4 Maret 2011

Wisata Unik Di Pamekasan, Api Tak Kunjung Padam

Wisata Unik Di Pamekasan, Api Tak Kunjung Padam

Berkunjung ke Pamekasan untuk menonton karapan sapi tak lengkap rasanya kalau nggak mampir ke sebuah tempat wisata yang cukup unik, namanya Api Tak Kunjung Padam. Dengan lokasi yang tidak jauh dari Kota Pamekasan, mestinya wisata Api Tak Kunjung Padam sangat mudah untuk dicapai. Kalau Anda dari arah Sampang, lokasi Api Tak Kunjung Padam berada sebelum Kota Pamekasan.

Saat berangkat saya tidak melihat petunjuk arah ke tempat wisata ini. Mungkin karena saya fokus mengemudi sehingga saya tidak memperhatikan. Namun saat perjalanan pulang saya sekilas melihat papan petunjuk ke tempat wisata Api Tak Kunjung Padam. Karena cukup penasaran sehingga saya menyempatkan untuk mengunjunginya.

Saya semula cukup ragu karena jalan untuk menuju lokasi bisa dibilang cukup buruk, banyak lubang di sana-sini. Keraguan saya hilang setelah sampai di sebuah pos. Sebenernya nggak bisa dibilang pos juga sih karena saat melalui warung dan rumah-rumah penduduk tiba-tiba ada seseorang yang menghentikan motor saya. Bapak tersebutlah yang meminta retribusi masuk ke area wisata Api Tak Kunjung Padam. Kalau saya tidak salah ingat saya hanya perlu membayar 2.000 rupiah saja.

Setelah membayar biaya retribusi tersebut saya malah tambah bingung karena jalan semakin jelek, lalu tidak ada petunjuk arah yang bisa diandalkan. Akhirnya saya melihat juga petunjuk arahnya yang hanya terbuat dari triplek yang ditulis dengan cat, cukup mengenaskan. Jalan masuknya tambah parah lagi karena berupa jalan tanah yang melewati kebun-kebun dan beberapa rumah warga. Karena semalam beru saja diguyur hujan sehingga pada jalan tanah ini sebagian besar masih tergenang air. Tanahnya juga masih lembek sehingga saat motor saya lewat saya seperti kebanting kesana-kemari. Udah kayak off road aja nih, tapi cuma pake motor bebek. Hehe..

Beberapa menit ber-off road ria di tengah perkebunan, akhirnya sampailah saya di Api Tak Kunjung Padam. Lha sampe sana kok sepi, nggak ada pengunjung sama sekali. Cuma ada satu warung yang ditunggu seorang ibu-ibu. Di warung itu juga nongkrong beberapa remaja warga sekitar. Nah tidak jauh dari warung yang lebih menyerupai gubuk itulah terletak Api Tak Kunjung Padam.

Saya cukup heran juga dengan fenomena alam ini. Bagaimana bisa api ini menyala terus menerus dan tidak padam meskipun saat turun hujan. Apakah di bawahnya terdapat gas alam? Yang jelas ini merupakan kejadian alam yang luar biasa. Sayangnya kondisinya tempat yang sangat mengenaskan membuatnya sepi pengunjung. Sangat diperlukan pemikiran-pemikiran kreatif untuk mengemas wisata Api Tak Kunjung Padam agar bisa menarik perhatian wisatawan.

Nah sepulang dari Madura, saya googling-googling mengenai Api Tak Kunjung Padam. Ternyata di Pamekasan Api Tak Kunjung Padam ini nggak cuma satu. Dan yang saya kunjungi ini bukanlah yang dikenal banyak orang. Sedangkan yang lebih banyak dikenal masyarakat adalah Api Tak Kunjung Padam yang digunakan untuk mengambil api obor olimpiade. Jadi sebaiknya kalau Anda mau berkunjung ke Api Tak Kunjung Padam, kunjungilah Api Tak Kunjung Padam yang untuk mengambil api obor olimpiade itu. Mungkin di sana akan sedikit lebih baik sarana dan prasarananya. Kalau yang saya kunjungi ini parah banget boss, nggak recommended.


11 komentar:

  1. Seperti obor yang tak kunjung padam di perusahaan minyak atau gas ya... :)

    BalasHapus
  2. @mila: thanks mbak mil

    @kakaakin: bener mas.. tapi kalau siang gini apinya nggak begitu keliatan tuh..

    BalasHapus
  3. ke sana ya waktu siang? gag seru tauk klo siang. waktu itu saya ke sana malamnya sebelum acara karapan sapi. ujan ujanan dah pokoknya... basah kuyup sambil menikmati api yang gak mati mati kena ujan, nyalanya kecillll banget..

    bagi saya kok itu seperti orang bakar sampah aja, apinya kecil banget, gak kayak yang digembor gemborkan dulu yang katanya guedeeeeeeee banget apinya... ya katanya uda mau abis bahan bakarnya haha

    nb: yg saya kunjungi itu yg buat obor itu

    BalasHapus
  4. emang nggak asik, apinya nggak gitu keliatan.. tadinya sih mau nonton sapi sonok sama semalam di madura sehari sebelumnya, tapi batall.. arrhh.. mungkin tahun ini..

    BalasHapus
  5. kok sama pemerintah setempat tidak diperhatikan ya...padahal potensi wisata yg bagus tuh, jarang ada di tempat lain...

    BalasHapus
  6. Wuih..keren ya, apinya nyala terus gitu.
    Kayak di luar negeri, ada tuh yang sama seperti itu :D
    Bisa hemat energi tuh, gak perlu pake gas atau minyak tanah buat masak, hihiih... :D

    BalasHapus
  7. @wien: pemerintah memperhatikan yang cepet jadi uang untuk pembuat kebijakan. kalo tempat kayak gini mah mana diperduliin.. xixiixixi..

    @zippy: betul.. kalo mau masak tinggal rame2 tuh sekampung dateng kesitu.. :p
    lumayan nggak perlu bom 3kg. :D

    @harga jual: wah korban apa ya?

    BalasHapus
  8. setuju, fotonya kayak bakar sampah,hehe..
    tapi knapa yg di blakang itu ada pagernya? pager buat apa itu?

    BalasHapus
  9. aku juga bingung itu pager buat apa. kalo di api tak kunjung padam yang satunya sih apinya ada di dalem pager. ini malah diluar pager. hahaha

    BalasHapus