5 April 2011

Motorcycle Tour de Tawangmangu (Part 10): Kembali Ke Candi Cetho

Candi Cetho

Meskipun dari pagi kami sudah tiba di Candi Cetho, namun kami belum sempat masuk ke area candi karena candi sedang digunakan untuk beribadah umat Hindu yang pada hari itu merayakan Hari Raya Nyepi. Sembari menunggu upacara keagamaan selesai kami pergi ke Puri Saraswati dan Candi Kethek terlebih dahulu. Tidak terasa waktu sudah mulai siang. Kami kembali ke Candi Cetho untuk menikmati keindahan Candi Cetho dari dekat.

Meskipun saya sudah pernah ke Candi Cetho sebelumnya namun saya tidak pernah merasa bosan berada disini. Menurut saya Candi Cetho adalah candi yang unik. Bentuknya cukup berbeda dengan candi-candi lain. Selain terbuat dari bebatuan, bangunan-bangunan Candi Cetho juga banyak yang terbuat dari kayu dan memiliki atap menyerupai pendopo. Hal ini tidak dapat ditemui di candi-candi lain yang ada di Indonesia. Biasanya di masing-masing bangunan yang beratap ini terdapat arcanya.

Selain bangunannya, hal yang membuat saya kagum dengan Candi Cetho adalah lokasinya. Berada di lereng barat Gunung Lawu yang berketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut dengan udara yang sangat sejuk serta pemandangan yang sangat memukau. Dengan lokasi yang seperti itu tentu saja butuh sedikit perjuangan untuk mencapainya. Terlebih lagi, penduduk di sekitar Candi Cetho ini masih sangat sedikit membuat suasana di Candi Cetho sangat tenang. Mungkin suatu saat nanti saya akan kembali kesini.

Foto-Foto Candi Cetho:

Candi Cetho

Candi Cetho

Candi Cetho

Candi Cetho

Candi Cetho


5 komentar:

  1. kunjungan balik..sekaligus koment yg pertama
    sungguh agung mahakarya nenek moyang kita... tinggal kewajiban kita tuk melestarikannya

    BalasHapus
  2. keren banget, it seems like a temple in the air. Bagus pemandangannya. Dan belom pernah ksana. Kalo ke tawangmangu sih pernah, tapi kalo disekitarnya blom pernah.

    Eh, Ko (saya bingung mau manggil gimana). Kamu tinggal di SBY kan?.. kalo mau jalan-jalan lagi ajakin donk!. hahahaa

    BalasHapus
  3. @kang martho: terimakasih atas kunjungan baliknya..

    @gaphe: lha mas yoga emang posisi dimana? surabaya juga?

    BalasHapus
  4. kunjungan balik..sekaligus koment yg pertama
    sungguh agung mahakarya nenek moyang kita... tinggal kewajiban kita tuk melestarikannya

    BalasHapus
  5. keren banget, it seems like a temple in the air. Bagus pemandangannya. Dan belom pernah ksana. Kalo ke tawangmangu sih pernah, tapi kalo disekitarnya blom pernah.

    Eh, Ko (saya bingung mau manggil gimana). Kamu tinggal di SBY kan?.. kalo mau jalan-jalan lagi ajakin donk!. hahahaa

    BalasHapus