29 November 2010

Sampai Juga Di Segara Anakan

Pulau Sempu

Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan selama sekitar 10 jam, mulai dari jam 5 pagi berangkat dari Surabaya ke Malang, menuju Pantai Sendang Biru, menyeberang ke Pulau Sempu, dan trekking selama 1 jam di tengah hutan, akhirnya kami sampai juga di Segara Anakan. Kelelahan yang kami rasakan terbayar sudah dengan pemandangan indah yang disuguhkan oleh Segara Anakan.

Memang benar seperti cerita teman-teman saya yang sudah pernah kesini, Segara Anakan memang sangat cantik walaupun tempatnya tidak terlalu luas. Bahkan ada yang meyebut Segara Anakan adalah Phi Phi Island-nya Indonesia. Berlebihan nggak sih? Hehehe.. Tidak mau membuang-buang waktu, kami segera menelusuri segala sudut segara anakan dari ujung ke ujung. Tidak lupa mengambil beberapa foto tentunya. Menariknya dari sudut manapun dilihatnya, Segara Anakan tetap terlihat cantik. It's amazing!!

Pulau Sempu

Puas berkeliling, waktunya mendirikan tenda. Kami saat itu membawa dua set tenda yang akan digunakan untuk tidur di malam hari. Menurut kami dua buah tenda sudah cukup untuk menampung tidur kami berlima. Pemasangan tenda sudah beres, lalu memasak makanan untuk makan malam kami nantinya. Sambil menunggu makanan matang, tentunya berenang dan mandi-mandi dulu di Segara Anakan yang airnya sangat jernih dan tidak dalam. Beberapa romobongan juga terlihat mendirikan tenda di sisi lain. Kami lalu bergabung dengan rombongan lain tersebut untuk bermain sepak bola di tepi segara. Rata-rata romobongan itu berasal dari Malang dan sekitarnya.

Asyik ditinggal maen ternyata masakan ala kadarnya sudah matang dan siap disantap walaupun malam belum juga datang. Nggak apa-apalah makan malam diganti dengan makan sore, yang penting perut keisi dulu. Udah laper soalnya karena terakhir makan ya pagi tadi sewaktu baru nyampe Stasiun Malang Baru. Enak nggak enak pokoknya dimakan aja yang penting perut keisi. Hahaha..

Pulau Sempu

Selesai makan nyemplung lagi ke Segara Anakan buat bersihin badan, ganti baju lalu shalat ashar terlebih dahulu untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya sehingga saya masih bisa menyaksikan hasil ciptaan-Nya yang cantik ini.


13 komentar:

  1. coba direfresh lagi mbak.. mungkin belum nongol.. hehe

    BalasHapus
  2. Subhanallah... Indah banget :)
    Tapi, sulit juga perjalanannya ya :D

    BalasHapus
  3. Seru kayanya, kemping gitu..
    masak apa disana, indomie-kah?

    BalasHapus
  4. @kakaakin: walaupun lumayan capek tapi memang sangat sesuai dengan apa yang didapatkan..

    @nita: masaknya cuma masak nasi, indomie, sama goreng corned.. lha habis mau masak apalagi lha wong nggak bisa masak :D

    BalasHapus
  5. kayaknya keren banget mas, dilihat dari fotonya itu. haha.. makan malam jadi makan sore, trus sumber air minumnya dari mana mas? air segara anakan sendiri asin ya..

    BalasHapus
  6. @anton wijaya: bener banget mas

    @dwi: iya makan malam dan makan siang dirapel jadi makan sore.. hehehehe.. sayangnya nggak ada sumber air tawar disini, jadi harus bawa air mineral yang cukup dari sendang biru..

    BalasHapus
  7. coba direfresh lagi mbak.. mungkin belum nongol.. hehe

    BalasHapus
  8. pantainya kecil banget ya? tapi keren ya, bersih dan indah

    BalasHapus
  9. memang hanya kecil karena berada di dalam sebuah pulau..

    BalasHapus
  10. wah, ane baru aja dari sini om.. 

    BalasHapus
  11. oh ya? sekarang gimana? tambah rame nggak yang kesana?

    BalasHapus