25 Februari 2011

Ke Monumen Bom Bali, Mengenang Malam Kelam 12 Oktober 2002

Ke Monumen Bomo Bali, Mengenang Malam Kelam 12 Oktober 2002

Tadi malam saya tidur cukup nyenyak di Hotel Mahendra. Saking nyenyaknya saya baru bangun jam 8 pagi. Begitu bangun saya bergegas untuk mandi dan sarapan dengan makanan yang disediakan oleh pihak hotel. Pagi itu saya harus berpisah dengan rekan saya Mas Ryan. Mas Ryan akan bertemu kliennya hari ini, sementara saya akan memanfaatkan waktu yang tinggal sedikit ini untuk berkeliling Bali tentunya tidak jauh-jauh dari wilayah Kuta.

Pagi hari cuaca di Bali sangat cerah, bahkan cenderung panas. Saya berjalan menelusuri Jalan Poppies Lane 2 menuju Jalan Legian. Waktu seperti ini Poppies terlihat masih sangat sepi. Mungkin masih pada teler yang habis pesta-pesta tadi malam. Benar-benar suasana yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan malam hari. Kalau Jalan Legian sendiri sudah lebih hidup dibandingkan Poppies. Di Jalan Legian terlihat lebih ramai.

Bagi anda yang pernah ke Kuta atau Legian pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Monumen Bom Bali. Monumen tersebut terletak di Jalan Legian terjepit di antara toko-toko dan club-club yang menjamur di Jalan Legian. Tujuan dibuatnya Monumen Bom Bali adalah untuk mengenang kejadian Bom Bali I yang terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002. Tidak kurang dari 202 nyawa melayang akibat bom tersebut. Bisa dibayangkan betapa mengerikannya malam itu. Nama-nama korban jiwa sebanyak 202 orang saat ini terpahat pada dinding monumen.

Lokasi Monumen Bom Bali yang bisa kita saksikan saat ini adalah lokasi Paddy's Pub yang merupakan target pengeboman pada malam kelam itu. Tiga bom yang diledakkan hampir bersamaan di tiga tempat berbeda. Selain Paddy's Pub yang menjadi sasaran pengeboman pada saat itu adalah Sari Club dan Kedutaan Amerika. Sementara itu saat ini Paddy's Pub yang baru sudah dibangun dengan jarak yang tidak jauh dari monumen. Saya sempet liat semalam waktu jalan-jalan di Jalan Legian.

Sayangnya tiga tahun kemudian kembali terjadi pengeboman di Bali pada tanggal 1 Oktober 2005. Lokasinya berada di Kuta dan Jimbaran. Pengeboman di Kuta dan Jimbaran ini lebih dikenal dengan Bom Bali 2. Saat berada di monumen saya menyempatkan untuk mendoakan para korban sambil berharap tidak ada lagi sekuel dari Bom Bali. Cukup sampai Bom Bali 2 saja. Ini sudah cukup menyakitkan bagi rakyat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Bali khususnya.

Bagi yang berada di Bali tidak ada salahnya jika anda berkunjung sejenak ke Monumen Bom Bali. Tempatnya cukup bagus juga untuk foto-foto. Dan yang pasti banyak juga turis-turis yang datang untuk mengunjungi tempat ini, sekedar penasaran ataupun memang untuk mendoakan para korban.

Saat berada di Monumen Bom Bali saya menelpon Bli Made. Bli Made adalah langganan saya untuk menyewa motor kalau saya sedang berada di Bali. Tempat persewaannya tepat di samping monumen. Saya menelpon karena saat itu saya lihat Bli Made sedang tidak berada di lokasi. Setelah saya telpon, Bli Made langsung menghampiri saya karena ternyata dia berada tidak jauh dari monumen. Rupanya dia juga masih mengenali saya. Hehehe.. Langsung deh saya dikasih motor Vario yang dulu juga pernah saya gunakan. Saya sewa motor ini untuk setengah hari karena nanti sore saya sudah harus ke airport. Saya biasa sewa motor di tempat Bli Made ini 40.000 per hari. Nah sekarang untuk sewa setengah hari Bli Made tetap meminta 40.000. Saya menyetujuinya tapi nanti sore saya minta untuk diantar ke airport dan gratis. Lumayan...


2 komentar:

  1. Wah, sama dong dapet harga segitu buat motor sewa, hehe... tapi sayang saya belum pernah ke sini nih Mas :)

    BalasHapus
  2. lho mbak clara malah belum pernah ke monumen bom bali - legian?

    BalasHapus