22 Februari 2011

Spotting Di Reef Pantai Tuban

Spotting Di Reef Pantai Tuban

Sampai di Pantai Tuban ternyata sudah masih cukup deras. Kami menunggu hujan reda terlebih dahulu di dalam mobil. Tidak lama kemudian hujan benar-benar reda dan cuaca malah jadi agak panas. Walaupun di beberapa sisi langit juga terlihat mendung. Saya, Om Willy, dan Mas Dhika kemudian berjalan ke arah reef untuk melakukan spotting.

Pantai Tuban sendiri walaupun lokasinya masih segaris dengan Pantai Kuta, namun pasirnya berbeda. Pasir di sini cenderung lebih hitam dan lebih lembut dibandingkan dengan pasir Pantai Kuta yang putih dan besar-besar. Tidak banyak pengunjung yang datang ke tempat ini. Selain karena memang tidak dikembangkan sebagai tempat wisata, tempat ini lebih banyak untuk kegiatan para nelayan. Terbukti cukup banyak kapal-kapal nelayan yang bersandar di tepi pantai.

Spotting Di Reef Pantai Tuban

Spotting Di Reef Pantai Tuban

Karena lokasinya yang cukup dekat dengan Bandara Ngurah Rai, selain indah tempatnya juga sangat asyik digunakan untuk spotting pesawat yang take off dan landing di Bandara Ngurah Rai ini. Saat saya datang, beberapa pesawat terlihat landing, ada pula yang bersiap untuk take off.

Sayangnya kamera saya yang cuma kamera ikan asin jadi nggak bisa mengambil foto pesawat-pesawat yang lalu lalang dengan baik. Ya karena zoomnya udah mentok, sementara runway masih cukup jauh dari tempat kami spotting. Bagi yang menggunakan kamera DSLR dengan lensa tele pasti dapat menghasilkan foto-foto yang bagus.

Spotting Di Reef Pantai Tuban

Spotting Di Reef Pantai Tuban

Tidak lama setelah kami berada di pantai, beberapa teman-teman tadi rupanya sudah sampai juga dan segera bergabung bersama kami. Mulai rame lagi deh. Dan yang bawa lensa panjang-panjang langsung dikeluarin. Tapi nggak lama kemudian Om Willy sama Mas Dhika pamitan karena Mas Dhika akan ke airport untuk mengejar pesawat AirAsia ke Bandung.

Sore itu cukup banyak pesawat widebody yang lalu lalang di Bandara Ngurah Rai. Antara lain Cathay Pasific yang menggunakan Boeing 777, Thai Airways dengan Airbus A330-300, China Airlines dengan Airbus A330-300, serta beberapa pesawat narrowbody Lion Air dan Garuda yang mempunyai frekuensi yang cukup sering.

Spotting Di Reef Pantai Tuban

Spotting Di Reef Pantai Tuban

Ketika sedang asyik mengambil gambar, tiba-tiba turun hujan dengan cukup lebat. Anehnya hujannya tidak diawali dengan gerimis, jadi langsung hujan deras. Dengan berhamburan kami berlari untuk mencari tempat berteduh dekat parkiran mobil. Dari tempat berteduh itu kami mendengar melalui air band transceiver kalau Garuda Indonesia Airbus A330 akan landing pada cuaca buruk tersebut. Namun karena pilot tidak bisa melihat runway, pendaratan dibatalkan dan terdengar suara pesawat meraung-raung karena pilot kembali mendorong throttle agar pesawat naik lagi. Kemudian pesawat Garuda tersebut berputar-putar terlebih dahulu. Tidak lama kemudian pesawat Batavia Airbus A320 mencoba untuk landing. Pilot mengatakan kalau runway terlihat dan akan tetap landing. Akhirnya pesawat Batavia itu touchdown tidak di touchdown zone alias agak ke tengah sehingga agak sedikit mendapat omelan dari petugas tower. Setelah Batavia landing barulah Garuda A330 tadi landing dari runway yang sebaliknya.

Karena hari sudah cukup sore di antara kami kembali ada yang berpisah untuk segera ke airport karena akan pulang ke kotanya. Tinggal saya dan Mas Ryan yang masih akan berada di Bali paling tidak sampai besok. Mas Ryan malah masih seminggu lagi berada di Bali. Kami berdua numpang mobilnya Mas Ario, rombongan asal Jogja karena mereka juga belum akan pulang ke Jogja. Rombongan ini masih akan ke Lombok, katanya sih sekalian mumpung sudah sampai Bali.

Spotting Di Reef Pantai Tuban

Sore itu kami berkeliling area Kuta terlebih dahulu untuk nyari tempat nongkrong. Tapi karena Kuta macet dan nggak dapet tempat parkir, kami malah keliling mencari warung soto yang berada di Pasar Kuta. Sempet nyasar juga tapi akhirnya ketemu. Makan malam dulu deh kita...



0 komentar:

Posting Komentar