9 Januari 2011

Ke Denpasar Dalam Rangka AGM 3 Dengan Merpati Boeing 737-200

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Ini masih merupakan perjalanan saya di tahun lalu (2010) ke Denpasar. Untuk kedua kalinya pada tahun 2010 kemaren saya mengunjungi Bali. Yang pertama adalah pada bulan Juni dalam rangka liburan, dan yang kedua adalah pada bulan November. Tujuan saya ke Denpasar ini adalah untuk mengikuti acara tahunan yang rutin diadakan oleh Indoflyer yaitu AGM yang diadakan pada tanggal 13-14 November 2010. Pada tahun 2010 merupakan ketiga kalinya AGM diadakan.

Dari jauh-jauh hari saya memang sudah merencakan untuk datang ke acara tersebut tapi juga masih belum pasti karena sibuknya perkuliahan dan juga harga tiket untuk ke Denpasar yang cukup mahal. Sedangkan tiket untuk pulang dari Denpasar sudah saya dapatkan dengan harga yang sangat murah. Sampai dengan H-3 saya masih belum pasti apakah bisa ikut atau tidak. Pada H-2 saya cek ke beberapa web maskapai seperti Garuda, Batavia, dan Lion tapi saya tidak mendapatkan harga yang bagus. Rata-rata harganya udah di atas 500.000, bisa bangkrut deh kalo ngambil harga segitu.

Lalu saya cek di web Merpati karena saat ke Bali sebelumnya saya juga menggunakan Merpati. Tidak diduga, untuk keberangkatan besok Merpati punya dua penerbangan. Dan yang cukup mencengangkan harganya sangat murah. Saya mendapatkan harga cuma 192.000 saja. Harga tiket ini sedikit lebih mahal daripada naik bus untuk ke Denpasar. Tentu nggak terlalu mikir lama saya langsung booking tiket tersebut melalui web dengan sangat mudah. Tiket sudah dapet, besoknya berangkat ke Denpasar sekaligus bolos satu mata kuliah karena jadwalnya bentrok dengan jadwal keberangkatan saya. Hehe..

Flight Detail:
Date: November 12, 2010
Airline: Merpati Nusantara Airlines
Flight No: MZ-604
Route: Surabaya (SUB)-Denpasar (DPS)
Departure Time: 14.30 LT (scheduled), 14.50 (actual)
Arrival Time: 16.20 LT (scheduled), 16.45 (actual)
Aircraft: Boeing 737-200
Registration: PK-MBC
Class: Economy
Seat: 20F
Site: http://www.merpati.co.id/

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Ini adalah kedua kalinya saya naik Merpati dan semuanya adalah rute pendek Surabaya-Denpasar yang membutuhkan waktu terbang hanya sekitar 40 menit. Pertimbangan saya naik Merpati hanya satu, masalah harga. Saya sebenarnya heran dengan Merpati, kondisi maskapai ini masih dilanda krisis yang tidak ada habisnya, serta hutang yang masih sangat menumpuk tapi kenapa menjual tiket dengan sangat murah. Apa nggak rugi? Saya sih sebagai penumpang seneng-seneng aja, tapi saya akan sangat sedih jika nanti Merpati sampai gulung tikar karena merugi terus setiap tahun. Apalagi armada Merpati ini sangat beraneka ragam mulai dari Boeing 737-200, Boeing 737 Classic (seri 300 dan 400), Fokker 100, Fokker 28, ATR 72-200, Xian MA-60, dan beberapa jenis pesawat untuk rute-rute perintis. Dengan banyaknya tipe pesawat yang dimiliki ini tentu membuat maintenance cost menjadi tinggi dan mungkin membuat Merpati semakin terpuruk.

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Oke, lanjut saja.. Jam satu siang saya sudah tiba di Bandara Juanda dan langsung check in mumpung check in counter masih sepi. Siang hari seperti ini memang Bandara Juanda tidak seramai pada pagi hari. Setelah check in seperti biasa saya langsung ke atas menuju ruang tunggu dan langsung jepret-jepret beberapa pesawat yang datang dan pergi di Bandara Juanda ini. Meskipun sepi tapi tetep aja di Juanda ini dipadati Lion lagi Lion lagi.. Tapi selain Lion ada juga kok Boeing 737-800 punya Garuda sama Airbus A319 Mandala.

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Karena udah bosen jadi mending masuk ke ruang tunggu aja, apalagi penumpang Merpati tujuan Denpasar sudah dipersilahkan masuk ruang tunggu. Di ruang tunggu juga cuma bengong aja sambil jepretin beberapa pesawat lagi. Ada Citilink Boeing 737-300, Sriwijaya Boeing 737--200, dan lagi-lagi Lion dengan Boeing 737-900ER nya. Tapi ada yang beda di ruang tunggu ini, sarung kursinya sudah berubah jadi agak kecoklatan dan lebih elegan. Nice lah!!

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Katanya sih jadwalnya jam 14.30 tapi jam 14.35 baru boarding. Agak telat dikit boardingnya walaupun pesawatnya udah dateng dari tadi. Dan yang membuat saya senang adalah pesawatnya adalah pesawat tua renta Boeing 737-200. Saya masih berkesempatan naik odong-odong ini sebelum dipensiunkan.

Merpati cuma punya dua unit Boeing 737-200 dengan registrasi PK-MBC dan PK-MBE. Keduanya merupakan pesawat bekas dari Lufthansa yang dibuat pada tahun 1981. Dengan demikian usianya hampir memasuki 30 tahun. Yang akan saya naiki kali ini adalah PK-MBC yang sudah dioperasikan oleh Merpati sejak bulan Desember 1994. Sedangkan PK-MBE datang pada bulan Maret 1995. Dulu saya sering melihat PK-MBC mondar-mandir di Jogja untuk mengantarkan penumpang rute Jogja-Makassar-Sorong dan lain sebagainya. Tapi sekarang saya berkesempatan menaikinya.

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Masuk ke pesawat langsung duduk manis di kursi paling belakang yaitu 20F tapi sayang kaca jendelanya burem banget dan banyak goresan. Susah deh ngambil gambar biar hasilnya bagus. Walaupun pesawat ini udah tua tapi dalemnya masih lumayan bagus sih, cukup terawat juga kursi-kursinya.

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Nggak beberapa lama pintu pesawat ditutup dan pesawat siap push back. Saat push back kok keliatan pesawat-pesawat gede dengan livery aneh-aneh. Hmmm.. Ternyata pesawat-pesawat Airbus A330 yang disewa Garuda untuk menerbangkan para jama'ah haji. Pesawat-pesawat ini sebenarnya adalah pesawat untuk embarkasi Solo. Tapi karena Merapi di Jogja sedang ganas-ganasnya jadi penerbangan ke tanah suci yang berasal dari embarkasi Solo dipindahkan melalui Bandara Juanda. Kalau saya liat setidaknya ada 3 pesawat A330 untuk haji yang nongkrong di Juanda.

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Setelah push back pesawat taxi ke runway 10. Tapi nggak sampai ujung, pesawat udah masuk ke runway. Loh mau take off pake setengah runway nih. Apa pesawatnya lagi enteng ya (kargo kosong)? Begitu masuk ke runway pesawat langsung meluncur dengan cepat lalu airborne. Enteng banget sepertinya ini pesawat. Setelah seat belt sign sudah off saya pindah ke kursi lain yang kacanya lebih bersih. Masih ada beberapa tempat duduk yang kosong soalnya di belakang. Tiba-tiba dari atas keliatan pulau yang cukup bagus. Ada yang tau pulau apakah itu? Pulau Bawean bukan ya?

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Karena rute yang cukup pendek, pesawat hanya terbang pada ketinggian 22.000 kaki di atas permukaan laut. Pesawat terus terbang ke arah timur melewati PLTU Paiton. Mbak mugari sudah terlihat dorong-dorong trolley, bagi-bagi snack. Untuk penerbangan yang hanya 40 menit cukup lumayan dikasih sepotong roti sama segelas air mineral. Walaupun rasa rotinya hanya biasa saja.

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Tidak terasa pesawat sudah mengurangi ketinggian jelajahnya karena dalam waktu bebepara saat lagi akan mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai. Saat descent ini di kanan-kiri nggak keliatan apa-apa karena cuaca sangat berkabut dan pesawat dikelilingi oleh awan. Meskipun begitu pesawat hanya mengalami turbulence ringan saja. Pada jam 16.40 waktu Denpasar roda pesawat sudah menyentuh landasan dengan sangat mulus. Huff.. Sampai lagi di Bali..

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Kali ini pintu belakang pesawat dibuka, tidak seperti saat berangkat hanya pintu depan saja yang dibuka. Di sebelah pesawat yang saya naik ini ada Lion Air Boeing 737-900ER yang baru dateng juga. Dan di ujung sana ada 2 pesawat Aibus A330 Garuda. Ternyata cuma sedikit penumpang yang tujuan akhirnya Denpasar karena kebanyakan adalah penumpang dengan tujuan akhir Kupang yang transit dulu di Denpasar. Saya segera turun dari pesawat melalui pintu belakang.

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS

Saya langsung keluar dan menuju makan dulu di KFC yang ada di depan pintu kedatangan domestik karena sudah lapar. Sambil makan saya sms Om Edi (Jumpseat) dan saya diminta untuk menunggu beliau karena Om Jumpseat juga sedang menunggu Om Awal yang berangkat dari Jakarta tapi pesawatnya delay. Hasilnya saya dan Om Jumpseat menunggu sampai jam 18.30, lalu Om Jumpseat mengantar saya dan Om Awal ke penginapan.

Merpati Nusantara Boeing 737-200 SUB-DPS


20 komentar:

  1. Wah ...
    ke Bali lagi nih ...
    Memang pada hari-hari biasa harga tiket merpati berapa .,?

    BalasHapus
  2. mas..klo di tmpatku(pekanbaru) masih ada maskapai yg menerbangkan boeing 737 200 untuk rute jauh..bkn nya pesawat tersebut akhir2 ini di khususkan buat penerbangan jarak dekat ya????????

    BalasHapus
  3. @Thoriq Pratama: kalo normalnya sih merpati ke denpasar 384.000/527.000

    @prima: rute jauhnya kemana mas prima? pekanbaru-jakarta? maskapainya apa? sriwijaya kah?

    kalo penggunaan pesawat Boeing 737-200 untuk rute-rute pendek itu lebih karena pesawat ini kapasitas penumpangnya nggak terlalu besar, hanya sekitar 120 penumpang saja. jadi kemungkinan bisa terisi penuh walaupun hanya untuk rute pendek tersebut.

    kalo yang punya punya merpati sih masih sering dipake untuk rute Jogja-Makassar-Sorong ataupun Surabaya-Makassar-Jayapura? ya rata-rata rute Indonesia timur lahhj..

    BalasHapus
  4. ya,saya juga pernah menaiki sriwijaya air 737-200 (memang pesawat ini terbang perdananya pada 1967),sangat tua sekali,sayapnya juga kotor, ayah saya takut dan tidak mau naik pesawat 737 lagi, akhirnya saya pulang menggunakan mandala airlines karena pesawatnya airbus.merpati harganya murah juga ya!!!

    BalasHapus
  5. betul mas..padahal maskapai lain udh jarang memakai 737 200 untuk rute jauh..bayangkan mas pku-jkt itu memakan waktu 1 jam 40 menit,ngeri saya menumpang 737 200 untuk rute yg jauh..maklum mas pesawat nya lebih tua 5 tahun dari pada saya...xixixi..

    BalasHapus
  6. @anonim: walaupun pesawat tua, pesawat Boieng 737-200 milik sriwijaya setahu saya memiliki perawatan yang bagus yang dilakukan oleh PT ANI. jadi tidak perlu khawatir naik pesawat yang tua asalkan maintenance-nya bagus.. lho kenapa ayahnya nggak mau naik pesawat Boeing 737? Garuda punya pesawat Boeing 737-800 yang baru dan gress dikirim dari pabrik loh. Lion Air juga begitu, pemesanan Boeing 737-900ER ada 178 pesawat dan semuanya baru dari pabrik.. itu kalo pertimbangannya pesawat baru sih..

    @prima: bukan masalah mas naik pesawat tua untuk jarak dekat atau jarak jauh. asalkan pesawat tua dirawat dengan baik akan tetap menjamin keselamatan para penumpangnya. contohnya masih banyak pesawat tua jenis DC-9 yang dioperasikan oleh maskapai terbesar dunia Delta Airlines dengan usia pesawat 30 tahunan. jumlahnya nggak tanggung-tanggung, ada ratusan..

    sriwijaya ini kemana-mana masih banyak pakai Boeing 737-200 karena memang jenis pesawat ini paling banyak di armada sriwijaya. tapi mereka udah pesen 20 Boeing 737-800 kok untuk peremajaan armada.. :)

    BalasHapus
  7. mantap tu mas..sriwijaya bisa menyaingi garuda tuh pesawatnya..

    BalasHapus
  8. mas mau nanya nich..pesawat yg di colokin APU gunanya apa sich?????

    BalasHapus
  9. eh anggota IF juga om? salam kenal yah nicknya om di IF apa kalau saya gunadi184

    BalasHapus
  10. bener2 ahli pesawat...hehe...
    ke denpasar nggak ngasih kabar kang?
    kalo penerbangan ke solo atau jogja dari denpasar enaknya naik pesawat apa pak?

    BalasHapus
  11. @anonim : gimana cara gabung anggota IF itu mas??? IF itu apa?

    BalasHapus
  12. @gunadi184: nick saya di IF greatstyo.. salam..

    @tunsa: waktunya minim kang.. kalo dari denpasar ke jogja adanya cuma lion sama garuda kang. kalo ke solo nggak ada penerbangan direct.

    @prima: IF itu indoflyer, komunitas pecinta dunia penerbangan. silahkan kunjungi saja indoflyer.net

    BalasHapus
  13. salam kenal bung tri setyo,..langsung aja ya,.menurut anda,emang benar ya suara mesin 738 dg a320 halusan a320?...trs juga peredam suara airbus lebih bagus ketimbang boeing?...soalnya saya perhatikan kyk gitu,.saya bulan ini dah 4x naik 738 garuda,.(termasuk PK-GFL yg terbaru di GA),..suaranya keras bgt,....mohon pencerahannya,..

    salam kenal
    zamzam---kudus..

    BalasHapus
  14. halo mas zamzam, kalo untuk peredam suara atau apapun itu saya rasa sama saja. saya nggak bisa bicara lebih soal ini. sedangkan untuk mesin, perlu diketahui kalau B738 hanya menggunakan mesin CFM, sedangkan untuk A320 ada yang menggunakan mesin CFM dan ada yang menggunakan mesin IAE. Airbus A320 dengan mesin IAE memang lebih sunyi daripada mesin CFM Boeing 737-800. mungkin anda pernah naik A320 dengan mesnin IAE jadi terasa lebih halus suaranya. nah kalo anda sudah pernah naik A320 dengan mesin CFM, mungkin rasanya sama saja dengan naik B738 punya garuda ataupun B739ER punya lion.

    suara A320 dengan mesin IAE ini terasa halusnya tidak hanya pada saat di dalam pesawat. coba saja main-main ke bandara melihat pesawat yang take off atau landing, pesawat A320 dengan mesin IAE saat take off dan landing memang sangat mulus suaranya, nyaris tidak terdengar. hehehe

    BalasHapus
  15. oh begitu toh,.berarti bukan karena peredam kabin ya mas?...saya pikir PK-GFL,PK-GFI dsb yg produksi 2010,suara ke kabin keras bgt kyk gitu,..klo dulu saya naik RI A 320,suaranya halus bgt.

    mau tanya lagi mas,..antara B738 dg A320/319..Sebenarnya kualitas secara umum bagus mana mas?...karena di indonesia ini banyak maskapai yg memakai B738,.seperti garuda n sriwijaya(coming soon)...apa B738 lebih ekonomis atau lebih user friendly bagi pilot kita/ato gimana?..

    thx before mas ,.....hehehehe

    BalasHapus
  16. @mas wijanarko dan mas anonim : terima kasih ya mas,atas petunjuk mas2 skrg saya udh jadi anggota IF..sebenarnya saya sudah lama mencintai dunia penerbangan,bahkan saya rela bela2in berlama di bandara bila lagi ada saudara yg dtg dari luar kota..saya sengaja jemputnya lebih awal biar bisa melihat jenis2 pesawat...
    mohon petunjuk dan arahan nya ya mas..

    BalasHapus
  17. @anonim: kalo perkara bagus mana sih saya rasa sama saja kualitasnya.. mau pake boeing atau airbus pasti banyak sekali pertimbangannya.. mulai dari harga, mission profile, commonality dengan pesawat-pesawat sebelumnya sehingga pilot tidak perlu training dari awal, dan lain sebagainya yang saya juga kurang paham. kalopun dijelaskan akan panjang sekali.

    @prima: selamat bergabung di IF ya mas, semoga betah.. hehe

    BalasHapus
  18. @mas wijanarko dan mas anonim : terima kasih ya mas,atas petunjuk mas2 skrg saya udh jadi anggota IF..sebenarnya saya sudah lama mencintai dunia penerbangan,bahkan saya rela bela2in berlama di bandara bila lagi ada saudara yg dtg dari luar kota..saya sengaja jemputnya lebih awal biar bisa melihat jenis2 pesawat...
    mohon petunjuk dan arahan nya ya mas..

    BalasHapus
  19. @gunadi184: nick saya di IF greatstyo.. salam..

    @tunsa: waktunya minim kang.. kalo dari denpasar ke jogja adanya cuma lion sama garuda kang. kalo ke solo nggak ada penerbangan direct.

    @prima: IF itu indoflyer, komunitas pecinta dunia penerbangan. silahkan kunjungi saja indoflyer.net

    BalasHapus
  20. @anonim: walaupun pesawat tua, pesawat Boieng 737-200 milik sriwijaya setahu saya memiliki perawatan yang bagus yang dilakukan oleh PT ANI. jadi tidak perlu khawatir naik pesawat yang tua asalkan maintenance-nya bagus.. lho kenapa ayahnya nggak mau naik pesawat Boeing 737? Garuda punya pesawat Boeing 737-800 yang baru dan gress dikirim dari pabrik loh. Lion Air juga begitu, pemesanan Boeing 737-900ER ada 178 pesawat dan semuanya baru dari pabrik.. itu kalo pertimbangannya pesawat baru sih..

    @prima: bukan masalah mas naik pesawat tua untuk jarak dekat atau jarak jauh. asalkan pesawat tua dirawat dengan baik akan tetap menjamin keselamatan para penumpangnya. contohnya masih banyak pesawat tua jenis DC-9 yang dioperasikan oleh maskapai terbesar dunia Delta Airlines dengan usia pesawat 30 tahunan. jumlahnya nggak tanggung-tanggung, ada ratusan..

    sriwijaya ini kemana-mana masih banyak pakai Boeing 737-200 karena memang jenis pesawat ini paling banyak di armada sriwijaya. tapi mereka udah pesen 20 Boeing 737-800 kok untuk peremajaan armada.. :)

    BalasHapus