3 Maret 2011

Melihat Karapan Sapi Dari Dekat

Melihat Karapan Sapi Dari Dekat

Pasti udah tau dong dengan yang namanya karapan sapi? Yup, tradisi ini merupakan tradisi turun-temurun yang masih dilestarikan sampai sekarang. Setiap tahun karapan sapi masih terus dilombakan di Madura. Sebenernya ini sudah terjadi tahun lalu tepatnya pada tanggal 24 Oktober 2010 tapi baru sempat saya tulis ceritanya.

Mendapatkan beberapa info dari internet kalau tanggal 24 Oktober 2010 akan ada karapan sapi di Madura untuk memperebutkan Piala Presiden, berangkatlah saya pada tanggal tersebut ke Madura. Dengan ditemani oleh nyonya dan motor butut saya, kami melaju menuju pulau garam tepatnya di Kota Pamekasan. Ternyata jaraknya jauh juga dari Surabaya. Total saya hitung melalui oddometer motor butut saya dari Surabaya ke Pamekasan menempuh jarak lebih dari 100 Km dengan waktu tempuh lebih dari 2 jam.

Melihat Karapan Sapi Dari Dekat

Jam 10 pagi saya sudah sampai di tempat berlangsungnya karapan sapi yaitu di Stadion Karesidenan Pamekasan. Untuk masuk ke stadion harus beli tiket dulu. Saya beli tiket melalui calo, harganya saya lupa. Kalau nggak 5.000 ya 6.000. Maklum udah lama jadi lupa.

Antrian masuk ke stadion juga sangat ramai dan berdesak-desakan. Di dalam stadion juga sama saja. Stadion cukup penuh menampung para penonton yang sangat antusias untuk melihat karapan sapi yang diadakan setahun sekali ini. Nggak cuma warga lokal yang antusias untuk menonton, turis domestik dan mancanegara juga banyak yang datang ke Madura untuk menyaksikannya.

Melihat Karapan Sapi Dari Dekat

Kebetulan saat saya datang lomba karapan sapi sudah dimulai. Saya ikut berdesak-desakan dipinggir arena lomba untuk dapat menyaksikannya langsung meski saat itu matahari sangat panas menyengat. Ada 24 tim karapan sapi yang berlomba kali ini. Dari 24 tim itu merupakan perwakilan alias jago-jagonya tim karapan sapi yang berasal dari 4 kabupaten di Madura yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Cukup lama juga masing-masing tim mempersiapkan sapinya untuk melakukan start. Hal ini dikarenakan sapinya begitu beringas dan ingin segera lari. Anggota tim beramai-ramai memegangi sapinya agar tidak melintasi garis start sebelum ada aba-aba yang datang. Sementara itu satu penunggang yang mayoritas berbadan kecil sudah bersiap. Beegitu ada aba-aba langsung sapi dilepas dan sapi berlari dengan sangat cepat. Sontak anggota tim yang tadi memegangi sapi ikut berlari dengan membunyikan suara-suara dari kaleng atau sejenisnya agar sapi berlari lebih cepat. Begitu akan tiba digaris finish, penunggang sapi melompat seperti terbang untuk menghentikan sapinya. Sungguh pertunjukan yang fantastis.

Saya menyaksikan beberapa pasang sapi dilepas untuk lomba saat itu. Tapi karena panasnya sudah semakin menjadi serta baju dan celana sudah mulai basah oleh keringat, saya memutuskan untuk minggir dan mencari tempat berteduh. Kalau nggak mau panas-panasan di sana juga disediakan executive lounge dari sebuah produk rokok yang menjadi sponsor. Dari tempat tersebut bisa menyaksikan jalannya lomba dari layar LCD yang ada. Apalagi di dalam ada AC-nya jadi lebih seger. Nggak bayar kok untuk masuk lounge tersebut, syaratnya hanya berusia 18+.

Melihat Karapan Sapi Dari Dekat

Selain lomba karapan sapi, tentu saja di dalam stadion banyak sekali pedagang yang menjajakan makanan atau minuman. Selain itu juga ada pernak-pernik khas Madura seperti batik, topi, ataupun pecut/cambuk seperti yang digunakan oleh para joki karapan sapi.

Sebenernya dalam acara karapan sapi ada serangkaian acara lainnya. Sehari sebelumnya ada yang namanya Sapi Sonok. Sapi Sonok adalah pamer kecantikan sapi-sapi betina. Sapi-sapi ini juga didandani layaknya seorang model yang akan pentas di atas panggung. Setelah sapi sonok, malam harinya ada acara Semalam Di Madura. Ini adalah sejenis pentas kesenian gitu lah. Baru esok paginya acara puncak yaitu karapan sapi. Sayang saya cuma bisa menonton acara karapan sapi saja.

Saya tidak menonton karapan sapi sampai habis. Tengah hari saya sudah keluar dari stadion karena udah nggak kuat sama panasnya matahari saat itu. Bagi yang penasaran dan ingin melihat karapan sapi, tahun 2011 ini bakal ada lagi. Tapi waktunya nggak tau kapan, mungkin sekitar bulan Oktober juga.


5 komentar:

  1. 24 oktober tahun lalu ya???? Kok gak ketemu saya hehehe… kebetulan waktu itu saya juga ke sana tuh liat karapan sapi. Nggak sampai habis sih lihatnya,,, gak kuat panasnya. Gileee nyiapin sapinya lamaaa eh larinya wuzzz gak sampek 1 menit uda kelar…

    BalasHapus
  2. betull banget mas, nyiapin sapinya lamaaa.. begitu start langsung ilang padahal belum sempet ngeliat.. hahahhaa..

    saya juga pulang keluar stadion sekitar jam 1, nggak kuat sama panasnya yang gila-gilaan itu..

    BalasHapus
  3. selama ini saya belum pernah lihat karapan sapi dari dekat soalnya di tempat saya nggak pernah ada

    BalasHapus
  4. Karapan Sapi saya kurang suka,takut kalau ngamuk nanti

    BalasHapus
  5. 24 oktober tahun lalu ya???? Kok gak ketemu saya hehehe… kebetulan waktu itu saya juga ke sana tuh liat karapan sapi. Nggak sampai habis sih lihatnya,,, gak kuat panasnya. Gileee nyiapin sapinya lamaaa eh larinya wuzzz gak sampek 1 menit uda kelar…

    BalasHapus