28 Maret 2011

Jogja Sekaten Fair 2011

Jogja Sekaten Fair 2011

Mulai dari akhir Desember 2010 serta Januari dan Februari 2011 saya sering bolak-balik Surabaya-Jogja. Selain karena libur juga ada sedikit urusan di Jogja. Saat saya datang pada bulan Januari sebenernya perayaan Sekaten 2011 sudah dimulai. Namun saya tidak bisa melihatnya karena terburu-buru kembali ke Surabaya. Beruntung karena pada bulan Februari saya kembali ke Jogja dan berkesempatan untuk melihat perayaan Sekaten 2011 sehari sebelum penutupan. Inipun karena ajakan dari kakak saya. Hehe

Mungkin sebagian teman-teman ada yang belum tau apa "Sekaten" itu. Sekaten adalah festival budaya yang rutin diadakan di Jogja setiap tahun. Sekaten ini untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Biasanya diadakan sebulan sebelum maulid nabi, lalu tepat saat maulid ditutup dengan pembagian gunungan tumpeng yang biasanya diperebutkan oleh warga.

Jogja Sekaten Fair 2011

Sekaten sih menurut saya lebih seperti halnya pasar malam. Banyak pedagang-pedagang dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, ataupun kota-kota lainnya yang mencoba peruntungan di Jogja saat perayaan sekaten berlangsung. Kenapa saya tau kalo kebanyakan pedagang dari luar kota? Karena kebanyakan nggak bisa ngomong Bahasa Jawa. Kalo orang Jogja asli kemungkinan besar sangat fasih berbahasa Jawa.

Setiap tahun sekaten selalu ramai dipadati pengunjung terutama di malam hari. Tidak hanya warga Jogja saja yang datang, pengunjung dari luar kota juga banyak. Apalagi yang kebetulan sedang tour atau liburan di Jogja. Saat ada perayaan sekaten pasti beberapa ruas jalan di Jogja menjadi macet karena antusias pengunjung.

Jogja Sekaten Fair 2011

Kebetulan ini adalah ketiga kalinya saya datang ke sekaten. Pertama kali adalah saat tahun 2004 atau 2005, saya lupa tepatnya. Saat itu sekaten cukup mewah karena semua stand berada dalam ruangan yang ber-AC. Alun-alun utara Jogja disulap seperti halnya di dalam mall saat kita berkunjung. Semuanya serba rapi dan teratur, serta tidak sumpek. Setelah gempa di Jogja pada tahun 2006, sekaten menjadi lebih sederhana. Perayaan sekaten dilakukan secara outdoor. Meskipun begitu sekaten tetap saja memikat. Sekaten tidak pernah sepi. Begitu pula yang terjadi pada Sekaten 2011.

Untuk masuk ke arena perayaan sekaten, pengunjung harus membayar tiket masuk. Karena saya datang menjelang penutupan, tepatnya dua hari sebelum penutupan, pengunjung sudah digratiskan sehingga tidak perlu bayar tiket masuk. Suasana malam itu begitu ramai dan meriah. Ada yang sibuk belanja barang-barang murah, tidak sedikit pula yang sibuk bermain di wahana-wahana yang ada pada perayaan sekaten seperti komedi putar, kora-kora mini, rumah hantu, dan lain sebagainya. Pengunjung rela untuk berdesak-desakan dan antri untuk naik ke wahana permainan tersebut. Sunggguh antusisme yang luar biasa. Mudah-mudahan saat sekaten tahun depan bisa datang ke Jogja lagi. :D


4 komentar:

  1. Wah tahun ini saya ketinggalan sekaten mas.., biasanya gak kelewatan tiap tahun kalau sekatenan pasti nginap di tempat teman saya di Jogja.

    BalasHapus
  2. saya kebetulan banget mas bisa ke sekaten di hari-hari terakhir. biasa nginep di daerah mana mas dwi?

    BalasHapus
  3. belum sempat motret Sekaten tahun ini mas

    BalasHapus