhh, susahnya mau komen disini tri :(.. drtd saya login, logout melulu...
    btw, sistem angkot dmn2 emg gitu sih.. ngetemnya itu loh bikin gemes.. mana suka penuh2in org padahal kita udah kebas n mati rasa didalamnya karena kejepit..

    BalasHapus
  4. hehe.. maaf ya mutia, sepertinya kalo mau komen disini halaman harus sudah terbuka dengan sempurna. kalo masih loading emang susah.. nggak tau kenapa..

    ya itu ciri khasnya indonesia.. walaupun udah penuh tetep aja ditumpuk.. belum berangkat kalo belum penuh.. untuk efisiensi kendaraan, BBM, dan tenaga tapi nggak bisa dapet efisiensi waktu.. :(

    BalasHapus
  5. di pulau sempu bisa buat camping gak gan ????

    karna rencana saya mau k'sana ??

    tolong bagi infonya gan......

    BalasHapus
  6. bisa cuma harus minta ijin dulu.. silahkan baca postingan saya yang lain tentang sempu.. ada disini semua kok, lengkap..

    BalasHapus