1 Maret 2011

Never Say Good Bye! Mandala

Never Say Good Bye! Mandala

Untuk penerbangan pulang ke Surabaya dari Denpasar ini saya sudah memesan tiket maskapai favorit saya yaitu Mandala. Tiket sudah saya beli tiga minggu sebelumnya dengan harga yang sangat murah, hanya 24.000. Tidak ada maskapai manapun yang memberikan tiket semurah ini untuk rute DPS-SUB kecuali Mandala. Saya beruntung bisa mendapatkannya. Berikut ini adalah trip report yang saya buat untuk penerbangan tersebut.

Flight Detail:
Date: November 15, 2010
Airline: Mandala Airlines
Flight No: RI-567
Route: Denpasar (DPS)-Surabaya (SUB)
Departure Time: 17.55 LT (scheduled), 17.47 LT(actual)
Arrival Time: 17.45 LT (scheduled), 17.45 LT(actual)
Aircraft: Airbus A320-200
Registration: PK-RML
Class: Economy
Seat: 20F
Site: http://www.mandalaair.com/

Begitu tiba di Bandara Ngurah Rai saya langsung masuk ke ruang check in. Antrian untuk masuk ruang check in sore itu cukup mengular. Banyak banget penumpang yang akan meninggalkan Bali sore itu. Sampai di ruang check in keadaannya sama. Ruang check in padet banget. Terminal domnestik Bandara Ngurah Rai sudah terasa sangat tidak nyaman.

Never Say Good Bye! Mandala

Untung saja antrian check in Mandala untuk penerbangan ke Surabaya tidak terlalu ramai. Dengan cepat saya dapat melakukan check in. Seperti biasa staf Mandala melayani penumpang dengan sangat ramah. Mbak-mbak di check in counter tersebut menanyakan kepada saya apakah saya membawa barang bagasi lebih dari satu? Tentu saja saya jawab tidak, karena saya hanya membawa tas ransel ukuran keil yang ada di pundak saya.

Memang mulai tanggal 15 November 2010 bertepatan dengan penerbangan saya ini para penumpang Mandala hanya digratiskan membawa satu buah (tas) barang bawaan ke kabin. Jika membawa lebih dari satu tentu saja harus membayar. Jika penumpang membawa barang yang dimasukkan ke dalam bagasi juga harus bayar. Untuk mendapatkan kursi yang diinginkan serta jika tidak mau antri saat check in dan boarding juga bisa membayarnya. Pelayanan ini mirip sekali seperti yang dilakukan oleh AirAsia Group. Apalagi harga yang ditawarkan Mandala juga cukup murah seperti halnya AirAsia.

Never Say Good Bye! Mandala

Never Say Good Bye! Mandala

Selesai check in saya langsung menuju ke boarding room. Sebelumnya membayar airport tax dulu sebesar 30.000 dan melewati security check. Begitu sampai boarding room keadaannya lebih parah daripada di ruang check in tadi. Penumpang menumpuk, ruang tunggu sangat padat, dan banyak penumpang tidak mendapatkan tempat duduk. Saya termasuk yang tidak mendapatkan tempat duduk dan harus duduk di lantai bersama banyak penumpang lainnya.

Sesekali saya berkeliling untuk mencari tempat duduk, tapi tidak ada satupun tempat duduk yang tersisa. Mungkin juga penyebab menumpuknya penumpang sore itu karena banyak penerbangan yang delay seperti Garuda, Batavia, dan Sriwijaya yang semuanya tujuan Jakarta. Di beberapa sudut saya melihat komputer yang bisa digunakan untuk internetan secara gratis yang disediakan oleh pengelola bandara, namun setelah saya coba dari tidak ada yang bisa connect internet. Payah banget lah pokoknya.

Never Say Good Bye! Mandala

Never Say Good Bye! Mandala

Pukul 17.35 petugas mengumumkan boarding untuk penumpang Mandala tujuan Surabaya dan Jakarta. Antrian boarding cukup banyak tapi tetep rapi dan lancar. Wah berarti nggak akan ada delay ini seperti yang terjadi kepada penumpang Batavia, Garuda, dan Sriwijaya. Good job Mandala!!

Kebetulan hari itu pesawat parkir tidak jauh dari boarding gate. Penumpang cukup berjalan kaki untuk menuju pesawat. Tepat di depan gate terparkir pesawat Batavia A320 yang telat datang dari Jakarta. Pesawat yang akan saya naiki parkir di sebelahnya. Ternyata kali ini Mandala menggunakan Airbus A320 dengan registrasi PK-RML. Sebelumnya saya sudah pernah naik PK-RML untuk rute Jakarta-Yogyakarta. Saat itu PK-RML masih menggunakan livery warna merah milik Air Deccan. Dengan usia PK-RML yang kurang dari tiga tahun, pesawat ini masih bisa dibilang baru.

Never Say Good Bye! Mandala

Never Say Good Bye! Mandala

Never Say Good Bye! Mandala

Sebelum masuk ke pesawat saya mengambil beberapa foto pesawat yang akan saya naiki ini. Saat mengambil foto tiba-tiba terdengar suara pesawat yang landing. Ternyata sebuah Airbus A330 milik Garuda Indonesia. Cantik banget ngeliat pesawat ini landing. Nggak tau kapan bisa nyobain Garuda lagi, mahal euy tiketnya. Nggak cocok untuk para mahasiswa. Hahaha..

Never Say Good Bye! Mandala

Never Say Good Bye! Mandala

Never Say Good Bye! Mandala

Saya masuk melalui pintu belakang karena tempat duduk saya ada di belakang. Di pintu masuk penumpang disambut oleh mbak mugari yang cantik dan ramah khas Mandala. Kemudian saya mencari tempat duduk saya di 20F. Setelah mendapatkan tempat duduk, saya lihat di sebelah ada pesawat Sriwijaya Boeing 737-400 PK-CJV dengan nose name "Leone". Rupanya sudah push back dan akan berangkat duluan.

Never Say Good Bye! Mandala

Never Say Good Bye! Mandala

Never Say Good Bye! Mandala

Setelah para penumpang masuk semua, pintu pesawat segera ditutup, pesawat pun push back, dan segera taxi menuju runway 09. Setelah saya perhatikan ternyata di seberang tempat duduk saya ada Bondan Prakoso beserta rombongannya. Mungkin mereka baru saja konser di Bali. Saat taxi, mbak mugari mulai memperagakan safety demo. Seperti biasanya, ada yang memperhatikan dan ada juga yang sibuk ngobrol atau baca majalah. Padahal sangat penting lho memperhatikan safety demo karena walaupun sudah sering naik pesawat, prosedur evakuasi kalau terjadi kecelakaan juga berbeda antara maskapai yang satu dan yang lainnya. Apalagi kalau pesawatnya juga beda, pasti sangat berbeda prosedurnya. Namun ada yang unik setelah mbak mugari selesai melakukan safety demo, para penumpang memberikan tepuk tangan kepada mbak mugari. Nice!!.. :D

Never Say Good Bye! Mandala

Never Say Good Bye! Mandala

Pada penerbangan ini dipimpin oleh Capt. H. Fatahullah. Pasti Om Tumpenk sama Om Injun kenal ini. Hehehe.. Penerbangan ke Surabaya akan ditempuh dalam waktu 40 menit dengan ketinggian jelajah 21.000 kaki di atas permukaan laut dengan cuaca yang cukup bagus.

Sampai di ujung runway 09 tempat dimana saya hari ini dan kemaren spotting di Pantai Tuban, deru mesin pesawat menjadi kencang dan langsung meluncur untuk segera take off. Sore itu matahari sudah mulai terbenam di sisi barat. Pesawat take off dengan cukup powerful. Akhirnya, selamat tinggal Bali.

Never Say Good Bye! Mandala

Never Say Good Bye! Mandala

Never Say Good Bye! Mandala

Tidak banyak yang bisa dilakukan setelah pesawat mengudara. Satu-satunya hiburan yang ada hanyalah membaca inflight magazine yang ada di pocket seat. Cukup menarik juga majalah yang disediakan Mandala ini. Penumpang lain juga banyak yang lebih memilih untuk tidur meskipun penerbangan cukup singkat.

Never Say Good Bye! Mandala

Never Say Good Bye! Mandala

Tidak lama kemudian pesawat sudah menuruni jelajah ketinggian. Malah Bandara Juanda Surabaya sudah terlihat di sebelah kanan saya. Saya mengira pesawat akan landing dari runway 28. Ternyata dugaan saya keliru. Pesawat terbang sejajar dengan runway lalu putar balik ke kanan dan akan landing dari runway 10. Semakin dekat terlihat rongsokan pesawat di Merpati Maintenance Facility. Kemudian pesawat touchdown dan landing dengan sangat mulus. Para penumpang kembali bertepuk tangan untuk pilot yang mendaratkan pesawat dengan sempurna. Nggak tau kenapa dari tadi penumpang cukup gemar mengapresiasi para crew yang ada. Sebuah pengalaman langka yang sangat jarang saya temui, bahkan ini adalah pertama kalinya.

Never Say Good Bye! Mandala

Never Say Good Bye! Mandala

Never Say Good Bye! Mandala

Pesawat kemudian menuju ke apron dan parkir dengan sempurna. Setelah pintu dibuka, penumpang tujuan Surabaya dipersilahkan turun melalui pintu depan karena yang dibuka hanya pintu depan saja. Kali ini menggunakan garbarata. Sedangkan penumpang dengan tujuan akhir Jakarta diminta untuk tetap duduk di pesawat.

Saya sepertinya menjadi penumpang yang terakhir turun. Suasana Bandara Juanda sore itu cukup sepi, nggak terlalu banyak penumpang di ruang tunggu. Hal yang sangat jauh berbeda jika dibandingkan pada pagi hari. Tidak berlama-lama di dalam, saya langsung keluar melalui pintu kedatangan domestik. Lalu saya membeli tiket Bus Damri yang ada di depant pintu kedatangan untuk menuju ke kota.

Never Say Good Bye! Mandala

Never Say Good Bye! Mandala

Ya itulah sekelumit cerita dari perjalanan saya dengan Mandala pada tanggal 15 November 2010 yang lalu. Hal yang sangat mengejutkan ketika dua bulan kemudian saya mendengar kabar dari teman-teman Indoflyer dan internal Mandala bahwa tanggal 13 Januari 2011 Mandala akan berhenti beroperasi.

Sebuah kehilangan yang cukup besar karena Mandala merupakan maskapai favorit saya. Untuk tahun 2010 memang saya tidak terlalu banyak pergi dengan pesawat terbang. Total saya hanya terbang sebanyak 13 kali. Dari total tersebut sebanyak 5 penerbangan menggunakan jasa Mandala, sedangkan sisanya menggunakan Citilink, Sriwijaya, Lion, Wings, dan Merpati.

Berdasarkan info bangkrutnya Mandala dikarenakan perselisihan antara dua pemegang saham yaitu Cardig International dan Indigo Partner. Keduanya menginginkan kebijakan yang berbeda. Ditambah lagi harga sewa pesawat yang digunakan Mandala sangat tinggi membuat perusahaan mengembalikan beberapa pesawat yang disewa. Pesawat yang awalnya berjumlah 11 berkurang menjadi 5 pesawat. Dengan minimnya jumlah armada ini merepotkan operasional Mandala. Penerbangan sering delay lama, bahkan nggak jarang penerbangan dibatalkan karena ada pesawat yang rusak sedangkan pesawat yang lain tidak bisa mem-back up. Kalah diberbagai sektor membuat Mandala semakin rugi dan akhirnya memutuskan berhenti beroperasi untuk menghindari kerugian yang semakin besar.

Pemerintah memberi waktu Mandala selama 45 hari untuk terbang kembali. Jika dalam waktu 45 hari belum terbang, ijin rute Mandala akan dicabut. Dan jika dalam waktu 1 tahun belum terbang juga SIUP Mandala akan dicabut. Kemaren (28 Februari 2011) tepat 45 hari Mandala berhenti beroperasi dan belum ada tanda-tanda akan segera terbang kembali.

Dalam waktu 45 hari tersebut manajemen melakukan negosiasi kepada para kreditur untuk mengkonversi piutang mereka dalam bentuk saham. Sebagian besar kreditur setuju, tinggal menunggu hasil sidang PKPU tanggal 3 Maret 2011 yang akan datang. Selain itu Mandala juga bernegosiasi kepada calon investor untuk menyuntikkan dana agar Mandala bisa beroperasi kembali. Konon beberapa investor seperti PT Sinar Mas, PT LCNC (bergerak dalam bidang penyewaan pesawat), Jetstar, dan beberapa perusahaan lain sudah tertarik untuk berinvestasi di Mandala.

Ya siapapun investornya saya berharap agar Mandala bisa terbang kembali menghiasi langit Indonesia. Sayang banget kalau maskapai swasta tertua di Indonesia dengan pelayanan yang sangat baik harus bangkrut seperti halnya Bouraq dan Sempati. Saya sebenernya juga masih punya beberapa tiket Mandala untuk penerbangan bulan Mei. Tiket tersebut belum saya refund dan tidak ada niat untuk melakukan refund. Memang nilainya kecil tapi paling nggak bisa membantu untuk tidak merepotkan karyawan Mandala. Semoga penerbangan saya ini bukan yang terakhir kalinya dengan Mandala.

Good luck buat Mandala, semoga lekas terbang kembali. #GO Mandala


28 komentar:

  1. kl harga sewa pesawat mahal, hrsnya harga ticket tdk di jual murah dan tdk LCC. Jadi alasan sewa pesawat mahal adalah kekurang profesionalnya pengelola mandala dari sisi keuangan, apakah revenue (pendapatan) bisa menutupi total operating cost. Dlm dunia bisnis yg sehat, selalu ada target operating margin, bukan pelayanan penumpang yg menghasilkan losses.

    BalasHapus
  2. "Never Say Good Bye! Mandala" is Never Think Profit to Mandala" Kalau sdh tahu harga sewa pesawat mahal kenapa menjadi LCC spt Air Asia tanpa memikirkan optimizing cost dan profit.
    Seorang pe-bisnis selalu sebelum berproduksi selalu mengitung berapa PROFIT yg didapat, bukan berapa pujian dari pelayanan yg didapat.-

    BalasHapus
  3. dulu sewaktu mandala deal untuk menyewa pesawat, memang harga sewa saat itu mahal untuk pesawat jenis A320. semakin kesini harga sewa pesawat turun, namun pihak lessor tetap tidak mau menurunkan harga sewa. apalagi katanya yang menyewakan pesawat ke mandala adalah pemegang saham dari mandala sendiri yaitu indigo partner. nah daripada berat sewa pesawatnya jadi sama mandala dibalikin tuh beberapa pesawat, dari 11 menjadi 5 pesawat yang tersisa. mengoperasikan 5 pesawat sembari mencari pesawat lain yang harga sewanya murah. pesawat tambahan yang baru tidak kunjung didapat, ya cukup berat bagi mandala untuk mendapatkan nilai ekonomis hanya dengan mengoperasikan 5 pesawat saja..

    ya sebenernya masih banyak penyebab2 yang lain. akan panjang kalau ditulis disini.. tapi intinya karena cost control yang buruk seperti yang dikatakan sama Om Gerry Soejatman.. :D

    BalasHapus
  4. nah itu dia mas anonim, kata salesnya airbus sendiri untuk mendapatkan nilai ekonomis dari pesawat A320 paling nggak operator mengoperasikan sedikitnya 10-15 pesawat.. nah dalam hal ini mandala hanya mengoperasikan 5 pesawat, cari pesawat tambahan nggak dapet2.. otomatis biaya operasionalnya malah gede..

    kalo airasia sih jangan tanya, pesawat A320-nya udah puluhan (53 malaysia airasia, 20 thai airasia, 16 indonesia airasia)..

    nah kalo untuk masalah menjadi LCC itu memang menjadi perdebatan antara 2 pemegang saham yaitu cardig dan indigo. cardig mau mandala menjadi VAC sedangkan indigo mau mandala sebagai LCC. sedangkan LCC sendiri sulit berkembang di indonesia..

    BalasHapus
  5. Semoga mandala tetap menghiasi langit :)
    dan tetap menjadi LCC, Amiin.

    BalasHapus
  6. @triunt: ya mudah-mudahan cepet terbang lagi. mau jadi LCC atau legacy carrier menurut saya nggak masalah. yang penting terbang lagi..

    BalasHapus
  7. gak ada quote ya disini [8|] ya udah langsung aja

    Pada penerbangan ini dipimpin oleh Capt. H. Fatahullah. Pasti Om Tumpenk sama Om Injun kenal ini.

    hmm.. gak coba request Jumpseat om??

    yang di endingnya diambil kesimpulannya dari artikel di indoflyer ya om???

    BalasHapus
  8. haduhh.. udah capek mas gun, lagi nggak minat jamsit.. tadinya mau janjian sama om tumpenk, tapi om tumpenk malah udah dibooking echa pas berangkatnya.. nah abis nganter echa kapalnya malah rusak pula.. hiahahahaha..

    BalasHapus
  9. Sedih Mandala berhenti beroperasi.. :(
    Padahal dulu sewaktu saya sering bolak-balik Jakarta-Jogja naik pesawat, pilihan saya Mandala.

    Yah, semoga Mandala bisa mengudara lagi...

    BalasHapus
  10. @mawi wijna: semoga saja mas.. walaupun saya agak pesimis.. denger2 crewnya udah pada kabur ke maskapai lain

    BalasHapus
  11. kalo aku bukan sedih mandala berhenti beroperasi...tp sedih karena proses refund belum berjalan juga sampai sekarang...
    kena 2 juta lebih...kan lumayan buat pergi jalan2 ke bali bulan mei besok....hiks...
    alhasil pergi ke bali ala backpacker..hahahaha...
    anyway, mau tanya mas Tri....punya info ga seputar refund mandala ini ?
    Thanks ya.....

    BalasHapus
  12. refund mandala akan dilakukan jika mandala sudah punya investor baru. sebelum punya investor baru, hal ini tidak diperbolehkan oleh pengadilan niaga.

    nggak usah khawatir mbak jessica, mandala sebentar lagi akan beroperasi kembali. kemungkinan bulan mei atau paling lambat juni. menurut info, pesawatnya sudah siap kok.. jadi sabar dulu ya nunggu refundnya.. hehe

    BalasHapus
  13. Sedih Mandala berhenti beroperasi.. :(
    Padahal dulu sewaktu saya sering bolak-balik Jakarta-Jogja naik pesawat, pilihan saya Mandala.

    Yah, semoga Mandala bisa mengudara lagi...

    BalasHapus
  14. Ariska Perdana W.04 Juli, 2011 11:44

    Airbus A330-243 milik Garuda Indonesia yg lg landing tsb memang cantik banget dgn livery barunya (mnrt bbrp pengamat aviasi asing)...nggak kalah dengan livery maskapai asing...sebentar lg bakal ada penggantinya B777-302, ditunggu aja mas Tri ;-)

    BalasHapus
  15. bukan pengganti lah mbak, tapi pelengkap.. A330, B738, dan B77W armada GA di masa depan.. *malah OOT* hehe

    BalasHapus
  16. Ariska Perdana W.07 Juli, 2011 09:26

    @ Mas Tri : Ok..thanks for the correction. Another 4 A330's has been signed for ordered by Emirsjah Satar at Paris Air Show 2011. We hope that GA will be able to better compete with other foreign airlines.

    BalasHapus
  17. saya pikir juga untuk saat ini A330 lebih cocok untuk GA untuk rute medium-long haul daripada 77W

    BalasHapus
  18. Ariska Perdana W.07 Juli, 2011 16:14

    Sy setuju A330 lebih cocok untuk GA saat ini. Tp dengar2 jg GA bakal buka rute Moscow-Denpasar, mengingat wisatawan asal Rusia akhir2 ini banyak melancong ke Bali khususnya...maka opsi B777 bisa dimaklumi untuk ultra long range. Knp GA nggak beli yg A340-542/643 sj yaa ?

    BalasHapus
  19. DPS-DME/SVO-DPS? ini mah penerbangan musiman, rata2 block seat dari travel agent yang harga tiketnya minta murah.. yang udah masuk ke pasar ini Transaero sama Aeroflot. hah A340-500/600? bisa bikin GA bangkrut ini mah.. 4 engine berarti biaya perawatan yang lebih besar. lalu mau dipake rute mana? nggak ada rute ultra long haul dari CGK/DPS yang potensial untuk GA. mau saingan sama SQ yang terbang ke EWR? rasanya nggak bisa juga..

    BalasHapus
  20. Ariska Perdana W.08 Juli, 2011 13:44

    Wahh iya jg yahh...pake' A340 operasionalnya mahal trus rute jg sempit pasarnya....untuk saat ini GA pakai apa ya klo ke LAX ?

    BalasHapus
  21. Ariska Perdana W.08 Juli, 2011 15:11

    Dengar2 Citilink bakal nambah armada yahh....pake A320-211 ? Brp unit ya ? Ssiippp tambah kompetitif aja nih persaingan low cost fare...

    BalasHapus
  22. LAX? mending nggak usah dulu.. sekarang mending kembangin rute regional, asia, dan australia.. rute AMS aja masih ngos-ngosan..

    BalasHapus
  23. 25 unit.. terdiri dari 10 A320 standar dan 15 A320 NEO

    BalasHapus
  24. Mas tri salam kenal...saya sangat suka membaca trip rerorts mas....saya mau tanya bagaimana anda tau sejak kpn pesawat yg dipakai maskapai penerbangan digunakan????thanks

    BalasHapus
  25. sih bejo mas ,,,podo ro aku,,,aku trakhir numpak yo akhir november 2010,,,niatan mo kasih surprise hadiah ultah ma ibuku naik mandala ke jogja malah batal,,tal..tal krn mangkate pas tgl 13jan 2011,,apess..apess,,heheheh

    BalasHapus
  26. Jadinya surprise untuk diri sendiri yaa.. :p



    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT

    BalasHapus